Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

FAKTOR PENYEBAB KEBERHASILAN PETANI NANAS DI DESA BUNGA JAYA KECAMATAN BASARANG KABUPATEN KAPUAS Eddy Rahman; Deasy Arisanty; Eva Alviawati
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.416 KB) | DOI: 10.20527/jpg.v2i2.1472

Abstract

Penelitian ini berjudul “FAKTOR PENYEBAB KEBERHASILAN PETANI NANAS DI DESA BUNGA JAYA KECAMATAN BASARANG, KABUPATEN KAPUAS”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor sosial ekonomi yang menyebabkan keberhasilan petani nanas di Desa Bunga Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas.Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani nanas yang ada di Desa Bunga Jaya, Kecamatan Basarang , Kabupaten Kapuas. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah mengambil sampel penuh, yaitu dengan mengambil seluruh populasi. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh petani nanas yang ada di Desa Bunga Jaya, Kecamatan Basarang. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data primer dilakukan dengan pengumpulan data yang diambil dari sumber pertama, meliputi observasi dan kuesioner (angket). Sedangkan data sekunder diperoleh dari Dinas Pertanian, Kelompok usaha tani nanas, Kecamatan Basarang. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Teknik analisis data kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis data statistik deskriptif menggunakan teknik distribusi frekuensi yang dilakukan dengan cara menghitung frekuensi data hasil penelitian kemudian di persentasikan. Menghitung sebaran persentase dari frekuensi untuk mengetahui faktor penyebab keberhasilan petani di Desa Bunga Jaya Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada beberapa faktoryang menghambat faktor keberhasilan petani nanas.faktor-faktor tersebut yaitu faktor modal tidak cukup, luas lahan yang kurang luas menyebabkan kurangnya hasil produktivitas nanas , tenaga kerja kurang keterampilan dan keahlian dalam mengelola nanas, pemasaran nanas.Kata Kunci: faktor, penyebab keberhasilan, petani nanas
MOTIVASI PRIA KECAMATAN TELAGA LANGSAT KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN DALAM PROGRAM KELUARGA BERENCANA Erni Jayanti; Karunia Puji Hastuti; Eva Alviawati
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.552 KB) | DOI: 10.20527/jpg.v1i2.1400

Abstract

Penelitian ini berjudul “Motivasi Pria Kecamatan Telaga Langsat Kabupaten Hulu Sungai Selatan Dalam Program Keluarga Berencana”. Tujuan penelitian adalah mengetahui motivasi pria Kecamatan Telaga Langsat Kabupaten Hulu Sungai Selatan dalam program  Keluarga Berencana.            Populasi dalam penelitian ini yaitu Pria Pasangan Usia Subur (PUS) yang tidak ikut dalam program Keluarga Berencana dengan jumlah 1797 menggunakan teknik pengambilan sampel yang dilakukan adalah sampel random, yaitu semua pria pasangan usia subur Kecamatan Telaga Langsat yang tidak ikut dalam program keluarga berencana memperoleh kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi sampel yaitu dengan melihat pada tabel Morgan diperoleh sampel berjumlah 317 pria pasangan usia subur. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu dengan data primer yang diperoleh dari angket dan wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi dokumen dan studi pustaka. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan Teknik Random Sampling. Teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan menggunakan teknik persentase.             Hasil penelitian menunjukkan motivasi adalah suatu dorongan yang menggerakkan seseorang untuk mengikuti suatu hal. Motivasi pria Kecamatan Telaga Langsat Kabupaten Hulu Sungai Selatan dalam program KB yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik yang mempengaruhi pria untuk tidak ikut KB. Motivasi intrinsik yang mempengaruhi pria tidak ikut KB yaitu persepsi bahwa KB adalah urusan wanita atau istri, tingkat pendidikan, kurangnya pengetahuan mengenai KB, dan khawatir akan mengurangi kejantanan. Motivasi ekstrinsik yang mempengaruhi pria tidak ikut KB yaitu rendahnya kualitas dan aksesibilitas terhadap informasi dan pelayanan KB, pilihan KB pria yang terbatas yaitu kondom dan vasektomi, kurangnya dukungan dari para tokoh. Kata Kunci : Motivasi, Motivasi Intrinsik, Motivasi Ekstrinsik, Program Keluarga Berencana.
Penerapan 3R (Reuse, Reduce, Recyle) Dalam Pengelolaan Sampah Di Kelompok Karang Lansia Sejahtera TPS Alalak Utara Prayoga Prayoga; Parida Angriani; Deasy Arisanty; Eva Alviawati
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpg.v8i1.11522

