Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

FACTORS RELATED TO EXCLUSIVE BREAST FEEDING TO MOTHERS WHO HAVE BABIES IN THE WORKING AREA OF SEMERAP PUBLIC HEALTH CENTER KERINCI DISTRICT 2022 M. Taufik Akbar; M. Ridwan; Puspita Sari
International Journal Of Health Science Vol. 3 No. 1 (2023): March : International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v3i1.1378

Abstract

The type of research used is cross-sectoral research, research conducted over a long period of time where this study is designed to study the correlation between exposure and consequences or effects at the same time. The sample size in this study is 65 people, the technique used in sampling is This study uses simple random sampling, which is a technique that has the same opportunity according to the proportion (regardless of the size of the population) in sampling. This study found that there is a relationship between knowledge, attitude and support of health workers towards exclusive breastfeeding for mothers who have babies and there is no relationship between exposure to information media and culture towards exclusive breastfeeding for mothers who have babies, P-Value knowledge < 0.05 (0.002), Attitude P-Value < 0.05 (0.028), statistical health worker support (P-Value=0.019), The factors related to exclusive breastfeeding are knowledge, attitudes and health workers and there is no relationship between exposure to information media and culture.
POSBINDU MENDUKUNG PROGRAM KAMPUS SEHAT UNIVERSITAS JAMBI M. Ridwan; Dwi Noerjodianto; Ummi Kalsum; Rd. Halim; Hendra Dhermawan Sitanggang
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38517

Abstract

Posbindu institusi adalah Upaya untuk deteksi dini penyakit tidak menular. Banyak faktor yang menjadi penyebab penyakit tidak menular salah satunya kurangnyan kesadaran untuk mememriksakan diri ke pelayanan Kesehatan. Posbindu merupakan salah satu pemberdayaaan Masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam melakukanuoaya pencegehan penyakit tidak menular. Deteksi dini dilakukan kepada mahasisiwa. Kegiatan ini bertujuan untuk meingkatkan kesadaran Masyarakat kampus untuk memeriksakan secara dini Kesehatan individunya. Metode Pendekatan yang di lakukan pada kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini adalah dengan cara melakukan diskusi dan kerjasama dengan pengelola posbindu Astano. Malakukan /mempraktekan kegiatan posbindu astano. Melakukan FGD dengan kader posbindu untuk menyelesaikan permasalahan-permaalahan yang di hadapi oleh posbindu astano kampus unja Pondok meja. Jumlah peserta Posbindu sebanyak 120 orang, dengan 8 orang Laki-laki, 112 orang Perempuan., Rentang usia peserta 17-19 tahun dengan mayoritas peserta 18 tahun sebanyak 75 orang atau 62,5 %, Peserta dengan jumlah 120 orang. Hasil kegiatan di dapatkan kelebihan berat badan sebanyak 19 orang, dan obesitas sebanyak 5 orang. Jumlah peserta dengan Hipertensi sebanyak 5 orang. Pemberdayaan Kesehatan di posbindu dapat meningkatkan kesadaran untuk memeriksaakan kesehatahn secara mandiri untuk mengetahui risiko penyakit tidak menular khususnya Hipertensi dan Obesitas di kalangan mahasiswa.
Determinants of Scabies Symptoms in Students at Al Falah Sukajaya Islamic Boarding School in 2024 Fadillah Fadillah Nurtafiana; M. Ridwan; Puspita Sari; Fajrina Hidayati; Rifqi Azhari
International Journal of Medicine and Health Vol. 3 No. 4 (2024): Desember : International Journal of Medicine and Health (IJMH)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijmh.v3i4.4604

Abstract

Introduction: The prevalence of scabies cases in Palembang from data from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia in January 2020 was 8.3% and December 2020 was 4.5%. The incidence of scabies in Islamic boarding schools is still very high. There are 20 dormitories that can accommodate 10 to 15 students, with foam mattresses lined up for sleeping and stacked when not in use. There are also 4 bathrooms and toilets with large toilets. The source of water used daily is well water which may be brown in color. The habit of changing towels, prayer equipment, clothes, hand towels, even soap. Research Method: The type of research to be carried out is Quantitative research with a Cross Sectional design and a sampling method, namely simple random sampling. The location of the research is at the Al-Falah Sukajaya Islamic Boarding School, Bayung Lencir District, South Sumatra Province. The analysis used in this study is the Chi Square Test. Research Results: The sample in this study amounted to 77 people. The symptoms of scabies with the highest frequency of experiencing symptoms of scabies were 48 (62.4%) respondents, while those who did not have symptoms were 29 (37.7%) respondents. The results of this study indicate that knowledge has a p-value of 0.000 (p = <0.05), the knowledge of students has a p-value of 0.000 (p = <0.05), the role of Islamic boarding school officers has a p -value of 0.0030 (p = <0.05), and the utilization of facilities and infrastructure p-value 0.004 (p = <0.05) with the incidence of scabie Conclusion: Lack of knowledge of students, student behavior, the role of Islamic boarding school elders, utilization of health facilities and infrastructure can increase the risk of scabies. Therefore, it is hoped that there will be improvements in the health aspects of students, such as education and supervision of students, training for officers, and optimal utilization of facilities and infrastructure.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Aktivitas Fisik Siswa Sekolah Dasar Negeri di Wilayah Kerja Puskesmas Paal X Kota Jambi Tahun 2026 Serly Ananda Saputri; Puspita Sari; Kasyani Kasyani; M. Ridwan
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v5i1.1680

