Irfanda Rizki Harmono Sejati
Unknown Affiliation

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Integrating Cultural Heritage into the Classroom: The Gambang Semarang as an Educational Resource Raharjo, Eko; Arif Fiyanto; Irfanda Rizki Harmono Sejati; Andreas Inu Harimuti
Jurnal Seni Musik Vol. 13 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsm.v13i2.14397

Abstract

This article explores the potential integration of cultural heritage, specifically Gambang Semarang traditional music, into formal education at schools and universities. As a local art form rich in historical and cultural values, Gambang Semarang holds significant potential as an innovative educational resource. This study aims to investigate various strategies for incorporating this traditional music into an Outcome-Based Education (OBE) curriculum, providing students with a holistic and relevant learning experience. Employing a qualitative approach, this study delves into the perspectives of teachers, students, and art practitioners regarding the implementation of Gambang Semarang as an educational tool
Komponen Pembelajaran Musik di Sekolah Imamat Rajani Gereja Bethany Salatiga Theodorik, Victor; Sejati, Irfanda Rizki Harmono
Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/tonika.v7i1.588

Abstract

Gereja Bethany Salatiga merupakan salah satu gereja Kristen yang terletak di Kota Salatiga. Gereja ini memiliki program pembelajaran yang bernama Sekolah Imamat Rajani yang dinaungi Departemen Profetik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan komponen pembelajaran musik di Sekolah Imamat Rajani Gereja Bethany Salatiga. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendidikan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah Sekolah Imamat Rajani memiliki 7 (tujuh) komponen pembelajaran yaitu sebagai berikut : 1) Peserta didik, yaitu jemaat yang mendaftar dan mengikuti seleksi Sekolah Imamat Rajani dengan latar belakang musik yang beragam. 2) Guru, yaitu peserta yang sebelumnya mengikuti Sekolah Imamat Rajani dengan kemampuan musikalitas yang lebih bagus dari peserta yang lain. 3) Tujuan Pembelajaran, yaitu untuk membekali para jemaat atau peserta Sekolah Imamat Rajani tentang keterampilan musik dalam mengiri ibadah, dan bertujuan untuk selaras dengan para pemusik Gereja Bethany Salatiga 4) Materi, yaitu berbagai genre musik yang digunakan dalam ibadah raya Bethany Nginden 5) Metode, yang digunakan dalam Sekolah Imamat Rajani adalah teknik mentoring 6) Media, menggunakan visual dan audio visual. 7) Evaluasi, yaitu dapat melaksanakan kegiatan Sekolah Imamat Rajani dan juga mengikuti ujian kelulusan sebagai pelayan musik.
Gereja Anak Berkebutuhan Khusus Eben Haezer Salatiga: Manajemen dan Fungsi Musik Gereja Sejati, Irfanda Rizki Harmono; Yemima Veronica
Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/tonika.v8i2.829

Abstract

Pelayanan musik gereja memiliki peran sentral dalam membangun suasana ibadah. Dalam konteks gereja yang melayani anak berkebutuhan khusus (ABK), fungsi musik menjadi lebih kompleks karena harus menyesuaikan dengan karakteristik jemaat yang memiliki kebutuhan komunikasi, emosional, dan kognitif yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menganalisis manajemen pelayanan musik gereja serta fungsi musik dalam konteks Gereja ABK Eben Haezer Salatiga. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pelayanan musik di Gereja ABK Eben Haezer memiliki karakteristik yang unik dibandingkan dengan gereja Kristen pada umumnya. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan khusus jemaat yang dilayani. Setiap pelayan musik di gereja ini diwajibkan memiliki kemampuan komunikasi dalam bahasa isyarat, yang memungkinkan interaksi yang efektif dan inklusif dengan jemaat berkebutuhan khusus. Selain itu, musik gereja dalam konteks ini memiliki tiga fungsi utama antara lain musik sebagai pengiring utama dalam ibadah yang menciptakan suasana khidmat dan mendukung tata liturgi, musik berperan sebagai terapi yang memberikan efek positif secara emosional dan psikologis bagi jemaat, dan musik menjadi media ekspresi jemaat kepada Tuhan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi gereja-gereja lain yang ingin mengembangkan pelayanan musik yang inklusif dan relevan dalam konteks jemaat berkebutuhan khusus.
Exploring the Contribution of Violin Room to the Creative Industry and Music Culture in the Digital Age Septian Okky Pradana; Irfanda Rizki Harmono Sejati; Jarju, Isatou
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/musikolastika.v7i2.230

Abstract

Objective: This study aims to examine the contribution of Violin Room to the creative industry and music culture in the digital era. Method: This research employs a qualitative descriptive approach with a phenomenological design, allowing for an in-depth understanding of the experiences and practices implemented by Violin Room. Results and Discussion:The findings reveal that Violin Room adopts a systematic strategy in content creation, including planning, production, and publication stages. The content produced covers educational material such as violin tutorials and music theory, as well as entertainment, including student performances and cover songs. The promotional strategies employed involve SEO optimization, the use of attractive thumbnails, and active audience engagement through comments. Conclusion: Violin Room successfully utilizes the violin as a medium for creative content through structured production processes, engaging educational and entertaining content, and effective digital promotion. This not only bridges classical music traditions with digital culture but also broadens the appreciation of the violin in the modern era, contributing to the development of music-based creative content.