Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : BULETIN AL-RIBAATH

KELOMPOK NENEK ASI SEBAGAI EMPOWERMENT KADER ASI DI KELURAHAN MARIANA PONTIANAK Otik Widyastutik; Dina Nursya
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 15, No 2 (2018): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.126 KB) | DOI: 10.29406/br.v15i2.1335

Abstract

Di Indonesia masih belum terlalu banyak ibu yang tuntas dalam memberikan hak bayinya untuk mendapatkan ASI, hampir 9 dari 10 ibu pernah memberikan ASI, namu hanya 49,8% yang memberikan ASI secara eksklusif selama 6 bulan sesuai rekomendasi WHO. Permasalahan yang ditemukan di kelurahan Mariana masih terdapat ibu-ibu yang tidak menyusui secara eksklusif serta mengalami permasalahan ketidakcukupan ASI sehingga perlu didampingi dengan susu formula sebelum 6 bualan, serta kurangnya dukungan dari keluarga terutama dari orangtua ibu atau mertua. Terbentuknya kelompok pendukung ASI “Nenek ASI” merupakan salah satu rangkaian program keberlanjutan kegiatan yang bertujuan untuk menjadi perpanjangan tangan upaya edukasi tentang manajemen laktasi sekaligus sebagai promotor warga di Kelurahan Mariana yang peduli ASI, melalui program ini dapat menjadi salah satu bentuk sinergi yang positif antara perguruan tinggi dengan kelompok masyarakat, dimana program pengabdian ini juga terfokus pada upaya pemberian ASI secara maksimal kepada bayi. Metode yang digunakan adalah melaksanakan pemberdayaan masyarakat melalui program peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang manajemen laktasi, pembentukan kelompok pendukung ASI “Nenek ASI”, pendampingan kader ASI. Berdasarkan dari evaluasi hasil pre test dan post test dengan metode analisa Wilcoxon, terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan dengan p value 0,001. Dari 30 peserta yang hadir 100% peserta mengalami peningkatan pengetahuan mengenai manajemen laktasi. Dengan adanya peningkatan pengetahuan tersebut dan terbentuknya kelompok pendamping ASI “Nenek ASI” diharapkan dapat meningkatkan sikap dan perilaku peserta khususnya ibu yang memiliki anak usia produktif dalam mendukung pelaksanaan manajemen laktasi, sebagai upaya meningkatkan pemberikan ASI eksklusif pada bayi.
Pemetaan dan Pemberdayaan Dhua’fa – Mustad’afin Melalui Kemitraan PCM Pontianak Timur Dalam Gerakan Toss TBC dan Melawan Covid-19 Elly Trisnawati; Otik Widyastutik; Sovie Nautica Angela; Amaliya Irmayanti
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 19, No 1 (2022): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/br.v19i1.3733

Abstract

Pontianak Timur merupakan kecamatan yang cukup tinggi menyumbangkan kasus baru TBC dan Covid-19. Temuan kasus baru TBC di Pontianak Timur pada awal tahun 2020 sebanyak 49 kasus, sedangkan data Covid-19 di wilayah tersebut juga meningkat, yaitu sebaran ODP sebanyak 115 orang, PDP sebanyak 34 orang, konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 18 orang, positif dirawat (isolasi) sebanyak 5 orang dan kasus meninggal sebanyak 9 orang.  Pontianak Timur masih menjadi salah satu wilayah potensial dalam penularan TBC. Peluang bagi PCM dalam mengembangkan ranting – ranting baru sebagai bentuk perluasan area dakwah. Pemetaan kelompok Dhu’afa/Mustadh’afin juga belum terdeteksi di wilayah ini, sehingga program ini mentargetkan untuk dapat melakukan pemetaan kelompok-kelompok Dhu’afa/Mustadh’afin sebagai upaya prevensi penularan kasus TBC dan pencegahan Covid-19.Metode yang digunakan dalam kegiatan adalah sebagai berikut : (1) melaksanakan pemetaan kelompok Dhu’afa/Mustadh’afin; (2) melaksanakan penguatan edukasi ; (3) monitoring PMO; (4) melaksanakan Ta’awun social ; dan (5) Inisiasi pengembangan Ranting (PRM).Melalui kegiatan ini diharapkan bisa menjadi inisiator dalam program pengendalian TBC dan Lawan Covid-19 di wilayah Kecamatan Pontianak Timur. Luaran yang diharapkan adalah terbentuknya ranting (PRA), peta sebaran kelompok kaum Dhu’afa/Mustadh’afin, dan peningkatan pemahaman bagi masyarakat sasaran tentang TBC dan Covid-19.Rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kelurahan Banjar Serasan telah terlaksana dengan baik. Berdasarkan evaluasi kegiatan diperoleh adanya peningkatan pemahaman dan awareness kelompok sasaran terhadap materi yang disampaikan. Diharapkan kegiatan ini menjadi stimulasi positif dan pengembangan Kesehatan masyarakat di wilayah Pontianak Timur.
Pembentukan Kader Jumantik Cilik dalam Upaya Pencegahan Demam Berdarah di SDN, Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Ambawang Otik Widyastutik; Agung Suprabowo; Deli Atika; Firiandi Syafitra; Yulsi Testiani
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 17, No 2 (2020): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/br.v17i2.2173

Abstract

DBD atau Demam Berdarah Dengue adalah salah satu masalah kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian dalam penanganan dan pengendalian program kesehatan di wilayah kerja pusat kesehatan masyarakat. Kegiatan intervensi ini dilakukan sebagai bentuk kontribusi terhadap perbaikan pengetahuan dan sikap masyarakat terkait DBD melalui edukasi kesehatan. Kegiatan intervensi dilakukan dengan metode pendidikan kesehatan masyarakat dimana aktivitas ini nantinya akan memberikan informasi tentang DBD serta memberdayakan masyarakat dengan melakukan penguatan terhadap masyarakat dan pihak tekait. Harapan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan masyarakat mengenai upaya pencegahan penyakit DBD sehingga Angka Kejadian DBD dapat menurun. Hasil kegiatan intervensi yang dilakukan pada beberapa program menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang upaya pencegahan dan pengendalian penyakit Demam Berdarah Dengue. Rekomendasi kepada pihak terkait adalah lebih mengintesifkan kegiatan promotif dan preventif seperti pemantauan jentik berkala, serta bagi masyarakat melakukan kegiatan rutin 3M plus dan pelaksanaan PSN–DBD secara mandiri dan teratur.