Abstract

Latar Belakang: Aktivitas fisik pada anak usia sekolah dasar memiliki peran penting dalam pertumbuhan, kebugaran, dan pembentukan kebiasaan hidup sehat. Namun, tingkat aktivitas fisik pada anak masih rendah dan cenderung menunjukkan perilaku sedentary behavior, yang dapat berdampak pada kesehatan di masa depan. Pengetahuan dan sikap merupakan faktor yang diduga berhubungan dengan aktivitas fisik siswa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan aktivitas fisik siswa Sekolah Dasar Negeri di wilayah kerja Puskesmas Paal X Kota Jambi Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi sebanyak 862 siswa dengan sampel 266 responden yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner self-report. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Sebagian besar siswa memiliki aktivitas fisik tidak baik (54,5%), pengetahuan baik (48,9%), dan sikap baik (57,1%). Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan aktivitas fisik (p=0,016) dan sikap dengan aktivitas fisik (p=0,043). Namun, kekuatan hubungan kedua variabel tergolong lemah. Kesimpulan: Pengetahuan dan sikap memiliki hubungan dengan aktivitas fisik siswa, namun bukan merupakan faktor dominan. Diperlukan pendekatan komprehensif yang melibatkan faktor lingkungan, motivasi, dan dukungan sosial untuk meningkatkan aktivitas fisik siswa.
HUBUNGAN ORANG TUA DENGAN PERILAKU MEROKOK ELEKTRIK PADA SISWA SMP DI KOTA JAMBI Rini Sumita; M. Ridwan; Muhammad Rifqi Azhary; Puspita Sari
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 14, No 1 (2026): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v14i1.3120

Abstract

Penggunaan rokok elektrik di kalangan remaja menunjukkan tren peningkatan dan menjadi perhatian serius dalam bidang kesehatan masyarakat, khususnya pada siswa sekolah menengah pertama yang berada pada fase perkembangan rentan. Secara global, jumlah pengguna vape telah melampaui 100 juta orang, termasuk kelompok remaja yang memiliki risiko tinggi terhadap paparan nikotin dan zat adiktif lainnya. Di Indonesia, data Global Youth Tobacco Survey (GYTS) melaporkan bahwa sekitar 10,6% pelajar pernah menggunakan vape. Sementara itu, di Provinsi Jambi terjadi peningkatan prevalensi dari 0,8% pada tahun 2018 menjadi 1,9% pada tahun 2023. Pada masa remaja, keluarga terutama orang tua memiliki peranan penting dalam membentuk nilai, sikap, dan perilaku kesehatan anak. Oleh karena itu, kajian mengenai keterkaitan peran orang tua dengan perilaku penggunaan vape menjadi relevan untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara peran orang tua dan perilaku vaping pada siswa SMP Negeri di Kota Jambi tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional). Populasi penelitian berjumlah 10.334 siswa dari SMP Negeri 1-13 di Kota Jambi, dengan sampel sebanyak 233 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat serta bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara peran orang tua dan perilaku vaping (p = 0,011; p < 0,05).
HUBUNGAN RIWAYAT MEROKOK KONVENSIONAL TERHADAP PERILAKU MEROKOK ELEKTRIK PADA GURU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) DI KOTA JAMBI Suci Noviaramadani; M. Ridwan
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 14, No 1 (2026): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v14i1.3115

