Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengaruh Jarak ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan terhadap Kejadian Default pada Penderita TB Paru di RSUD Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Salam Salam; Tri Yunis Miko Wahyono
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 3 No. 3 (2020)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.54 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v3i3.1121

Abstract

Terkonsentrasinya rumah sakit di wilayah perkotaan membuat tidak meratanya akses pelayanan kesehatan bagi penduduk yang berada di daerah pedesaan dikarenakan jarak ke rumah sakit menjadi jauh dari tempat tinggal dalam mencari pengobatan. Angka putus berobat pasien TB paru tertinggi di Kabupaten Purbalingga berada di Rumah Sakit Goeteng Taroenadibrata, Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh jarak ke fasilitas pelayanan kesehatan terhadap kejadian default pada penderita TB paru di RSUD Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Tahun 2018-2019. Bahan dan metode Jenis penelitian ini adalah penelitian epidemiologi observasional analitik dengan menggunakan pendekatan case control study. Perbandingan kelompok kasus dan kelompok kontrol (1:1) jumlah seluruh kasus sebanyak 29 kasus dan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 28 kasus sehingga jumlah sampel yang didapat adalah 56 dengan rincian 28 kasus dan 28 kontrol. Hasil penelitian hasil analisis bivariat ada hubungan yang bermakna antara jarak rumah dengan rumah sakit dengan terjadinya default, OR=3,262 p=0,0321. Analisis Multivariat dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara jarak rumah dengan terjadinya default OR=5,21 p=0,012 yang berarti ada hubungan yang bermakna antara jarak rumah dengan rumah sakit setelah dikontrol oleh variabel konfounding jenis kelamin. Kesimpulan ada hubungan yang bermakna antara jarak rumah ke rumah sakit dengan kejadian  default.
Faktor Internal dan Eksternal yang Berhubungan dengan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Novia Indriani Sudharma; Tri Yunis Miko Wahyono; Evi Martha; Harsheena Gobind
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Diabetes merupakan penyakit yang berlangsung lama dan mempunyai kecenderungan untuk timbulnya komplikasi, yang akan berdampak pada kualitas hidup pasien diabetes. Beberapa hal yang mempengaruhi kualitas hidup pasien diabetes baik faktor dari internal pasien sendiri seperti karakteristik pasien diabetes, karakteristik penyakit diabetes yang diderita, faktor personal, faktor psikologis, faktor metabolik, maupun faktor dari luar (eksternal) pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien diabetes yang berkunjung ke Puskesmas di Jakarta Selatan. Metode: Mixed-method penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan desain sekuensial eksplanatori. Penelitian kuantitatif melalui cross sectional dilakukan pada pasien diabetes yang datang berobat ke Puskesmas secara consecutive non random sampling, untuk menganalisis faktor internal dan eksternal yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien diabetes dan dianalisis dengan regresi logistik berganda, sedangkan penelitian kualitatif dilakukan pada 9 informan pasien yang memiliki kualitas hidup kurang dan 5 informan pasien dengan kualitas hidup baik, untuk menjelaskan mengenai perawatan mandiri (self-care) yang dilakukan pasien, dengan analisis tema. Hasil. Faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien diabetes adalah diabetes distress domain kesulitan dengan dokter (aOR 4.79 95% CI 1.44-15.96); diabetes distress domain beban emosional (aOR 3.99 95% CI 1.47-10.81); Self-care latihan fisik/olah raga (aOR 1.99 95% CI 1.11-3.61); serta self-care domain perawatan kaki (aOR 0.39 95% CI 0.21-0.74). Hasil: kualitatif didapatkan adanya kesulitan melakukan pengelolaan diabetes mandiri pada pasien-pasien dengan kualitas hidup yang kurang, dengan tema-tema yaitu kurangnya pengetahuan/persepsi, kesibukan, emosional, dan kurangnya edukasi. Sementara itu, pasien dengan kualitas hidup yang baik, dapat melakukan perawatan mandiri karena faktor pengalaman, pengetahuan, keluarga, dan adanya motivasi emosional. Simpulan. Diabetes distress dan perilaku perawatan mandiri berhubungan dengan kualitas hidup pasien diabetes, setelah dikontrol variabel lainnya. Kesulitan melakukan perawatan mandiri berkaitan dengan kurangnya pengetahuan/persepsi, kesibukan, emosional, dan kurangnya edukasi.