Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Tingkat Kenyamanan Celana Panjang Wanita Menggunakan Pola Sistem Porrie Muliawan dan Sistem Praktis pada Ukuran Xxl Selli Vorensia; Idah Hadijah; Nurul Aini
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.603 KB) | DOI: 10.17977/UM068v1n4p315-324

Abstract

The snug circumference is the part of the pants that needs to be considered, because this part affects the comfort of the pants when used to move. The purpose of this study was to analyze the comfort of women's trousers using the Porrie Muliawan System Pattern and the Practical System in XXL Size. This research is a type of descriptive research with a quantitative approach. There are two populations that will be discussed, namely the respondent population and the panelist population. Based on the results of the study, it can be concluded that the comfort level of women's trousers with the Porrie Muliawan system at size XXL in terms of the level of static comfort and the level of kinetic comfort is included in the comfortable category. The comfort level of practical women's trousers at size XXL in terms of the level of static comfort and the level of kinetic comfort is included in the less comfortable category. kinetics is included in the comfortable category. Lingkar pesak merupakan bagian celana yang perlu diperhatikan, karena pada bagian ini memengaruhi kenyamanan celana saat digunakan untuk bergerak. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis Kenyamanan Celana Panjang Wanita Menggunakan Pola Sistem Porrie Muliawan dan Sistem Praktis pada Ukuran XXL. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Terdapat dua populasi yang akan dibahas yaitu mengenai populasi responden dan populasi panelis. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diambil kesimpulan bahwa tingkat kenyamanan celana panjang wanita sistem Porrie Muliawan pada ukuran XXL ditinjau dari tingkat kenyamanan statis dan tingkat kenyamanan kinetis termasuk dalam kategori nyaman. Tingkat kenyamanan celana panjang wanita sistem Praktis pada ukuran XXL ditinjau dari tingkat kenyamanan statis dan tingkat kenyaman kinetis termasuk dalam kategori kurang nyamanBerdasarkan hasil penelitian, dapat diambil kesimpulan bahwa tingkat kenyamanan celana panjang wanita sistem Porrie Muliawan pada ukuran XXL ditinjau dari tingkat kenyamanan statis dan tingkat kenyamanan kinetis termasuk dalam kategori nyaman.
Strategi Pemasaran Wedding Gown Alfatir Muhammad di Bangil Kabupaten Pasuruan Tri Ajeng Wahyuning Tias; Nurul Aini; Agus Hery Supadmi Irianti
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.543 KB) | DOI: 10.17977/UM068v1n5p325-328

Abstract

The purpose of this study was to determine how the marketing strategy applied to Alfatir Muhammad's wedding gown business in Bangil, Pasuruan Regency. This research uses descriptive research with a qualitative approach, using data triangulation research methods and techniques. Based on the findings of researchers in the field, data were obtained; The resulting products always follow developments, have characteristics and demands, the price offered is adjusted to the quality provided, for the chosen place to establish and market very strategic products, and the promotions carried out have helped in marketing wedding gown products. The conclusion of this research is that the products produced by this business have characteristics, namely with a simple model but still look elegant, have followed the existing developments in terms of materials and design and how to make the product attractive and can meet consumer desires. The price given to this business consumer has paid attention to the suitability of price with quality. Then pay attention to how the price offered with competitors and giving discounts in order to attract consumers. The choice of place has also been considered with strategic location, then for promotion using social media and performances. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana strategi pemasaran yang diterapkan pada usaha wedding gown Alfatir Muhammad di Bangil Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menggunakan penelitan deskriptif dengan pendeketan kualitatif, menggunakan metode penelitian triangulasi data dan teknik. Berdasarkan temuan peneliti di lapangan diperoleh data; produk yang dihasilkan selalu mengikuti perkembangan, memiliki ciri khas serta permintaan, harga yang ditawarkan disesuaikan dengan kualitas yang diberikan, untuk tempat yang dipilih mendirikan dan memasarkan produk sangat strategis, serta promosi yang dilakukan telah membantu dalam memasarkan produk wedding gown. Kesimpulan dari penelitian ini ialah pada produk yang dihasilkan usaha ini memiliki ciri khas yakni dengan model yang sederhana namun tetap terlihat elegan, telah mengikuti perkembangan yang ada mulai dari segi bahan maupun desain dan bagaimana cara agar produk dapat diminati serta dapat memenuhi keinginan konsumen. Harga yang diberikan kepada konsumen usaha ini telah memperhatikan keseuaian harga dengan kualitas. Kemudian memperhatikan bagaimana harga yang ditawarkan dengan pesaing dan pemberian diskon agar dapat menarik konsumen. Pemilihan tempat juga telah diperhatikan dengan letak strategis, kemudian untuk promosi menggunakan media sosial dan pertunjukan.
PENGEMBANGAN MOTIF MENGGUNAKAN CAP DARI BAMBU (BATIK CAP) DI BATIK CIPRAT EKS ODGJ DESA WONOREJO SINGOSARI KABUPATEN MALANG Nurul Aini; Hapsari Kusumawardani; Annisau Nafiah; Agus Hery S.I; Nur Aini S; Augista P.L; Maslihatul U
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 8 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i8.2894-2902

