Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis pengaruh E-money, volume transaksi elektronik dan suku bunga terhadap jumlah uang beredar di Indonesia pada masa sebelum dan sesudah pandemi COVID-19 Anggun Yuli Wijaya; Imam Mukhlis; Linda Seprillina
Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Pendidikan (JEBP) Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.446 KB) | DOI: 10.17977/um066v1i22021p135-145

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh e-money, volume transaksi elektronik dan suku bunga terhadap jumlah uang beredar di Indonesia pada masa sebelum dan sesudah adanya pandemi covid-19. Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah uji asumsi klasik dan analisis regresi linier berganda dengan menggunakan data time series serta analisis secara deskriptif. Data penelitian diperoleh dari publikasi yang disediakan oleh Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik. Data yang digunakan adalah data bulanan dari tahun 2015 sampai tahun 2020. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari pembayaran non-tunai yang beberapa tahun terakhir ini mengalami perkembangan yang cukup pesat terhadap jumlah uang beredar di Indonesia serta memaparkan perkembangannya sesudah adanya pandemi covid-19. Dengan begitu akan diketahui pula bagaimana pengaruh dari adanya pandemi covid-19 perekonomian terutama dalam hal peredaran uang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel e-money dan volume transaksi elektronik berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah uang beredar (M1) di Indonesia, sedangkan variabel suku bunga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap jumlah uang beredar (M1) di Indonesia. Dilihat dari perkembangan selama tahun 2020, selama adanya pandemi covid-19 ini hubungan antara transaksi non-tunai baik e-money maupun volume transaksi elektronik dengan jumlah uang beredar adalah positif sedangkan hubungan suku bunga dengan jumlah uang beredar adalah negatif.
Penerapan Peer-to-Peer Lending: Mendorong Pengembangan Keuangan Inklusif UMKM Purnamasari, Vidya; Wulandari, Dwi; Mukhlis, Imam; Seprillina, Linda; Cahayati, Nila
Jurnal KARINOV Vol 7, No 1 (2024): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v7i1p063

Abstract

UMKM di Kota Malang, khususnya dalam memanfaatkan fintech melalui Peer to Peer Lending (P2P). Urgensi akses P2P lending memberikan pelaku UMKM pemahaman tentang pembiayaan yang lebih sederhana dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kemampuan ekspansi dan inovasi dalam bisnis mereka. Berdasarkan hasil obeservasi menunjukkan kendala utama yang dihadapi oleh UMKM adalah akses pembiayaan dengan persyaratan yang rumit. Metode pengabdian dilaksanakan dengan metode pelaksanaan yang mencakup pra-kegiatan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Kegiatan dilakukan dengan melibatkan 35 anggota mitra UMKM yang tergabung dalam komunitas Komunitas UMKM Wanita di Kota Malang. Berdasarkan hasil kegiatan dalam tahap observasi menunjukkan banyak pelaku UMKM yang kesulitan memperoleh pembiayaan dari lembaga keuangan konvensional. Dalam tahapan pelaksanaan, kegiatan sosialisasi tentang P2P lending dan manajemen keuangan UMKM mendapati atensi yang sangat baik oleh UMKM. Sehingga tingkat capaian dari hasil evaluasi melalui tanya-jawab didapati 90% kegiatan pengabdian tersebut telah dapat dikatakan berhasil dalam upaya untuk membantu UMKM dalam mengakses pembiayaan yang efisien melalui pemanfaatan fintech. Kata kunci—Fintech, Peer-to-Peer Lending, UMKM Abstract The community engagement activity aims to enhance understanding and access to financing for micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Malang, particularly by leveraging fintech through peer-to-peer lending (P2P). The urgency of P2P lending access provides MSMEs with insights into simpler financing and the utilization of technology to boost their capacity for expansion and innovation in their businesses. Based on observational findings, the primary challenge faced by MSMEs is access to financing with complex requirements. The engagement method is executed through a series of phases, including pre-activity, activity implementation, and evaluation. The initiative involves the participation of 35 partner members from the MSMEs women community in Malang. The observational phase revealed that many MSMEs struggle to obtain financing from conventional financial institutions. During the implementation phase, activities related to P2P lending and financial management for MSMEs garnered significant attention and interest, leading to a high level of success. As evidenced by the evaluation results, achieved through question-and-answer sessions, approximately 90% of the engagement activities can be considered successful in their efforts to assist MSMEs in accessing efficient financing through fintech utilization. Keywords—Fintech, Kota Malang, Peer-to-Peer Lending, MSMEs
Diversifikasi produk sebagai solusi peningkatan produksi UMKM Gula Semut pada Masa Pandemi Covid Purnamasari, Vidya; Yusida, Ermita; Qurrata, Vika Annisa; Seprillina, Linda; Narmaditya, Bagus Shandy
Jurnal KARINOV Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v5i1p9-13

