Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP PERAN ADVOKASI BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA KELUARGA MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI PADANG Desi Wulandari; Junaidi Indrawadi; Suryanef Suryanef; Irwan Irwan
Jurnal Ideologi dan Konstitusi PKP UNP Vol 1 No 2 (2021): Jikons
Publisher : Pusat Kajian Pancasila Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini ingin mengungkapkan persepsi mahasiswa terhadap peran advokasi BEM KM UNP Periode 2019-2020. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif didukung dengan pendekatan kualitatif untuk mengungkapkan argumentasi responden terhadap peran advokasi BEM KM UNP Periode 2019-2020. Teknik pengumpulan data adalah penyebaran angket yang memuat pernyataan tertutup dan terbuka melalui google form. Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif UNP Tahun Ajaran 2021 jenjang pendidikan D3, D4 dan S1. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster sampling. Jumlah sampel dihitung dengan menggunakan rumus slovin sehingga memperoleh jumlah sampel sebanyak 397 responden. Uji validitas dan reliabilitas menggunakan aplikasi SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap peran advokasi BEM KM UNP Periode 2019-2020 berada pada kategori kurang baik. Responden mengatakan bahwa masalah yang diaudiensikan hanya berfokus pada masalah UKT, cukup mampu mempengaruhi kebijakan kampus mengenai UKT, namun kurang maksimal dalam mengadakan pertemuan rutin untuk mengkaji berbagai permasalahan yang terjadi di kalangan mahasiswa.
LIMPAPEH RUMAH NAN GADANG IN FILTER PRINT TECHNIQUE GRAPHIC ARTS Mella Widia Astuti; Irwan Irwan
Serupa The Journal of Art Education Vol 12, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/stjae.v12i4.123058

Abstract

The creation of this final work aims to visualize the philosophy of rumah nan gadang as a depiction of the daily life of Minangkabau women in ancient times into a work of filter-printed (serigraphy) graphic art. The work displays the characteristics of the daily life of women in Minangkabau who are used as the main characters as role models in a community. The author succeeded in realizing this idea into 10 works with the titles: "Manampih Bareh", "Manumbuk Padi di Lumbung", "Mauleh Banang", "Manyuci in Luak", "Mangasuah", "Mambatiak", "Manganyam Katupek", "Manjadi Tuntunan”, “Manenun”, “Kendali Dapua”
Lasuang Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Ukir Kayu M iqbal falah; irwan irwan
Serupa The Journal of Art Education Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/stjae.v13i1.125783

Abstract

Penciptaan karya akhir ini bertujuan untuk mengenalkan kembali bentuk lasuang sebagai alat panen tradisional pada masa lalu dengan fungsi yang berbeda dengan penerapan motif ukir Minangkabau dalam penciptaan karya seni ukir meja kayu. Metode yang diterapkan dalam pembuuatan karya akhir ini melalui beberapa tahapan yaitu: (1). Tahap Persiapan, (2). Tahap Elaborasi, (3). Tahap Sintesis, (4). Tahap Realisasi Konsep, dan (5). Tahap penyelesaian. Hasil dari pembahasan merupakan hasil dari pengamatan dan pengalaman penulis terutama dalam perkembangan lasuang di Sumatera Barat dan bidang seni ukir kayu dengan menerapkan motif ukiran Minangkabau seperti Saik Ajik Babungo, Kaluak Paku, Ula Gerang 1, Babungo Taratai Dalam Aia, Siriah Naiak 1, Siriah Naiak 2, dan Bungo Anau. Yang kemudian penulis visualisasikan ke dalam sebuah karya meja ukir kayu. Dalam perwujudan karya disini penulis mengambil bentuk lasuang sebagai penumbuk biji-bijian menjadi meja ukir kayu yang lebih berguna pada masa kini dan mengenalkan kembali bentuk lasuang dengan fungsi yang berbeda. Dengan melalui proses yang panjang dalam pencarian ide, pengalaman, pemikiran, sampai dengan pengamatan terwujudlah tujuh karya yang berjudul: (1) Meja Tamu Lasuang Saik Ajik Babungo; (2) Meja Tamu Lasuang Kaluak Paku;(3) Meja Tamu Lasuang Ula Gerang 1; (4) Meja Tamu Lasuang Babungo Taratai Dalam Aia; (5) Meja Sudut Lasuang Siriah Naiak 1; (6) Meja Sudut Lasuang Siriah Naiak 2; dan (7) Meja Sudut Lasuang Bungo AnauKata Kunci: Lasuang, Ukir Kayu, Motif Minangkabau
Eksistensi tradisi baronde sebagai kearifan lokal di era modernisasi Ibnu Umar; Irwan Irwan; Hasrul Hasrul; Cici Nur Azizah
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 6 No. 1 (2026): Fifteenth Edition
Publisher : Departemen Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Hukum Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v6i1.952

