Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PELATIHAN PENINGKATAN KAPASITAS PETANI MILENIAL Reny Sukmawani; Endang Tri Astutiningsih; Amalia Nur Milla; Neneng Kartika Rini; Sistiana Windyariani; Andri Moewashi IH
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.7.1.26-33.2023

Abstract

Pelatihan peningkatan kapasitas petani milenial dilaksanakan dalam bentuk Pendidikan dan latihan (diklat) yang terangkum dalam kegiatan diklat capacity building bagi petani milenial. Tujuannya adalah untuk (1) menyiapkan petani milenial yang mampu menjadi agen perubahan yang berdaya dan mampu memberdayakan potensi sumberdaya yang ada dimasyarakat; (2) meningkatkan kapasitas petani milenial secara individu dan organisasi dalam mencapai tujuan dan (3) terciptanya kelompok petani milenial yang sehat, tangguh dan mandiri. Diklat CB dilaksanakan melalui bimbingan teknis pada 7 (tujuh) kegiatan bimbingan melalui pendekatan partisipatif. Hasil kegiatan menunjukan bahwa indikator kesatu dan kedua telah tercapai 100%, sedangkan indicator yang ketiga mencapai 79,06% dari target 80%. Berdasarkan hal tersebut masih perlu dilakukan monitoring serta evaluasi pada rencana tindak lanjut yang masih dilaksanakan oleh peserta diklat sehingga semua indicator dapat tercapai. Kata kunci: petani, milenial, pelatihan, kapasitas ABSTRACT Millennial farmer capacity building training is carried out in the form of education and training which is summarized in capacity building training activities for millennial farmers. The objectives are to (1) prepare millennial farmers who are able to become agents of change who are empowered and able to empower the potential of existing resources in the community; (2) increasing the capacity of millennial farmers individually and in organizations to achieve goals and (3) creating a healthy, resilient and independent group of millennial farmers. CB training is carried out through technical guidance on 7 (seven) guidance activities through a participatory approach. The results of the activity show that the first and second indicators have been achieved 100%, while the third indicator has reached 79.06% of the 80% target. Based on this, it is still necessary to monitor and evaluate the follow-up plan that is still being implemented by the training participants so that all indicators can be achievedup plan that is still being carried out by the training participants so that all indicators can be achieved in accordance with the target, which means that the objectives of the activity are achieved. Keywords: farmer, millennial, training, capacity
Analisis Peran Penyuluh Pertanian Sebagai Fasilitator di Kabupaten Sukabumi Suci Nur Illahi; Ema Hilma Meilani; Neneng Kartika Rini
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 6, No 1 (2023): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v6i1.2451

Abstract

Penyuluh selaku fasilitator yang selalu memberi solusi /kemudahan- kemudahan, baik dalam menyuluh/ proses belajar- mengajar, ataupun sarana untuk mengembangkan usahatani. Dalam kegiatan menyuluh penyuluh memfasilitasi  petani dalam : kemitraan usaha, akses ke pasar, permodalan dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan yaitu  mengetahui peran penyuluh pertanian selaku fasilitator di Kabupaten Sukabumi. Jenis penelitian ini ialah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukan  penyuluh pertanian berperan penting dalam memfasilitasi petani pada saat dilaksanakan penyuluhan pertania di lapangan. Adapun  peran penyuluh  bisa dilihat dari cara  penyuluh dalam memfasilitasi petani untuk memperoleh saprotan, permodalan, pelatihan, melakukan kerjasama dengan dinas pertanian, bermitra dengan kelompok tani lainnya serta memberikan informasi terkait pemasaran pupuk dan informasi  penggunaan pestisida yang tepat.
Kinerja Rantai Pasokan Kelompok Pembudidaya Ikan Kusukakoi Desa Cibolang Kaler Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi Muhammad Agung Bilal; Amalia Nur Milla; Neneng Kartika Rini
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/paspalum.v11i1.495

