Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : JMI

PRAKTIK PENDIDIKAN SOSIAL RELIGIUS PADA SEKOLAH KATOLIK MENENGAH ATAS DI KOTA BLITAR Akhmad Shunhaji
Madani Institute : Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan dan Sosial-Budaya Vol. 6 No. 1 (2017): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Studi kebijakan MADANI Instutute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam lembaga  pendidikan juga demikian. Budaya disiplin harus menjadi pengalaman peserta didik selama dia berada pada sekolah tersebut. Peserta didik merupakan subyek penting dalam lingkungan pendidikan yang harus diberikan pengalaman tentang disiplin. Pendidik dan tenaga kependidikan memiliki peran penting sebagai pembimbing dalam memberikan pengalaman kedisiplinan. Walaupun peraturan di sekolah-sekolah Katolik dianggap ketat bukan berarti membuat peserta didik malas atau menuai tanggapan negatif dari para orang tua peserta didik. Bahkan sebaiknya, orang tua peserta didik lebih seneng dengan sekolah Katolik karena sekolah tersebut lebih ketat dan disiplin. Kenyamanan yang dirasakan oleh peserta didik yang berbeda-beda agama dapat ditemukan di sekolah-sekolah Katolik. Mereka merasakan kerukunan kehidupan di sekolah. Antara peserta didik satu dengan yang lain di sekolah saling menghargai. Bahkan, menurut informasi dari peserta didik di atas, di sekolah tempatnya belajar belum pernah ditemukan ada peserta didik yang melakukan tawuran di sekolah atau dengan sekolah yang lain di Blitar. Gambaran kehidupan di sekolah Katolik di Kota Blitar ini, menunjukkan kehidupan sosial umat beragama dalam lingkup sekolah. Kerukunan hidup umat beragama, dalam kompilasi Puslitbang Kehidupan Keagamaan (2009: 7), mengandung tiga unsur penting yaitu Pertama, adanya kesediaan seseorang untuk menerima perbedaan keyakinan yang dimiliki oleh orang atau kelompok lain. Kedua, bersedia membiarkan orang lain untuk mengamalkan ajaran yang diyakini. Ketiga, kemampuan untuk menerima perbedaan selanjutnya menikmati suasana kesahduan yang dirasakan orang lain sewaktu mereka mengamalkan ajaran agamanya.
PENGARUH PENDEKATAN PAIKEM DAN LINGKUNGAN PENDIDIKAN TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK MTS ANNAJAH RUMPIN, BOGOR, JAWA BARAT Akhmad Shunhaji; EE Junaedi Sastradiharja; Mohamad Hasyim
Madani Institute : Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan dan Sosial-Budaya Vol. 9 No. 2 (2020): Madani Institutte | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Studi kebijakan MADANI Instutute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji data-data empirik terkait Pengaruh Pendekatan PAIKEM dan Lingkungan Pendidikan Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik MTs Annajah Rumpin, Bogor, Jawa barat secara terpisah maupun simultan. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode survei dengan pendekatan korelasional dan regresional terhadap data-data kuantitatif yang diperoleh dari objek penelitian yaitu Peserta Didik MTs Annajah Rumpin, Bogor. Sampel penelitian ini adalah sebanyak 78 responden dari 108 populasi Peserta Didik MTs Annajah Rumpin, Bogor, Jawa barat tahun pelajaran 2018-2019. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik angket/kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Jenis analisi yang digunakan adalah analisa korelasi dan regresi yang dijabarkan secara deskriptif dengan menggunakan sofwer pengolah data statistik SPSS ver.20. Hasil dari penelitian ini adalah : Pertama, Terdapat pengaruh positif dan signifikan Pendekatan PAIKEM terhadap motivasi belajar siswa dengan kekuatan pengaruh atau koefisien korelasi (ry1) sebesar 0,307 dan besarnya pengaruh atau koefisien determanasi (R2) =9,4%. Adapun arah persamaan regresi Ŷ = 92.447+ 0,301 X1, yang berarti bahwa setiap peningkatan satu unit skor