Abstract

The development of modernization has brought significant changes to people's lives and impacted cultural traditions. Many regional traditions have experienced shifts in implementation and even disappeared due to modernization. This study aims to examine the existence of the baronde tradition and the factors that have contributed to its persistence over time. In processing the data, this study employed a qualitative methodology with an ethnographic approach. Data were obtained through observation, interviews, and documentation, involving village officials, traditional leaders, and the local community as informants. The results indicate that the baronde tradition is still practiced by the community, although with some adjustments. This tradition embodies the values ​​of togetherness, mutual cooperation, and an expression of gratitude for God's blessings in agricultural activities. The continuity of the baronde tradition is influenced by the community's cultural experiences, which recognize the benefits of tradition, and also by the cultural understanding passed down through formal and informal education.
Teacher Engagement in Education for Sustainability: Integrating Anti-Corruption Values into Learning in Remote Areas Monica Tiara; Irwan Irwan; Relly Anjar Vinata Wisnu Saputra; Muhammad Faisal
Journal of Moral and Civic Education Vol 10 No 1 (2026): Journal of Moral and Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/88514121012026978

Abstract

Corruption remains a major obstacle to sustainable development, highlighting the importance of educational approaches that cultivate integrity from an early age. Although anti-corruption education has been integrated into the Indonesian school curriculum, its implementation remains inconsistent, particularly in remote schools facing geographical constraints and limited educational resources. This study explores how teacher engagement supports the integration of anti-corruption values into classroom learning within the framework of Education for Sustainability. A qualitative multiple-case study was conducted in three public junior secondary schools in remote areas of West Sumatra, Indonesia. Data were collected through in-depth interviews with school principals and teachers, classroom observations, and reflective group discussions with students, and analyzed using thematic analysis. The findings identified four interconnected dimensions of teacher engagement: teachers' conceptual readiness, structural and institutional conditions, contextual pedagogical strategies, and student integrity development. Based on these findings, the study proposes a Teacher Engagement Framework for Sustainable Integrity Development, demonstrating that teacher engagement functions as the key pedagogical mechanism linking anti-corruption education with Education for Sustainability. The framework provides both a conceptual contribution to the literature and practical implications for strengthening teacher professional development and integrity education in remote schools.
Pengaruh Konten Stand-Up Comedy Bertema Politik di Media Sosial Terhadap Perilaku Politik Generasi Z (Studi Pada Mahasiswa Prodi PPKn FIS UNP) Nur Rezki; Irwan Irwan; Hasrul Hasrul; Eni Kurniawati
Journal of Civic Education Vol 9 No 2 (2026): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jce.v9i2.1257