Abstract

Secara global, jumlah pengguna rokok elektrik meningkat dari 58,1 juta menjadi 89,9 juta orang. Di Indonesia, peningkatan serupa juga terjadi dalam lima tahun terakhir, yaitu dari 0,3% menjadi 3,2%. Di Provinsi Jambi, prevalensi penggunaan rokok elektrik meningkat dari 0,8% pada tahun 2018 menjadi 1,9% pada tahun 2023. Peningkatan ini menandakan bahwa penggunaan rokok elektrik tetap menjadi permasalahan masyarakat kesehatan yang memerlukan perhatian khusus, terutama pada kelompok usia di atas 30 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh riwayat merokok konvensional terhadap perilaku merokok elektrik pada guru Sekolah Menegah Pertama (SMP) di Kota Jambi. Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling berupa teknik Purposive Sampling dengan jumlah sampel sebesar 198 guru dan diperoleh sampel akhir 155 dengan menggunakan analisis Chi Square . Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat rokok dengan perilaku merokok elektrik konvensional (p- value =0,000). Termasuk penerapan Kawasan Tanpa Rokok, edukasi kesehatan, serta penyediaan akses rokok elektrik di sekitar sekolah guna menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan bebas dari paparan vape .
PENYULUHAN KADER POSYANDU UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN ROKOK ELEKTRIK M. Ridwan; Usi Lanita; Puspita Sari; Sri Astuti Siregar; David Kusmawan
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i6.3228

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu mengenai rokok elektrik sehingga mereka mampu memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya rokok elektrik. Metode yang digunakan adalah desain pre–post test tanpa kelompok kontrol dengan sampel 20 kader posyandu di Desa Pudak. Kegiatan penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab, serta dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan rata-rata skor pengetahuan kader dari 37,45 pada pre-test menjadi 53,25 pada post-test (p=0,0001). Simpulan pengabdian ini adalah penyuluhan efektif meningkatkan pengetahuan kader posyandu tentang rokok elektrik dan penting dilakukan pendampingan kader untuk mengedukasi masyarakat.  
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Merokok Pada Remaja Smpn 18 Kota Jambi Tahun 2026 Vebby Markorolina; Puspita Sari; Ashar Nuzulul Putra; M. Ridwan; Muhammad Rifqi Azhari
Jurnal Multidisipliner Bharasumba Vol 5 No 03 (2026): BHARASUMBA: Jurnal Multidisipliner
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/bharasumba.v5i03.2707

Abstract

Smoking behavior among adolescents remains a public health concern influenced by various factors. This study aimed to analyze the factors associated with smoking behavior among adolescents at SMPN 18 Jambi City. A quantitative study with a cross-sectional design was conducted involving 89 students selected through simple random sampling. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-square test at a 95% confidence level. The results showed that most respondents exhibited smoking behavior (57.3%). Bivariate analysis revealed significant associations between smoking behavior and knowledge (p = 0.025), attitude (p = 0.000), parental influence (p = 0.000), peer influence (p = 0.001), cigarette advertising exposure (p = 0.009), psychological factors (p = 0.000), and facilities and infrastructure (p = 0.000). It can be concluded that all of these factors were significantly associated with adolescent smoking behavior. Schools are encouraged to strengthen health education, improve supervision, and actively involve parents in smoking prevention efforts among adolescents.
GAMBARAN FAKTOR RISIKO MORTALITAS PADA PASIEN COVID-19 DENGAN DIABETES MELITUS YANG DIRAWAT INAP DI RSUD RADEN MATTAHER JAMBI Muhammad Dodi Prasetya Surya Purnama JR; Monalisa Monalisa; Nyimas Natasha Ayu Shafira; M. Ridwan; Citra Maharani
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v3i2.12205

Abstract

Pendahuluan: Diabetes Melitus (DM) merupakan komorbid yang secara signifikan meningkatkan risiko mortalitas pada pasien COVID-19. Penelitian ini bertujuan menggambarkan faktor-faktor risiko mortalitas pada pasien COVID-19 dengan DM yang dirawat inap di RSUD Raden Mattaher Jambi tahun 2020–2022.Tujuan: Menggambarkan karakteristik dan faktor risiko yang berhubungan dengan mortalitas (usia, tekanan darah, kadar gula darah, HbA1c, rasio neutrofil-limfosit, kadar D-Dimer, dan derajat keparahan) pasien COVID-19 dengan DM berdasarkan status akhir. Metode Penelitian: Penelitian deskriptif dengan teknik total sampling menggunakan data rekam medis. Sebanyak 104 pasien memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Dari 104 pasien, 74,0% dinyatakan hidup dan 26,0% meninggal. Proporsi kematian tertinggi ditemukan pada kelompok HbA1c <7% (53,8%), NLR ≥6 (51,1%), derajat berat/kritis (48,6%), dan D-Dimer tinggi (31%), sedangkan usia, kadar gula darah, dan tekanan darah tidak menunjukkan perbedaan proporsi kematian yang bermakna. Kesimpulan: NLR tinggi, D-Dimer tinggi, dan derajat keparahan berat/kritis menunjukkan proporsi kematian yang lebih besar pada pasien COVID-19 dengan DM, sedangkan usia, kadar gula darah, dan tekanan darah tidak.