PAIKEM akan mempengaruhi peningkatan skor motivasi belajar siswa sebesar 0,301.Kedua, Terdapat pengaruh positif dan signifikan lingkungan pendidikan terhadap motivasi belajar siswa dengan kekuatan pengaruh atau koefisien korelasi (ry1) sebesar 0,429 dengan besarnya pengaruh atau koefisien determinasi (R2) =18,4%. Adapun arah persamaan regresi Ŷ= 81.039+ 0,433 X2 yang berarti bahwa setiap peningkatan satu unit skor lingkungan pendidikan akan mempengaruhi peningkatan skor motivasi belajar siswa sebesar 0,433.Ketiga, Terdapat pengaruh positif dan signifikan PAIKEM, dan Lingkungan pendidikan secara bersama-sama atau simultan terhadap Motivasi belajar siswa dengan kekuatan pengaruh atau koefisien korelasi (ry123) sebesar 0.307 dan besarnya pengaruh atau koefisien determinasi (R2) = 20,1%. Adapun arah persamaan regresi Ŷ = 70.863+ 0, 368 X1+ 0, 144X2, yang berarti bahwa setiap peningkatan satu unit skor PAIKEM dan lingkungan pendidikan secara bersama-sama atau simultan akan mempengaruhi peningkatan skor motivasi belajar siswa sebesar 0,512 poin
MANAJEMEN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN AL-QUR’AN DI SDIT BUAHATI ISLAMIC SCHOOL 2 JAKARTA TIMUR Akhmad Shunhaji; Nurlia Aliyah
Madani Institute : Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan dan Sosial-Budaya Vol. 10 No. 1 (2021): Madani Institutte | Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan, sosial dan Bud
Publisher : Lembaga Penelitian dan Studi kebijakan MADANI Instutute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53976/jmi.v10i1.229

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan manajemen penjaminan mutu pendidikan Al-Qur’an di SDIT Buahati Islamic School 2. Manajemen penjaminan mutu pendidikan yang diterapkan di SDIT Buahati Islamic School 2 menunjukkan adanya tiga langkah dalam menentukan mutu. Pertama adanya perencanaan mutu pembelajaran Al-Qur’an dengan menentukan tujuan, standar, dan target pembelajaran Al-Qur’an. Kedua, pengendalian mutu yaitu mengidentifikasi masalah-masalah, kemudian dilakukan perbaikan secara berkelanjutan. Ketiga, peningkatan mutu yaitu dengan dibentuknya sumber daya dan kegiatan yang mendukung proyek mutu dan mempertahankannya. Penelitian ini menunjukkan adanya penerapan teori yang digunakan oleh Joseph M. Juran dengan triloginya pertama, perencanaan mutu yaitu menentukan mutu berdasarkan harapan pelanggan. Perencanaan mutu melibatkan pelanggan dari data yang dikumpulkan. Kedua, pengendalian kualitas yaitu membandingkan output sekolah, apakah telah sesuai dengan harapan pelanggan atau belum. Jika ditemukan kekurangan maka dilakukan perbaikan. Ketiga, peningkatan mutu yaitu mempertahankan mekanisme yang sudah mapan, melakukan perbaikan, memberikan pelatihan, dan menemukan pemecahan masalah dalam mencapai target. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskripsi. Metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, dan observasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI QUR'ANI Darwis Hude; Akhmad Shunhaji; Mansur
Madani Institute : Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan dan Sosial-Budaya Vol. 11 No. 1 (2022): Madani Institutte | Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan, sosial dan Bud
Publisher : Lembaga Penelitian dan Studi kebijakan MADANI Instutute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53976/jmi.v11i1.259

Abstract