Abstract

Koi fish is the main aquatic product cultivated by farmers in Cibolang Kaler village because it has a relatively stable price and market. This study aims to determine the supplier performance system in the supply chain of the kusukakoi fish farmer group. This research is a quantitative research using descriptive methods. The sample in this study was 30 people and it was carried out in September and October 2021. The results showed that overall the parameters in the dimensions of this supplier system showed moderate where the suppliers (farmers) can be controlled directly by the Kusukakoi fish cultivator group. 
Pemasaran Pakcoy (Brasicca rapa L.) Hidroponik Di Sukabumi: Studi Kasus Jejaring Puspa Agro Farm Hijriani, Andira Kaffa; Rini, Neneng Kartika
Agrisintech (Journal of Agribusiness and Agrotechnology) Vol 4 No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/agrisintech.v4i1.574

Abstract

Pakcoy plants are popular with many people to be used as various processed ingredients. This causes an increase in the community's need for pakcoy plants, especially hydroponic pakcoy. Hydroponic pakcoy has good quality, produces more yields, is easy to harvest, and is more sterile and clean. Marketing analysis of hydroponic pakcoy plants is expected to help increase sales. The method used in this study is quantitative descriptive with a purposive sample selection technique in the hydroponic pakcoy plant marketing network, namely Puspa Agro Farm. Based on the results of the study, it is known that the marketing network of the Puspa Agro Farm Sukabumi hydroponic pakcoy commodity has a marketing mix character that is almost similar in terms of product, price, place, and promotion. In this marketing network, there are two types of marketing channels, namely channels that connect producers to consumers directly (Channel I) and channels that connect producers to consumers through suppliers (Channel II). In this case, both channels I and II have decent marketing efficiency.   Tanaman pakcoy digemari banyak masyarakat untuk dijadikan sebagai berbagai bahan olahan. Hal ini menyebabkan peningkatan kebutuhan masyarakat akan tanaman pakcoy, terutama tanaman pakcoy hidroponik. Pakcoy hasil hidroponik memiliki kualitas baik, memberikan hasil yang lebih banyak, mudah untuk dipanen, serta lebih steril dan bersih. Analisis pemasaran tanaman pakcoy hidroponik diharapkan dapat membantu meningkatkan penjualan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pemilihan sampel secara pusrposif pada jejaring pemasaran tanaman pakcoy hidroponik yaitu Puspa Agro Farm. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa jejring pemasaran komoditas pakcoy hidroponik Puspa Agro Farm Sukabumi memiliki karakter bauran pemasaran yang hampir serupa dalam hal produk, harga, tempat, dan promosi.   Dalam jejaring pemasaran tersebut terdapat dua jenis saluran pemasaran yaitu salurana yang menghubungkan produsen kepada konsumen secara langsung (Saluran I) dan saluran yang menghubungnkan produsen kepada konsumen  melalui suplier (Saluran II). Dalam hal ini, saluran I maupun saluran II memiliki efisiensi pemasarn yang layak.
Pemberdayaan Perempuan Melalui Pelatihan Pemulasaran Jenazah Rizqiani, Ika Sofia; Rini, Neneng Kartika
Jurnal Surya Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Surya Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/jsu.v5i1.1985

Abstract

Salah satu langkah pemberdayaan perempuan yang dilakukan oleh dosen dalam menyampaikan ilmu yakni dengan memberikan pelatihan PKM yang berkesinambungan. Upaya ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan baru pada mahasiswa melalui proses pengabdian masyarakat. Kegiatan praktik pelatihan pemulasaraan jenazah dipilih sebagai bekal untuk bisa memberikan pengalaman baik mahasiswa di hadapan masyarakat yang lebih kompleks. Hal ini menjadi salah satu latar belakang pelatihan agar masyarakat dan mahasiswa bisa bergandengan tangan memenuhi hak jenazah sebagai umat islam. Dengan menggunakan metode praktik dan pemberian materi tentang pemulasaraan jenazah, diharapkan mereka bisa terjun dalam masyarakat lebih baik. Hasil praktik dan pelatihan tersebut akan memberikan pengetahuan baru kepada peserta pelatihan perempuan sehingga akan bisa diterapkan secara lebih luas ketika mereka kembali ke lingkungan masing-masing. Metode pelatihan secara partisipatif dua arah, teknik penjelasan materi dan ptaktik langsung peserta di laboratorium Agribisnis yang dibagi kedalam tiga kelompok praktik keterampilan. Pelatihan ini memberikan hasil yang baik dari segi pengetahuan dan keterampilan, penilaian terhadap narasumber dan pelayanan saat pelatihan hampir seluruhnya ada diatas 95% bahwa upaya pelatihan pemulasaraan jenazah ini dapat memberikan impact positif untuk para peserta yang mengikutinya. Sebagian besar peserta berharap dapat selalu diikutsertakan dalam kegiatan pelatihan dan dapat membentuk tim pemulasaran jenazah di lingkungan tempat tinggalnya. Kata kunci: pemulasaran jenazah, pengabdian kepada masyarakat, perempuan
Peningkatan Nilai Tambah Kopi Gugeuls Melalui Teknologi Pasca Panen Robiansyah, Anggi; Sukmawani, Reny; Rini, Neneng Kartika
AGRITEKH (Jurnal Agribisnis dan Teknologi Pangan) Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Ma'soem University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32627/agritekh.v5i2.1302

