Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Induksi Tunas Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) Varietas CMG Agribun dengan Pemberian Berbagai Konsentrasi Indole Butyric Acid (IBA) dan Benzyl Amino Purine (BAP) Nurlita Islamia; Sulistyo Sidik Purnomo; Hayatul Rahmi; Sri Suhesti
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.434 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.5827349

Abstract

The purpose of this research is to obtain the proper concentration of IBA and BAP for the growth and development of sugarcane varieties of CMG Agribun shoots on tissue culture. The research method used is a RAL of factorial patterns and a 5% DMRT advance test with IBA and BAP concentrations. There are 5 repeats and 12 treatment, i.e (BAP 0 + IBA 0), (BAP 0 + IBA 0,3 mg/L), (BAP 0 + IBA 0,5 mg/L), (BAP 0 + IBA 1 mg/L), (BAP 0,3 mg/L + IBA 0), (BAP 0,3 mg/L + IBA 0,3 mg/L), (BAP 0,3 mg/L + IBA 0,5 mg/L), (BAP 0,3 mg/L + IBA 1 mg/L), (BAP 0,5 mg/L + IBA 0), (BAP 0,5 mg/L + IBA 0,3 mg/L), (BAP 0,5 mg/L + IBA 0,5 mg/L), (BAP 0,5 mg/L + IBA 1 mg/L). The results showed that the concentration of BAP and IBA had a significantly effect on the main observation parameters. The 0.5 mg/L + IBA 0,5 mg/L treatment gives the best result at the number of shoots of 2.14 pieces and the best number of leaves of 2.44 strands. The BAP 0 + IBA 1 mg/L treatment gives the best result against the shoots height of 1.95 cm.
PENGARUH SUBTITUSI SEKAM PADI DAN KONSENTRASI AIR KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR MERANG (VOLVARIELLA VOLVACEAE. BULL) Novia Hermawati; Ani Lestari; Hayatul Rahmi
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.6808

Abstract

Jamur merang merupakan jamur yang membutuhkan media tumbuh yang mengandung selulosa. Jerami padi yang digunakan sebagai media tumbuh jamur merang keberadaannya terbatas sehingga dibutuhkan media alternatif yang memiliki kualitas yang sama dengan jerami. Sekam padi merupakan salah satu dari pengolahan padi yang memiliki kandungan berupa selulosa, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media tumbuh jamur merang.Dalam penelitian ini digunakan media tambahan berupa sekam padi dan pemberian konsentrasi air kelapa.Percobaan ini dilaksanakan di kumbung jamur merang, Desa Pacing Kecamatan Jatisari, pada bulan Juni hingga Juli 2021.Metode percobaan yang dilakukan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan 4 ulangan. Terdapat 7 perlakuan yaitu A (tanpa perlakuan sekam padi dan air kelapa), B (sekam padi 75% + jerami 25%+ air kelapa 125 ml), C (sekam padi 75% + jerami 25% + 250 ml), D (sekam padi 50% + jerami 50%+ air kelapa 125 ml), E (sekam padi 50% + jerami 50%+ air kelapa 250 ml), F (sekam padi 25% + jerami 75%+ air kelapa 125 ml), G (sekam padi 25%+ jerami 75%+ air kelapa 250ml). apabila data dianalisis dengan sidik ragam dan uji taraf 5% menunjukkan hasil yang signifikan, maka dilakukan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5% untuk mengetahui perlakuan yang paling baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sekam padi dan konsentrasi air kelapa terhadap pertumbuhan dan hasil jamur merang (Volvariella volvaceae Bull) memberikan pengaruh yang tidak nyata pada setiap parameter.
PERTUMBUHAN TANAMAN KAILAN (Brassica Oleraceae Var. Acephala) KULTIVAR YAMA F1 AKIBAT PEMBERIAN FERMENTASI AIR CUCIAN BERAS Yusi Suciati; Elia Azizah; Hayatul Rahmi
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i2.3864

