Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS BRAND EQUITY PARIWISATA BALI "BALI SHANTI SHANTI SHANTI" SE:OAGAI FAKTOR PENENTU WISATAWAN MEMILIH DESTINASI PARIWISATA BALI Sasmita, M. Tanggap
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 13 No 2 (2014): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak tahun 2007 Bali telah memiliki Brand destinasi resmi yaitu "Bali Shanti, Shami, Shanti". Brand ini mendapatkan kritik dari Diartha. Metode yang digunakan untuk menganalisa masalah adalahAnalisis F aktor Konfirmalori yang diadaptasi dari teori brand equity yang dikemukakan oleh Aaker. Analisis ini dapat menentukan dan menurzjukkan kontirbusi dari masing-masing variabel dan faktor. Hasil menunjukkan bahwa kekuatan dari brand "Bali Shanti, Shanti, Shanti 11 mencapai pada tingkat rata-rata dengan keterbatasan "penelitian bahwa brand ini bukan merupakan alasan utama wisatawan ttntuk memilih tujuan wisatanya. Oleh karena itu disarankan imcuk memberikan perhatian khusus kepada variabel dan faktor yang memiliki kontibusi pada tingkat rendah dan menengah. Variabel danfaklor itujuga perlu ditinjau ulang dan diadakan evaluasi temang keberadaan dari brand "Bali, Shanti, Shanti, Shanti".
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PEGAWAI STP NUSA DUA BALI TERHADAP PAKET PERJALANAN WISATA INSENTIF OUTBOND 2018 Sasmita, M Tanggap
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 18 No 2 (2019): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Bali merupakan daerah tujuan wisata yang sering menjadi tempat pelaksanaan paketperjalanan insentif bagi perusahaan-perusahaan baik di dalam negeri dan luar negeri. Tidak hanya bagiperusahaan swasta namun juga instansi pemerintahan menjadikan Bali sebagai destinasi perjalananinsentifnya baik yang hanya berjumlah puluhan peserta maupun hingga ribuan peserta Untuk Tahun2018, STP Nusa Dua Bali melaksanakan kegiatan perjalanan insentif yang memang rutin setiaptahunya di Jogjakrata dengan 204 orang peserta, namun dalam pelaksanaannya berdasarkan hasilwawancara dengan ketua panitia penyelenggara mendapatkan complain diantaraya peserta tidakmendapatkan tiket keberangkatan, kacaunya prosedur check in, kurangnya kegiatan yang membangunTeam Work, dan jarak penginapan yang cukup jauh. Berdasarkan latar belakang tersebut denganmenggunakan konsep mencari kepuasan pelanggan oleh Kotler dengan melakukan survey dan denganmenggunakan konsep paket wisata yang dikemukan Yoeti, penelitian ini mencari kepuasan pelanggandari Core Product, Actual Product, dan Augmented Product, dengan 67 orang sebagai sampel, denganteknik analisis kuantitatif dari pengumpulan data dengan kuesioner yang telah diberikan skala, makadidapatkan hasil bahwa pegawai STP Nusa Dua Bali merasa puas terhadap paket wisata perjalananinsentif Outbond 2018 namun masih cukup puas di indikator konsumsi selama perjalanan yangkedepanya dapat ditingkatkan.
ANALISIS PASAR VIRTUAL EVENT DI TENGAH PANDEMI COVID-19 Sasmita, M. Tanggap
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 19 No 1 (2020): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak akhir tahun 2019 dunia dilanda pandemi Covid-19 yang mengakibatkan perubahan terhadap kehidupan termasuk dunia pariwisata lebih khusus pada sector MICE dan event. Sektor MICE dan Event beradaptasi terhadap perubahan tersebut salah satunya dengan mengadakan virtual event. Virtual event semasa pandemic cukup berkembang dari webinar, conference, hingga performaces. Virtual event merupakan sesuatu hal yang baru dan perlu dianalisa mendalam, dalam penelitian ini virtual event dianalisis dari sudut pasarnya. Dengan menggunakan metode penelitian survey, dengan menyebarkan kuesioner daring pada 100 orang, ditemukan bahwa virtual event masih memiliki peluang untuk dapat terus diproduksi di masa yang akan datang dengan masih tingginya minat masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan virtual event walaupun terdapat berbagai kendala dalam pelaksanaannya seperti durasi yang terlalu lama, monoton, dan waktu tayang yang tidak tepat
POTENSI TITIK “0” KOTA DENPASAR DALAM PENGEMBANGAN PAKET WISATA DI KOTA DENPASAR M. Tanggap Sasmita
JURNAL BISNIS HOSPITALITI Vol 7 No 1 (2018): Jurnal Bisnis Hospitaliti
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52352/jbh.v7i1.48

