Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ANALISIS CLASH DETECTION STRUKTUR ATAS GEDUNG LABORATORIUM AKN PUTRA SANG FAJAR BLITAR BERBASIS BUILDING INFORMATION MODELLING (BIM) Aldiani Olifia; Bobby Asukmajaya Raharjo; Agustin Dita Lestari
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i2.4153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis clash detection struktur atas Gedung Laboratorium AKN Putra Sang Fajar Blitar berbasis Building Information Modeling (BIM). Penelitian ini fokus pada penggunaan BIM dalam pemodelan, desain, dan analisis struktur bangunan. Gedung Laboratorium AKN Putra Sang Fajar Blitar memiliki kompleksitas struktur yang memerlukan analisis teliti untuk menghindari clash antar elemen. Penggunaan BIM dalam penelitian ini melibatkan perangkat lunak seperti Autodesk Robot Structural Analysis Pro (RSAP), Autodesk Revit, dan Autodesk Navisworks. RSAP digunakan untuk pemodelan struktur, sementara Revit digunakan untuk menganalisis penulangan dan menghitung Quantity Take Off. Navisworks digunakan untuk analisis clash detection. Data perencanaan gedung dan hasil pemodelan Revit digunakan dalam analisis. Dalam penelitian ini, BIM memberikan informasi berupa visualisasi, volume, dan clash detection yang terintegrasi, memungkinkan perbandingan yang akurat. Pertanyaan penelitian mencakup pemodelan struktur, desain elemen struktur, analisis clash detection, dan perbandingan hasil perhitungan Quantity Take Off berbasis BIM dengan metode manual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis struktur yang dilakukan menggunakan aplikasi RSAP 2023 dan dihitung secara manual telah memenuhi standar keamanan yang diatur oleh SNI. Selain itu, ditemukan 8612 clash pada elemen struktur dengan persebaran data sebesar 94,76% terjadi pada tulangan, 5,22% pada material lainnya, dan 0,02% pada beton. Selisih antara hasil proses perhitungan berbasis BIM (Quantity Take Off) dan BoQ manual adalah sebesar Rp. 223.996.000. Dengan nilai yang lebih besar ditemukan pada perhtungan di aplikasi Revit. Dapat dikatakan perhitungan menggunakan proses BIM lebih besar hasilnya daripada perhitungan BoQ secara manual.
PENGARUH SERAT KAWAT BENDRAT PADA BETON NORMAL TERHADAP PERFORMA BETON (KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR) Celya Dwi Agnantasya; Qomariah Qomariah; Agustin Dita Lestari
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i3.4289

Abstract

Beton merupakan salah satu bahan bangunan yang mempunyai sifat yang getas. Pada sebuah konstruksi digunakan tulangan baja untuk menahan lentur pelat. Penggunaan baja dalam jumlah banyak tidak menjadikan beton tersebut menjadi ekonomis. Maka dari itu digunakan alternatif dengan mencampur serat (fiber) kawat bendrat untuk dapat mencegah retak dan menahan patah yang terjadi pada beton. Sehingga diperlukan penelitian laboraturium untuk meninjau kuat tekan dan kuat lentur beton menggunakan serat kawat bendrat BWG-21 dengan diameter 1,00mm dan panjang 50mm dengan mutu beton fc’22MPa. Sampel yang digunakan untuk uji kuat tekan terdiri dari 60 benda uji silinder, dengan diameter 150mm dan tinggi 300mm, sedangkan untuk uji lentur digunakan 12 benda uji balok dengan panjang 500mm, lebar 100mm, dan tinggi 100mm. Variasi penambahan serat yang digunakan sebesar 0,0%, 0,25%, 0,50% terhadap volume beton. Metode pencampuran beton menggunakan SNI-03-2834-2000 dan ACI-544.3R-93. Pengetesan benda dilakukan setelah proses curing dan diuji sesuai umur yang direncanakan pada setiap variasi yakni umur 3,7,14 dan 28 hari. Hasil kuat tekan yang diperoleh pada variasi 0% untuk umur beton 3,7,14,28 hari sebesar 12,69MPa;17,20Mpa;22,99MPa;25,98MPa. Pada variasi 0,25% sebesar 10,94MPa;12,34Mpa;17,34MPa;19,11MPa. Pada variasi 0,50% sebesar 8,93MPa;15,01Mpa;18,16MPa;20,89MPa. Hasil kuat lentur yang diperoleh pada variasi 0% sebesar 3,99MPa;4,83Mpa;5,04MPa;6,51MPa. Pada variasi 0,25% sebesar 3,36MPa;4,20Mpa;4,83MPa;5,25MPa. Pada variasi 0,50% sebesar 3,15MPa;3,99Mpa;4,62MPa;4,83MPa. Biaya pada beton dengan variasi penambahan serat kawat bendrat 0%, 0,25%, 0,50% sebesar Rp 887.450,5, Rp 910.215,9, Rp 932.981,2. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan semakin banyak penambahan variasi serat akan menjadikan beton tersebut tidak ekonomis, namun dapat mencegah atau mengurangi terjadinya retak dan patah pada beton.
PENGARUH EKSTRAKSI SERBUK BENTONITE PADA SUBTITUSI SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN MUTU BETON Salsabila Naura Rahma; Agus Sugiarto; Agustin Dita Lestari
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i3.4692