Abstract

Kailan termasuk dalam sayuran daun yang memiliki nilai ekonomis tinggi serta mengandung gizi tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan mendapatkan konsentrasi fermentasi air cucian beras yang optimal untuk pertumbuan tanaman kailan (Brassica oleraceae L. var. acephala). Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal, dengan perlakuan pemberian fermentasi air cucian beras yang terdiri dari 7 perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali sehingga didapat 28 unit percobaan. Perlakuan sebagai berikut : A (kontrol (-) tanpa perlakuan), B (fermentasi air cucian beras 20 ml/L), C (fermentasi air cucian beras 40 ml/L), D (fermentasi air cucian beras 60 ml/L), E (fermentasi air cucian beras 80 ml/L), F (fermentasi air cucian beras 100 ml/L), G (kontrol (+) NPK 1 gram/tanaman). Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai) yang dilakukan pada tanaman umur 14 hst, 21 hst, 28 hst, dan 35 hst. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji ANOVA dan uji lanjut DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan E dengan fermentasi air beras 80 ml/L memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap tinggi tanaman (28,40 cm) dan jumlah daun (11,85 helai) tanaman kailan umur 35 hst.
PENGARUH PEMBERIAN FERMENTASI AIR CUCIAN BERAS TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L. var. mira) Larasati Dwi Wahyuni; Sulistyo Sidik Purnomo; Hayatul Rahmi
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i2.4036

Abstract

Sayuran merupakan produk pangan yang disajikan sebagai makanan pelengkap dan penyeimbang. Salah satu tanaman sayuran yang sering dibudidayakan di Indonesia adalah bayam. Air cucian beras merupakan salah satu sumber pupuk organik cair yang dapat diberikan dan diserap oleh tanaman. Penelitian ini dilakukan di Desa Ciherang, Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang - Jawa Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2021 sampai dengan Juni 2021. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal menggunakan perlakuan fermentasi air limbah cucian beras. Perlakuan yang diujikan dalam penelitian adalah 6 perlakuan dan 4 ulangan sehingga terdapat 24 satuan percobaan. Keenam perlakuan dengan kadar tertentu dirancang sebagai berikut: kontrol P0 (tanpa pemberian air cucian beras), P1 (konsentrasi 20%), P2 (konsentrasi 40%), P3 (konsentrasi 60%), P4 (konsentrasi 80%), P5 (konsentrasi 100%). Analisis data menggunakan uji F taraf 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan P3 (Konsentrasi 60%) menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 28 hst dan jumlah daun pada umur 14 hst, 21 hst.
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN LOBAK (Raphanus sativus L.) KULTIVAR CHERRY BELLE AKIBAT PENAMBAHAN FERMENTASI LIMBAH AIR KELAPA Tri Widianingsih; Hayatul Rahmi; Muhammad ’i Syafi
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 1 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i1.3758

Abstract

Lobak Cherry Belle merupakan jenis sayuran berumbi yang cukup populer, memiliki tampilan yang menarik dan nilai gizi yang cukup lengkap sehingga baik untuk memelihara kesehatan sekaliguas pengobatan herbal. Pemanfaatan limbah air kelapa sebagai pupuk organik diperlukan, guna memperoleh produk yang aman bagi kesehatan disamping untuk meningkatkan produksi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mempelajari dan mendapatkan konsentrasi pemberian fermentasi limbah air kelapa yang mampu memberikan respon tertinggi pada pertumbuhan tanaman lobak. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental, dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yang terdiri dari 6 perlakuan dalam 5 kali ulangan yaitu : L0+ (Kontrol Positif/NPK); L0- (Kontrol Negatif/ tanpa perlakuan); L1 (Konsentrasi 25% fermentasi air kelapa); L2 (Konsentrasi 50% fermentasi air kelapa); L3 (Konsentrasi 75% fermentasi air kelapa); dan L4 (Konsentrasi 100% fermentasi air kelapa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi air kelapa pada konsentrasi 25% (L1) dan 75% (L3) memberikan hasil yang tinggi pada parameter tinggi tanaman dan pada konsentrasi 50% (L2) memberikan hasil yang tinggi pada parameter jumlah daun, namun secara analisis menunjukkan tidak berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pemberian fermentasi air kelapa tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman lobak kultivar Cherry Belle.
KERAGAMAN GENETIK 30 GENOTIPE PADI(ORYZA SATIVA L) BERDASARKAN 9 MARKA SSR TERPAUT KANDUNGAN ZN Rischa Ainunnisa Febriella; Untung Susanto; Fawzy Muhammad Bayfurqon; Hayatul Rahmi
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.6811

