Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGARUH FILLER ABU TANDAN SAWIT TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHAL PADA CAMPURAN AC-BC Winayati Winayati; Fadrizal Lubis; Virgo Trisep Haris
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v3i1.370

Abstract

Dalam upaya meningkatkan kekuatan struktur perkerasan jalan raya khususnya perkerasan Laston, pemilihan jenis material sebagai filler sangat penting karena filler merupakan bahan pengisi yang sifatnya halus dan dapat mengisi rongga atau pori yang berukuran diameter lebih kecil atau kurang dari 0,002 mm, salah satu limbah yang dihasilkan oleh industri perkebunan kelapa sawit memberikan peluang alternatif material penyusun campuran aspal (filler). Berdasarkan pengujian awal terhadap abu tandan sawit, dari analisis saringan diperoleh hasil bahwa abu tandan sawit 65% lolos saringan No.200, pada pengujian saringan basah filler abu tandan sawit memenuhi gradasi yang ditentukan. Bahan pengisi pada campuran yang sering digunakan pada proses pembuatan aspal di AMP (Asphalt Mixing Plant) adalah abu batu dan semen portland. Abu tandan sawit merupakan salah satu limbah non plastis, sesuai dengan persyaratan bahan yang bisa digunakan untuk bahan pengisi. Dari rekomendasi penelitian Afrian (2016), campuran AC-BC yang memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga 2010, yakni 25% filler abu tandan sawit dicampur dengan 75% Abu Batu dari berat total filler dalam campuran. Variasi tersebut dalam campuran AC-BC memenuhi standar karakteristik Marshall, yaitu stabilitas, flow, VIM, VMA, VFA, MQ, IRS, yang menjadi dasar penelitian selanjutnya dengan melihat pengaruh filler ABS terhadap karakteristik Marshall khususnya nilai rongga dalam campuran (VIM) akibat penambahan persentasi ABS yang dilakukan di laboratorium. Dari hasil analisis regresi linier didapat persamaan Y = 0.245 + 0.001 X, artinya variabel persentase ABS (25%) berpengaruh terhadap nilai VIM, tetapi pengaruhnya sangat kecil, r2 = 0,035 artinya hubungan antara persentasi ABS yang dicampurkan, berpengaruh pada nilai VIM yang terjadi tetapi relatif kecil.
NILAI KOHESI DAN SUDUT GESER TANAH PADA AKSES GERBANG SELATAN UNIVERSITAS LANCANG KUNING Virgo Trisep Haris; Fadrizal Lubis; Winayati Winayati
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v4i2.1143

Abstract

Areal Universitas Lancang Kuning memiliki lahan dengan perbedaan kontur yang cukup curam (berlereng). Beberapa bangunan memerlukan dinding penahan tanah untuk menjaga kesetabilan lereng tanah agar pondasi bangunan tetap dapat stabil menyangga tanah dalam memikul struktur diatasnya. Akses gerbang selatan Universitas Lancang juga berada pada kondisi tanah yang berlereng, sehingga rawan terhadap bahaya longsor. Untuk mengetahui apakah kondisi lereng tanah akses gerbang selatan Universitas Lancang Kuning aman terhadap bahaya longsor, dilakukan pengujian dengan cara mengebor dan mengambil sampel tanah dilapangan dan dilakukan uji kuat geser di laboratorium. Setelah dilakukan pengeboran tanah pada kedalaman 1 sampai 3,5 meter, serta pengujian cohesi dan sudut geser di laboratorium , dihasilkan pada kedalaman 1, 2, 3, dan 3,5 meter, nilai cohesi berturut-turut 0,18; 0,11; 0,32 dan 0,25 (kg/cm2) dan sudut geser 23,5 0; 25,290; 28,170 dan 29,710 maka kategori jenis tanah pasir berlanau dengan tingkat kepadatan sangat lepas. Kekuatan geser tanah relative dalam kondisi atau keadaan yang sama pada setiap lapisan kedalaman.Dengan kondisi kepadatan sangat lepas, tebing tanah rawan terhadap bahaya longsor, sehingga pembangunan tebing perlu dilakukan sebagai upaya mencegah kelongsoran. Kata kunci: lereng, kohesi, sudut geser, longsor
ANALISIS KEBUTUHAN AREAL PARKIR GEDUNG FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS LANCANG KUNING Winayati Winayati; Fadrizal Lubis; Virgo Trisep Haris
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v5i1.2424

