Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Deskripsi Lima Kekuatan Porter Dalam E-commerce Enabler Cloudia, Fabella; Jane, Orpha
JURNAL ADMINISTRASI & MANAJEMEN Vol 15, No 1 (2025): Jurnal Administrasi dan Manajemen
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jam.v15i1.4396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persaingan intensif di industri e-commerce Indonesia, dengan fokus pada Lima Kekuatan Porter dan pendekatan Market-Based View (MBV). Studi ini mengeksplorasi dinamika persaingan di dalam platform e-commerce Business to Business, Business to Consumer, dan Consumer to Consumer seperti Bukalapak, Lazada, Shopee, dan Tokopedia. Secara spesifik, E-commerce enabler, yang menyediakan berbagai layanan pendukung bisnis e-commerce, menjadi subjek utama penelitian karena pertumbuhan signifikan yang didukung oleh pendanaan investor. Melalui analisis Lima Kekuatan Porter, penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi persaingan, seperti kekuatan pemasok dan pembeli, ancaman produk pengganti, serta potensi pendatang baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan e-commerce enabler dapat membantu brand dalam meningkatkan posisi kompetitifnya di pasar dengan strategi pemasaran kreatif, pemantauan pesaing, dan inovasi produk. Kesimpulannya, pemahaman yang mendalam tentang lingkungan kompetitif dan kolaborasi dengan e-commerce enabler penting untuk mempertahankan keunggulan bersaing di industri e-commerce yang dinamis.
Digital Transformation: Digital Maturity, Competitive Strategy, and Sustainable Business Model in Construction Industry. A Literature Review Gilang, Wildan; Jane, Orpha
Dinasti International Journal of Digital Business Management Vol. 6 No. 1 (2024): Dinasti International Journal of Digital Business Management (December 2024 - J
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dijdbm.v6i1.3319

Abstract

In this digital era, the use of digital technologies is a must to implement in any industry, including construction industry. There are many technologies that have been implemented by construction companies in their digital transformation agenda like BIM, Artificial Intelligence, IoT, Big Data & Analytics, 3D printing, etc. Prior to implement those digital technologies, construction company should develop a comprehensive and holistic digital transformation strategy. The purpose of this research is intended to give recommendations in defining the dimension of digital maturity assessment and aspects to be well-thought-out in creating digital strategy. Literature review methodology is applied with reviewing books and journals that discussed the digital maturity assessment and strategy development. In conclusion, the digital transformation strategy development is required the maturity assessment first to understand the current digital transformation. The digital transformation strategy is recommended to consider the impact to the surrounding environment in order to give the value not only for the construction company itself.
Transformasi Digital Dalam Manajemen Keluhan Di Industri Properti Hartono, Ian; Jane, Orpha
Action Research Literate Vol. 9 No. 2 (2025): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v9i2.2812

Abstract

Transformasi digital menjadi faktor penting dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas manajemen keluhan di industri properti. Di tengah perkembangan teknologi digital yang pesat, perusahaan properti dihadapkan pada tantangan dalam memenuhi harapan pelanggan terhadap layanan yang cepat dan berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran transformasi digital dalam manajemen keluhan di industri properti, dengan fokus pada dampaknya terhadap kepuasan pelanggan dan daya saing perusahaan. Metode yang digunakan adalah studi kasus terhadap lima perusahaan properti yang telah mengadopsi teknologi digital dalam manajemen keluhan mereka. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen yang dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi digital seperti sistem manajemen keluhan berbasis cloud dan aplikasi seluler dapat meningkatkan efisiensi penanganan keluhan, mengurangi waktu respons, dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Meskipun demikian, terdapat tantangan dalam implementasi teknologi ini, seperti ketidakfasihan digital di antara karyawan dan pelanggan serta sistem yang belum sepenuhnya terintegrasi. Penelitian ini menyarankan perusahaan properti untuk terus mengembangkan kapabilitas digital, termasuk pelatihan bagi karyawan dan peningkatan sistem yang digunakan. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa transformasi digital dalam manajemen keluhan sangat penting untuk menjaga daya saing dan relevansi perusahaan di era digital.
Strategi Bersaing Ishana Hijab Dalam Memenangkan Persaingan William, Edbert; Jane, Orpha
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 10 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i10.2714

Abstract

Industri fashion hijab di Bandung mengalami persaingan yang semakin ketat dengan berkembangnya tren hijab modern serta meningkatnya jumlah pelaku usaha di sektor ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas strategi diferensiasi yang diterapkan oleh Ishana Hijab dan merumuskan strategi baru yang lebih efektif dalam meningkatkan daya saing perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, yang melibatkan wawancara mendalam, observasi, serta analisis data penjualan perusahaan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi diferensiasi yang diterapkan oleh Ishana Hijab, seperti keunikan dalam desain dan manajemen rantai pasok, belum sepenuhnya mampu meningkatkan penjualan dan mencapai target pasar yang dituju. Analisis lingkungan eksternal menggunakan PESTEL dan Porter 5 Forces mengungkapkan bahwa meskipun industri fashion hijab memiliki peluang besar, tantangan seperti persaingan ketat dan perubahan preferensi konsumen menjadi faktor yang perlu diperhitungkan dalam perumusan strategi baru. Sebagai rekomendasi, penelitian ini menyarankan Ishana Hijab untuk mengadopsi strategi modifikasi yang mencakup peningkatan branding, ekspansi pasar ke luar Bandung, serta diversifikasi produk untuk memenuhi berbagai segmen pelanggan. Dengan strategi yang lebih adaptif, Ishana Hijab diharapkan dapat memperkuat posisinya dalam industri fashion hijab dan mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan. 
Community-based Ecotourism Model for Development UNESCO Global Geopark: A case study of UGG Batur Bali, Ciletuh-Palabuhanratu West Java, and Toba Caldera North Sumatra Jane, Orpha; Pawitan, Gandhi
Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Graduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jitode.2021.009.01.08

Abstract

Geopark or the established UNESCO Global Geopark (UGG), such as Toba Caldera, Batur, or Ciletuh, in fact, will stimulate local economic development, such as through ecotourism, by monetizing the potential of their geo-diversity, bio-diversity, and local culture. It is argued that the ecotourism model that involving the local community has great potential in supporting the success of Geopark's sustainability. This study contributes as the best practice and guidance in managing the current UGG or developing the next UGG. Hence, this study aims to explore and describe the implementation of Geopark management following a community-based ecotourism model. Three cases study were carried out in UGG Batur, Ciletuh, and Toba Caldera.  Some aspects were studied, including key stakeholders and their roles, mapping community involvement, and implementation of the CBE in managing the UGG. Focus group discussions were done with resource persons from five main sectors, namely academics, government, community, entrepreneurs, and the media. The results show that in most cases, the Geopark sites belong to the community or managed by the community, which is considered as a good condition for stimulating the CBE model. Applying the CBE model effectively requires key actors in the community with soft and hard skill competencies. Keywords: Batur Lake Bali, Ciletuh-Palabuhanratu West Java, Community-based ecotourism, Community involvement, Geopark, Toba Caldera North Sumatera.