Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

KARAKTERISTIK BIO-OIL HASIL PIROLISIS AMPAS TEBU Emi Erawati; Wahyudi Budi Sediawan; Panut Mulyono
Jurnal Kimia Terapan Indonesia Vol 15, No 2 (2013)
Publisher : Research Center for Chemistry - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4269.952 KB) | DOI: 10.14203/jkti.v15i2.113

Abstract

Bagasse (Saccarum oficinarum L) is a waste of sugar mills that can be utilized for a variety of chemicals. The purposes of this study are to determine the percentage of compounds and physical properties of bio-oil, to determine the effect of variations of particle size and heating rate on the yields of bio-oil. Pyrolysis has been carried out in a reactor made of steel pipe type 5737 with dimension: diameter 7.62 em and a length of 3 7 cm.. The reactor was inserted into the furnace with a diameter of 15.24 em and a length of 40 em. One hundred and fifty grams of bagasse (Saccarum oficinarum L) has been inserted into the reactor without the presence of oxygen at atmospheric pressure. Pyrolysis has been carried out at the particle size of (-20+25) mesh, (-25+30) mesh, (-30+35) mesh, (- 35+40) mesh, and -40 mesh with electrical voltage of 100, 105, 115, and 120 volt. Produced of bio-oil has the following properties: brown color, pH of 2.96 to 3.03, viscosity of 1.3306 to 1.5101 cp, and density of 1.03 to 1.5 g/mL. The largest content of the compound is acetic acid (59, 72%). The highest yields percentage of the particle size is (40,32%) on (-20+25 mesh) with the highest yields percentage of electrical voltage is 38,82% on 105 volt.Keywords : Bagasse, acetic acid, bio-oil, pyrolysis, yields
PEMBUATAN KARBON AKTIF DARI GERGAJI KAYU JATI (Tectona grandis L,f) (UKURAN PARTIKEL DAN JENIS AKTIVATOR) Emi Erawati; Ekta Firdausi Nur Afifah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Teknik dan Rekayasa & Bidang Tekni
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.174 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran partikel dan jenis aktivator terhadap karakteristik karbon aktif dari limbah serbuk gergaji kayu jati. Karakteristik karbon aktif berupa uji kadar air, kadar abu, kadar volatile matter, kadar fixed carbon, daya serap terhadap iodium, daya serap terhadap benzena, dan menghitung rendemen arang. Serbuk gergaji kayu jati dihaluskan menggunakan grinder kemudian diayak menggunakan 4 variasi mesh yaitu -40+60, -60+70, -70+80, dan -80+100 mesh. Proses karbonisasi dilakukan di furnace pada temperatur 350ᵒC selama 15 menit. Arang diaktivasi menggunakan 4 jenis larutan aktivator yang berbeda yaitu H3PO4, NaOH, H2SO4, dan NaCl masing-masing memiliki konsentrasi 10% volum. Karbon aktif yang dihasilkan dilakukan pengujian kualitas karbon aktif sesuai dengan SNI 06-3730-1995. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi paling optimal dalam pembuatan karbon aktif serbuk gergaji kayu jati menggunakan aktivator H3PO4, yang menghasilkan rendemen arang 89,63%, kadar air 1,55%, kadar abu 3,83%, kadar volatile matter 3,46%, kadar fixed karbon 92,71%, daya serap terhadap iodium 837,74 mg/g, dan daya serap terhadap benzena sebesar 38,85%.
PEMBUATAN KARBON AKTIF DARI SERBUK GERGAJI KAYU JATI (Tectona grandis L.f.) (SUHU DAN WAKTU KARBONASI) Emi Erawati; Eva Rahmalia Helmy Helmy
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Teknik dan Rekayasa & Bidang Tekni
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.748 KB)