Abstract

This study evaluates the impact of post-harvest technology, specifically the use of roasting machines, on increasing the added value of Gugeuls coffee, a specialty product of Jatiroke Village, Jatinangor District, Sumedang Regency. Before the implementation of technology, Gugeuls coffee was traditionally processed, resulting in limited economic value. Using the Hayami method, this study calculated the added value from processing 50 kg of green beans into roasted beans. The findings revealed that the roasting machine provided an added value of IDR 117,600 per 50 kg of raw materials, reducing labor costs by up to 3%. Although the added value remained constant, the technology improved processing efficiency and reduced production costs. This positively impacted farmers' welfare and enhanced the competitiveness of local coffee products. This study highlights the importance of technological innovation in improving productivity and sustainability in agribusiness ventures.
FAKTOR PENENTU PRODUKSI TOMAT DI DESA SUKAMAJU, KECAMATAN KADUDAMPIT, KABUPATEN SUKABUMI Cahya, Rizky Indra; Astutiningsih, Endang; Rini, Neneng Kartika
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 9, NO 2, 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37046/agr.v0i0.26868

Abstract

Pengaruh faktor produksi pada komoditas pertanian sangat dipengaruhi oleh kondisi lahan. Penelitian ini bertujuan mengetahui dampak luas lahan, benih, pupuk kandang, dan pupuk NPK terhadap produksi tomat di Desa Sukamaju, dari Desember 2023 hingga Juni 2024. Data dianalisis menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda dan teknik Probability Sampling. Hasil menunjukkan luas lahan signifikan meningkatkan produksi tomat dengan t-hitung 8,860 t-tabel 2,060 dan sig. 0,000 0,05. Sebaliknya, benih, pupuk kandang, dan pupuk NPK tidak signifikan. Uji simultan menunjukkan F hitung 114,502 F tabel 2,74, artinya variabel luas lahan, benih, pupuk kandang, dan pupuk NPK bersama-sama memengaruhi produksi tomat. Pemerintah sebaiknya mendukung pengembangan lahan pertanian melalui program bantuan atau insentif untuk meningkatkan akses petani terhadap lahan yang lebih luas.
PENGARUH INPUT PRODUKSI TERHADAP HASIL PADI SAWAH TADAH HUJAN DESA PANIMBANG JAYA (STUDI KASUS PETANI DAMPINGAN PADA PROGRAM MSIB BATCH 7) Fitria, Nadzilah; Ningsih, Endang Tri Astuti; Rini, Neneng Kartika
JURNAL AGRITA Vol 7, No 1 (2025): June
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agri.v7i1.5494

