Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

HUBUNGAN SEBAB AKIBAT UNGKAPAN PAHLAWAN TANPA TANDA JASA TERHADAP IDENTITAS DAN KESEJAHTERAAN GURU DI INDONESIA Gunawan, Indra
PEDAGOGIA Vol 16, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pdgia.v16i2.11296

Abstract

AbstrakIdentitas dan citra guru di mata masyarakat Indonesia hingga dewasa kini masih identikdengan ungkapan “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis hubungan sebab akibat yang muncul dalam ungkapan pahlawan tanpa tanda jasa. Dengan memahami hubungan sebab akibat dari ungkapan pahlawan tanpa tanda jasa diharapkan dapat memandu masyarakat ataupun orang-orang yang terlibat dalam pendidikan untuk memposisikan guru di Indonesia pada sisi yang lebih manusiawi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis framing atau analisis isi mengenai fenomena ungkapan pahlawan tanpa tanda jasa dari sebuah kajian sosial di dalam masyarakat Indonesia, objek kajian dalam tulisan ini merupakan pendekatan interpretasi peneliti selama konteks hubungan sebab akibat ungkapan pahlawan tanpa tanda jasa yang menjadi fokus analisisnya. Hasil dari penlitian ini menunjukan bahwa ungkapan pahlawan tanpa tanda jasa dianggap telah menjadi identitas bagi guru di Indonesia. Tulisan ini juga diharapkan dapat merangsang penelitian dan pengembangan profesi guru di Indonesia. AbstractThe identity and image of the teacher in the eyes of the Indonesian people to adulthood is now still synonymous with the expression "Hero without a sign of service". This paper aims to analyze the causal relationships that appear in unsung heroic expressions. Understanding the causal relationship of unsung heroes' expressions is expected to guide people or people involved in education to position teachers in Indonesia on the more human side. The method used in this study uses framing analysis or content analysis on the phenomenon of unsung heroic expressions from a social study in Indonesian society, the object of study in this paper is the approach of researcher interpretation during the context of the causal relationship due to the unsung heroic expression that is the focus the analysis. The results of this research show that the expression of unsung heroes is considered to have become an identity for teachers in Indonesia. This paper is also expected to stimulate the teaching profession research and development in Indonesia.
Enhancing Religious Tolerance through Educators’ Behaviors Gunawan, Indra; Saetban, Anton; Faiz, Aiman
JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL Vol 28, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpis.v28i1.11251

Abstract

Indonesia is one of the states with the greatest diversity in the world. One form of diversity is related to the choice of individuals in choosing religious beliefs. In this case, religious tolerance is a key mediation to realize the nation's ideals of unity. The religious harmony of life is an essential part of ensuring national unity. A tolerant attitude should be built through the active participation of educators in every educational environment to achieve the ideals of Pancasila, and the spirit of "Bhineka Tunggal Ika" (unity in diversity) as the noble aim of the founding fathers for the unity of the Indonesian nation.
Perspektif Komunikaksi Islam Terhadap Perilaku Kekerasan Verbal Dalam Permainan Daring (Studi Kasus Game Mobile Legends: Bang Bang) Abdu Zikrillah; Aditia Muara Padiatra; Indra Gunawan; Bambang Setiawan; Muhamad Zaenal Muttaqin
Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jdk.v6i1.2960

Abstract

In everyday life in the present, it is common for young people or teenagers to play online games. In playing online games there is communication in it which is not uncommon verbal violence. This study examines the Islamic perspective in seeing verbal violence that often occurs in online game play, which in this case is represented by the MOBA Mobile Legends Bang-Bang game. The research method uses content analysis techniques with a descriptive discussion. The communication process is seen based on the recordings of game players uploaded via YouTube and other social media. There are several factors that cause verbal violence in playing online games from several points of view, namely moral knowledge, the need to be recognized, the character of cyberspace environments, equality and a sense of belonging, and parenting. Verbal violence that often occurs in online gaming is accusing and blaming, undermining, discounting, and name calling. In Islamic teachings there are six directives as principles for communicating well, namely Qawlan Sadîdan (words that are polite and kind), Qawlan Balîghan (words that make an impression on the soul, and are right on target), Qawlan Maisûrâ (light words), Qawlan Layyina (gentle words), Qawlan Karîma (noble words), Qawlan Ma'rûf (good word or appropriate expression).
Olah Tubuh dan Olah Rasa dalam Pembelajaran Seni Tari Terhadap Pengembangan Karakter Ayu Vinlandari Wahyudi; Indra Gunawan
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v5i2.8610

