Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Respon Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) Akibat Pemberian Air Fermentasi Limbah Organik Cair Novianti Novianti; Hayatul Rahmi
JURNAL AGROPLASMA Vol 10, No 1 (2023): JURNAL AGROPLASMA VOLUME 10 NO 1 TAHUN 2023
Publisher : UNIVERSITAS LABUHANBATU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/agroplasma.v10i1.4260

Abstract

Mustard greens is a vegetable that is in great demand by the public because it contains various good nutrients for health and its cultivation is easy to do, so to meet public demand it is necessary to increase production, namely by fertilizing.. This study aims to obtain the concentration of liquid organic waste fermented water which has the best effect on the growth of mustard greens (Brassica juncea L.). The research method used was a Single Factor Randomized Block Design (RBD) experiment with fermented water concentrations of liquid organic waste, namely A0 (control), A1 (100 ml/l), A2 (200 ml/l), A3 (300 ml/l) , A4 (400 ml/l), A5 (500 ml/l) and A6 (POC NASA 4 ml/l). Consists of 7 treatments and 5 replications, so there are 35 experimental units. The results of analysis of variance and DMRT level of 5% explained that the difference in the concentration of fermented liquid organic waste had a significant effect on plant height and number of leaves aged 14, 21 and 28 days after mustard plants. Treatment A1 (100 ml/l liquid organic waste fermented water) gave the best results on the growth of mustard greens (Brassica juncea L.). Keywords: Fermentation water, liquid organic waste, Mustard (Brassica juncea L.) 
Pengaruh Kombinasi Pupuk Ab Mix Dengan Poc Azolla Pinnata Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica Rapa L.) Hidroponik Sistem Wick laura oktafiani; Hayatul Rahmi; Devie Rienzani Supriadi
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 13 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8151314

Abstract

One of the important things in cultivating plants in a hydroponic system is a nutrient solution because the nutrients needed by plants can only be fulfilled by providing a nutrient solution. The aim of this study was to obtain the best combination of AB mixed fertilizer with POC Azolla pinnata for Pakcoy (Brassica rapa L.) hydroponic wick system. The research method used a single factor randomized block design (RBD) consisting of 6 treatments which were repeated 4 times. The treatment combination consisted of A = AB mix (5.25 ml/L), B = AB mix (10.5 ml/L), C = AB mix (0 ml/L) + POC Azolla pinnata (10 ml/L) , D = AB mix (0 ml/L) + POC Azolla pinnata (15 ml/L), E = AB mix (5.25 ml/L) + POC Azolla pinnata (10 ml/L), F = AB mix ( 5.25 ml/L) + POC Azolla pinnata (15 ml/L). The results of the study showed that treatment B (AB mix (10.5 ml/L) produced the highest fresh weight of pakcoy plants in the hydroponic wick system which was 47.56 grams and in treatment E (5.25 ml/L + 10 ml/L) yielded a significant plant height of 20.77 cm.Based on the results of the research conducted, it can be concluded that the administration of a combination of AB mix with POC Azolla pinnata on the wick system hydroponic pakcoy plants showed a significant effect on all growth and yield parameters.
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) AKIBAT PEMBERIAN AIR FERMNETASI DARI SISA BAHAN ORGANIK Indah Haerunisa; Hayatul Rahmi
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 3 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i3.11572