Abstract

Keadaan sampah yang telah menunjukan gejala serius terhadap pencemaran lingkungan khususnya di Kelurahan Alalak Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan. Jenis sampah yang terdapat di TPS 3R Alalak Utara yaitu sampah organik dan sampah anorganik yang kemudian dikaitkan dengan penerapan 3R (Reuse, Reduse, Recyle). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penerapan 3R (Reuse, Reduse, Recyle) dalam pengelolaan sampah di Kelompok Karang Lansia Sejahtera TPS Alalak Utara. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik statistik dari Dharma yang meliputi pengolahan dan penyajian data, melakukan berbagai perhitungan untuk mendeskripsikan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kelompok Karang Lansia Sejahtera TPS Alalak Utara yang menjadi responden dalam penelitian ini berjumlah 50 responden, dalam keikutsertaan responden melakukan program penerapan kegiatan pelaksanaan 3R (Reuse, Reduce, Recycle), pengelolaan sampah, pengambilan manfaat, dan evaluasi yaitu sebanyak 50 responden atau 100%. Membuktikan bahwa anggota Kelompok Karang Lansia Sejahtera TPS Alalak Utara 100% menerapkan program 3R (Reuse, Reduce, Recycle), pengelolaan sampah, pengambilan manfaat, dan evaluasi, akan tetapi dari jumlah keikutsertaan atau kehadiran responden tidak merata dikarenakan oleh kendala atau kesibukan pribadi responden yang tidak menentu.
PENGARUH PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) SEBAGAI SUMBER BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 15 BANJARMASIN Dessy Dwi Ariyani; Karunia Puji Hastuti; Eva Alviawati
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 1, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.65 KB) | DOI: 10.20527/jpg.v1i3.1415

Abstract

Penelitian berjudul “Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai Sumber Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa di SMP Negeri 15 Banjarmasin”. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sebagai sumber belajar terhadap prestasi belajar siswa di SMP Negeri 15 Banjarmasin.Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 15 Banjarmasin dengan jumlah 235 siswa, dengan sampel sebesar 235 siswa menggunakan teknik Sampel Penuh. Data primer diperoleh melalui observasi di lapangan dan penyebaran angket, sedang data sekunder diperoleh dari studi dokumen dan studi kepustakaan. Teknik analisis yang digunakan yaitu dengan menggunakan teknik persentase dan Korelasi Product Moment.Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang positif antara pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sebagai sumber belajar terhadap prestasi belajar dengan rhitung =0,025, tetapi tidak ada signifikan antara pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sebagai sumber belajar terhadap prestasi belajar karena rtabel 5% =0,129>rhitung =0,025<rtabel 1% =0,169. Kata Kuci: Pemanfaatan TIK, Sumber Belajar, Prestasi Belajar, Siswa.
FAKTOR PENYEBAB PENGEMBANG MEMILIH LOKASI PERUMAHAN DI KECAMATAN MARTAPURA KOTA KABUPATEN BANJAR Uun Wantri; Eva Alviawati; Deasy Arisanty
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.938 KB) | DOI: 10.20527/jpg.v3i3.1503

Abstract

The background of this study is the large amount of housing that require a lot of land for a place to stay. The residence is one of the primary needs of man apart from clothing and perspective. In order to meet the housing needs, the government in collaboration with the private sector in the provision of housing activity. The phenomenon is happening shows that of the 19 District in Banjar, District Martapura city is an area of residential development at most. Added housing construction in the district Martapura city built by a housing developer 39, an area of 42.01 km city Martapura Subdistrict in 2010-2015. The population in this study are all housing developers in the district of the city Martapura total of 39 developers. The sample in this study was the same as the total population . Data collection techniques in this study done by questionnaire , observation and document study method . Analyzed using descriptive statistics with an analysis of the percentage of each of the factors causing housing developers choose the location based on the questionnaire answers housing developers .The results showed that factors that affect housing developers choose the most dominant location chosen by developers of housing in the district of the city Martapura as decisive factors assessed , namely : economic factors which ranks first chosen by 21.54 % of developers , and social factors that are out second was chosen by 13.68 % of developers .Keywords: Factors causing the developer choose the location of housing housing developers
KERENTANAN BANJIR DI KECAMATAN MARTAPURA BARAT KABUPATEN BANJAR Juwita Risanty; Deasy Arisanty; Eva Alviawati
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 2, No 5 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.261 KB) | DOI: 10.20527/jpg.v2i5.1434