Abstract

Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning terus mengalami perkembangan baik dari segi sarana dan prasarana maupun jumlah mahasiswanya. Fakultas Teknik lahan parkir sudah tersedia namun belum terfungsikan secara optimal karena masih ada beberapa mahasiswa yang memarkir kendaraannya tidak pada tempatnya dan terkesan belum tertata dengan baik sehingga dari segi keamanan dan kenyamanan tempat parkir juga belum terpenuhi. Luas lahan yang ada dan direncanakan digunakan untuk parkir mobil di sebelah timur dan selatan Kampus Teknik Universitas Lancang Kuning seluas 980 m2. Karakteristik meliputi durasi 3,85, indeks parkir 7,65%, jumlah kebutuhan parkir 32 kendaraan, dengan demikian, luas lahan parkir yang diperlukan dihitung dengan persamaan : Luas lahan parkir = SRP x jumlah kendaraan = 2,30 x 5,0 x 75 = 862,5 m2. Dengan luas lahan parkir yang tersedia 980 m2 memenuhi kebutuhan. Selanjutnya, hasil survei kendaraan roda dua yang dilakukan pada hari selasa tanggal 19 Februari 2019 jam 8.00 – 17.00 diperoleh, jumlah kendaraan yang masuk keparkiran motor sebanyak 125 motor, dengan karakteristik durasi rata-rata 3,55 jam, indeks parkir 28%, kebutuhan parkir 48 SRP, luas lahan yang tersediauntukparkirsepeda motor 7,5 x 60 berada di sebelah barat kampus, Dengan demikian, luas lahan parkir yang diperlukan dihitung dengan persamaan : Luas lahan parkir = SRP x jumlah kendaraan = 0,75 x 2,0 x 125 = 187,5 m2, Dengan luasan lahan parkir yang tersedia 450 m2 memenuhi kebutuhan luas lahan yang ada.
ANALISIS STABILITAS LERENG AKSES GERBANG SELATAN UNIVERSITAS LANCANG KUNING Virgo Trisep Haris; Fadrizal Lubis; Winayati Winayati
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v5i2.3178

Abstract

Areal Universitas Lancang Kuning Pekanbaru (Unilak) memiliki lahan yang berkontur. Jalan gerbang timur dan gerbang selatan berada pada kondisi berkontur yang cukup ekstrim (berlereng) di areal Universitas Lancang Kuning. Untuk bangunan yang berada atau dibangun pada daerah berkontur yangekstrim akan rawan atau berpotensi mengalami longsor. Jalan gerbang timur dibangun bersamaan dengan pembangunan bangunan-bangunan pertama kompleks bangunan Universitas Lancang Kuning, yang dalam proses pembangunannya sudah menggunakan dinding penahan tanahuntuk menjaga kesetabilan struktur jalan tersebut, sedangkan jalan gerbang selatan belum mendapatkan penanganan terhadap kemungkinan terjadinya bahaya longsor pada lereng jalan tersebut. Untuk mengetahui apakah dapat terjadi atau tidaknya potensi longsorpada lereng gerbang selatan, perlu dilakukan analisis kesetabilan pada lereng akses gerbang selatan tersebut Dari hasil hitungan terhadap penelitian yang dilakukan, didapat nilai faktor aman untuk kesetabilan lereng akses gerbang selatan Universitas Lancang Kuning adalah sebesar 0,91 (lebih kecil dari 1) yang berarti kondisi lereng akses gerbang selatan Universitas Lancang Kuning dalam keadaan tidak aman.
Potensi Pengairan Daerah Irigasi di Kecamatan Mempura Kabupaten Siak Provinsi Riau Widya Apriani; Virgo Trisep haris
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v6i1.3800

Abstract

Kecamatan Mempura merupakan salah satu daerah potensi irigasi yang terletak di Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Potensi luas area sekitar 34,6 Ha direncakanan untuk daerah pertanian sawah padi. Evaluasi Kesembangan air perlu diketahui untuk melihat potensi daerah tersebut. Dalam penelitian ini dilakukan analisis ketersediaan air irigasi, analisis kebutuhan air irigasi, analisis keseimbangan air, dan pengoptimalan Mempura. Hasil Evaluasi keseimbangan air menunjukkan bahwa ketersediaan mencukupi kebutuhan kebutuhan air berdasarkan pola tanam eksisting. Kondisi dimana terjadi surplus air pada bulan Januari, April, September hingga Desember. Sedangkan terjadi defisit pada beberapa bulan yaitu Maret, Mei Juni dan Juli. Neraca keseimbangan air menunjukkan bahwa ketersediaan air dalam memenuhi kebutuhan air tanaman padi masih mencukup untuk dimanfaatkan seluruh lahan potensial dengan merencanakan penanaman komoditas padi pada setiap musim tanam menggunakan sistem pemberian air secara serempak. Untuk dapat mengairi sawah, sistem irigasi yang direncanakan adalah sistem pompa.
Evaluasi Kinerja Jaringan Saluran Irigasi Marhayu Saadatun Nubuwah; Virgo Trisep Haris; Lusi Dwi Putri
Jurnal Teknik Sipil Unaya Vol 7, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/jtsu.v7i1.1423