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi wisata Kota Denpasar, khususnya wisata sejarah dengan mengangkat Titik “0” Kota Denpasar . Metode penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kualtiatif dengan melakukan wawancara dan observasi langsung ke lapangan. Berdasarkan hasil penelitian Titik “0” Kota Denpasar merupakan point yang dapat mengangkat kesan unik dan berbeda dari paket wisata yang sudah ada yaitu Denpasar Heritage City Tour sebagai titik awal pemberangkatan dan dapat dikembangkan menjadi paket wisata baru yaitu Denpasar Historical Track yang disajikan dengan metode “story telling” yang mengangkat cerita awal terbentuknya Kota Denpasar. Dengan melibatkan pihak-pihak yang terkait Titik “0” kota Denpasar dapat diangkat dengan mengambangkan Paket Wisata yang sudah ada dengan menggunakan branding Titik “0” sebagai titik awal pemberangkatan Denpasar Heritage City Tour atau membuat simpul Paket Wisata Baru yang menceritakan awal terbentuknya Kota Denpasar disamping itu juga perlu dilatih untuk menginterpretasi produk tersebut agar menarik dan lebih banyak untuk dibeli dan dikunjungi.
ANALISIS BRAND EQUITY PARIWISATA BALI "BALI SHANTI SHANTI SHANTI" SE:OAGAI FAKTOR PENENTU WISATAWAN MEMILIH DESTINASI PARIWISATA BALI M. Tanggap Sasmita
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 13 No 2 (2014): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52352/jpar.v13i2.221

Abstract

Sejak tahun 2007 Bali telah memiliki Brand destinasi resmi yaitu "Bali Shanti, Shami, Shanti". Brand ini mendapatkan kritik dari Diartha. Metode yang digunakan untuk menganalisa masalah adalahAnalisis F aktor Konfirmalori yang diadaptasi dari teori brand equity yang dikemukakan oleh Aaker. Analisis ini dapat menentukan dan menurzjukkan kontirbusi dari masing-masing variabel dan faktor. Hasil menunjukkan bahwa kekuatan dari brand "Bali Shanti, Shanti, Shanti 11 mencapai pada tingkat rata-rata dengan keterbatasan "penelitian bahwa brand ini bukan merupakan alasan utama wisatawan ttntuk memilih tujuan wisatanya. Oleh karena itu disarankan imcuk memberikan perhatian khusus kepada variabel dan faktor yang memiliki kontibusi pada tingkat rendah dan menengah. Variabel danfaklor itujuga perlu ditinjau ulang dan diadakan evaluasi temang keberadaan dari brand "Bali, Shanti, Shanti, Shanti".
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PEGAWAI STP NUSA DUA BALI TERHADAP PAKET PERJALANAN WISATA INSENTIF OUTBOND 2018 M Tanggap Sasmita
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 18 No 2 (2019): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52352/jpar.v18i2.380

Abstract

Pulau Bali merupakan daerah tujuan wisata yang sering menjadi tempat pelaksanaan paketperjalanan insentif bagi perusahaan-perusahaan baik di dalam negeri dan luar negeri. Tidak hanya bagiperusahaan swasta namun juga instansi pemerintahan menjadikan Bali sebagai destinasi perjalananinsentifnya baik yang hanya berjumlah puluhan peserta maupun hingga ribuan peserta Untuk Tahun2018, STP Nusa Dua Bali melaksanakan kegiatan perjalanan insentif yang memang rutin setiaptahunya di Jogjakrata dengan 204 orang peserta, namun dalam pelaksanaannya berdasarkan hasilwawancara dengan ketua panitia penyelenggara mendapatkan complain diantaraya peserta tidakmendapatkan tiket keberangkatan, kacaunya prosedur check in, kurangnya kegiatan yang membangunTeam Work, dan jarak penginapan yang cukup jauh. Berdasarkan latar belakang tersebut denganmenggunakan konsep mencari kepuasan pelanggan oleh Kotler dengan melakukan survey dan denganmenggunakan konsep paket wisata yang dikemukan Yoeti, penelitian ini mencari kepuasan pelanggandari Core Product, Actual Product, dan Augmented Product, dengan 67 orang sebagai sampel, denganteknik analisis kuantitatif dari pengumpulan data dengan kuesioner yang telah diberikan skala, makadidapatkan hasil bahwa pegawai STP Nusa Dua Bali merasa puas terhadap paket wisata perjalananinsentif Outbond 2018 namun masih cukup puas di indikator konsumsi selama perjalanan yangkedepanya dapat ditingkatkan.
ANALISIS PASAR VIRTUAL EVENT DI TENGAH PANDEMI COVID-19 M. Tanggap Sasmita
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 19 No 1 (2020): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52352/jpar.v19i1.405