Abstract

Di Indonesia perkembangan teknologi konstruksi bangunan saat ini semakin pesat, sehingga kebutuhan semen untuk konstruksi sangat tinggi penggunaan nya. Untukmengurangi penggunaan semen, maka dibutuhkan bahan pengganti pozzoland yang dapat meningkatkan kekuatan. Untuk pozzolan yang tersedia dalam jumlah banyak di Indonesia adalah bentonite. Penelitian ini membahas tentang kekuatan beton dengan bentonite sebagai pozzoland pengganti semen. Persentase bentonite sebagai pozzolan alami pengganti semen adalah 0%, 25%, dan50%, dengan umur 7, 14, dan 28 hari. Hasil dari penelitian adalah kuat tekan minimal diperoleh pada kandungan bentonite 50% pada umur 7 hari dengan kuat tekan rata – rata 2,13 MPa. Hasil kuat tekan maksimum diperoleh pada beton normal pada umur 28 hari dengan kuat tekan rata – rata 58, 27 MPa. Pada beton variasi bentonite, beton mengalami penurunan nilai kuat tekan. Hasil perhitungan anggaran biaya, pada penelitian, pengaruh ekstraksi serbuk bentonit pada subtitusi semen terhadap kuat tekan mutu beton didapatkan biaya dengan jumlah total keseluruhan Rp. 814, 717, 11.
KINERJA CAMPURAN FLY ASH DAN SAMPAH PLASTIK (POLYETHYLENE) TERHADAP KUAT TEKAN BETON Nismara Arsya Shavira; Agustin Dita Lestari; Sugeng Riyanto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i3.4833

Abstract

Saat ini Indonesia sedang meningkatkan pembangunan, terutama di bidang infrastruktur. Di sisi lain, sampah plastik menjadi masalah utama dalam kegiatan masyarakat di Indonesia. Dari hal tersebut dapat dijadikan dorongan untuk mencari cara inovatif dan berkelanjutan dengan cara mendaur ulang limbah plastik menjadi bahan substitusi agregat halus pada campuran betons. Sampah plastik yang digunakan untuk penelitian ini adalah sampah plastik yang bertipe polyethylene menjadi campuran beton dengan dicampur fly ash sebagai subtitusi semen. Pada penelitian ini menggunakan mutu beton rencana 42 MPa berupa sampel berbentuk silinder berukuran 15 cm x 30 cm dengan variasi 0%, 1%, 5%, dan 10% dengan persyaratan nilai fly ash 15% dan jumlah sampel pada masing-masing variasi 12 benda uji sehingga total sampel penelitian adalah 48 benda uji yang memiliki variasi yaitu 0%, 1%, 5%, dan 10%. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan variasi mutu beton yang dicampur dengan fly ash dan polyethylene, semua hasil kuat tekan rata-rata pada umur 28 hari untuk beton normal dengan variasi 0% menghasilkan nilai sebesar 60,6 MPa, beton variasi 1% sebesar 47,3 MPa, beton variasi 5% sebesar 55,8 MPa, dan pada beton variasi 10% sebesar 40,2 MPa.
PERENCANAAN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG START UP KOTA MALANG Avicenna Qurrata; Sugeng Riyanto; Agustin Dita Lestari
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i2.5505