Abstract

The study, titled Vulnerability to flooding in West Martapura of Banjar Regency research objectives the purpose of this research is to know the level of vulnerability to flooding in the Western County of Martapura of Banjar.The population in this research is a community located in the Sub-district Martapura Barat in 13 villages in the Sub-District Martapura Barat with sample taken randomly from 13 villages in the Sub-District Martapura Barat, each of which was taken on the basis of every family in the village of yangmewakili the population so that the total number of samples is 333 respondents using Random Sampling techniques. Primary data obtained through observation, measurement and direct question form technique in field, secondary data were obtained from the Office of Sub-district Martapura Barat, Regional disaster response Agency (BPBD), Banjar Regency, and regional development planning Board (BAPPEDA) Banjar Regency and the Central Bureau of statistics (BPS) Banjar Regency. Analysis techniques used by using analysis of percentage.The results showed that Vulnerability to flooding in Martapura barat i.e. much influence by the social economic and environmental factors.Key Words: vulnerability, Flood, Community.
PENGETAHUAN GURU IPS TERPADU SMP/SEDERAJAT KECAMATAN SUNGAI TABUK TENTANG KURIKULUM 2013 Fahmi Azhari; Eva Alviawati; Karunia Puji Hastuti
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpg.v1i1.1394

Abstract

Judul dalam penelitian ini adalah “Pengetahuan Guru IPSTerpadu SMP/Sederajat Kecamatan Sungai Tabuk Tentang Kurikulum 2013’’, disusun oleh Fahmi Azhari. Dosen pembimbing I: KaruniaPujiHastuti, M.Pd dan dosen pembimbing II: Eva Alviawati, S.Pd.,M.Sc. Penelitian ini bertujuanmengetahui pengetahuan guru IPS Terpadu SMP/Sederajat Kecamatan Sungai Tabuk tentang kurikulum 2013.            Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian adalah semua guru IPSTerpadu SMP/Sederajat Kecamatan Sungai Tabuk  yang berjumlah 19 orang. Sampel diambil secara penuh  sebanyak 19 orang Guru IPSTerpadu SMP/Sederajat Kecamatan Sungai Tabuk. Data primer diperoleh melalui observasi dilapangan, wawancara dan kuesioner (angket), sedang data sekunder diperoleh dari Dinas Pendidikan, Kantor Kementerian Agama, sumber buku/literatur dan Sekolah tingkat Sekolah Menengah Pertama/Sederajat. Teknik analisis data menggunakan rumus banyak kelas, panjang kelas interval dan persentase.            Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pengetahuan guru tentang kurikulum 2013 sangat rendah, rendah dan agak rendah sebanyak 14 guru dengan persentase 73,4%, membuktikan pengetahuan guru masih rendah dengan belum pernah mengikuti bimbingan teknis maupun pelatihan kurikulum 2013 sehingga hanya sedikit mengetahui tentang  isi dan pelaksanaan kurikulum 2013, belum meratanya pelatihan kurikulum 2013 yang ditunjuk oleh Dinas Pendidikan sehingga hanya sebagian guru saja yang sudah mengikuti kurikulum 2013, dan belum meratanya distribusi buku sekolah elektronik Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu kurikulum 2013 yang merupakan buku pegangan guru. Kata Kunci: Pengetahuan, Guru, Kurikulum 2013
PERSEPSI MASYARAKAT KELURAHAN TANJUNG PAGAR TERHADAP IPAL V TANJUNG PAGAR KECAMATAN BANJARMASIN SELATAN Muhammad Roby; Deasy Arisanty; Eva Alviawati
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.604 KB) | DOI: 10.20527/jpg.v2i2.1473