This study aims to determine inquiry-based learning in the Qur'an, as well as its implications in the development of learning. Inquiry-based learning is one of the student-centered learning strategies influenced by the constructivism philosophy, which aims to produce competency standards for graduates who are able to think critically, creatively, communicatively, and collaboratively, as a form of life skills that enable individuals to deal effectively with the demands and challenges of everyday life. In general, inquiry-based learning cues can be found in the Qur'an in inquisitive verses that begin with adawât al-istifhâm, either in the form of harf al-istifhâm (particle of interrogation) or in the form of ism al-istifhâm (interrogative noun). And in particular, it can be found in a series of verses of the Qur'an in Surah al-Thur/52: 29-43. which explains the invitation to think by combining empiricism and rationalism, or the scientific method. This invitation is addressed to the Meccan polytheists who accuse (hypothesize) the Prophet Muhammad as a shaman, madman, poet, author of the Qur'an. Inquiry-based learning cues can also be found in a series of verses in Surah al-Anbiya'/21: 51-67, which tells about the method used by the prophet Ibrahim a.s in teaching monotheism to his people. As well as in the series of verses of the Qur'an in Surah al-An'am/6: 75-79, which describes the investigation of the prophet Ibrahim a.s into the nature of God
PENANAMAN SIKAP SPIRITUAL DAN SIKAP SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN SAINTIFIK MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI PENDEKATAN AMTSAL Siskandar Siskandar; Akhmad Shunhaji; Faozan Sodik
Madani Institute : Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan dan Sosial-Budaya Vol. 11 No. 2 (2022): Madani Institutte | Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan, sosial dan Bud
Publisher : Lembaga Penelitian dan Studi kebijakan MADANI Instutute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penanaman sikap spiritual dan sikap sosial dalam pembelajaran saintifik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui pendekatan amtsal. Penelitian ini berpegang pada dua teori: Pertama, pembelajaran harus berimplikasi pada terjadinya perubahan tingkah laku positif peserta didik sebagai hasil dari interaksi, bimbingan dan pengalaman selama proses pembelajaran. Proses pembelajaran melalui pengalaman dan pengetahuan diperoleh melalui penginderaan yang masuk ke dalam memori dan tersusun dalam bentuk struktur kognitif. Kedua, perubahan tingkah laku memerlukan dorongan dan motivasi dari baik dalam diri peserta didik atau dari luar dirinya. Berdasarkan dua teori tersebut, penelitian dengan pendekatan amtsal dalam pembelajaran saintifik ini diharapkan memotivasi dan menstimulasi peserta didik dalam mengembangkan kompetensi sikap spiritual dan sosial. Penelitian dengan memadukan dua pendekatan ini belum banyak diangkat sehingga penulis melihat tema tersebut sangat orisinil dan relevan. penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif tematik dengan metode studi pustaka melalui pendekatan grounded theory methodology, yaitu suatu metodologi umum untuk mengembangkan teori penelitian kualitatif yang dilakukan secara sistematis berdasarkan data yang dikumpulkan tentang suatu fenomena yang menjadi fokus penelitian. Data-data diperoleh dengan cara menggali sumber pustaka berupa buku, jurnal dan sejenisnya yang membahas tema terkait. Hasil penelitian ini adalah bahwa pembelajaran saintifik pada mata pelajaran PAI sangat tepat dipadukan dengan pendekatan amtsal terutama untuk memudahkan peserta didik dalam memahami materi-materi PAI yang bersifat abstrak. Penelitian ini menyimpulkan ada tiga manfaat pendekatan amtsal khususnya dalam pembelajaran saintifik yaitu: 1) dapat menjadi media pembelajaran yang menarik dan kongkrit, 2) sesuai usia peserta didik, dan 3) melibatkan peserta didik secara aktif. Kesimpulan ini sekaligus mendukung teori pembelajaran saintifik yang bertujuan selain untuk meningkatkan nalar intelektual dan kemampuan memecahkan masalah secara mandiri, tetapi juga untuk membentuk karakter-karakter mulia sebagai hasil dari pengembangan sikap spiritual dan sosialnya