Abstract

Perencanaan struktur suatu konstruksi bangunan diperlukan untuk mendapatkan dimensi dan konfigurasi struktur yang paling efektif dan efisien. Perencanaan Struktur Gedung StartUp Kota Malang mengacu pada Tata Cara Perencanaan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung (SNI 2847-2019), dan Standar Perencanaan Ketahan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung (SNI 1727-2019). Beban-beban yang ditinjau untuk perencanaan mengacu pada Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung 1983 dan Standar Perencanaan Pembebanan untuk Bangunan Gedung (SNI 1726-2020). Perencanaan Struktur Gedung StartUp Kota Malang ini meliputi perencanaan struktur atas dan struktur bawah. Perencanaan struktur menggunakan StaadPro Connect Edition, sedangkan struktur bawah direncanakan secara manual. Struktur atas meliputi perencanaan balok, kolom, dan pelat lantai, sedangkan struktur bawah meliputi perencanaan Pile cap dan pondasi Bor Pile. Pembebanan yang ditinjau untuk perencanaan elemen struktur adalah beban mati, beban hidup, dan beban gempa. Beban gempa yang dimasukkan adalah beban gempa dinamis berdasarkan respon spektrum pada lokasi Perkantoran. Data yang diperlukan adalah peta wilayah gempa, data tanah, serta gambar desain arsitektur bangunan. Pada perhitungan struktur bangunan menghasilkan moment yang digunakan untuk menghitung struktur bangunan. Hasil yang diperoleh pada perhitungan struktur atas meliputi, pelat lantai menggunakan Ø12-150, balok B1 menggunakan tulangan tumpuan bawah 5D19, tumpuan atas 7D19, lapangan 7D19, kolom K1 menggunakan tulangan 20D22, kolom K2 menggunakan tulangan 16D25, kolom K3 menggunakan tulangan 32D20, kolom K4 menggunakan tulangan 16D16, pada pilecap menggunakan tulangan D22-100 pada setiap meternya, pada borpile menggunakan tulangan 6D22 dan disebar secara merata.
PERENCANAAN ULANG STRUKTUR GEDUNG (ZONA 2) PASAR INDUK KOTA BATU Yahya Ilham Suryadi; Nawir Rasidi; Agustin DIta Lestari
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5640

Abstract

Perencanaan struktur merupakan langkah yang harus dilakukan sebelum lelang dan pelaksanaan. Dalam hal ini, gedung akan didesain ulang menjadi empat lantai, dengan penambahan ruang makan di lantai tiga. Pekerjaan struktur akan dibangun dari bawah ke atas dan seluruh struktur akan terbuat dari beton bertulang. Data yang diperlukan meliputi data pendukung seperti shop drawing, hasil pengujian tanah N-SPT, dan data spektrum respons desain. Perancangannya didasarkan pada SNI 1726-2019, SNI 1727: 2020 dan SNI 2847: 2019 untuk elemen kolom, balok, pelat, dan tangga. Untuk desain balok dan pelat digunakan perhitungan sesuai perhitungan yang terdapat pada SNI 2847: 2019, dan untuk kolomnya sendiri digunakan metode Whitney. Perancangan ulang ini mengubah dimensi serta memperkecil ukuran kolom seiring dengan bertambahnya level dan penyesuaian komposisi besi, untuk balok cenderung memiliki perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan eksisting, dengan adanya perbesaran dimensi dan meningkatnya kebutuhan tulangan. Sementara elemen plat lantai hanya akan mengalami penebalan secara dimensi. Komposisi mutu beton dan mutu baja yang digunakan cenderung lebih tinggi dibandingkan eksisting. Selain itu, dimensi dan perkuatan substruktur, tiang pondasi, dan pilecap juga ditingkatkan.
PERENCANAAN ULANG STRUKTUR ATAS BANGUNAN PASAR GODEAN KABUPATEN SLEMAN Galuh Putri Widianti; Armin Naibaho; Agustin Dita Lestari
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5692