Abstract

Irrigation is the provision, regulation and disposal of water for agriculture and fisheries needs. In the artificial lake area located in Lembah Sari Village, the main source of water for the community's fishery needs comes from the Danau Buatan irrigation channel network that drains water to the community's fishing ponds. In the use of irrigation channels that have been going on for a long time, it is believed that there are channel damage and lack of water, especially in the fishing pond section at 285 meters.  The purpose of this study was to determine the causes of water shortages for fishing ponds and to evaluate the performance of the Danau Buatan irrigation canal network.  The analytical method used in this study is to find the value of the effectiveness and efficiency of the irrigation canal network, the comparison of the planned discharge with the water discharge in the channel. The results of the research that have been done with the efficiency value obtained are 50%, the results of the study are different from the plan efficiency value, namely 65%  and the effectiveness of the channel that drains water to fishery ponds, namely 41.8%, the effectiveness value of the irrigation channel is low. The use of irrigation water networks is not optimal and there is an overflow of the intake or water catchment structures and some channel points that cause water shortages to be channeled into fishery ponds.
PERENCANAAN DINDING PENAHAN TANAH DI PERUMAHAN MUTIARA PALAS PERMAI KELURAHAN RUMBAI BUKIT KECAMATAN RUMBAI KOTA PEKANBARU Fitridawati Soehardi; Juliper Marpaung; Virgo Trisep Haris
Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan
Publisher : Prodi Magister Teknik Sipil Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jarsp.v4i2.21967

Abstract

The cliff in the Mutiara Palas Indah housing estate, Rumbai Bukit sub-district, Rumbai sub-district, Pekanbaru City, which experienced a landslide at the end of 2019, was caused by quite heavy rain. So it is necessary to plan soil reinforcement using cantilever type retaining walls using reinforced concrete to avoid landslides, with the results of the analysis of the landslide area using the simplified bishop method, the safety factor on this cliff has (F = 1,388 ) after getting the factor value If it is safe, it is planned that the dimensions of the cantilever type retaining wall have a height (H) = 6 meters, a wall thickness (H1) = 0,6 meters, a soil height in front of the wall (H2) = 0,7 meters, a wall height from ground level H3) = 4,7 meters, width (B) = 3,6 meters, the width of the front wall tread (B1) = 1,2 meters, the thickness of the lower wall (B2) = 0,6 meters, and the wall thickness (B3) = 0,4 meters. Then the results obtained are stability against overturning Fgl =3,604 1,5 (okay), stability against shear Fgs =2,279 1,5 (okay), and stability against bearing capacity collapse F = 18,218 3 (okay).
IbM SOSIALISASI PENERAPAN LUBANG RESAPAN BIOPORI BAGI MASYARAKAT DI LINGKUNGAN RW 06 DAN RW 18 KELURAHAN SIDOMULYO BARAT KOTA PEKANBARU Widya Apriani; Virgo Trisep Haris
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 (2019): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Special Issues 1 "Semangat Perguruan
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v3i2.2908

Abstract

Pembangunan perumahan sebagai bentuk pengembangan kota yang memicu pertumbuhan wilayah perkotaan mengakibatkan makin berkurangnya area resapan air hujan akibat meningkatnya luas daerah yang tertutupi oleh perumahan. Lubang resapan adalah teknologi sederhana dibidang rekayasa teknik konservasi air dengan konsep memberikan jalan air hujan masuk kedalam tanah dengan cepat dengan cara memberikan lubang-lubang yang dibuat pada permukaan bumi. Teknologi tepat guna ini sangat baik diterapkan oleh masyarakat perumahan untuk mencegah banjir didaerahnya. Oleh karena itu diperlukan sosialisasi kepada masyarakat. IbM ini dilakukan di Lingkungan RW 06 Dan RW 18 Kelurahan Sidomulyo Barat Kota Pekanbaru. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa kegiatan sosialisasi lubang resapan biopori dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi . Manfaat dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang adalah sebagai berikut peserta sosialisasi menjadi lebih mengerti tentang yang dimaksud dengan biopOri sehingga diharapkan dapat mencegah terjadinya banjir. Berdasarkan kuisioneR diketahui 67% responden memiliki rumput pekarangan di rumah dan 83% dari responden belum memiliki LRB di lingkungan rumahnya. Namun sudah ada 17% yang mengenal dan telah mengaplikasikan LRB dalam pekarangan rumahnya. Sikap responden terhadap LRB diketahui dengan 90% jawaban responden adalah setuju untuk mengaplikasikan LRB di ingkungan Rumahnya masing-masing.
Mendeley Desktop Training as a Reference Tool in Writing Scientific Papers for Comunnity of Literasi Muda Pekanbaru: Pelatihan Mendeley Desktop Sebagai Referensi Alat Dalam Menulis Karya Ilmiah Untuk Komunitas Literasi Muda Pekanbaru Muthia Anggraini; Virgo Trisep Haris; Alfian Saleh
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.807 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang820