Abstract

Since the end of 2019 the world has been hit by the Covid-19 pandemic which has led to changes in life including the world of tourism more specifically in the MICE sector and events. MICE and Event sectors adapt to these changes, one of them is by holding virtual events. Virtual events during the pandemic developed from webinars, conferences, to performances. A virtual event is something new and needs to be analyzed in-depth, in this study virtual events are analyzed from the perspective of the market. By using survey research methods, by distributing online questionnaires to 100 people, it was found that virtual events still have the opportunity to continue to be produced in the future with the high interest of the community to participate in virtual event activities even though there are various obstacles in their implementation such as duration that is too long, monotonous, and improper broadcast time
IMPLEMENTASI VIRTUAL TOUR SEDERHANA DALAM PENGENALAN KAMPUS POLITEKNIK PARIWISATA BALI DI MASA PANDEMI COVID-19 M Tanggap Sasmita
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 20 No 1 (2021): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52352/jpar.v20i1.433

Abstract

The Bali Tourism Polytechnic has an annual agenda for campus introduction activities called the Tour De Campus in a series of Basic Professional Attitude Development activities. , but in 2020 tThese activities cannot be carried out directly on campus in 2020 due to pandemic COVID-19. With limited resources and considered important, a Virtual Tour was created to replace these activities. The method used in writing this article is descriptive method from the results of designing activities that are carried out and directly observed. The stages of this descriptive research method are Problem Analysis, Activity Design and Design, and Implementation. Most of the results of the evaluation of the virtual tour activities were satisfied with the activities carried out. This activity can be carried out again in the future by increasing the use of technology to make it more attractive and can be duplicated by schools / campuses / other institutions that have technological limitations.  
Peran Penting Model Pelatihan Maximizing 15-Minutes (M1ME) Pada Departemen Host Service di Alila Seminyak: Perspektif Manajer I Gusti Agung Gede Witarsana; M Tanggap Sasmita; Vania Dwiokta Prameswari; Putu Gede Eka Darmaputra; Dewa Gede Putra
JSHP : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol 7, No 1 (2023): JSHP (Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Balikpapan.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jshp.v6i2.1453

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana implementasi dari Maximizing 15-Minutes (M1ME) Training pada Host Service Department Alila Seminyak dari Perspektif Manager. Data penelitian ini dikumpulkan dari kuesioner, wawancara, dan studi dokumentasi. Data yang terkumpul dari kuesioner kemudian dianalisis menggunakan SPSS versi 23. Hasilnya menunjukkan bahwa Pelatihan Maximizing 15-Minutes (M1ME) berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi kualitas, persepsi biaya, persepsi volume/produksi, persepsi efisiensi, persepsi kepatuhan, keamanan yang dirasakan, kepuasan karyawan yang dirasakan, kepuasan pelanggan yang dirasakan, respon pelanggan yang dirasakan dan respon pasar di Alila Seminyak.
Inovasi Paket Eduksi dari Limbah Kain Tenun Rahayu, Maulia; Buana, Charmedtra Bio Angga; Putra, I Gede Yogi Angga Pratama Indra; Arthapala, Lalu Anggir; Wijaya, M Rendi; Anjaini, Baiq Rara Wiwin; Sasmita, M. Tanggap; Hizmi, Surrayal
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Makardhi Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MAKARDHI
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52352/makardhi.v5i1.1704

Abstract

One of the traditional places to make woven fabric is Sukarara Lombok. However, the waste of woven fabric makes changes in management necessary to reduce environmental impact while increasing value. The purpose of this research is to improve skills and awareness about waste and environmental sustainability by using woven fabric waste. To achieve this goal, the methods used include field observations, interviews with weaving craftsmen, and the implementation of socialization and training programs involving employees of weaving craft. In addition, tourist are more interested in local culture and environmental sustainability thanks to this program. This study shows that waste can be used to make creative items such as bracelets and wall hangings, so there is no need to throw them away. The pilot test conducted on tourists received a positive response, most of them found the activity fun and offered a unique experience. The outcome of this activity is that the development of educational products made from woven fabric waste can be one of the attractions of sustainable educational tourism.