Abstract

Selama ini kayu jati (Tectona grandis L.f.) merupakan jenis kayu yang banyak digunakan, pengolahannya menjadi perabotan rumah tangga seperti meja, lemari dan lainnya menghasilkan serbuk gergaji. Masih jarang penelitian tentang pembuatan adsorben dari kayu jati. Dengan latar belakang tersebut, peneliti tertarik melakukan penelitian tentang pengaruh suhu dan waktu karbonisasi serta menguji karakteristik arang aktif tersebut. Proses pembuatan karbon aktif dimulai dengan menghaluskan serbuk gergaji kayu jati, mengayak dengan ukuran (-80+100 mesh), merendam selama 24 jam dengan H3PO4 10%, menyaring dan residunya dibilas dengan aquadest hingga netral kemudian dikeringkan selama 3 jam dalam oven 110⁰C.Proses karbonisasi divariasikan pada suhu 300, 350, 400, dan 450°C. Ulangi penelitian tersebut untuk variasi waktu selama 20, 40, 60, dan 80 menit. Berdasarkan penelitian semakin tinggi suhu karbonisasi dan waktu karbonisasi menghasilkan rendemen, kadar air dan zat mudah menguap yang sedikit namun berbanding terbalik untuk kadar abu dan nilai iodin. Berdasarkan penelitian arang aktif yang dihasilkan sesuai standar SNI No. 06-3730-1995 yaitu hasil rendemen 39,12%; kadar air 1,93%; kadar abu 9,8%; kadar zat menguap 7,9%; kadar karbon terikat 80,36% dan daya serap terhadap iodin sebesar 825,05 mg/g.
Studi Penurunan Konsentrasi Limbah Artificial Fe dengan Metode Elektrokoagulasi Elsa Mariza; Emi Erawati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Sains dan Teknologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (833.643 KB)

Abstract

Limbah logam berat seperti logam Fe dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, maupun tumbuhan. Metode elektrokoagulasi adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk menghilangkan logam Fe. Pada penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh konsentrasi limbah dan tegangan terhadap konstanta kecepatan reaksi dan efisiensi penurunan konsentrasi limbah artificial Fe. Limbah Fe artificial dibuat dengan mencampur (FeSO4).7H2O dengan 500 mL aquadest diaduk selama 25 menit dengan kecepatan 600 rpm. Proses elektrokoagulasi dilakukan dengan mengambil sampel limbah dan dimasukkan ke rangkain alat elektrokoagulasi dengan menggunakan variasi konsentrasi (200, 300, dan 400 ppm) dan tegangan (10, 15, dan 20 volt) setiap selang waktu 25 menit sampel tersebut diambil kemudian diuji dengan menggunakan AAS. Berdasarkan penelitian efisiensi tertinggi adalah sebesar 81,20% pada variasi tegangan 15 volt. Konstanta kecepatan reaksi orde satu adalah 0,008 ppm-1 dan R2 sebesar 0,9485 sedangkan konstanta kecepatan reaksi orde dua adalah 0,00007 min-1ppm-1 dengan R2 sebesar 0,8916.
Kinetika Reaksi pada Pengolahan Limbah Fe Sintesis dengan Metode Elektrokoagulasi Emi Erawati; Naura Nazhifah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (978.886 KB)

Abstract

Proses industri seperti pertambangan, pelapisan logam, atau pembuatan baterai menghasilkan logam berat yang dibuang ke lingkungan, tentunya hal ini dapat mencemari lingkungan. Dalam jumlah tertentu logam Fe adalah salah satu jenis logam yang dibutuhkan manusia. Namun hal ini akan berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan manusia apabila kadar Fe melebihi konsentrasi 1 g/L. Metode elektrokoagulasi merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengolah limbah Fe. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari efisiensi penurunan limbah, konstanta kecepatan reaksi, dan reaksi dengan menggunakan variabel jenis elektroda dan jarak antar elektroda. Limbah Fe sintetis dibuat dengan mencampur (FeSO4).7H2O dengan 500 mL aquadest diaduk selama 25 menit dengan kecepatan 400 rpm.= Proses elektrokoagulasi dilakukan dengan memasukkan limba=h Fe sintetis sebanyak 500 mL kedalam rangkaian alat elektrokoagulasi dengan tegangan 10V dengan menggunakan variasi jenis elektroda yaitu Al, Fe, dan Cu dan jarak antar elektroda (4,5, dan 6). Setelah proses elektrokoagulasi sampel limbah diambil setiap 0; 25 ;50; 75; 100; dan 125 menit dan diuji menggunakan AAS. Berdasarkan penelitian efisiensi penurunan limbah tertinggi adalah sebesar 99,99% pada variasi elektroda Cu. Hasil penelitian menunjukkan orde reaksi yang sesuai untuk elektrokoagulasi limbah sintesis Fe adalah orde dua dengan konstanta kecepatan reaksi sebesar 2,4535 ppm-1menit-1.
Pendampingan Pembuatan Penyanitasi Tangan Spray di PAKYM Surakarta Emi Erawati; Setyo Nurwaini; Rita Wijayanti; Almira Permata; Muhammad Raihan Naufal; Muhammad Falakhuddin; Krisna Wisnu Wardhana; Rasma Panji Setiawan
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community service was done on 12nd March 2022 in Muhammadiyah Orphanage Hall, Surakarta, Central Java. The community service was followed by Vocational High School student who stay in Muhammadiyah Orphanage Hall as much as 9 students. The nine students were who followed students from 3 vocational high school namely SMK Negeri 5 Surakarta, SMK Muhammadiyah 3 Surakarta, and SMK Muhammadiyah Kartasura. The nine students were majored electrical, automotive and electrical engineering. The aim of community services for giving knowledge not only theory but also practice in making spray hand sanitizer on the other hand spray hand sanitizer was made pass the germ test namely Escherichia Coli bacteria. The community services were divided by 3 steps namely science and technology diffusion, public education, and making hand sanitizer.
Utilization of HDPE Waste as an Adsorbent to Reduce the Phosphate Content of public Health Center Liquid Waste Using Batch Process: Pemanfaatan Limbah HDPE Sebagai Adsorbent Untuk Menurunkan Kandungan Fosfat Limbah Cair Puskesmas Dengan Proses Batch Emi Erawati; Nur Dayanti
Jurnal Kimia dan Rekayasa Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Kimia dan Rekayasa Edisi Juli 2021
Publisher : Program Studi S1 Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31001/jkireka.v2i1.23