Abstract

Pelatihan pembuatan batik ciprat untuk eks ODGJ ini berdiri pada   tahun 2021, pencetus pemberdayaan warga eks ODGJ adalah pejabat desa wonorejo dengan tujuan pemberdayaan ODGJ agar dapat bermanfaat bagi keluarganya masing-masing. Eks ODGJ dibina dalam Posyandu Jiwa yang memiliki 8 orang kader . Kegiatan Posyandu dilakukan setiap 1 bulan sekali dengan kegiatan terdiri dari penimbangan, pemeriksaan tensi, pemberian suntikan, penyuluhan dari Rumah Sakit Jiwa Lawang, dan biasanya ada kegiatan pembuatan batik atau berbagai jenis keterampilan lain. Batik yang dihasilkan dari Posyandu Jiwa ini adalah batik ciprat yang dilakukan eks ODGJ dibantu kader dan selama ini sudah memiliki usaha sendiri dengan nama “Batik Ciprat”. Permasalahan batik ciprat eks ODGJ saat ini adalah untuk pengembangan motif, tetapi tetap harus disesuaikan dengan kondisi eks ODGJ. Dengan melihat permasalahan dan kondisi eks ODGJ, maka tim pengabdian melakukan pengembangan motif dengan menggunakan batik cap, adapun cap yang digunakan terbuat dari  bambu. Harapannya agar batik ciprat dapat mengembangkan motif batiknya menggunakan batik cap dari bambu yang tidak berat dan mudah dalam pembuatan batiknya. Dari hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta sangat tertarik dan menyatakan bahwa pelatihan pembuatan batik cap ini sangat bermanfaat dalam rangka pengembangan motif pada batik ciprat eks ODGJ desa Wonorejo Singosari kabupaten Malang
ANALISIS TINGKAT KESUKARAN BUTIR SOAL TRY OUT BUSANA PPG BAGI GURU TERTENTU TAHAP 1 UNIVERSITAS NEGERI MALANG TAHUN 2025 Nurul Aini; Mochammad Rizal Ramadhan; Ghaly Wijdan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 4 (2025): Volume 10. No4, Desember 2025.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i4.33638

Abstract

This study aims to analyze the difficulty level of the PPG Clothing for Certain Teachers (BGT) tryout items for Phase 1 at Malang State University in 2025. The study subjects consisted of 68 participants with a total of 35 questions. The analysis results showed that the average difficulty level index (P) was 0.9. This value indicates that most of the questions are relatively easy, because approximately 90% of participants were able to answer correctly. Whereas in classical test theory, good instrument quality is indicated by an average difficulty index approaching 0.5 (moderate category). Thus, this condition reflects that the test instrument is not fully able to optimally differentiate participants with high and low abilities. These findings have important implications for the quality of evaluation instruments in the context of teacher professional education. Questions with a difficulty level that is too easy tend to reduce the item discrimination power, making it difficult to comprehensively measure variations in participant abilities. In addition, the presence of questions that are too easy has the potential to result in erroneous interpretations regarding participant readiness for the actual PPG exam. Therefore, improvements are needed in the preparation of test instruments. Some strategies that can be adopted include balancing the distribution of easy, medium, and difficult questions, developing questions based on Higher Order Thinking Skills (HOTS), improving the quality of distractors, and piloting questions. This will ensure the resulting instrument is more valid, reliable, and representative of the competencies of fashion teachers.