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan seberapa besar peranan olah tubuh dan olah rasa dalam pembelajaran seni tari serta dampak olah tubuh dan olah rasa terhadap pengembangan karakter individu. Olah tubuh dan olah rasa merupakan tahapan sebelum dilaksanakan pembelajaran seni tari, tentunya dengan maksud agar tarian dapat terolah dengan optimal, baik dari segi fisik maupun dari psikis. Dalam tubuh manusia terdapat sistem kontrol motorik dan kognisi yang menjalankan fungsi dari otak, yakni kontrol motorik sebagai pengontrol gerakan tubuh dan kognisi yang memiliki kemampuan untuk berpikir, membayangkan, serta merasakan. Otak manusia mengandung karya yang berasal dari saraf yang secara bersamaan bertanggung jawab untuk kontrol motorik, persepsi, imitasi, perencanaan gerakan, dan berimajinasi. Dewasa ini, banyak fenomena yang terjadi dalam kehidupan yang disebabkan oleh tidak selarasnya pikiran dan hati manusia. Permasalahan tersebut merupakan gejala dari krisis karakter atau kerusakan moral individu. Hal tersebut sangat berdampak negatif terhadap masa depan para generasi penerus bangsa. Dengan demikian, diperlukan adanya sebuah media dalam dunia pendidikan khususnya dalam pengembangan karakter individu, yaitu dengan pembelajaran seni tari. Olah tubuh dan olah rasa dalam tari diharapkan mampu mengembangkan karakter individu, karena menyangkut aspek motorik dan kognisi. Tulisan ini diharapkan mampu memberikan dampak bagi keterampilan individu dalam menari dan pengembangan budi pekerti.  Kata Kunci : Olah Tubuh, Olah Rasa, Pembelajaran Seni Tari, Pengembangan Karakter
PERAN TARI DALAM PERSPEKTIF GENDER DAN BUDAYA Ayu Vinlandari Wahyudi; Indra Gunawan
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v2i2.7136

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengungkapkan dan menjelaskan bagaimana peranan tari dalam perspektif gender dan budaya. Tulisan ini berangkat dari sebuah permasalahan yakni masih adanya pandangan stereotype gender tentang tari dalam pandangan masyarakat sosial. Pemahaman mengenai tari dalam sudut pandang masyarakat sosial masih menimbulkan pro dan kontra. Hal tersebut dikarenakan masih kurangnya rasa ingin tahu serta pemahaman terhadap tari itu sendiri, sehingga masih banyak yang menganggap bahwa tari hanya dapat ditarikan oleh wanita saja. Tari merupakan sebuah gejolak ekspresi manusia yang dituangkan ke dalam gerak ritmis yang indah, yang dapat ditarikan baik oleh laki-laki maupun perempuan. Dalam sebuah tarian memiliki tujuan dan fungsinya masing-masing.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi literatur. Analisis data menggunakan metode deskriptif analisis dengan tujuan untuk mendapatkan sebuah analisis dari permasalahan yang diusung. Penelitian ini menghasilkan sebuah analisis yakni tarian adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan tidak memandang gender.Kata Kunci : Tari, Gender, Budaya
PERSEPSI MAHASISWA MENGENAI ISU KESETARAAN GENDER DALAM MEMPELAJARI BIDANG FILSAFAT Indra Gunawan; Ahmad Khaerurozi; Syamsul Maarif
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v3i1.8176

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa di IAIN Syekh Nurjati pada Tahun 2021 mengenai isu kesetaraan gender dalam mempelajari bidang filsafat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan triangulasi sumber sebagai validitas data. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti kepada mahasiswi Filsafat Agama IAIN Syekh Nurjati dan kepada mahasiswa dan mahasiswi di luar jurusan Filsafat Agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada kecenderungan bias gender mengenai perempuan yang mempelajari bidang filsafat, antara lain adalah adanya asumsi bahwa filsafat lebih cocok didalami oleh kaum laki-laki yang cenderung lebih rasional dibanding perempuan yang dianggap cenderung emosional. Diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat menghadirkan suatu realitas yang lebih adil, dimana tidak ada bias gender dalam pemilihan suatu bidang yang akan ditekuni, sehingga baik laki-laki maupun perempuan dapat memasuki suatu bidang ataupun karir pilihan mereka secara bebas tanpa adanya intervensi, diskriminasi, maupun stereotip.
Kontribusi Filsafat Moral dalam Meningkatkan Karakter Kinerja pada Masyarakat Produktif Indra Gunawan; Mustopa Mustopa; Fuad Nawawi; Hanung Sito Rohmawati
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v5i1.42290

