Irfanda Rizki Harmono Sejati
Unknown Affiliation

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Bambu Sebagai Bahan Inovasi Ekonomi Kreatif dalam Pembuatan Instrumen Biola di Kudus, Jawa Tengah Irfanda Rizki Harmono Sejati
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kreatifitas usaha masyarakat kecil dan menengah demi meningkatkan perekonomian dapat melalui berbagai bidang jenis usaha, termasuk juga bidang seni musik. Dalam hal ini, kreatifitas usaha tersebut tidak hanya konsentrasi pada tata kelola seni pertunjukan musik saja, namun mencakup kreatifitas usaha pengadaan, pembuatan, sampai pada industri alat-alat musiknya. Demi peningkatan perekonomian melalui usaha pembuatan instrumen musik tersebut, diperlukan berbagai inovasi terhadap pencarian alternatif bahan-bahan baku, kualitas bahan baku tersebut, cara pemerolehannya, serta nilai-nilai ekonomi yang mencakup biaya produksi dan harga penjualannya. Biola merupakan salah satu alat musik yang sudah dikenal atau bahkan popular di dunia. Pada umumnya, bahan baku pembuatan instrumen biola adalah kayu. Namun peneliti di dalam hal ini menemukan bahwa terdapat pembuatan atau industri instrumen biola dengan menggunakan bahan dasar bambu di kota Kudus. Adapun fokus penelitian ini adalah mengkaji secara mendalam tentang: (1) Jenis-jenis bambu yang digunakan dan cara pemerolehannya (2) proses perlakuan bahan bambu dalam rangka menjamin kualitas biola secara fisik maupun kualitas suara yang dihasilkan dibandingkan dengan biola berbahan kayu, dan (3) biaya produksi pembuatan biola secara keseluruhan dan harga penjualan. Tujuan dari penelitian ini memberi wawasan bagi pendidik, musisi, dan peneliti tentang pemanfaatan bambu sebagai bahan alternatif pembuatan instrumen biola beserta kelebihan dan kekurangan instrumen biola berbahan bambu tersebut dibandingkan dengan instrumen biola berbahan kayu. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan grounded theory system dengan pendekatan kepada narasumber secara mendalam demi memperoleh data-data primer.
Culture Transmission Through the Gambang Semarang Traditional Arts Community in the Era of Globalization Irfanda Rizki Harmono Sejati; Sunarto Sunarto; Udi Utomo; Eko Raharjo
International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 9 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ethnic music cannot be separated from culture. Gambang Semarang is one of the traditional arts in the city of Semarang with various art communities that have become entrenched, from the young to the old. There are several Semarang gambang art communities that have their own uniqueness in preserving this traditional art. The transmission of gambang semarang music is a way of preserving, studying and passing on traditional arts so that they continue to exist and are increasingly recognized by the public. This study uses a qualitative method with a phenomenological approach. The results of this study show that there are several ways in which the transmission of the Semarang gambang gambang occurs in the current era of globalization, namely through the world of education, involving both educators and students, through digitalization and art exhibitions. The world of education certainly involves learning Semarang gambang music in schools, both elementary and tertiary levels. Transmission through digitization is of course inseparable from how we are friends and utilize technology for art preservation in the current era of globalization and holding art exhibitions so that the public is also actively involved in listening to and observing the gambang art of Semarang.
Menuju Zona Integritas Melalui Optimalisasi Media Sosial Irfanda Rizki Harmono Sejati; Ariyani Widyastuti; Dian Kurnia Sari
Journal of Community Empowerment Vol 3 No 2 (2023): Journal of Community Empowerment
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jce.v3i2.75147

Abstract

Abstrak. Dalam Pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada pengoptimalan peran media sosial dalam mewujudkan citra zona integritas di pascasarjana Unnes. Media sosial berperan penting dalam pembentukan citra zona integritas namun kenyataannya peran media sosial di pascasarjana Unnes masih belum maksimal. Berdasarkan wawancara awal dengan Direksi Pascasarjana, kendala-kendala yang ditemui dalam rangka penerapan zona integritas adalah kurangnya optimalisasi media sosial. Kendala tersebut memang belum teratasi dengan baik hingga saat ini. Sehingga untuk lebih mengoptimalisasikan peran media sosial dan media masa dalam mewujudkan citra zona integritas, tim pengabdi mencoba menelaah dan mendiskusikan solusi. Upaya optimalisasi media sosial dalam mewujudkan citra zona integritas sekolah pascasarjana dilakukan melalui dua cara, yaitu pelatihan optimasi media sosial, dan pendampingan pengelolaan media sosial. Hasil kegiatan cukup optimal, tetapi konten yang diunggah ke media masa kebanyakan masih berupa video highlight kegiatan-kegiatan. Abstract. This community service focuses on optimizing the role of social media in realizing the image of an integrity zone in Unnes postgraduate studies. Social media plays an important role in forming the image of an integrity zone, but in reality the role of social media in Unnes postgraduate studies is still not optimal. Based on initial interviews with Postgraduate Directors, the obstacles encountered in implementing the integrity zone were the lack of optimization of social media. This obstacle has not been resolved properly until now. So, to further optimize the role of social media and mass media in creating the image of an integrity zone, the service team tried to study and discuss solutions. Efforts to optimize social media in realizing the image of a postgraduate school integrity zone are carried out in two ways, namely social media optimization training and assistance with social media management. The results of the activities are quite optimal, but the content uploaded to the mass media is still mostly in the form of video highlights of the activities.
PENANAMAN NILAI-NILAI KONSERVASI MELALUI ORKESTRA MAHASISWA HARMONO SEJATI, IRFANDA RIZKI
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 23, No 1 (2021): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPM Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.787 KB) | DOI: 10.26887/ekspresi.v23i1.1637