Abstract

Higher education has a target to appear to be the best and advance in the world of education and society. The indicators seen are from the work produced by lecturers and students. Writing that produces scientific work is one of them. partners who are members of the Pekanbaru Young Litersi community have difficulty in making a Final Project which will be published in the form of an article. The difficulty is in managing to reference sources because they are not careful in including citations, and the difficulty in using the Mendeley application. The service team helps partners by providing training on the use of the Mendeley desktop. 31 participants are final year students from the Civil Engineering and Electrical Engineering Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru. 100% of participants have not been able to use this application. 67.47% of participants had never heard of Mendeley. 80.64% of participants don't know what Mendeley is. In conclusion, There has been an increase in partner understanding of the Mendeley app and its use. 100% of participants understand and can use the Mendeley application based on the distribution of the questionnaire given. Abstrak Perguruan Tinggi mempunyai target untuk tampil menjadi yang terbaik dan maju dalam dunia pendidikan dan masyarakat. Indikator yang dilihat adalah dari karya yang dihasilkan oleh dosen dan mahasiswa. Tulisan yang menghasilkan karya ilmiah merupakan salah satunya. Mitra yang tergabung dalam komunitas Litersi Muda Pekanbaru mengalami kesulitan dalam membuat Tugas Akhir yang nanti dipublikasikan dalam bentuk artikel. Kesulitannya adalah dalam mengelola sumber referensi karena kurang teliti dalam mencantumkan kutipan, dan kesulitan menggunakan Mendeley desktop. Tim pengabdian membantu mitra dengan memberikan pelatihan penggunaan Mendeley desktop. Peserta berjumlah 31 orang yang merupakan mahasiswa tingkat akhir yang berasal dari Program Studi Teknik Sipil dan Teknik Elektro Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru. 100% peserta belum bisa menggunakan aplikasi ini. 67,47% peserta tidak pernah mendengarkan tentang Mendeley. 80,64% peserta belum mengetahui apa itu Mendeley. Kesimpulannya Terjadi peningkatan pemahanan mitra tentang aplikasi Mendeley dan penggunaannya. 100% peserta memahami dan bisa menggunakan aplikasi Mendeley berdasarkan penyebaran kuisoner yang diberikan.
ASSESSMENT ANALYSIS OF THE CONDITION OF THE SEI. LALAK II BRIDGE USES FRACTURE CRITICAL MEMBER Widya Apriani; Setiawan; Virgo Trisep Haris
Jurnal Infrastruktur Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Infrastruktur
Publisher : Jurnal Infrastruktur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/infrastruktur.v8i2.3609

Abstract

Bridge inspection plays a vital role in prevention before the occurrence of continuous damage. Sei Bridge. Lalak II is a steel truss bridge located in the Airmolek Subdistrict, Indragiri Hulu Regency, Riau Province. The purpose of this study was to analyze the condition of the damage to the elements of the Sei bridge. Lalak II in Indragiri Hulu Regency. The method used to analyze the condition of bridge damage is based on the Fracture Critical Member (FCM) method While the results of the FCM method are trusses that have the highest stress ratio in rod number 2 with a stress ratio value (0.717), rod number 7 with a stress ratio value (0.717) and rod number 33 with a stress ratio value (0.717). From this value, the condition of the truss is in the warning category, so light rehabilitation is needed, such as painting the steel frame. At the FCM screening stage, the score obtained is 25 points, then the next examination is carried out for a maximum of the next 24 months. At the FCM assessment stage, the score obtained is 104 points, then the subsequent examination will be carried out in the next 12 months. The overall condition of the Sei bridge. Lalak II required light rehabilitation to maintain the bridge in the long term.