Abstract

Perencanaan ulang pada penelitian ini meninjau bangunan Pasar Godean Zona A yang dilakukan pada perubahan struktur rangka atap, dengan tujuan penggunaan atap pelat beton dapat difungsikan sebagai taman sehingga gedung ini lebih menunjang untuk dijadikan alternatif green building. Perencanaan ini menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) untuk mendapatkan bangunan yang kuat dan aman. Analisis struktur menggunakan software ETABS 18. Hasil dari perencanaan ulang sebagai berikut pelat atap dengan penulangan S13-150 mm pada arah x, sedangkan arah y menggunakan S13-100 mm dan penulangan lapangan baik arah x maupun arah y menggunakan S13-150 mm. Pelat lantai dengan penulangan tumpuan S13-100 mm pada arah x dan arah y sedangkan penulangan lapangan baik arah x maupun arah y menggunakan S13-200 mm. Balok induk B1 pada tumpuan atas 8-S22 dan bawah 4-S22, pada lapangan atas 4-S22 dan bawah 2-S22. Balok induk B2 pada tumpuan atas 6-S22 dan bawah 3-S22, pada lapangan atas 5-S22 dan pada bagian bawah 3-S22. Balok anak B3 pada tumpuan atas 3-S22 dan bawah 2-S22, pada lapangan atas 3-S22 dan bawah 2-S22. Balok kantilever B4 pada tumpuan atas 3-S22 dan bawah 2-S22, pada lapangan atas 3-S22 dan bawah 2-S22. Kolom interior K1 menggunakan 24S22. Kolom eksterior K2 menggunakan 20S22. Pada tangga 1 dan tangga 2 menggunakan tulangan S13-100 pada area tumpuan dan tulangan S13-200 pada area lapangan.
PENGARUH LIMBAH BATA MERAH SEBAGAI FILLER PADA LASTON AC-WC TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN Muhammad Fajar Rosuli; Agustin Dita Lestari; Akhmad Suryadi
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5817

Abstract

Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga), yang dikenal sebagai sampah. Limbah bata merah sendiri merupakan buangan yang dihasilkan dari pembongkaran konstruksi bangunan. Inovasi ini menggunakan limbah bata merah sebagai substitusi filler dalam campuran laston AC-WC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil sifat fisik agregat halus, agregat kasar, dan aspal untuk campuran laston AC-WC, menentukan nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) pada pengujian Marshall dengan variasi kadar aspal 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, 7%, dan mengetahui pengaruh penggunaan substitusi filler limbah bata merah dengan menggunakan nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) dengan variasi 0%, 8%, 12%, 16% pada campuran laston AC-WC terhadap karakteristik campuran. Dalam penelitian ini menggunakan 10 sampel benda uji normal dengan variasi kadar aspal 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, 7% dan 16 sampel pada benda uji substitusi filler limbah bata merah dengan variasi 0%, 8%, 12%, 16%. Metode pengujian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Marshall. Hasil pengujian karakteristik campuran dengan benda uji normal mendapatkan nilai kadar aspal terpilih sebesar 5,4% dengan nilai VMA : 17,68%, VFA : 96,81%, VIM : 1,28%, Stabilitas : 1475,01 kg, Flow : 3,02 mm, MQ : 529,92 kg/mm. Hasil pengujian karakteristik campuran substitusi filler limbah bata merah pada variasi 16% memiliki Stabilitas tertinggi sebesar 1427,80 kg.
MODIFIKASI JEMBATAN WIROLEGI MENGGUNAKAN RANGKA BAJA TIPE WARREN TRUSS BENTANG 35 METER Wildan Aprilia Perdana; Bobby Asukmajaya Raharjo; Agustin Dita Lestari
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i1.5932