Abstract

The form of presentation of the Orchestra at  Universitas Negeri Semarang is flexible. There are no special courses for Orchestra practice that can make students play Orchestra as capital for teaching and working in music. This article aims to determine the skill level of students playing the main instruments that have been obtained in the PIIP course and applied to orchestral games and how the inculcation of conservation values for each player with different tools can become a harmonious sound unit. This study uses qualitative research methods with descriptive exposure. The research subjects are active students of music artists who are members of the Semarang State University orchestra. The results of data collection with observation, interview, documentation, and data analysis techniques. The analysis technique is divided into three stages: data reduction, data presentation, and concluding. The results of interviews and observations that have been collected, such as; documentation, pictures, photographs, field notes, personal notes, and other documents, are studied, analyzed, researched, and then reduced to an abstraction.ABSTRAKBentuk penyajian Orkestra di Universitas Negeri Semarang bersifat fleksibel. Tidak ada mata kuliah khusus praktek Orkestra yang dapat membentuk mahasiswa bermain orchestra sebagai modal mengajar dan berkarya di bidang musik. Artikel  ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterampilan mahasiswa memainkan Instrumen pokok yang sudah didapat pada mata kuliah PIIP dan diaplikasikan ke dalam permainan Orkestra, dan bagaimanakah penanaman nilai-nilai konservasi tiap-tiap pemain yang berbeda instrumen dapat menjadi satu kesatuan bunyi yang harmonis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan paparan secara deskriptif. Subjek penelitian adalah mahasiswa aktif seni musik yang tergabung dalam orkestra Universitas Negeri Semarang. Hasil pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis data. Teknik analisis terbagi  tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil wawancara dan observasi yang sudah terkumpul seperti; dokumentasi, gambar-gambar, foto-foto, catatan lapangan, catatan pribadi, serta dokumen-dokumen lainnya dipelajari, ditelaah, diteliti kemudian direduksi menjadi sebuah abstraksi.
Komponen Pembelajaran Musik di Sekolah Imamat Rajani Gereja Bethany Salatiga Theodorik, Victor; Sejati, Irfanda Rizki Harmono
Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni Vol 7 No 1 (2024): Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/tonika.v7i1.588

Abstract

Gereja Bethany Salatiga merupakan salah satu gereja Kristen yang terletak di Kota Salatiga. Gereja ini memiliki program pembelajaran yang bernama Sekolah Imamat Rajani yang dinaungi Departemen Profetik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan komponen pembelajaran musik di Sekolah Imamat Rajani Gereja Bethany Salatiga. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendidikan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah Sekolah Imamat Rajani memiliki 7 (tujuh) komponen pembelajaran yaitu sebagai berikut : 1) Peserta didik, yaitu jemaat yang mendaftar dan mengikuti seleksi Sekolah Imamat Rajani dengan latar belakang musik yang beragam. 2) Guru, yaitu peserta yang sebelumnya mengikuti Sekolah Imamat Rajani dengan kemampuan musikalitas yang lebih bagus dari peserta yang lain. 3) Tujuan Pembelajaran, yaitu untuk membekali para jemaat atau peserta Sekolah Imamat Rajani tentang keterampilan musik dalam mengiri ibadah, dan bertujuan untuk selaras dengan para pemusik Gereja Bethany Salatiga 4) Materi, yaitu berbagai genre musik yang digunakan dalam ibadah raya Bethany Nginden 5) Metode, yang digunakan dalam Sekolah Imamat Rajani adalah teknik mentoring 6) Media, menggunakan visual dan audio visual. 7) Evaluasi, yaitu dapat melaksanakan kegiatan Sekolah Imamat Rajani dan juga mengikuti ujian kelulusan sebagai pelayan musik.
Pembelajaran alat musik sederhana berbasis Android dengan menggunakan aplikasi Real Piano Pratiwi, Ratna; Harmono Sejati, Irfanda Rizki
Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol 21, No 2 (2023): IMAJI OCTOBER
Publisher : FBSB UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/imaji.v21i2.52967