Abstract

Tingginya intensitas penggunaan media sosial oleh generasi Z tidak selalu diiringi dengan meningkatnya kesadaran terhadap informasi ataupun isu politik. Sebagian besar generasi z di indonesia cenderung lebih tertarik pada konten hiburan dibandingkan dengan hard news, termasuk isu politik. Munculnya konten stand-up comedy bertema politik di media sosial hadir sebagai alternatif penyampaian isu politik maupun informasi politik yang santai namun kritis, serta berpontensi membentuk pemahaman dan opini politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konten stand-up comedy bertema politik di media sosial terhadap perilaku politik mahasiswa PPkn FIS UNP sebagai bagian dari generasi Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner secara daring. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear sederhana dan uji Hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara konten stand-up comedy bertema politik di media sosial terhadap perilaku politik mahasiswa PPKn FIS UNP. Hal ini dibuktikan melalui uji signifikansi dengan nilai Sig. Hasil sig sebesar 0.001yang lebih kecil dari α = 0.05 (0.001 < 0.05). Dengan demikian, konten stand-up comedy bertema politik di media sosial terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku politik. Berdasarkan tiga aspek perilaku politik kognitif, afektif dan konatif, konatif pada penelitian ini didapatkan perilaku politik kognitif menunjukkan bahwa sebanyak 40 responden (75%) mengakui bahwa setelah menonton konten stand-up comedy bertema politik, mereka memperoleh pemahaman baru mengenai berbagai informasi dan isu politik yang disampaikan. Pada aspek afektif atau sikap, hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 33 responden (62,3%) berada pada kategori tinggi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa konten stand-up comedy bertema politik di media sosial mampu memengaruhi sikap politik mahasiswa. Pada aspek konatif atau tindakan, hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori tinggi mendominasi dengan jumlah 25 responden (47%), diikuti oleh kategori sedang sebanyak 22 responden (42%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa konten stand-up comedy bertema politik di media sosial tidak hanya memengaruhi aspek pengetahuan dan sikap mahasiswa, tetapi juga mendorong munculnya tindakan yang berkaitan dengan perilaku politik.
Assistance in Implementing an Anti-Corruption School Culture to Realize an Integrity Zone at SMKN 1 Baso Monica Tiara; Irwan Irwan; Rifma Rifma
Jurnal Dedikasia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/dedikasia.v5i2.10437

Abstract

The mentoring initiative for the Implementation of the Anti-Corruption Culture School at SMKN 1 Baso represents a strategic intervention aimed at strengthening the integrity zone within the educational environment. The program holds substantial urgency, functioning as an early preventive effort against potential corruption by embedding integrity values across all levels of the school community. The initiative was conducted in collaboration with the Association of Vocational School Principals (MKKS) of Agam Regency, with SMKN 1 Baso designated as the pilot institution. The mentoring activities encompassed enhancing anti-corruption literacy among teachers, education personnel, and students; facilitating the development of institutional policies and anti-corruption standard operating procedures (SOPs); and reinforcing an integrity-driven learning ecosystem. The program was carried out over an eight-month period using a Participatory Action Research framework, progressing through seven structured stages including socialization, capacity-building workshops, implementation assistance, and the establishment of supporting integrity infrastructures. The results indicate that the school successfully formulated and enacted anti-corruption SOPs, produced student-led integrity projects, established a ZI Corner and an Integrity Tree, and strengthened collective commitment toward transparency and accountability. These outcomes suggest a measurable increase in integrity awareness and the gradual institutionalization of integrity practices as part of the school’s cultural identity.
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS Nadya Deriska Dwi Putri; Elita Zusti Jamaan; Ahmad Fauzan; Irwan Irwan
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 4 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v14i4.11986