Abstract

Selada merupakan tanaman hortikultura yang memiliki nilai jual tinggi. Upaya untuk meningkatkan produksi tanaman selada dapat dilakukan melaui teknik budidaya salah satunya yaitu pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air fermentasi dari bahan organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada varietas Grand Rapids. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal. Faktor yang diuji adalah penambahan air fermentasi bahan organik yang terdiri dari 7 perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali. Perlakuan yang digunakan adalah A0 (kontrol 0 ml/l), A1 (konsentrasi 100 ml/l), A2 (konsentrasi 200 ml/l), A3 (konsentrasi 300 ml/l), A4 (konsentrasi 400 ml/l), A5 (konsentrasi 500 ml/l), dan A6 (POC NASA 6 ml/l).  Pengaruh perlakuan dianalisis dengan sidik ragam  dan jika uji F taraf 5% signifikan, maka dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT (Duncan Muliple Range Test) taraf 5%. Hasil menunjukkan terdapat pengaruh nyata pemberian air fermentasi bahan organik terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun umur 14 hst, 21 hst, 28 hst, dan 35 hst, tetapi berbeda nyata pada umur 7 hst. Perlakuan dengan konsentrasi 100 ml/l memberikan pengaruh nyata pada tinggi tanaman dan jumlah daun umur 14 hst, 21 hst, 28 hst, dan 35 hst.
Pelatihan Teknik Kultur Jaringan Tanaman Kawista di Kelurahan Adiarsa Barat, Kecamatan Karawang Barat Hayatul rahmi; Slamet Abadi; Marsah Rahmawati Utami
Jurnal Budiman: Pembangunan dan Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 1 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kultur jaringan adalah metoda budidaya tanaman secara nonkonvensional. Salah satu tanaman yang punya potensi dibudidayakan dengan teknik ini yaitu kawista, karena memiliki khasiat sebagai tanaman obat. Desa adiarsa barat, Kecamatan Karawang Barat memiliki permasalahan lahan yang terbatas dan rata-rata masyarakat hanya memiliki pekarangan sempit untuk dapat melakukan kegiatan menanam tanaman obat keluarga (TOGA). Sehingga dibutuhkan metoda budidaya tanaman yang tidak membutuhkan lahan yang luas dengan keunggulan bisa mendapatkan bibit yang unggul. Kegiatan pengabdian meliputi pengenalan teknik kultur jaringan, penjelasan cara pembuatan media tanam, dan praktek langsung penanaman eksplan tanaman pada media. Hasil pengabdian diketahui bahwa tingkat pemahaman masyarakat terhadap teknik kultur jaringan sebesar 0% sebelum pelatihan, dan 27% setelah pelatihan dilakukan.
DISEMINASI VERTIKAL URBAN FARMING BERBASIS TENAGA SURYA DI DESA KUTAAMPEL KAB. KARAWANG Rommy Andhika Laksono; Hayatul Rahmi; Abdul Yusuf; Anggun Pertiwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5437

Abstract

ABSTRACTThis community service initiative aims to introduce and implement a solar-powered vertical urban farming system as an innovative solution to land scarcity, dependence on fossil fuels, and the low engagement of youth in the agricultural sector in Kutaampel Village, Karawang Regency. The program was conducted from January to December 2025 in Kutaampel Village, Batujaya District, Karawang Regency. Employing a participatory and educational approach, the initiative involved 30 participants from diverse backgrounds across four main phases: outreach and socialization, technical training, field simulation, and mentoring with evaluation. The outreach phase successfully enhanced participants’ understanding of modern agriculture and renewable energy concepts. Technical training equipped them with skills to assemble the UNSIKA Solar-Powered Hydroponic and Aeroponic System (SHIATUN), install solar panels, and operate Internet of Things (IoT)-based humidity sensors. Field simulations resulted in a functional SHIATUN prototype capable of efficiently supporting horticultural crop growth. A three-month mentoring period revealed that 70% of participants could independently manage the system, with three groups successfully replicating it in their home gardens. The program also sparked increased interest among village youth in technology-based agriculture. The outcomes demonstrate that disseminating solar-powered vertical farming technology can serve as an effective strategy for enhancing local food resilience, fostering farmer regeneration, and strengthening rural community self-reliance in the face of climate change and resource limitations.Keywords: Vertical Urban Farming, Solar Energy, Karawang Regency ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dan menerapkan sistem urban farming vertikal berbasis tenaga surya sebagai solusi inovatif terhadap keterbatasan lahan, ketergantungan energi fosil, dan rendahnya partisipasi generasi muda dalam sektor pertanian di Desa Kutaampel, Kabupaten Karawang. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Kutaampel Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang pada bulan Januari- Desember 2025. Melalui pendekatan partisipatif dan edukatif, kegiatan ini melibatkan 30 peserta dari berbagai latar belakang dalam empat tahapan utama: penyuluhan dan sosialisasi, pelatihan teknis, simulasi lapangan, serta pendampingan dan evaluasi. Penyuluhan berhasil meningkatkan pemahaman peserta terhadap konsep pertanian modern dan energi terbarukan. Pelatihan teknis membekali peserta dengan keterampilan merakit sistem Hidroponik dan Aerophonik Tenaga Surya UNSIKA (SHIATUN), menginstal panel surya, dan mengoperasikan sensor kelembaban berbasis Internet of Things (IoT). Simulasi lapangan menghasilkan prototipe urban farming (SHIATUN) yang mampu mendukung pertumbuhan tanaman hortikultura secara efisien. Pendampingan selama tiga bulan menunjukkan bahwa 70% peserta mampu mengelola sistem secara mandiri, dan tiga kelompok berhasil mereplikasi sistem di pekarangan rumah masing-masing. Kegiatan ini juga memicu peningkatan minat pemuda desa terhadap pertanian berbasis teknologi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa diseminasi teknologi pertanian vertikal berbasis energi surya dapat menjadi strategi efektif dalam membangun ketahanan pangan lokal, mendorong regenerasi petani, dan memperkuat kemandirian masyarakat desa dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan keterbatasan sumber daya.Kata Kunci: Vertikal Urban Farming, Tenaga Surya, Kab. Karawang