Abstract

Penelitian ini berjudul ”Persepsi Masyarakat Kelurahan Tanjung Pagar Terhadap IPAl V Tanjung Pagar Kecamatan Banjarmasin Selatan”. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar IPAL V Tanjung Pagar yaitu Rt. 19 dan Rt. 23 di Kelurahan Tanjung Pagar (Tata Banua) dan untuk mengetahui persepsi masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar IPAL V Tanjung Pagar yaitu Rt. 19 dan Rt. 23 di Kelurahan Tanjung Pagar (Tata Banua).Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang bermukim di sekitar IPAL V Tanjung Pagar Kelurahan Tanjung Pagar (Tata Banua) Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin. Masyarakat yang bermukim disekitar IPAL V Tanjung Pagar adalah RT. 19 dan RT. 23 yang memiliki jumlah 350 Kepala Keluarga. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yaitu dengan data primer yang diperoleh dari angket dan wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi dokumen dan studi pustaka. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan Teknik Random Sampling. Teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan menggunakan teknik persentase.Hasil penelitian ini adalah identifikasi faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat Kelurahan Tanjung Pagar terhadap IPAL V Tanjung Pagar, dapat disimpulkan bahwa persepsi masyarakat Kelurahan Tanjung Pagar adalah baik terhadap keberadaan IPAL V Tanjung Pagar di Kelurahan Tanjung Pagar Kota Banjarmasin. Bukti dari respon positif tersebut terlihat dari beberapa faktor meliputi dari faktor sikap, motif, kepentingan, pengalaman dan pengharapan yang ada pada diri masyarakat Kelurahan Tanjung Pagar sesuai dengan jawaban di koesionerpenelitian. Kata Kunci: Persepsi, Masyarakat, IPAL
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN PADI KECAMATAN TABUKAN KABUPATEN BARITO KUALA KALIMANTAN SELATAN Dessyana Ayu Eka Tristanti; Eva Alviawati; Ellyn Normelani
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.99 KB) | DOI: 10.20527/jpg.v3i1.1332

Abstract

The title of this research is "The Evaluation of Land Suitability for Rice in subdistrict of Tabukan, Barito Kuala regency, South Kalimantan". This study aims to determine the class of land suitability for agricultural land in the subdistrict of Tabukan Barito Kuala.The population and sample of this research are in the form of 14 units of land in subdistrict of Tabukan, which is obtained from the overlap, Notching Land Map, Land Use Map, Soil Map, and Slopes Map.The primary data was obtained through observations in the field, as well as taking soil samples that will be analyzed either directly through the laboratory. Secondary data were obtained from the study of documents and literature. Data analysis technique used was matching and scoring.The results of this research of rice land suitability evaluation using matching method states that the land suitability class S3 (based on marginal) for rice, with the factor of limitation, those are, temperature (T), base saturation (Bs), P2O5, (n), and consistency of big grain soil (p). As for the scoring method for the land suitability class rice  is S1 (very suitable) with the interval of land suitability interval between 110 up to 130. Keywords: Evaluation of land suitability, rice plant, scoring, matching,
FAKTOR PENYEBAB PERKAWINAN USIA MUDA DI DESA MAWANGI KECAMATAN PADANG BATUNG KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN Desy Lailatul Fitria; Eva Alviawati; Karunia Puji Hastuti
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 2, No 6 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.197 KB) | DOI: 10.20527/jpg.v2i6.1439

Abstract

Judul penelitian ini adalah: “Faktor penyebab perkawinan usia muda di desa mawangi Kecamatan Padang Batung Kabupaten Hulu Sungai Selatan”. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan: untuk mengetahui faktor penyebab perkawinan usia muda di desa mawangi kecamatan padang batung kabupaten hulu sungai selatan.Sampel penelitian berjumlah 86 orang yang di ambil dengan menggunakan tabel krejcie, metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari observasi dan kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi dokumen dan studi kepustakaan. Teknik analisis data menggunakan rumus persentase.Berdasarkan hasil analisis, faktor penyebab perkawinan usia muda di Desa Mawangi Kecamatan Padang Batung Kabupaten Hulu Sungai Selatan adalah faktor pendidikan, karena dari 86 responden 100% tidak tamat SMP. Faktor penyebab kedua adalah faktor media massa, karena 93% menjawab mengetahui seks pertama kali di media massa, 87,2% pernah membaca, melihat dan mendengarkan cerita seks sebelum perkawinan, sebesar 93% menjawab orang tuanya tidak mengetahui anaknya membaca, melihat dan mendengarkan cerita seks sebelum kawin. Faktor ketiga  adalah faktor orang tua sebesar 66,3%, dan faktor keempat adalah faktor budaya sebesar 12,8% berpengaruh. Kata kunci: faktor, penyebab perkawinan, usia muda.