Abstract

Literasi matematis adalah kemampuan yang esensial bagi generasi saat ini dan mendatang. Namun, berdasarkan PISA 2018, PISA 2022, dan hasil observasi di SMAN 1 Padang dan SMAN 10 Padang, kemampuan literasi matematis peserta didik masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berupa e-modul berbasis Problem Based Learning, dengan harapan dapat meningkatkan kemampuan literasi matematis peserta didik kelas XI SMA. Hasil penilaian awal dan literatur menunjukkan bahwa tingkat literasi matematis peserta didik masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengalaman dengan pemecahan masalah berbasis literasi serta ketiadaan bahan ajar yang sesuai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan dengan Model Plomp yang meliputi tiga fase: penelitian pendahuluan, pengembangan atau pembuatan prototipe, dan tahap evaluasi. Kualitas produk yang dikembangkan dievaluasi berdasarkan kriteria yang diusulkan oleh Nieveen, yaitu kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan berbagai instrumen yang meliputi lembar validasi, angket, lembar observasi, pedoman wawancara, dan tes. Berdasarkan penilaian para ahli, e-modul berbasis Problem Based Learning memenuhi kategori sangat valid. Aspek kepraktisan mencapai kategori sangat praktis ditinjau dari observasi keterlaksanaan e-modul berbasis Problem Based Learning, angket respon peserta didik, dan angket respon pendidik. Selanjutnya efektifitas e-modul berbasis Problem Based Learning dalam meningkatkan kemampuan literasi matematis mencapai kriteria sangat efektif, yang ditunjukkan dari hasil tes literasi matematis dengan rata-rata pencapaian indikator di atas 60% dan tingkat ketuntasan belajar peserta didik lebih dari 70% pada tahap field test. Implikasinya, e-modul berbasis PBL efektif mendukung literasi matematis dan layak diterapkan lebih luas di sekolah menengah.
Dilema keberadaan pedagang kaki lima di bantaran Sungai Muaro Panjalinan Reva Putri Hermanita; Irwan Irwan; Isnarmi Moeis; Susi Fitria Dewi
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 6 No. 1 (2026): Fifteenth Edition
Publisher : Departemen Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Hukum Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v6i1.942

Abstract

The presence of street vendors on the banks of the Muaro Panjalinan River in Padang City creates a dilemma between the economic needs of small communities and the ecological function of the riverbank area, as well as the enforcement of spatial planning policies. This study aims to analyze the actual conditions of street vendor placement from a spatial, legal, and social interaction perspective. It also examines the dilemmas that arise in environmental, social, and economic dimensions. The study employed a qualitative approach with a case study method. Data were obtained through observation, in-depth interviews, and documentation studies with street vendors, local residents, community leaders, the Public Order Agency (Satpol PP), and the River Basin Office (BWS). The results indicate that street vendor placement developed spontaneously without spatial planning and exists under conditions of uncertain legality. This activity has resulted in a decline in the quality of the riverbank environment and increased ecological risks, giving rise to conflicts over the use of space and changing patterns of social interaction. However, it also serves as a primary source of livelihood for the vendors. These findings demonstrate an imbalance in the management of public space and the need for more integrative and equitable planning policies.
Benda Pusako Minangkabau sebagai Ide Penciptaan Lampu Hias dengan Teknik Ukir dan Kolase Jiffi Machlan; Irwan Irwan
Abstrak : Jurnal Kajian Ilmu seni, Media dan Desain Vol. 1 No. 1 (2024): Januari : Abstrak : Jurnal Kajian Ilmu seni, Media dan Desain
Publisher : Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/abstrak.v1i4.264

Abstract

The aim of making this work is to visualize the application of Minangkabau pusako objects such as kurambik, keris, talempong, tingkuluak tanduak, tambua, carano, traditional clothing and other cultural tools into decorative objects, namely decorative lamps using carving and collage techniques. The creation method used in this final work is the exploration, design and embodiment stages to visualize Minangkabau pusako objects into decorative lamp works. Based on this method, works are created in the form of decorative lamps in various forms of Minangkabau pusako objects as objects, which are made using collage techniques. The author created seven works entitled (1) male kurambik decorative lamp (2) kurambik batano decorative lamp; (3) Carano decorative lamps with Ati Ati motifs; (4) Carano Kipeh Cino decorative lamps; (5) tingkuluak tanduak decorative lights; (6) Kapalo Buffalo Kaluak Paku decorative lights; (7) buffalo head decorative lamp.