Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Journal JCONES

Karakterisasi profil serangan pada jaringan dengan melakukan pemodelan terhadap lalu lintas data Andinata, Phompi; Jusak, Jusak; Kusumawati, Weny Indah
Journal of Control and Network Systems Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Journal of Control and Network Systems

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

: Network security became one of principal subtance in the world of information technology that alway experiencing developments. The rate of internet crime or cyber crime tended to increase as offered by publicist Kominfo Gatot S Dewa Broto throughout the year of 2012 in indonesia recorded an average of 1.25 million times per day. Genearlly hackers using a bias attack pattern know as DdoS (Distributed Denial of Service). The occurence of a DdoS attack is generally be preceded by pre-attack using media traffic data network. This step is to find security gaps bu using several techniques like port scanning ACK Scan, FIN Scan, SYN Scan or Scan tool by using a Port Scanner.To understand the statistical characteristics and pattern of some ACK Scan attacks, FIN Scan, SYN Scan and Port Scanner, in this project we do analysing and modeling of multiple attack in LAN and WAN networksResult of the analysis showed that the normal data traffic and data traffic that contains ACK Scan, FIN Scan, SYN Scan and Port Scanner in two netwok model (A) and (B) is lognormal with a comparison of Mean Square Error and the smallest value test of Anderson Darling compared to Gamma distribution and Weibull distribution
RANCANG BANGUN PERANGKAT PENDETEKSI ASAP ROKOK DENGAN KOMBINANSI SENSOR GAS MQ 2 DAN TGS 2600 Wiyono, Reynaldi Arfian Agus; Jusak, Jusak; Kusumawati, Weny Indah
Journal of Control and Network Systems (JCONES) Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Journal of Control and Network Systems (JCONES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada rokok bila diteliti lebih dalam rokok sebenarnya tidak baik untuk kesehatan manusia bahkan sangat berbahaya mulai dari anak-anak, remaja dan orang dewasa. Sehingga dapat membahayakan bagi perokok dan orang disekitar yang menghirup asap rokok(perokok pasif). Perokok pasif memiliki resiko yang tinggi bagi kesehatannya dari para perokok aktif.Untuk itu dibutuhkan suatu sistem yang dapat mendeteksi asap rokok pada ruangan bebas asap rokok dengan menggunakan sensor gas MQ 2 dan TGS 2600, Sistem tersebut akan mengirimkan pemberitahuan kepada security atau bagian yang berwenang, dengan membunyikan buzzer apabila terdeteksi asap rokok dengan menggunakan pengiriman secara wireless. Pendeteksian asap rokok dilakukan ketika data di dalam sensor melebihi threshold alat transmitter akan mengirimkan data yang akan diterima pada alat receiver. Data yang berupa output analog akan di baca oleh readADC() dan konversi ke satuan gas (PPM). Ketika nilai output analog melebihi nilai threshold, ESP akan bekerja mengirimkan data. Apabila nilai data tidak melebihi nilai threshold, maka ESP akan terus standby. Sistem dapat mendeteksi asap rokok. Sistem dapat mendeteksi  dan membedakan asap rokok dan bukan asap rokok dengan nilai threshold yang ditentukan. Nilai tisu, kertas, dan plastik berada dibawah nilai 32 PPM untuk TGS 2600 dan dibawah 3000 PPM untuk MQ 2. Sehingga pada pengujian ini ditentukan nilai threshold untuk TGS 2600 sebesar lebih dari 33 PPM dan untuk MQ 2 sebesar lebih dari 3000 PPM untuk menunjukan adanya asap rokok. Ketika asap melewati nilai threshold lebih dari 33 PPM untuk sensor gas TGS 2600 dan nilai threshold lebih dari 3000 PPM untuk sensor gas MQ 2, maka akan mengirimkan informasi atau alert bahwa terdeteksi asap rokok, ESP 8266 client akan mengirimkan data ke ESP 8266 access point. Sehingga alat pada receiver akan menyalakan indicator LED dan membunyikan buzzer..Kata Kunci : Deteksi Rokok, Sensor Gas MQ2 dan TGS2600, Wireless
ANALISIS MANAJEMEN BANDWIDTH BERBASIS MIKROTIK DENGAN METODE MANGLE DAN METODE SIMPLE QUEUE Dewanto, Arief Rizki; Kusumawati, Weny Indah; Pratikno, Heri
Journal of Control and Network Systems (JCONES) Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Journal of Control and Network Systems (JCONES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi dalam dunia industri saat ini sudah berkembang dengan pesat, terutama dalam penggunaan berbagai macam peralatan jaringan. Penggunaan peralatan jaringan tersebut digunakan untuk memudahkan semua pekerjaan manusia dan mengoptimalkan waktu agar hasil pekerjaan yang didapat sesuai dengan yang direncanakan.Pada dasarnya, suatu jaringan terdiri dari beberapa komputer yang terhubung satu dengan yang lainnya. Dalam proses pengiriman data dari komputer satu ke komputer lain membutuhkan suatu bandwidth. Bandwidth merepresentasikan kapasitas dari suatu koneksi. Semakin besar koneksinya, semakin besar pula performa yang didapatkan. Bandwidth yang tidak dikontrol menyebabkan kinerja jaringan menurun.Analisis manajemen bandwidth ini akan menerapkan Metode Mangle & Metode Simple Queue karena metode ini dapat melakukan packet marking, yaitu dapat mengatur bandwidth berdasarkan packet data. Penerapan Metode Mangle & Metode Simple Queue pada manajemen bandwidth ini nantinya dapat menata bandwidth agar penggunaan jaringan bisa lebih efektif dan efisien.Berdasarkan hasil analisis, untuk HTTP didapatkan pada bandwidth 256 kbps menghasilkan throughput sebesar 1,68 Mbps, packet loss sebesar 13,73 % dan delay sebesar 0,0009 s. Bandwidth 512 kbps menghasilkan throughput sebesar 1,65 Mbps, packet loss sebesar 11,17 % dan delay sebesar 0,0009 s. Bandwidth 1 Mbps menghasilkan throughput sebesar 3,65 Mbps, packet loss sebesar 2,18 % dan delay sebesar 0,0004 s.Untuk Video Streaming didapatkan pada bandwidth 256 kbps menghasilkan throughput sebesar 0,104 Mbps, packet loss sebesar 2,77 % dan delay sebesar 0,0122 s. Bandwidth 512 kbps menghasilkan throughput sebesar 0,104 Mbps, packet loss sebesar 2,57 % dan delay sebesar 0,0123 s. Bandwidth 1 Mbps menghasilkan throughput sebesar 0,102 Mbps, packet loss sebesar 2,66 % dan delay sebesar 0,0124 s.Untuk Game didapatkan pada bandwidth 256 kbps menghasilkan throughput sebesar 0,001109 Mbps dan delay sebesar 0,0619 s. Bandwidth 512 kbps menghasilkan throughput sebesar 0,001136 Mbps dan delay sebesar 0,0616 s. Bandwidth 1 Mbps menghasilkan throughput sebesar 0,001111 Mbps dan delay sebesar 0,0614 s.
ANALISIS PERBANDINGAN MAGNET NEODYMIUM DAN MAGNET FERRITE UNTUK PENERAPAN GENERATOR Jaya, Toni Setiawan; Kusumawati, Weny Indah; Puspasari, Ira
Journal of Control and Network Systems (JCONES) Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Journal of Control and Network Systems (JCONES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini, kebutuhan akan sumber energi listrik khususnya pada Indonesia semakin hari terus meningkat. Kondisi kelistrikan awal Maret 2015, total sistem kelistrikan di Indonesia terdapat 22 sistem. Pemerintah sedang mengupayakan penambahan kapasitas listrik sebesar 7.000 MW per tahun 35.000 MW dalam 5 tahun.Dinamo atau generator merupakan alat yang digunakan untuk menghasilkan energi listrik dari energi gerak yang diputar, dinamo juga dapat digunakan sebaliknya. Generator (dinamo) merupakan alat yang prinsip kerjanya berdasarkan induksi elektromagnetik. Dinamo pada saat ini masih menggunakan magnet Ferite yaitu, magnet lemah yang berwarna hitam. Penulis mempunyai dugaan bahwa magnet hitam yang diganti dengan magnet Neodymium dapat meningkatkan keluaran tegangan dan arus listrik yang dihasilkan oleh generator.Dari hasil penggantian magnet Ferrite dengan magnet Neodymium pada dinamo dapat menghasilkan tegangan dan arus listrik yang lebih kuat. Apabila menggunakan magnet Ferrite dihasilkan tegangan sebesar 1,137 Volt dengan arus listrik sebesar 0,000131 A dan pada magnet Neodymium dihasilkan tegangan sebesar 1,739 Volt dengan arus listrik sebesar 0,000529 A. Jadi, peningkatan tegangan dari penggantian magnet Ferrite dengan magnet Neodymium mengalami peningkatan tegangan sebesar 0,529 kali, atau setara dengan 53% dan peningkatan arus listrik sebesar 3,0381 kali, atau setara dengan 303%.Kata Kunci: Magnet, Neodymium, Ferrite, AC, Dinamo. 
IMPLEMENTASI METODE ALPHA-BETA PRUNING PADA PERMAINAN TIC TAC TOE DENGAN VISUALISASI SIMPLE DIRECTMEDIA LAYER Christianto, Edo Dwi; Kusumawati, Weny Indah; Susanto, Pauladie
Journal of Control and Network Systems (JCONES) Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Journal of Control and Network Systems (JCONES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

