Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENGARUH KOMBINASI GYPSUM DAN FLY ASH TIPE C PADA KUAT TEKAN MORTAR Aulia Rahman
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 27 No. 1 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v27i1.1545

Abstract

The use of gypsum and fly ash is very common in construction of Indonesia. Both of these materials are used because of Indonesia's rich natural potential. Gypsum was chosen because it has the same chemical composition as cement, which is calcium (Ca), while type C fly ash also shows the same content. By combining the two materials, the researchers tried to study their impact on the compressive strength of mortar. The proportion of cement was reduced from 100%, 50%, 25%, and 0%, while the rest was replaced by a combination of gypsum and type C fly ash. Then, the samples were tested at the age of 7 and 14 days to see the compressive strength performance on early days of hardening. Samples with no substituent composition showed the highest compressive strength of 23.3 MPa, then it continued to decrease as the cement mixture became less, until the lowest was 7 MPa in samples composed only of gypsum and fly ash. There was a significant increase in performance of sample 4 which only contained 25% cement, but it was indicated that the cause was not due to composition, but other factors such as water ratio and compaction. Keywords: gypsum, type C fly ash, mortar.
Efek Penambahan Fly Ash Tipe C Terhadap Kuat Tekan Mortar Armin Naibaho; Aulia Rahman
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 5, No 1 (2020): EDISI MARET 2020
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.893 KB) | DOI: 10.33366/rekabuana.v5i1.1612

Abstract

Alternative cement replacement are widely observed due to environmental issues. The processes of cement production are indicated as one of the highest contributors in CO2 levels in the air. One of the substances used as alternative cement is fly ash because it is similar in nature to cement and the amount is abundant because it is a residual result of coal burning process in power plants. Generally, fly ash is classified into two types namely type C and F. Type C is rarely used because it is easy to harden. However, in further research, this type C has advantages in increasing the compressive strength of premature concrete. This research was made to obtain the optimum type C fly ash ratio with cementitious material on the mortar. Technically, the research was carried out by making mortar samples with a composition ratio of 1: 3, while the cement water factor was 50%. Then, the composition of cementitious is varied between PC and fly ash, starting from 0%, 25%, 50%, 75%, and 100%. Testing is conducted only in the first and second week to observe the development of the initial forces. However, not all combinations can be tested because the strength is too low. Only the 25% fly ash combination gives 20 MPa strength at 7 days, which outperforms a control sample of 19.36 MPa. Henceforth, the strength of fly ash samples tends to be lower when compared to control samples.ABSTRAK Bahan alternatif pengganti semen mulai banyak dicari karena isu lingkungan. Proses pembuatan semen terindikasi sebagai salah satu penyumbang tertinggi dalam kadar CO2 di udara. Salah satu substansi yang banyak digunakan untuk bahan pengganti semen adalah fly ash karena sifatnya serupa dengan semen dan jumlahnya melimpah sebagai hasil residu pembakaran tungku batu hara di PLTU. Umumnya, fly ash dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu tipe C dan F. Tipe C jarang digunakan karena mudah mengeras. Namun, pada penelitian lebih lanjut, tipe ini memiliki kelebihan dalam meningkatnya kuat tekan umur prematur. Penelitian ini dibuat untuk mendapatkan rasio fly ash tipe C yang tepat dengan cementitious material pada mortar. Secara teknis, penelitian dikerjakan dengan membuat sampel mortar dengan perbandingan komposisi 1 : 3, sedangkan faktor air semen sebesar 50%. Kemudian, komposisi cementitious divariasikan antara PC dan fly ash, mulai dari 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%. Pengetesan dilakukan hanya pada minggu pertama dan kedua untuk mengamati perkembangan kekuatan awal. Namun, tidak semua kombinasi bisa diujikan karena kekuatannya terlalu rendah. Hanya kombinasi fly ash 25% saja yang memberikan kekuatan 20 MPa pada umur 7 hari, mengungguli sampel kontrol berkekuatan 19,36 Mpa. Sedangkan kekuatan sampel fly ash cenderung lebih rendah jika dibandingkan sampel kontrol. Kata kunci  : fly ash tipe C; mortar; kuat tekan.
PENGEMBANGAN FASILITAS RUANG BELAJAR MASYARAKAT SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MINAT BELAJAR PADA MASA PANDEMI COVID-19 Anisah Nur Fajarwati; Medi Efendi; Aulia Rahman; Martince Novianti Bani; Rizki Putri Ramadhani
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v2i2.1957