Abstract

Puskesmas liquid waste is the primary problem in the preventive environmental because give negative effect for environmental especially metal contaminant. One of component in the liquid waste which have bad influence to environment is phosphate. Based on quality standards in regulations the phosphate concentration is 2 mg/L. The aims of research to study the influence of concentration and stirring speed to decreasing phosphate waste efficiency and investigate capability of HDPE active carbon using Langmuir and Freundlich adsorption isotherm. The research is divided by two steps namely making adsorbent and adsorption process. Adsorbent was made from opened plastic bottle where cutting in the small size, cleaned, washed, and dried in the sun light. Covered plastic bottle was inputted to furnace in the temperature of 460oC for 2 hours, sieve using screen in the size of 1190 µm. Activated carbon soaked in the acetone solution for 24 hours, inputted to furnace in the temperature of 700oC for 1 hour, soaked using HCl solution for 2 hours, and dried using oven in the temperature 110oC. Adsorption process was done which 5 g of activated carbon, inputted to 25 mL liquid waste and diluted to 250 mL of beaker glass. Adsorption process was done for 60 minutes and every 15 minute the sample was analyzed using Spektrofotometer UV-Vis (Shimadzu UV 1800). From this research the highest efficiency in the variation of speed of 300 rpm is 78.86% respectively. Freundlich equation is suitable for illustrating adsorption process of Puskesmas waste which is capacity of adsorption of (k) and Freundlich constant are 0,57 mg/g dan 1,53 in that order which is regression linear coefficient (R2) of 0.9967. AbstrakLimbah cair Puskesmas merupakan masalah utama dalam pengendalian lingkungan karena akan memberikan dampak yang buruk pada lingkungan yang disebabkan oleh kandungan logam dalam limbah cair puskesmas. Salah satu kandungan dalam limbah cair puskesmas yang memberikan dampak buruk terhadap lingkungan adalah fosfat. Berdasarkan perundangan baku mutu kadar fosfat yaitu sebesar 2 mg/L. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh konsentrasi dan kecepatan pengadukan terhadap efisiensi penurunan konsentrasi limbah fosfat serta mengkaji kemampuan adsorbsi arang aktif HDPE dengan menggunakan isotherm adsorpsi Langmuir dan Freundlich. Penelitian ini terbagi menjadi 2 langkah yaitu pembuatan arang aktif dan proses adsorbsi. Arang aktif dibuat dari tutup botol plastik yang dipotong kecil-kecil, dibersihkan, dicuci, dan dijemur di bawah sinar matahari. Tutup botol plastik dimasukkan ke dalam furnace pada suhu 460oC selama 2 jam, diayak menggunakan ayakan berukuran 1,190 µm. Karbon aktif diaktivasi dengan cara merendam dalam larutan aceton selama 24 jam, dimasukkan ke furnace pada suhu 700oC selama 1 jam, direndam dengan larutan HCl selama 2 jam, dan dikeringkan menggunakan oven pada suhu 110oC. Proses adsorbsi dilakukan dengan menimbang 5 gram karbon aktif, dimasukkan ke dalam 25 mL limbah cair, dan diencerkan kedalam gelas beker 250 mL. Proses adsorbsi dilakukan selama 60 menit setiap 15 menit sampel diuji dengan menggunakan Spektrofotometer UV-Vis (Shimadzu UV 1800). Penelitian ini menghasilkan efisiensi tertinggi pada variasi kecepatan pengadukan 300 rpm sebesar 78,86%. Persamaan Freundlich lebih sesuai untuk menggambarkan proses adsorbsi limbah cair puskesmas dengan dengan nilai kapasitas adsorpsi (k) dan konstanta persamaan freundlich sebesar 0,57 mg/g dan 1,53 dengan nilai regresi linear (R2) yaitu sebesar 0,9967.
Determination Of Adsorption Constant Of Metal Nickel In Electroplating Waste With Continue Adsorption Method Using Activated Water Hyacinth: Penentuan Konstanta Penjerapan Logam Nikel Pada Limbah Elektroplating Dengan Metode Adsorpsi Secara Continue Menggunakan Adsorben Eceng Gondok Teraktivasi Emi Erawati; Rossi Al Ahmad
Jurnal Kimia dan Rekayasa Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Kimia dan Rekayasa Edisi Januari 2022
Publisher : Program Studi S1 Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31001/jkireka.v2i2.34