Abstract

Dengan befikir filsafat, kita dapat mengatasi kerumitan hidup. Hal ini dapat terjadi karena dengan memahami apa itu filsafat, maka kita dapat menggunakannya atau menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tidak mengarah kepada jalur yang tidak pernah diharapkan sebelumnya. Beragam permasalahan bisa selesai dengan sendirinya, jika setiap orang Indonesia mau berfilsafat, yakni menjadikan filsafat sebagai jalan hidup, terlepas dari profesi sehari-hari mereka. Pengetahuan itu digunakan untuk menyempurnakan kehidupannya, termasuk dalam hal ini karakter kinerjanya. Sebab konsekuensi dari pandangan filsafat itu sangat penting dan menentukan sikap orang terhadap dirinya sendiri, terhadap orang lain, dunia, dan Tuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana filsafat moral dapat diaplikasikan dalam membentuk karakter kinerja di masyarakat usia produktif. Hasil dari penelitian adalah gejala-gejala kelemahkarsaan seorang individu dapat diminimalisir bahkan dihilangkan apabila seorang individu dapat memposisikan diri sebagai filsuf moral yang mampu menemukan jawaban-jawaban atas nilai keyakinan bagi karakter diri maupun kehidupannya. Pola semacam ini akan sangat berguna bagi kualitas kehidupan seorang individu di masa yang sedang dijalani maupun di masa depan, hal tersebut dikarenakan konstruksi berpikir filsafat dapat meredam gejolak-gejolak negatif di tengah-tengah kehidupan yang selalu bergerak dinamis dan fluktuatif.
FUNGSI FILSAFAT PANCASILA DALAM ILMU PENDIDIKAN DI INDONESIA Indra Gunawan; Ayu Vinlandari Wahyudi
Tatar Pasundan : Jurnal Diklat Keagamaan Vol 14, No 2 (2020): Tatar Pasundan: Jurnal Diklat Keagamaan
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38075/tp.v14i2.109

Abstract

Pancasila has critical, fundamental, rational, systematic, comprehensive thoughts and eventually this system is a value. Pancasila provides fundamental and universal foundations for human beings in social, national, and state. Thus, through the philosophical values of Pancasila, the development of science education is expected to make it as main reference to national education system, which takes place as way to achieve goals and national objectives. The method in this paper is descriptive analytical. The data entered is the most relevant and primary related to the study of Pancasila and education science, then analysis is carried out to produce an ideas. The results demonstrate that educational philosophy of Pancasila as the spirit of national education system should actually lived as source of values and reference to planning the development of science education in Indonesia, both theoretically and practically. Keywords: Educational Philosophy; Science Education; Pancasila; Values.
Internalisasi nilai moral melalui keteladanan guru pada proses pembelajaran di ruang kelas Gunawan, Indra; Sauri, Sofyan; Ganeswara, Ganjar Muhammad
Sosio Religi: Jurnal Kajian Pendidikan Umum Vol 17, No 1 (2019): JURNAL KAJIAN PENDIDIKAN UMUM
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sosio religi.v17i1.28719

Abstract

Penguatan pendidikan nilai dalam konteks era global sangat relevan untuk mengatasi krisis moral yang sedang terjadi di negara Indonesia. Diakui ataupun tidak, faktanya krisis moral telah terjadi pada anak-anak yang kelak menjadi penerus bangsa. Melihat betapa krisisnya permasalahan moralitas bangsa Indonesia, maka pendidikan nilai di sekolah menjadi sangat penting untuk dikaji lebih dalam. Proses pembelajaran di ruang kelas merupakan sarana di mana anak menghabiskan waktunya untuk belajar dan berinteraksi. Tidak menutup kemungkinan proses pembelajaran di ruang kelas menjadi sarana yang cocok dan sesuai dalam menginternalisasikan nilai-nilai moral kepada siswa. Tulisan ini bertujuan untuk mengemukakan konsep internalisasi nilai moral pada proses pembelajaran di ruang kelas. Dengan memahami konsep internalisasi nilai moral pada proses pembelajaran di ruang kelas diharapkan dapat mengoptimalkan pendidikan karakter di persekolahan dan juga dapat merangsang penelitian dan pengembangan pendidikan karakter di Indonesia.
Pembelajaran Tari Kreatif di RA Nurul Huda Kota Bandung Vinlandari Wahyudi, Ayu; Gunawan, Indra
Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Vol. 5 No. 4 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jga.2020.54-04

Abstract

This study aims to describe creative dance learning at RA Nurul Huda Bandung City. This research uses a qualitative approach with a descriptive analysis method. The subjects of this study were students, school principals, and educator’s RA Nurul Huda, Bandung City. Collecting data by observation, interviews, and documentation. The data analysis used refers to the Milles and Huberman model. While the validity test was done by triangulating techniques and sources. The results of the study can be described that learning creative dance at RA Nurul Huda includes developing themes in the core activities of the learning process. The process of learning creative dance at RA Nurul Huda includes: initial, core and closing activities. The initial activity contains brainstorming, prayers, and reading short letters. This activity contains an explanation of the theme and dancing according to the theme. The closing activity contains evaluation of creative dance activities.