Abstract

Aplikasi marka SSRs (Simple Sequence Repeats) dapat digunakan untuk menentukan keragaman genetik padi (Oryza sativa L.).Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keragaman genetik padi yang diuji berdasarkan aplikasi marka SSR yang dilaporkan terpaut dengan sifat kandungan Zn tinggi.Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, di Kabupaten Subang Jawa Barat pada bulan Mei 2021 sampai Agustus 2021. Hasil penelitian ini mendeteksi sebanyak 41 alel dengan rata-rata jumlah alel per marka 4,56 dan kisaran 2-10 alel per lokus. Rata-rata frekuensi alel mayor adalah 0,61 dengan nilai terendah 0,27 pada marka RM23 dan nilai tertinggi adalah 0,97 pada marka RM247. Nilai diversitas gen berkisar antara 0,06 (RM247) hingga 0,79 (RM23) dengan rata-rata 0,51. Nilai PIC (polymorphic information content) berkisar antara 0,06 (RM247) hingga 0,76 (RM23) dengan rata-rata 0,48. Analisis filogenetik menunjukan bahwa 30 genotipe padi terbagi menjadi 4 kelompok utama pada koefisien kemiripan genetic sebesar 0,44. Cluster pertama terdiri dari 15 genotipe padi, cluster kedua terdiri dari 12 genotipe padi, cluster ketiga terdiri dari 2 genotipe dan cluster keempat terdiri 1 genotipe padi
Review: Aktivitas Antioksidan dari Berbagai Sumber Buah-buahan di Indonesia Hayatul Rahmi
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1157.416 KB) | DOI: 10.33661/jai.v2i1.721

Abstract

Antioksidan adalah senyawa yang dapat menangkap radikal bebas, karena bisa menyumbangkan satuelektronnya.Antioksidan terbagi atas dua jenis yaitu antioksidan alami (buah-buahan dan tanaman) dan antioksidanbuatan.Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa buah-buahan memiliki aktivitas antioksidan diantaranya buahnaga, sirsak, jambu merah, belimbing wuluh, strawberi, mahkota dewa,salak, rambutan,alpukat, jamblang, kemloko, apel,pisang, manggis, paprika hijau, kiwi, pinang yaki, dan tomat. Untuk mengetahui aktivitas antioksidan umumnyamenggunakan metoda 1,1-diphenyl-2-picrylhidrazyl (DPPH), sehingga diperoleh nilai InhibitionConcentration 50%(IC50). Nilai IC50 dari buah-buahan tersebut berkisar dari 0,01408ppm sampai660,08 ppm. Metoda ekstraksi yangbanyak dilakukan dengan menggunakan pelarut air, etanol, methanol, eter, etil asetat, dan butanol.Aktivitas antioksidandari buah-buahan karena adanya senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, fenolik, tannin, dan antosianin.Kata kunci : antioksidan, DPPH,IC50, senyawa metabolit sekunder
Pengaruh Berbagai Jenis Zat Pengatur Tumbuh dan Asal Stek Batang Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Bibit Tanaman Tapak Dara (Catharanthus roseus (L.) G. Don) Siti Nurhaeni; Muharam; Hayatul Rahmi
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33661/jai.v5i2.4350