Abstract

Electroplating wastewater contains dangerous heavy metals, one of which is nickel (Ni). The content of heavy metals in electroplating wastewater must be reduced so as not to harm the environment and endanger human health. One method that can be used is the adsorption method using water hyacinth powder as an adsorbent. The choice of water hyacinth as an adsorbent because it can reduce metal content in the water. Production of activated water hyacinth powder by washing, drying, and activation process with NaOH. This study aims to determine the effect of variations in packing height and wastewater concentration on Thomas's constant and nickel (Ni) adsorption constant in electroplating wastewater by adsorption method using water hyacinth as adsorbent. Electroplating wastewater were operated in the continuous process at velocity of 120 g/min on to adsorbent storage which has been filled with water hyacinth powder with variations in packing height and electroplating waste concentration. The packing variations used in this study were 6, 8, and 10 cm. Variations in the concentration of waste were 20 and 40 g/mL. The waste samples were analyzed using AAS Spectrophotometer Shimadzu AA-6200. The results obtained indicate that the packaging height and the concentration of wastewater affect the decrease in nickel metal content where the higher the packaging, the higher the adsorption constant (q0). Based on the research the highest value of adsorption efficiency and got in the packing height of 10 cm were 25% and 487.134 mg/g in that order. The lowest values of adsorption efficiency and q0 got in the concentration of 40 g/mL were 16% and 185.428 mg/g respectively. Abstrak Limbah elektroplating memiliki kandungan logam berat yang berbahaya, salah satunya yaitu nikel (Ni). Kandungan logam berat dalam air limbah elektroplating harus dikurangi supaya tidak membahayakan lingkungan dan membahayakan kesehatan manusia. Kandungan logam pada limbah elektroplating dapat dihilangkan melalui metode adsorpsi dengan menggunakan serbuk eceng gondok sebagai adsorben. Pemilihan eceng gondok sebagai adsorben karena bisa mengurangi kadar logam pada air. Pembuatan serbuk eceng gondok yang diaktivasi dengan proses pencucian, pengeringan dan aktivasi dengan NaOH. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi tinggi packing dan konsentrasi limbah terhadap efisiensi penjerapan dan tetapan penjerapan logam nikel (Ni) pada limbah elektroplating dengan metode adsorpsi menggunakan eceng gondok sebagai adsorben. Limbah elektroplating dialirkan secara kontinyu dengan kecepatan 120 g/menit ke dalam tabung adsorben yang sudah diisi dengan serbuk eceng gondok dengan variasi tinggi packing dan konsentrasi limbah elektroplating. Variasi tinggi packing yang digunakan dalam penelitian ini adalah 6, 8, dan 10 cm. Variasi konsentrasi limbah sebesar 20 dan 40 g/mL. Sampel limbah kemudian diuji dengan Spektrofotometer AAS Shimadzu AA-6200. Berdasarkan penelitian nilai efisiensi penjerapan dan q0 tertinggi didapatkan pada tinggi packing 10 cm sebesar 25% dan 487,134 mg/g. Nilai efisiensi penjerapan dan q0 terendah didapatkan pada konsentrasi limbah 40 g/mL sebesar 16% dan 185,428 mg/g.
Pemanfaatan Gergaji Kayu untuk Pembuatan Boneka Horta dan Budidaya Jamur Kuping Hitam di Sukoharjo Emi Erawati; ‘Afiful Fida’ Listiawan; Almira Permata
Warta LPM WARTA LPM, Vol. 25, No. 3, Juli 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2178.365 KB) | DOI: 10.23917/warta.v25i3.1027