Abstract

Keberadaan ruang belajar masyarakat telah lama menjadi bagian dari kegiatan masyarakat di RW VII, Kelurahan Blimbing, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Namun, sarana ruang belajar ini tidak lagi aktif digunakan semenjak status pandemi Covid-19 ditetapkan. Pembatasan kegiatan belajar dilakukan demi menekan angka penyebaran virus. Selama lebih kurang satu tahun berlangsung, hal itu telah mengurangi minat belajar dan interaksi antarwarga terutama anak-anak usia sekolah. Keinginan dari sang pemilik rumah untuk memulai kembali aktivitas di ruang belajar tersebut terkendala fasilitas yang terbatas. Oleh karena itu, melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan pengembangan fasilitas fisik agar tercipta suasana belajar yang lebih nyaman dan menyenangkan, terutama bagi anak-anak usia sekolah. Selain itu, dilakukan pula penambahan fasilitas untuk penerapan adaptasi kebiasaan baru sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini dilakukan kerja sama kemitraan dengan LAZ YASA Malang untuk berbagi informasi dan gagasan untuk pengembangan ruang belajar.
Pengadaan Pagar Sebagai Sistem Keamanan Panti Asuhan Muhammadiyah Pacet, Kabupaten Mojokerto: Procurement Fence For Scurity System, Muhammadiyah Orphanage Home Pacet, Mojokerto Regency Ayisya Cindy Harifa; Anisah Nur Fajarwati; Aulia Rahman
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 3 (2022): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v7i3.3466

Abstract

Panti Asuhan Muhammadiyah Pacet adalah amal usaha Muhammadiyah di bawah naungan pimpinan cabang Muhammadiyah Kecamatan Pacet. Panti asuhan ini telah berdiri selama 36 tahun, yaitu sejak tahun 1986. Anak asuh di panti asuhan ini dikhususkan untuk perempuan/laki-laki dengan rentang usia 5 – 18 tahun dengan total jumlah penghuni sekitar 19 orang. Kondisi fisik panti asuhan saat ini, tidak dilengkapi pagar sehingga dari segi keamanan sangat kurang. Hal ini menyebabkan kurangnya rasa aman dan nyaman untuk para anak asuh serta pengasuh panti. Tujuan kegiatan pengadaan pagar ini adalah untuk meningkatkan rasa aman dan nyaman dalam lingkungan panti asuhan. Langkah awal untuk menyelesaikan permasalahan kurangnya keamanan adalah melakukan perencanaan pengadaan pagar pengaman di area teras depan yang berbatasan langsung dengan jalan raya. Setelah dilakukan perencanaan, selanjutnya adalah pembuatan pagar dan pemasangannya. Setelah dilakukan pemasangan pagar, kemudian dilakukan survey kepuasan kegiatan. Hasil survey menunjukkan bahwa hampir semua penghuni panti merasa ada perlindingan setelah pagar tersebut dibangun, sehingga kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan tujuan. Pelaksanaan kegiatan merupakan bentuk dari program Pengabdian pada Masyarakat (PPM) yang merupakan wujud implementasi pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Kegiatan PPM ini berfokus pada pengadaan pagar besi untuk meningkatkan keamanan di Panti Asuhan Muhammadiyah Pacet, Kabupaten Mojokerto.
SUMBANGAN FASILITAS BELAJAR DAN PENDAKIAN BUKIT JABAL, DUSUN SUMBERBENDO, MALANG Aulia Rahman; Ayisya Cindy Harifa; Anisah Nur Fajarwati; Indah Ria Riskiyah; Rif’atul Khusniah; Yehezkiel Septian Yoganata
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v4i1.2912

Abstract

Dusun Sumberbendo terletak di Desa Kucur, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Dusun ini terletak tepat di kaki Bukit Jabal (1470 Mdpl) atau yang puncaknya juga dikenal sebagai Gunung Malang (1718 Mdpl). Mayoritas warganya berprofesi sebagai tani dan menggarap perkebunan yang membentang sampai lereng Bukit Jabal, yang masih termasuk gugusan pegunungan Putri Tidur, diantaranya Gunung Kawi, Buthak, sampai Panderman. Semenjak pandemi Covid 19, dusun ini mulai ramai dikunjungi para pendaki dan pencinta alam untuk mencoba tracking di Bukit Jabal, dikarenakan pendakian gunung-gunung lainnya di Malang masih ditutup. Mulai saat itulah fasilitas pendakian mulai dibenahi, namun masih sangat minim dari standart keamanan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bermaksud menyumbang alat-alat pendakian yang sesuai standar keamanan, seperti tenda, tracking pole, nasting makan, dan headlamp untuk pendakian malam. Tidak hanya pendakian, di Dusun Sumberbendo juga aktif diadakan sanggar belajar dan TPQ oleh pemuda-pemuda setempat untuk membina anak-anak usia Sekolah Dasar. Pengabdian ini juga bertujuan menyumbang alat-alat belajar untuk mereka agar kegiatan belajar dan TPQ semakin kondusif.
Peningkatan Infrasruktur Di Yayasan Nurul Hikmah Rebalas Melalui Bantuan Teknis Pemasangan Keramik Teras Rif'atul Khusniah; Anisah Nur Fajarwati; Aulia Rahman; Ayisya Cindy Harifah; Indah Ria Riskiyah; Yehezkiel Septian Yoganata
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 12 No. 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2025
Publisher : P3M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/abdimas.v12i1.6504

Abstract

This community service activity focused on improving the learning environment at Nurul Hikmah Foundation, located in Rebalas Village, Grati District, Pasuruan Regency. By providing technical assistance for ceramic tile installation on the foundation's terrace, we aimed to create a comfortable and attractive outdoor learning space for the children. The installation of ceramic tiles not only enhanced the aesthetics of space but also created a safe and stimulating environment for the young learners. This intervention is expected to positively impact on student engagement, academic performance, and overall school experience at Nurul Hikmah Foundation
EFEK PERBANDINGAN NA/SI PADA GROUT MORTAR BERBAHAN SILICIA FUME DAN ACTIVATOR ALKALI Aulia Maulidayanti; Aulia Rahman
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i1.9522

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rasio molar natrium terhadap silika ( Na/Si ) yang optimum pada penggunaan larutan aktivator alkali terhadap kinerja fisik grout mortar yang diperkuat dengan silica fume (kandungan 5%). Penelitian ini adalah komposisi kimia yang mendasari reaksi geopolimerisasi meningkatkan kekuatan tekan material untuk perbaikan struktur konstruksi yang keropos. Data penelitian ini melibatkan komposisi kimia material yang dianalisis menggunakan pengujian X-Ray Fluorescence (XRF) untuk menentukan parameter dasar campuran. Sampel yang digunakan berupa kubus mortar berukuran 5 cm x 5 cm x 5 cm yang diuji pada umur 7 dan 28 hari. Rasio Na/Si pada campuran aktivator alkali dan silicia fume 0,2 : 0,3 ; 0.4 ; 0,6. Pengujian kuat tekan dilakukan secara mekanis untuk melihat pengaruh perubahan sifat kimia terhadap kemampuan fisik mortar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio Na/Si sebesar 0,4 menghasilkan optimal dengan nilai kuat tekan tertinggi 14,2 Mpa pada umur 7 hari dan 17,6 Mpa pada umur 28 hari, sedangkan nilai kuat terendah ditemukan pada rasio 0,6 dengan kuat tekan sebesar 10,6 Mpa pada umur 7 hari dan 12 Mpa pada 28 hari. Hal ini menunjukan bahwa keseimbangan rasio molar sangat mengoptimalkan activator alkali pada grout mortar dan modulus rupture paling tertinggi rasio 0.3 adalah modulus tertinggi pada umur 7 hari. Rasio 0,2 adalah modulus rupture terendah pada umur 7 hari. Rasio 0.2 adalah modulus rupture tertinggi pada umur 28 hari.Rasio 0,6 adalah modulus rupture terendah pada umur 28 hari.
PERENCANAAN ULANG STRUKTUR ATAS JALUR KA ELAVATED YOGYAKARTA INTERNATIONAL AIRPORT MENGGUNAKAN CSI BRIDGE Rizal Ramadani; Aulia Rahman; Bobby Asukmajaya
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i1.3755