            Permainan Tic Tac Toe adalah permainan sederhana antara dua pemain yang secara bergiliran menandai ruang dalam kotak berukuran 3 x 3. Pemain yang pertama berhasil menandai tiga kotak berurutan secara horisontal, vertikal, maupun diagonal akan memenangkan permainan. Kecerdasan buatan pun telah banyak dikembangkan untuk permainan ini seperti Minimax, Negamax, Negascout, Alpha-Beta Pruning, dan lain sebagainya.            Pada pengerjaan Tugas Akhir ini, implementasi metode Alpha-Beta Pruning dilakukan untuk memberi kecerdasan kepada komputer sebagai lawan main. Alpha-Beta Pruning merupakan penyempurnaan dari algoritma Minimax. Alpha-Beta Pruning akan mengefisienkan pencarian pada Minimax. Pustaka SDL (Simple DirectMedia Layer) digunakan sebagai antarmuka aplikasi.            Berdasarkan hasil implementasi yang telah dilakukan didapatkan bahwa untuk manusia melangkah pertama dan tingkat kesulitan easy, persentasi kemenangan pemain manusia sebesar 100%, untuk tingkat kesulitan medium sebesar 30%, dan untuk tingkat kesulitan hard sebesar 0%. Untuk komputer melangkah pertama dan tingkat kesulitan easy, persentasi kemenangan pemain manusia sebesar 100%, untuk tingkat kesulitan medium sebesar 0% dan untuk tingkat kesulitan hard sebesar 0%. Kata Kunci : Tic Tac Toe, Artificial Intelligence, Alpha-Beta Pruning, Simple DirectMedia Layer