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk membantu mitra UMKM meningkatkan produksinya pada masa pandemic Covid-19. Guna mewujudkan hal tersebut dilakukan identifikasi dan analisis masalah-masalah yang terjadi pada UMKM. Hasil identifikasi menunjukkan penggunaan alat yang masih sederhana sehingga menghambat produksi. Hasil tersebut dijadikan bahan untuk perumusan rencana penyelesaian masalah yaitu dengan memberikan bantuan mesin kepada UMKM. Bantuan Mesin yang diberikan diharapkan dapat membantu UMKM memaksimalkan produksinya dan melakukan diversifikasi produk. Diversifikasi produk dengan memproduksi gula semut harapannya dapat memperluas pangsa pasar, meningkatkan produksi dan memperbesar daya saing UMKM. Selain itu, perluasan pangsa pasar juga diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan para pelaku usaha gula semut. Lebih lanjut, kegiatan ini diharapkan dapat membantu para pelaku UMKM Gula Semut untuk mengatasi permasalahan perekonomian yang terjadi terutama akibat adanya pandemic Covid-19.Keywords: UMKM, Diversifikasi Produk, Covid-19, Gula Semut.
Optimalisasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga untuk Akselerasi Kesejahteraan Masyarakat Melalui Bank Sampah: Eksistensi Konsep Circular Economy Merlinda, Santi; Qurrata, Vika Annisa; Seprillina, Linda; Yusida, Ermita; Suwanan, Ahmad Fawaiq; Purnamasari, Vidya
Jurnal KARINOV Vol 7, No 1 (2024): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v7i1p047

Abstract

Sukun Berdaya memiliki bank sampah Sukun Berseri yang mengelola sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos. Namun, terdapat kendala-kendala yang memerlukan solusi penyelesaiannya, yaitu (1) minimnya pengetahuan pengurus terhadap proses pengolahan sampah rumah tangga menjadi pupuk organik, (2) ketiadaan alat pencacah, (3) penggunaan tong untuk composter yang menimbulkan bau tidak sedap, (4) kualitas pupuk yang belum memenuhi standar, (5) kemasan pupuk yang belum sesuai standar, dan (6) belum adanya distributional-chain untuk memasarkan hasil produksi pupuk. Metode pengabdian yang digunakan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu pelatihan dan pendampingan, serta pemberian alat-alat pendukung. Hasil dari program pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memproduksi pupuk kompos sesuai dengan standar. Selain itu, pemberian alat pencacah dapat meningkatkan efisiensi proses pencacahan sampah menjadi partikel yang lebih kecil. Composter bag juga dapat mencegah terjadinya pencemaran udara akibat proses composting. Pemberian kemasan dan label dapat menjamin kualitas pupuk kompos hingga sampai ke tangan pelanggan serta lebih menarik konsumen. Terakhir, pelatihan pemasaran online dan offline dapat menciptakan distributional-chain sekaligus memperluas pasar. Program selanjutnya dapat membantu dalam uji kualitas dan standar pupuk yang dihasilkan serta menjalin program kemitraan. Kata kunci— Pengabdian Masyarakat, Bank Sampah, Pupuk Kompos, Ekonomi Sirkuler Abstract Sukun Berdaya Village has a Sukun Berseri waste bank that manages household organic waste into compost. However, there are obstacles that require solutions, namely (1) the lack of knowledge of the management on the process of processing household waste into organic fertilizer, (2) the absence of shredders, (3) the use of barrels for composter that causes unpleasant odors, (4) the quality of fertilizers that have not met the standards, (5) fertilizer packaging that is not up to standard, (6) there is no distributional-chain to market fertilizer production. The dedication methods used to overcome these problems are training and mentoring, as well as the provision of supporting tools. The result of this service program is an increase in community knowledge and skills in producing compost in accordance with standards. In addition, the provision of a shredding device can increase the efficiency of the process of shredding waste into smaller particles. Composter bags can also prevent air pollution due to the composter process. Packaging and labeling can ensure the quality of compost until it reaches customers and attracts consumers more. Finally, online and offline marketing training can create a distributional-chain while expanding the market. The further program can assist in testing the quality and standards of fertilizers produced and establishing a partnership program. Keywords— Community Service, Waste Bank, Compost, Circular Economy
Analysing the Monetary and Macroprudential Policy Response Within Transmission Mechanisms of Monetary Policy on Credit Channel in Indonesia Seprillina, Linda; Maskie, Ghozalie; Khusaini, Moh.
International Journal of Social and Local Economic Governance Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : Institute of Research and Community Service, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ijleg.2016.002.01.1

Abstract

Macroeconomic policy is the one buffer to maintain economic and externally stability. However, with the integration of the world economy, it needs the right policies especialy in stablizing the financial system to balance the country’s economy. The Choice between monetary and macroprudential policy widely studied by economists, especially in the monetary policy transmission of credit channel. The macroprudential policy that is used specifically to financial stability. And the purpose of this study was to determine how the response of monetary policy the throught Bank Indonesia Certificates (SBI) and macroprudential policy is reserve requirements and loan to deposit ratio in the monetary policy transmission of credit channel in Indonesia. this research using the quantitative method that uses VECM model (vector error correction model). The results of this study is the use of monetary policy instruments with SBI can’t affect of inflation caused by variety of crucial prolems in the financial sector especially of credit sector. While macroprudential instruments showed that both instrumets have proved to be effective response an inflation rate in Indonesia.
Enhancing Financial Inclusion in the MSME Sector: An Investigation of Fintech Adoption in Indonesia through Structural Equation Modeling Vidya Purnamasari; Seprillina, Linda; Qurrata, Vika Annisa; Sarmidi, Tamat; Cahayati, Nila
International Journal of Islamic Business and Economics (IJIBEC) Vol 9 No 1 (2025): Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/ijibec.v9i1.11307

Abstract

This study aims to critically analyze the determinants of fintech adoption among micro, small, and medium-sized enterprises (MSMEs) in Indonesia, utilizing the robust Structural Equation Modelling (SEM) method. Financial Technology (fintech) represents a disruptive innovation that is transforming traditional banking and financial services by integrating digital financial products and services, including payment transactions and security systems such as e-payments, peer-to-peer lending, remittances, crowdfunding, and retail investment. The research focuses on four key variables: the Decision to Use Fintech (DUF) as the dependent variable, and three independent variables —Perceived Ease of Use of the Fintech Platform (POE), Perceived Risk (POR), and Benefits Offered/Sales Promotion (BP). Data was collected via surveys from owners and managers of MSMEs in Malang City, East Java, Indonesia. The findings reveal that the ease of use and time-saving features of fintech significantly influence adoption decisions among MSMEs, underscoring its positive impact on business operations and economic efficiency. Conversely, perceived risks and promotional benefits were found to have no significant effect on the decision to adopt fintech platforms.
EFEKTIVITAS INSTRUMEN KEBIJAKAN MONETER TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA (Periode 1999:1 – 2012:2) Seprillina, Linda; Ismail, Munawar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini memaparkan mengenai bagaimana pengaruh instrumen kebijakan moneter yaitu jumlah uang beredar dan suku bunga SBI dalam mempengaruhi output yang diproksikan dengan pertumbuhan ekonomi di negara Indonesia dan juga memaparkan perbandingan efektivitas dari kedua instrumen moneter tersebut dalam mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode regresi Vector Error Correction Model (VECM). Hasil uji empiris membuktikan bahwa variabel instrumen jumlah uang beredar dan suku bunga SBI dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi baik dalam jangka waktu yang pendek maupun jangka panjang dengan arah koefisien yang searah. Dalam jangka pendek, instrumen jumlah uang beredar berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi, namun dalam jangka panjang instrumen jumlah uang beredar mempunyai hubungan negatif dengan pertumbuhan ekonomi. Sedangkan untuk instrumen suku bunga SBI dalam jangka pendek mempunyai hubungan yang negatif dengan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Untuk perbandingan efektivitas, instrumen moneter dengan menggunakan suku bunga SBI lebihefektif untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi dengan kecepatan waktu merespon tigakuartal dibandingkan dengan menggunakan instrumen jumlah uang beredar yang diresponoleh pertumbuhan ekonomi di Indonesia dengan kecepatan waktu empat kuartal.Kata kunci: efektivitas instrumen moneter, jumlah uang beredar, suku bunga SBI, pertumbuhan ekonomi.