Abstract

Struktur atas KA elevated Bandara Internasional Yogyakarta menggunakan gelagar PCI, panjang bentang 35 m terdapat 7 gelagar PCI dengan tinggi 2,1 m. Perlunya optimalisasi superstruktur jalur kereta api layang bandara internasional Yogyakarta agar as rel kereta tepat berada pada as PCI Girder yang menopangnya. Permasalahan dalam perencanaan ini adalah bagaimana merancang PCI Girder pada jembatan KA Elevated, menganalisis kehilangan gaya prategang yang terjadi pada Girder PCI, memodelkan struktur jembatan KA elevated menggunakan CSI Bridge 23, kontrol untuk setiap perhitungan hasil analisis CSI Bridge 23. Tujuan dalam perencanaan ini adalah, (1) mengetahui desain PCI Girder pada jalur KA elevated, (2) menganalisis pembebanan pada jalur KA Elevated (3) mngetahui langkah-langkah pemodelan jembatan di CSI Bridge (4) mengetahui desain elemen struktur balok prategang (5) mengetahui tegangan penampang dari analisis CSI Bridge (6) menghitung biaya material bangunan atas. Perencanaan ulang struktur atas jalur kereta api elevated bandara internasional Yogyakarta dapat dilakukan dengan mengacu pada gambar teknik yang ada, data gempa bumi, peraturan menteri No 60. Tahun 2012 tentang peraturan jalur teknis kereta api, “Standar Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Jembatan” SNI 2833-2019 and panduan teknis perencanaan jembatan tahun 2021. Pemodelan jembatan menggunakan CSI Bridge 23 dan analisis data menggunakan Microsoft Excel. Perencanaan struktur atas jalur KA elevated menggunakan gelagar PCI dengan tinggi 2,1 m dan 1,7 m; kehilangan gaya prategang pada PCI Girder 2,1 m adalah 23,29 % dan 1,7 m adalah 22,60%; dan analisis kehilangan gaya prategang menggunakan CSI Bridge pada PCI Girder 2,1 m adalah 23,79 % dan 1,7 m adalah 21,644%; analisa tegangan dari hasil analisis CSI Bridge  H 2,1 m Jarak 17,5 m pada atas gelagar sebesar -2,949 MPa, pada bawah gelagar sebesar -0,796 MPa ; H 1,7 m Jarak 17,5 m pada atas gelagar sebesar -4,448 MPa, pada bawah gelagar sebesar -3,07 MPa; total biaya material adalah Rp2.685.847.214
PENGARUH PENAMBAHAN ADMIXTURE CONSOL CR-93 PADA BETON NORMAL DITINJAU DARI KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK Mohamad Fiqy Dwi Ananda; Armin Naibaho; Aulia Rahman
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i1.3756

