Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Team Quiz untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas XI 5 SMAN 8 Denpasar pada Materi Proklamasi Kemerdekaan Sri Datuti; Rulianto Rulianto; Yohanes Umbu Lede
MASALIQ Vol 5 No 6 (2025): MASALIQ: Jurnal Pendidikan dan Sains
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/masaliq.v5i6.7880

Abstract

Numerous studies have demonstrated the effectiveness of cooperative learning models in enhancing academic achievement; however, research specifically addressing the application of the Cooperative Team Quiz (CTQ) model in high school history instruction remains relatively limited. This study aims to implement and evaluate the effectiveness of the CTQ model in improving student learning outcomes on the topic of the Proclamation of Independence. A quantitative approach was employed using a two-cycle Classroom Action Research (CAR) design. The study involved 46 eleventh-grade students (Class XI-5) from SMAN 8 Denpasar, selected through total sampling. Data were collected through learning outcome tests, student activity observations, and documentation, and analyzed using descriptive quantitative methods. The findings indicate a significant improvement in learning outcomes, with the average score increasing from 73.09 in the pre-cycle to 77.63 in Cycle I and 80.63 in Cycle II. The percentage of students achieving mastery rose from 43.48% in the pre-cycle to 80.43% in Cycle II. These results suggest that the implementation of the CTQ model effectively enhances students' active participation, strengthens group collaboration, and fosters motivation and engagement in history learning. The study concludes that the CTQ model offers a viable, innovative instructional strategy to improve both the process and outcomes of history education. The findings imply that teachers are encouraged to adopt this model as a pedagogical approach aligned with the demands of 21st-century learning. Further research is recommended to examine the model’s effectiveness across different subjects and educational levels to broaden the generalizability of the results.
PELATIHAN PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS XI SMA HKY WEEKOMBAKA Kanisius Kami; Yohanes Umbu Lede; Konradus Doni Kelen; Selviana Bora; Petronela Saingo
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 5 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i5.2172-2180

Abstract

Kegiatan pelatihan peningkatan keterampilan berbicara siswa kelas XI SMA HKY Weekombaka dilaksanakan atas dasar adanya realitas yang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa kelas XI masih mengalami kesulitan dalam menyampaikan gagasan secara runtut dan meyakinkan. Siswa kurang percaya diri saat berbicara di depan kelas, terbatas dalam penguasaan kosakata, serta cenderung pasif ketika menyampaikan pendapat. Kondisi ini menunjukkan bahwa keterampilan berbicara siswa masih perlu ditingkatkan melalui pembinaan yang terarah dan sistematis. Siswa masih menghadapi kesulitan ketika berbicara di depan umum, dan kesulitan tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kurangnya pengalaman, ketidakpercayaan pada kemampuan diri, dan tidak adanya keterampilan komunikasi yang efektif. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat, memperluas penguasaan kosakata, serta menumbuhkan sikap positif terhadap kegiatan berbicara. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kompetensi berbahasa siswa, tetapi juga mendukung pengembangan karakter percaya diri, kritis, dan komunikatif sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian terdiri dari: (1) pemaparan materi; (2) demonstrasi; (3) Latihan terbimbing; (4) simulasi; (5) Diskusi dan refleksi. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan anak dalam bericara dan mengungkapkan pendapat di forum. Anak-anak semakin terampil berbicara, berani tampil, dan mampu mengekspresikan ide secara jelas, sehingga pelatihan ini menjadi langkah konkret dalam mendukung pengembangan kompetensi komunikasi siswa sebagai bekal menghadapi tantangan pendidikan dan kehidupan di masa depan
Pemanfaatan Pupuk Hijauan Organik Berbasis Potensi Alam untuk Meningkatkan Produktivitas pada Kelompok Tani di Desa Anakalang Rusnianti Rambu Lika; Yohanes Umbu Lede; Yohana Anggreni Talo; Candra Kurniawan; Laurensius J Ngoti
Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kreasi.v6i1.2761

Abstract

Pupuk merupakan kebutuhan sarana produksi penting dalam keberlangsungan usaha tani padi yang berbentuk padat atau cair yang diaplikasikan dalam bidang pertanian. Pupuk berperan sebagai pemenuhan nutrisi dan pertumbuhan tanaman yang dapat menunjang keberlangsungan pertumbuhan dan produksi tanaman padi sawah atau padi ladang. Adanya kelangkaan pupuk anorganik dibidang pertanian saat ini dapat menyebabkan kerugian dan pengahambat pada petani dimusim tanam. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yaitu memberi materi dan penguatan kepada petani untuk lebih meminimalisir pupuk kimia dalam membudidayakan tanaman-tanaman pertanian di lahan, stategi pengambilan dan penyimpanan dan proses pencampuran agar menjadi pupuk hijauan yang siap pakai. Metode yang digunakan adalah Metode Ceramah dengan memberikan materi tentang cara menerapkan pupuk hijauan berbasis alam untuk meningkatkan produktivitas pada kelompok tani Desa Anakalang; Diskusi : melakukan diskusi dengan 30 petani desa dengan mendengarkan pertanyaan ataupun saran yang disampaikan petani, serta memberikan pemahaman lebih; serta Praktik : dengan melakukan praktik di lapangan dengan Pemilahan pupuk hijauan alam yang dapat diterapkan pada lahan pertanian dan Praktek menggunakan pupuk pada tanaman padi di lokasi yang telah ditentukan. Hasil yang diperoleh adalah bertambahnya pengetahuan petani tentang Pemanfaatan Pupuk Hijauan Organik Berbasis Potensi Alam untuk Meningkatkan Produktivitas tanaman pertanian pada Kelompok Tani Desa Anakalang. Petani juga dapat memahami betapa pentingnya meminimalisir penggunaan pupuk kimia yang berlebihan. Petani desa anakalang juga mengaplikasikan pemanfaatan pupuk hijauan ini bukan saja di desa tetapi juga di lingkup rumah tangga.