Abstract

This research was purposed to study The effect of Various Plant Growth Regulator and origin of stem cutting on vegetative Growth of Periwinkle (Catharanthus roseus (L.) G. Don). The experiment was conduced in Cengkong village Purwasari District of Karawang from April until June 2020.This research used Randomized Block Desain (RBD) factorial pattern 3 x 3 and repeated 4 times. First factor is the type plant growth regulator (Z) consist of three levels, namely; z0 = water, z1 = 100% coconut water extract, and z2 = Rootone-F 100 ppm. Second factor is origin of stem cutting (B) consist of three levels, namely: b1 = base of stem, b2= middle stem, and b3 = upper stem.The result of this reseach showed no interaction between the type plant growth regulation and stem origin on vegetative growth of periwinkle plant. However there are, the origin of upper stem has the best effect to the presentation of stem life, stem height, amount of leaves, roots length, amount of root, and growing speed of stem. Whereas, the middle stems has the best effect of the shoots appear and amount of shoots.
Induksi Kalus Dari Eksplan Daun Tanaman Kawista (Limonia acidissima L.) Secara In Vitro Pada Media MS Dengan Penambahan Beberapa Konsentrasi Air Kelapa (Cocos nucifera L.) Eka Saptiani; Hayatul Rahmi; Muharam
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33661/jai.v5i2.4351

Abstract

This research was conducted to find out the best effect from the consentration of coconut water to growth of kawista leaf explant (Limonia acidissima L.) with tissue culture methods. Research done in the laboratory of faculty of Agriculture of Singaperbangsa University. The method of research used experimental method, using a single Completely Randomized Design (CRD). Consisting of 12 treatments of coconut water, namely A control 0%, B 10%, C 20%, D 30%, E 40%, F 50%, G 60%, H 70%, I 80%, J 90%, K 100%, and L 10 ppm NAA+0,1 ppm BAP, each treatment with 3 replications. The results showed significant test done DMRT (Duncan Multiple Range Test) standard of 5%. The results showed that administration of coconut water significantly affected the percentage of callus growth, callus emergence and callus weight. The best treatment was with a treatment I (80%) with 100% growth percentage, and give callus weight of 1,22 gram. Treatment D (30%) give fastest callus growth time is 9 hsi.
EFEKTIVITAS AIR FERMENTASI LIMBAH ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) VARIETAS MAXIPRO Andhika Arya Billah; Hayatul Rahmi
Jurnal Agrotech Vol 12 No 2 (2022)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v12i2.96

Abstract

Tanaman buncis (Phaseolus vulgaris L.) merupakan komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan oleh petani karena pangsa pasar yang besar, namun produktifitasnya yang masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi air fermentasi limbah organik yang memberikan pertumbuhan dan hasil tertinggi tanaman buncis (Phaseolus vulgaris L.) paling optimal. Penelitian dilakukan di Desa Sukaluyu, Kecamatan Teluk Jambe Timur, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa barat, Indonesia pada bulan Febuari-Maret 2022. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ekperimental Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yang terdiri dari 7 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu: d1 (konsentrasi POC nasa 2 ml/l), d2 (konsentrasi air fermentasi limbah organik 0 ml/l), d3 (konsentrasi air fermentasi limbah organik100 ml/l), d4 (konsentrasi air fermentasi limbah organik 200 ml/l), d5 (konsentrasi air fermentasi limbah organik 300 ml/l, d6 (konsentrasi air fermentasi limbah organik 400 ml/l), d7 (konsentrasi air fermentasi limbah organik 500 ml/l), d8 (Pupuk NPK 350 kg/ha). Perlakuan d4 (konsentrasi air fermentasi limbah organik 200 ml/l) memberikan hasil tertinggi pada parameter tinggi tanaman dan parameter jumlah daun, namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Bedasarkan hasil tersebut dapat disimpulakan bahwa pemberian air fermentasi limbah organik berbagai konsentrasi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun.