Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pendampingan Budaya Religius Melalui Sholat Dhuha Dalam Penguatan Karakter Peserta Didik di MA Nurul Huda Sedati Sidoarjo Siti Kholidatur Rodiyah; Laila Badriyah; Eli Masnawati
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i2.15523

Abstract

Strengthening students' religious character has become a strategic priority in Islamic education, particularly amid the increasingly complex social, cultural, and technological developments that influence young people's attitudes and behavior. These challenges require educational institutions to move beyond academic achievement and place greater emphasis on character development grounded in religious values. One effective approach is the cultivation of a religious culture through structured and sustainable worship practices within the school environment. This community service program aimed to assist the implementation of a religious culture through the habituation of Dhuha prayer in strengthening students’ character at MA Nurul Huda Sedati Sidoarjo. The program employed a participatory mentoring approach integrated with habituation and role-modeling strategies. The implementation process consisted of needs assessment, mentoring of congregational Dhuha prayer activities, observation, reflection, and evaluation. The findings revealed that continuous and intensive mentoring significantly increased students’ participation in Dhuha prayer and fostered stronger self-awareness in performing religious practices. Furthermore, the program contributed to the development of religious character values, including discipline, responsibility, independence, honesty, and social awareness. The initiative also strengthened the religious culture within the madrasa and promoted a more supportive educational environment for character formation. Therefore, the habituation of Dhuha prayer, supported by consistent mentoring and teacher role modeling, can serve as an effective and sustainable strategy for reinforcing students’ religious character.
MATRIKULASI METODE DRILL DALAM MENINGKATKAN BACA TULIS AL-QUR’AN SISWA Yuliastutik; Laila Badriyah; Siti Kholidatur Rodiyah
Jurnal Tarbiyatuna: Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran dan Pengembangan Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/tarbiyatuna.v5i2.3573

Abstract

Learning to read and write the Koran at MTs Darul Ulum Waru Sidoarjo is an initial stage that students must take to deepen the Islamic religion. The drill method matriculation is an activity to train students' dexterity or skills which aims to increase students' knowledge and dexterity in reading and writing the Qur'an properly and correctly. This study uses a qualitative descriptive approach by revealing certain social situations by describing reality correctly, to understand phenomena that are occurring naturally. The data collection technique used by the author is using interview, observation, and documentation methods as well as the validity of the data used, namely using Persistent Observation, technical triangulation, and source triangulation. The results of the study show that the application of the Matriculation Drill Method in Improving Students' Reading and Writing of the Qur'an at Madrasah Tsanawiyah Darul Ulum Waru is by holding special lesson hours for students who will take munaqosah (exams) which are usually 2 times a week to 4 times a week to further train students in improving their reading and writing of the Qur'an. As well as innovating in using methods that make it easier for students to understand the material and perform apgreding which aims to improve students' reading and writing of the Koran and train students to be fluent in reading the Koran without halting, and reading the Koran according to with tajwid, gharib, makharijul letters.
INOVASI PEMBELAJARAN AL-QUR'AN HADIST DENGAN METODE SCRAMBLE DI MI PLUS CAHAYA KAMILAH SIDOARJO Mufaizah; Yuli Astutik; Siti Kholidatur Rodiyah
Jurnal Tarbiyatuna: Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran dan Pengembangan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/tarbiyatuna.v6i1.3926

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode scramble, menganalisis hasil penerapan metode scramble, menganalisis faktor – faktor penghambat dan solusinya dalam menerapkan metode scramble pada pembelajaran Al-Qur’an Hadits. Penelitian ini termasuk kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian bahwa penerapan metode Scramble sudah diterapkan, dengan mengikuti lima tahapan pembelajaran, yakni mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan. Faktor penghambat pada metode pembelajaran scramble, sebagai berikut: Pembelajaran ini terkadang sulit dalam merencanakannya, oleh karena terbentur dengan kebiasaan peserta didik dalam belajar. Terkadang dalam mengimplementasi-kannya, memerlukan waktu yang panjang sehingga guru sulit menyesuaikannya dengan waktu yang telah ditentukan. Metode permainan seperti ini biasanya menimbulkan suara gaduh. Adapun solusi dari faktor penghambat pada metode scramble yaitu guru mengumumkan pembentukan kelompok belajar dan penataan ruang kelas pada pertemuan sebelumnya, guru memberikan pengarahan tentang tujuan dari metode ini, memberitahukan kepada peserta didik untuk tetap tertib dan tenang, agar tidak mengganggu proses belajar pada kelas sebelah.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode scramble, menganalisis hasil penerapan metode scramble, menganalisis faktor – faktor penghambat dan solusinya dalam menerapkan metode scramble pada pembelajaran Al-Qur’an Hadits. Penelitian ini termasuk kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian bahwa penerapan metode Scramble sudah diterapkan, dengan mengikuti lima tahapan pembelajaran, yakni mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan. Faktor penghambat pada metode pembelajaran scramble, sebagai berikut: Pembelajaran ini terkadang sulit dalam merencanakannya, oleh karena terbentur dengan kebiasaan peserta didik dalam belajar. Terkadang dalam mengimplementasi-kannya, memerlukan waktu yang panjang sehingga guru sulit menyesuaikannya dengan waktu yang telah ditentukan. Metode permainan seperti ini biasanya menimbulkan suara gaduh. Adapun solusi dari faktor penghambat pada metode scramble yaitu guru mengumumkan pembentukan kelompok belajar dan penataan ruang kelas pada pertemuan sebelumnya, guru memberikan pengarahan tentang tujuan dari metode ini, memberitahukan kepada peserta didik untuk tetap tertib dan tenang, agar tidak mengganggu proses belajar pada kelas sebelah.