Abstract

Alat musik berbasis android yang digunakan di SMP Negeri 20 Semarang khususnya di kelas VII E adalah aplikasi Real Piano. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses dan apa saja metode yang digunakan dari pembelajaran berbasis android pada siswa kelas VII E SMP Negeri 20 Semarang yang terdiri dari 32 siswa. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Hasil penilitian ini adalah peserta didik mampu mengenal nada, mampu memahami notasi mutlak dan notasi angka, mampu menyanyikan lagu dengan satu suara dan mampu memainkan musik melodis menggunakan aplikasi real piano melalui pembelajaran musik berbasis android. Kesimpulan penelitian ini adalah pembelajaran musik di SMP Negeri 20 Semarang tidak hanya menggunakan alat musik saja, melainkan bisa memanfaatkan teknologi berbasis android dengan menggunakan metode tutor sebaya.Kata kunci: pembelajaran, pembelajaran seni musik, berbasis Android, Real Piano Learning simple musical instruments based on Android using Real Piano application AbstractThe android-based musical instrument used in SMP Negeri 20 Semarang, especially in class VII E, is the Real Piano application. This study aims to find out how the process and what methods are used from android-based learning in class VII E SMP Negeri 20 Semarang which consists of 32 students. The research method in this study is a qualitative research with a phenomenological approach. Data collection techniques used in this study were observation, interview, and documentation techniques. The data analysis technique used is data reduction, data presentation and conclusion drawing or data verification. The results of this research are students are able to recognize tones, are able to understand absolute notation and number notation, are able to sing songs with one voice and are able to play melodic music using real piano applications through android-based music learning. The conclusion of this study is that learning music at SMP Negeri 20 Semarang does not only use musical instruments, but can utilize android-based technology using the peer tutor method.Keywords: learning, music learning, Android based, Real Piano
Seni Pertunjukan dan Kreativitas Kelompok Musik Setabuhan Yogyakarta Indonesia Sejati, Irfanda Rizki Harmono; Sunaryo, Tejo Bagus; Sunarto, Sunarto
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 23, No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/resital.v23i2.7083

Abstract

ABSTRACT Setabuhan is a musical group consisting of three people who have different musical concepts from the others. The form of Setabuhan group music is rhythmic or percussion music in which two people are percussionists, and the other plays the exploration of vocal sound. The musical instruments used by Setabuhan are drums, percussion and vocal music using digital effects. The form of music used by this Setabuhan music group is not commonly used in structural forms of musical compositions because it does not use melodic musical instruments, and the vocal music does not have lyrics. The form of the Setabuhan group performance is a collaboration of rhythmic music with the arts of Pencak Silat, or martial arts. The rhythm and tempo of the beats tend to be loud with a fast rhythmic game. This group becomes very interesting and has particular characteristics because not many musical groups have the same concept as Setabuhan . The Setabuhan music group is not well known in Indonesia but has performed many performances in various other countries. The focus of the research on the Setabuhan music group is: 1) The form of Setabuhan music performances; and 2) The creativity of the Setabuhan music group. The research method used in this research is qualitative with descriptive exposure. The research subjects were musicians of the Setabuhan music group in Yogyakarta. Data collection techniques were observation, interviews, documentation, and data analysis. The results show that the form and creativity of the Setabuhan music group lie in the rhythmic drum and percussion music playing, which is filled with exploration of vocal sounds with musical effects and collaboration with the art of Pencak Silat. The conclusion of this research is the form and creativity process of the Setabuhan music group, which is very interesting and has the characteristics of its work and form of performance.ABSTRAK Setabuhan merupakan kelompok musik yang terdiri dari tiga orang yang mempunyai konsep musik yang berbeda dari yang lain. Bentuk musik kelompok Setabuhan adalah musik ritmis atau disebut dengan musik perkusi. Dua orang sebagai pemain perkusi dan satu orang memainkan eksplorasi bunyi vokal. Alat musik yang digunakan Setabuhan menggunakan drum, perkusi dan satu musik vokal yang menggunakan efek digital. Bentuk musik yang digunakan kelompok musik Setabuhan ini tidak lazim digunakan pada bentuk struktural komposisi musik pada umunya karena tidak menggunakan alat musik musik melodis dan bentuk musik vokal nya juga tidak berlirik. Bentuk pertunjukan kelompok Setabuhan adalah kolaborasi musik ritmis dengan seni pencak silat atau bela diri. Irama dan tempo musik Setabuhan cenderung keras dengan permainan ritmis yang cepat. Kelompok ini menjadi sangat menarik dan mempunyai ciri khas karena belum banyak kelompok musik yang mempunyai konsep yang sama dengan Setabuhan. Kelompok musik Setabuhan memang belum begitu dikenal di Indonesia tetapi sudah banyak melakukan pertunjukan di berbagai negara lain. Fokus dari penelitian pada kelompok musik Setabuhan adalah: 1) Bentuk pertunjukan musik Setabuhan; dan 2) Kreativitas kelompok musik Setabuhan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan paparan secara deskriptif. Subjek penelitian adalah musisi kelompok musik Setabuhan di Yogyakarta. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk dan kreativitas yang dilakukan kelompok musik Setabuhan terletak pada permainan musik ritmis drum dan perkusi yang di isi oleh eksplorasi bunyi vokal yang diberi efek musik dan berkolaborasi dengan seni pencak silat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bentuk dan proses kreativitas kelompok musik Setabuhan yang sangat menarik dan mempunyai ciri khas karya dan bentuk pertunjukannya.
The Phenomenon of Bamboo Music Buskers in Semarang: An Urban Music Perspective Sunarto, Sunarto; Sejati, Irfanda Rizki Harmono; Haryono, Slamet; Susetyo, Bagus
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 25, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/resital.v25i2.13564