Abstract

Desa Bulakan Kabupaten Sukoharjo merupakan salah satu desa yang dinobatkan oleh pemerintah sebagai salah satu desa sentra industri mebel. Berdasarkan data demografi dari penduduk Desa Bulakan adalah 136 penduduk berprofesi sebagai pengusaha mebel. Hasil usaha mebel ini dihasilkan hasil samping yaitu limbah gergajian kayu. Limbah gergajian kayu ini belum dimanfaatkan oleh penduduk. Pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan informasi kepada penduduk Desa Bulakan jika limbah gergaji kayu dapat dimanfaatkan untuk membuat boneka horta (hortikultura) dan sebagai media tanam untuk jamur kuping hitam dan nantinya jika dibudidayakan secara serius maka akan menambah penghasilan dari penduduk Desa Bulakan, Kelurahan Bulakan, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo. Pengabdian masyarakat dilaksanakan selama 2 sesi. Pada sesi pertama dilaksanakan pada tanggal 27 September 2019 dengan materi pembuatan boneka hortikultura dan sesi kedua dilaksanakan pada tanggal 23 November 2019 dengan materi pembuatan media tanam untuk jamur kuping hitam di Balai Desa Bulakan, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo. Metode pengabdian masyarakat ini ada 3 yaitu metode difusi ipteks, pendidikan masyarakat, dan metode pelatihan. Pengabdian masyarakat ini telah dapat meningkatkan pengetahuan ibu-ibu PKK Desa Bulakan dalam pembuatan boneka hortikultura dan pembuatan media tanam jamur kuping hitam dibuktikan dengan kenaikan nilai kuesioner dari sebelum pengabdian masyarakat 0,03% menjadi 30%.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN SABUN MANDI CAIR ANTI NAJIS SEBAGAI PRODUK UNGGULAN TP PKK DESA MERTAN SUKOHARJO Emi Erawati; Anisa Ur Rahmah; Muzakar Isa; Herlambang Prima Yoga; Safira Rijka Ardima; Syahrani Shabrina D; Zada Almira Fitri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17272

Abstract

Abstrak: Pengabdian Masyarakat Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) merupakan rangkaian pengabdian masyarakat yang terdiri dari 6 kali pertemuan. Pertemuan I dan Pertemuan II dilaksanakan pada tanggal 5 Agustus 2023 di Balai Desa Mertan, Bendosari, Sukoharjo. Pengabdian Masyarakat PKM diikuti oleh 10 ibu Tim Penggerak (TP) PKK Desa Mertan, Bendosari, Sukoharjo. Tujuan dari Pengabdian Masyarakat ini adalah memberikan pendampingan pembuatan sabun mandi cair bentonit sebagai produk unggulan TP PKK Desa Mertan Sukoharjo. Metode pengabdian masyarakat terdiri dari 3 tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi efektivitas kegiatan. pengabdian masyarakat. Tahap persiapan dilaksanakan dengan koordinasi awal untuk memaksimalkan kegiatan dan menargetkan penyampaian materi, praktik dan pelatihan. Tahap pelaksanaan dilaksanakan dalam 3 sesi yaitu memperkenalkan tentang teori pembuatan sabun mandi cair, pengenalan bahan-bahan pembuatan sabun mandi cair, dan praktik pembuatan sabun mandi cair anti najis dengan menggunakan bentonit. Evaluasi pengabdian masyarakat dilakukan dengan menggunakan pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil post-test diperoleh hasil terjadi peningkatan pengetahuan peserta pengabdian masyarakat sebesar 100%.Abstract: The Community Partnership Empowerment Community Service (PKM) is a series of community services consisting of 6 meetings. In the first and second meeting held on 5 August 2023 in Mertan Village Hall, Bendosari, Sukoharjo. Community services is followed by 10 members of Family Welfare Development Mertan Village, Bendosari, Sukoharjo. The aim of this community service is to provide assistance in making bentonite liquid bath soap as a featured product for TP PKK Mertan Sukoharjo Village. Community services consist of three methods namely preparation, implementation, and evaluation steps. The preparation stage is carried out with initial coordination to maximize activities and target the delivery of material, practice and training. The implementation phase was carried out in 3 sessions, namely introducing the theory of making liquid bath soap, introducing the ingredients for making liquid bath soap, and the practice of making anti-unclean liquid bath soap using bentonite. Evaluation of community service is carried out using pre-test and post-test. Based on the post-test results, it was found that there was an increase in the knowledge of community service participants by 100%.