Abstract

Salah satu penyebab meningkatnya karbon dioksida (CO2) di bumi adalah penggunaan semen di bidang industri. Berbagai upaya dilakukan untuk mengurangi emisi karbon dioksida dengan cara menggunakan zat aditif pada beton. Consol CR – 93 adalah bahan tambah untuk beton yang di produksi oleh Kimia Konstruksi Indonesia yang memiliki kelebihan yaitu meningkatkan kekuatan pada beton dan mengurangi penggunaan semen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan aditif Consol CR – 93 terhadap kuat tekan dan kuat tarik belah pada beton. Data yang dianalisa pada penelitian ini adalah hasil pengujian berat jenis, penyerapan, kadar air, berat isi dan gradasi untuk agregat halus dan agregat kasar, pengujian kuat tekan beton silinder dan pengujian kuat tarik belah beton silinder. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah beton normal tanpa menambahkan aditif (Variasi 1), beton dengan penambahan 0.75% aditif dari berat semen dengan pengurangan 0.75% semen (Variasi 2), dan beton dengan penambahan 0.9% aditif dari berat semen dengan pengurangan 0.9% semen (Variasi 3). Berdasarkan hasil pengujian kuat tekan dan tarik belah, didapat kekuatan rata – rata kuat tekan beton pada umur 7 sebesar 27.1 Mpa (Variasi 1), 19.1 Mpa (Variasi 2) dan 23.9 Mpa (Variasi 3), dan kekuatan rata – rata kuat tarik belah beton pada umur 7 sebesar 2.6 Mpa (Variasi 1), 2.7 Mpa (Variasi 2), dan 2.5 Mpa (Variasi 3). Kekuatan rata – rata kuat tekan beton pada umur 14 sebesar 24.7 Mpa (Variasi 1), 23.1 Mpa (Variasi 2) dan 21.1 MPa (Variasi 3), dan kekuatan rata – rata kuat tarik belah beton pada umur 14 sebesar 2.5 Mpa (Variasi 1), 2.6 Mpa (Variasi 2), dan 2.4 MPa (Variasi 3). Kekuatan rata – rata kuat tekan beton pada umur 28 sebesar 33.5 Mpa (Variasi 1), 28.6 Mpa (Variasi 2) dan 27.4 MPa (Variasi 3), dan kekuatan rata – rata kuat tarik belah beton pada umur 28 sebesar 3.1 Mpa (Variasi 1), 3.2 Mpa (Variasi 2), dan 2.7 MPa (Variasi 3).
PERENCANAAN STRUKTUR JEMBATAN RANGKA BAJA TIPE WARREN MENGGUNAKAN SOFTWARE UNTUK JEMBATAN TAMBANG DESA BUNTARAN KABUPATEN TULUNGAGUNG Farhan Ayuhan Fahmi; Nawir Rasidi; Aulia Rahman
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i2.4116

Abstract

Akses penyeberangan di Sungai Brantas yang memisahkan daerah Desa Buntaran (Kabupaten Tulungagung) dan Desa Purwokerto (Kabupaten Blitar) masih menggunakan perahu konvensional dan dinilai tidak aman. Adapun kecelakaan yang terjadi telah menewaskan 3 orang dan menenggelamkan 1 unit mobil. Penelitian ini merencanakan jembatan rangka baja tipe Warren sebagai alternatif akses penyebrangan yang lebih aman dan efisien. Detail perencanaan terdiri dari bangunan atas, pier kolom, dan jembatan. Metode pelaksanaan pekerjaan jembatan meliputi perencanaan struktur menggunakan pendekatan Load and Resistance Factor Design (LRFD) dengan pembebanan jembatan mengacu pada SNI 1725 – 2016 dengan bantuan program Midas Civil 2022. Jembatan sepanjang 100 m direncanakan menjadi dua bentang 50 m dengan lebar 9 m. Hasil penelitian ini adalah gelagar memanjang WF 400x300x12x14, gelagar melintang tengah WF 708x302x15x28, gelagar melintang ujung WF 428x407x30x50, batang atas 1 WF 428x407x20x35, batang atas 2 WF 428x428x30x50, batang bawah WF 428x407x20x35, batang diagonal WF 428x407x20x35, ikatan angin ujung WF 400x300x12x14, ikatan angin tengah WF 200x200x8x12, ikatan angin L 130x130x5. Pelat lantai tebal 250 mm menggunakan beton f’c 30 MPa dengan tulangan lentur menggunakan D16-100 dan tulangan bagi D13-100. Penghubung geser menggunakan diameter 22 dengan jumlah arah melintang 110 buah jarak 150 mm dan jumlah arah memanjang 56 buah jarak 150 mm. Sambungan menggunakan baut diameter 30 mm, 27 mm, 24 mm, 16 mm dengan ketebalan pelat buhul 20 mm. Pilar menggunakan beton f’c 30 MPa dimensi 2200 x 2200 dengan tulangan 94 D36 dan tulangan geser D16 – 200. Lendutan pada jembatan dikategorikan aman dengan menggunakan profil tersebut didapat 0,057 m.