Abstract

Penggunaan faktor produksi memainkan peran penting dalam meningkatkan hasil produksi padi sawah seperti halnya dalam penggunaan input produksi (pestisida dan pupuk) dan tenaga kerja. Biaya pembelian pestisida, pupuk dan juga biaya tenaga kerja yang dikeluarkan perlu dipertimbangkan karena akan mempengaruhi pendapatan yang akan diterima. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari penggunaan pestisida, pupuk dan tenaga kerja terhadap hasil produksi padi sawah tadah hujan di Desa Panimbang Jaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan analisis regresi linier beganda dengan persamaan fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pestisida tidak berpengaruh secara signifikan terhadap hasil produksi padi sawah secara parsial, (2) Pupuk tidak berpengaruh secara signifikan terhadap hasil produksi padi sawah secara parsial, (3) Tenaga kerja memiiki pengaruh yang signifikan terhadap hasil produksi padi sawah secara parsial. Pestisida,pupuk dan tenaga kerja mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap hasil produksi padi sawah secara simultan dengan koefisien R2 diperoleh bahwa 59,1% dapat dipengaruhi oleh ketiga variabel tersebut. Sedangkan sisanya 40,9% dipengaruhi oleh faktor di luar model atau variabel independen yang tidak dimasukkan dalam penelitian.
Penanggulangan Risiko Kualitas Sayuran Hidroponik Melalui Penerapan Diagram Ishikawa Ramadhan, Dikri Syahru; Astutiningsih, Endang Tri; Rini, Neneng Kartika
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 10, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v10i1.11289

Abstract

Hydroponic vegetables are horticultural products that are increasingly in demand so that they are currently being improved in agriculture. The purpose of this study is to look at the type and number of defects in vegetables, specifically damage that requires improvement, influential aspects and appropriate solutions to improve the quality of vegetables in CV. Indonesian agrarian orange. Descriptive method is the main method used in this research. The data analysis method used is Ishiwaka diagram analysis and uses Checksheet tools and Pareto diagrams. The results showed 4 types of vegetable defects. Priority defects that must be repaired are torn leaves, rotten stems and rotten yellow leaves. Causes that affect the quality of vegetables include material, human, work methods and environmental factors. The right solution to use is (1) materials: choose and look for quality seeds and use hydroponic nutrients at the right dosage, (2) humans: improve skills and control workers (3) work steps: do more incentive prevention (4) Environment: maintenance of preventive pests is carried out in keeping the environment clean on green house land.
Pemberdayaan Perempuan Melalui Pelatihan Pemulasaran Jenazah Rizqiani, Ika Sofia; Rini, Neneng Kartika
Jurnal Surya Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Surya Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/jsu.v5i1.1985

Abstract

Salah satu langkah pemberdayaan perempuan yang dilakukan oleh dosen dalam menyampaikan ilmu yakni dengan memberikan pelatihan PKM yang berkesinambungan. Upaya ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan baru pada mahasiswa melalui proses pengabdian masyarakat. Kegiatan praktik pelatihan pemulasaraan jenazah dipilih sebagai bekal untuk bisa memberikan pengalaman baik mahasiswa di hadapan masyarakat yang lebih kompleks. Hal ini menjadi salah satu latar belakang pelatihan agar masyarakat dan mahasiswa bisa bergandengan tangan memenuhi hak jenazah sebagai umat islam. Dengan menggunakan metode praktik dan pemberian materi tentang pemulasaraan jenazah, diharapkan mereka bisa terjun dalam masyarakat lebih baik. Hasil praktik dan pelatihan tersebut akan memberikan pengetahuan baru kepada peserta pelatihan perempuan sehingga akan bisa diterapkan secara lebih luas ketika mereka kembali ke lingkungan masing-masing. Metode pelatihan secara partisipatif dua arah, teknik penjelasan materi dan ptaktik langsung peserta di laboratorium Agribisnis yang dibagi kedalam tiga kelompok praktik keterampilan. Pelatihan ini memberikan hasil yang baik dari segi pengetahuan dan keterampilan, penilaian terhadap narasumber dan pelayanan saat pelatihan hampir seluruhnya ada diatas 95% bahwa upaya pelatihan pemulasaraan jenazah ini dapat memberikan impact positif untuk para peserta yang mengikutinya. Sebagian besar peserta berharap dapat selalu diikutsertakan dalam kegiatan pelatihan dan dapat membentuk tim pemulasaran jenazah di lingkungan tempat tinggalnya. Kata kunci: pemulasaran jenazah, pengabdian kepada masyarakat, perempuan