Abstract

This study aims to explore the phenomenon of bamboo music buskers in Semarang from an urban music perspective, focusing on their role in the city's cultural landscape and the dynamics of social interactions in public spaces. The methodology used in this study is a qualitative approach with participatory observation techniques, in-depth interviews with buskers, and documentation analysis. Data collection was conducted in several strategic locations in Semarang, such as the town square, markets, and other crowded centers. The results of the study indicate that bamboo music buskers play a significant role in enriching the color of urban music in Semarang. They not only function as street entertainers, but also as cultural agents who introduce and preserve traditional music in a modern context. Bamboo music, with its unique and organic characteristics, attracts the attention of people from various circles and often creates warmer social interactions between buskers and their listeners. In addition, this study found that bamboo music buskers face challenges in the form of social stigma and government regulations that are less supportive of their activities in public spaces. The implications of this study indicate that bamboo music buskers have the potential to be developed as a city cultural asset that can support local tourism and strengthen Semarang's cultural identity. In addition, this study recommends the need for more inclusive policies and support for the sustainability of urban music rooted in local traditions, so that it can create more dynamic and culturally diverse public spaces.
Gema Nusantara Pelajar Music Community: Violin Learning Methods and Its Role in Developing Musical Talent in Semarang Wynsa, Elsya; Harmono Sejati, Irfanda Rizki
Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/vt.v8n1.p1-17

Abstract

This study reveals the violin learning method in the Gema Nusantara Pelajar Semarang music community and the role of the community in developing the musical talents of its members. The right learning method has a significant impact on achieving learning outcomes, enhancing the quality of the learning process, and motivating learners. This study employed a qualitative approach, where data were collected through interviews, direct observation, and document review. The participants of this study were instructors, community members, and parents. The results of the study indicate that a series of learning methods used, such as the Suzuki method, inquiry method, demonstration method, drill method, project method, and cooperative method have effectively improved the ability of community members to play the violin, both in terms of skill and musicality. The Gema Nusantara Pelajar Community is not only a place to gather and practice the violin, but its active role in holding concerts and masterclasses can be a means for the community to develop the talents of its members. This study emphasizes that developing talent does not only rely on the right learning method but also requires an active role and cooperation from members and founders of the community.
Analysis of Musical Meaning in Lyrics "Limpung Van Java” by Migsel Limpung in Batang Regency Aji Setiawan; Irfanda Rizki Harmono Sejati
Jurnal Seni Musik Vol. 13 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsm.v13i1.5969

Abstract

This study analyzes the musical meaning in the lyrics of the song "Limpung van Java" by Migsel Limpung, which highlights the beauty and identity of Limpung City in Batang Regency. The primary goal of this research is to understand the message conveyed through the song's lyrics. Qualitative method with text analysis approach was used to explore the elements and connotations within the lyrics. The findings show that the use of repetition and a structured lyrical format creates a memorable and profound effect for listeners. The lyrics of "Limpung van Java" express pride in the city through phrases like "Kota Emping adalah julukannya" (Emping City is its nickname), which depict Limpung's distinctive products and cultural identity. In addition, the lyrics reflect strong values of brotherhood and community spirit in the city. The influence of the rocksteady genre in the music adds emotional depth and reinforces the message about the city’s beauty and friendliness. This research highlights the importance of understanding lyrical meaning and the impact of musical elements in appreciating the complexity and richness of local cultural expressions.