Abstract

Modifikasi perencanaan jembatan pada skripsi ini dilakukan untuk menanggapi program pemerintah yang akan melakukan mitigasi penggantian jembatan Callender Hamilton di Pulau Jawa yang umurnya melebihi 40 tahun. Perencanaan Jembatan Wirolegi ini direncanakan dengan rangka baja tipe warren truss bentang 35 m, lebar jembatan 9,7 m dan tinggi 6,5 m. Perencanaan struktur atas jembatan ini meliputi elemen struktur, metode pelaksanaan dan estimasi biaya. Data yang digunakan dalam penelitian kali ini adalah kondisi eksisting jembatan. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah LRFD (Load Resistance Factor Design) mengacu pada SNI 1725-2016, RSNI T-02-2005, RSNI T-12-2004, RSNI T-03-2005 dan ANSI/SDI Composite C-11 Standar Floor Deck –Slabs. Analisis struktur menggunakan software RSAP 2022 dengan pembebanan pada jembatan berupa beban permanen, beban transien dan kombinasi beban. Hasil desain yang diperoleh antara lain pipa sandaran menggunakan ∅3”, trotoar menggunakan tulangan utama S16-250 dan tulangan bagi S10-150, kerb 20/15 menggunakan tulangan utama 4P10 dan tulangan sengkang 2 kaki P8-100, pelat lantai dengan tebal 25 cm menggunakan tulangan utama S16-100 dan tulangan susut S10-220, pada tumpuan menggunakan tulangan utama S16-100 dan tulangan susut S10-220, pelat bondek (BMY) 0,7 mm, gelagar melintang ujung IWF 800.300.14.26, gelagar melintang tengah IWF 900.300.25.37, gelagar memanjang IWF 400.200.8.13, batang struktur atas IWF 400.400.13.21 dan WF 400.400.16.22, batang struktur bawah WF 400.400.13.21, batang struktur diagonal IWF 400.400.13.21 dan WF 400.400.16.22, batang ikatan angin WF 150.150.7.10 dan WF 200.200.8.12. Sistem sambungan rangka baja menggunakan baut mutu tinggi tipe A325 dengan ∅16 dan ∅30. Metode yang digunakan untuk erection adalah full temporary support. Rencana anggaran biaya yang dibutuhkan adalah Rp. 3,893,586,206.50.
ANALISIS ALUMINIUM FORMWORK PADA PROYEK APARTEMEN X SURABAYA Nuri Firdausiah; Sitti Safiatus Riskijah; Agustin Dita Lestari
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i1.6067

Abstract

Komponen – komponen struktur meliputi kolom, plat, dan balok membutuhkan bekisting dalam pembangunannya yang berfungsi untuk membentuk beton dan menahan beban selama proses pengecoran. Pada proyek X dalam pelaksanaannya menggunakan 3 jenis bekisting diantaranya untuk pekerjaan struktur bawah menggunakan bekisting konvensional, untuk pekerjaan lantai P1 – P8 menggunakan bekisting semi sistem, dan untuk lantai tipikal menggunakan bekisting aluminium. Perhitungan efisiensi pada suatu proyek merupakan hal yang penting dalam manajemen konstruksi karena pada dasarnya keberhasilan suatu proyek dapat ditinjau dari ketepatan waktu dalam proses pelaksanaan serta keuntungan dalam biaya. Pemilihan material pada pekerjaan proyek juga memiliki pengaruh yang besar terutama pada pemilihan jenis bekisting yang akan digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain bekisting aluminium dari segi kekuatan material, waktu, dan biaya pelaksanaan. Data yang dibutuhkan yaitu spesifikasi teknis, gambar kerja, data aktual lapangan, harga satuan upah dan bahan Kota Surabaya Tahun 2023. Dari hasil analisis pada lantai 9 – 30 diperoleh bahwa pada pekerjaan bekisting aluminium menggunakan bahan aluminium dengan tebal 63,5 mm serta menggunakan perkuatan pipe support. Hasil analisis efisiensi dari didapat biaya pekerjaan bekisting aluminium sebesat Rp35,433,609,920.83 dengan durasi selama 174 hari dengan sisa biaya Rp23,563,350,600.00 sehingga biaya pemakaian bekisting aluminium lantai 9 – 30 sebesar Rp13,057,285,255.83. Biaya existing proyek X dengan menggunakan sub kontraktor sebesar Rp21.000.000.000. Dalam hal ini biaya yang dikeluarkan berdasarkan hasil perencanaan bekisting aluminium lebih murah sebeesar Rp7.942.715.000 dibandingkan biaya existing.