Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengelolaan dan Pemanfaatan Sampah Plastik Menjadi Batako Sebagai Bahan Bangunan Di Kelurahan Pulokerto, Sumatera Selatan Putra, Hendi Warlika Sedo; Sari, Anggi Nidya; Pratama, M. Ade Surya; Alhafez, Ricky Ravsyan; Pranoto, Radius
Darmabakti: Jurnal Inovasi Pengabdian dalam Penerbangan Vol. 5 No. 2 (2025): Darmabakti: Jurnal Inovasi Pengabdian dalam Penerbangan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Penerbangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52989/darmabakti.v5i2.216

Abstract

Masalah sampah plastik yang terus meningkat menjadi tantangan serius bagi lingkungan, terutama karena sifatnya yang sulit terurai dan berdampak negatif dalam jangka panjang. Salah satu solusi inovatif yang dapat diterapkan untuk mengurangi dampak tersebut adalah dengan memanfaatkan sampah plastik sebagai bahan tambah dalam pembuatan batako. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengkaji potensi pemanfaatan sampah plastik, sekaligus memberikan edukasi dan keterampilan kepada masyarakat mengenai cara pengolahannya. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini meliputi dua tahapan, yaitu sosialisasi dan pelatihan. Sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Pulokerto terhadap bahaya sampah plastik dan pentingnya pemanfaatan ulang menjadi produk yang lebih bernilai ekonomi. Selanjutnya, pelatihan difokuskan pada proses pembuatan batako dengan bahan tambahan plastik yang telah dicacah, dimulai dari pencacahan, pencampuran dengan material utama, hingga pencetakan. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa sampah plastik dapat dimanfaatkan secara efektif dalam pembuatan batako, yang tidak hanya mengurangi timbunan sampah, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan inovasi produk ramah lingkungan di bidang konstruksi.
PENDAMPINGAN MASYARAKAT DALAM PERANCANGAN MEDIA BUDIDAYA MAGGOT BLACK SOLDIER FLY (BSF) UNTUK PENGOLAHAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI KELURAHAN MARIANA, BANYUASIN Radius Pranoto; Ricky Ravsyan Alhafez2; Hendi Warlika Sedo Putra; M. Ade Surya Pratama; Anggi Nidya Sari
Aptekmas Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 7 No 4 (2024): Aptekmas Volume 7 Nomor 4 2024
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem of household waste is still a problem that cannot be resolved properly and correctly. As the population increases and basic human needs increase, this will also influence the increase in the volume of waste produced. Maggot Black Soldier Fly (BSF) is known as biota that is widely used by the community in processing waste, especially household organic waste. This service activity was carried out in Mariana Village, Banyuasin Regency with the aim of; (1). increasing community awareness and skills for managing household organic waste using Maggot BSF, (2). designing media designs for cultivating Maggot BSF. The results show that training on household waste management has had a positive impact on increasing community awareness and skills regarding how to process household organic waste by utilizing the Maggot Black Soldier Fly (BSF). The resulting BSF Maggot cultivation media design is a cage design measuring 6 x 3 x 2.75 m equipped with a biopond measuring 2 x 2 x 0.8 m. Apart from that, the community has also implemented the results of this service activity by building a BSF Maggot cultivation cage and running its cultivation business
Analysis of Recharge Potention in Upper Cisadane Watershed Pranoto, Radius; Saptomo, Satyanto Krido; Waspodo, Roh Santoso Budi
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 1 No. 2: Agustus 2016
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jsil.1.2.69-82

Abstract

ABSTRACT                Human disturbance such as land use changes, urbanization, and deforestation degrade Upper Cisadane Watershed. It also causes degradation of recharge area, decrease infiltration and increase runoff. The aims of this research were to (1) identify the criticality of recharge area; and (2) analyze the potential of water recharge in Upper Cisadane Watershed. The criticality of recharge area had been identified  refers to regulation of the Minister of Forestry, Republic of Indonesia Number: P.32/MENHUT-II/2009 by scoring and overlaying of slope, soil type, rainfall, and land use map. The amount of water recharge potential was predicted by the equation issued by IWACO and WASECO (1990).             The result showed that distribution of criticality of recharge area in Upper Cisadane Watershed in 2006, 2009, and 2013 were: (1) good: 24.7%, 24.7%, 23.6%; normal: 6.9%, 6.2%, 3.7%; (3) ranging critical: 17.9%, 17.8%, 19.4%, (4) rather critical: 25.0%, 24.9%, 30.7%; (5) critical: 23.9%, 24.5%, 22.0%; and (6) very critical:  1.9%, 2.0%, 0.7% respectively. The magnitude of the potential of water recharge on average in the recharge area was in good condition; 154.5 x 106 m3, normal; 33.9 x 106 m3, ranging critical; 94.6 x 106 m3, rather critical; 130.9 x 106 m3, critical; 98.2 x 106 m3, very critical; 6.2 x 106 m3. Upper Cisadane Watershed has a potential of annual water recharge was 511.7 x 106  to 569.2 x 106 m3/year or around 14% - 15.6%   of total rainfall, with an average change in the potential of water recharge from the simulation based on the condition of recharge area in 2006-2009 decreased -0.04%, in 2009-2013 decreased -3.2% and in 2006-2013 decreased -3.3%.Keywords: recharge area, infiltration, runoff, criticality.
SOSIALISASI PERENCANAAN PEKERJAAN IRIGASI DALAM RANGKA OPTIMASI LAHAN PADA GABUNGAN KELOMPOK TANI SRINANTI JAYA Harfa Sakri; Septarianti; Radius Pranoto
NGABDIMAS Vol. 8 No. 02 Desember (2025): Jurnal Ngabdimas Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : PPPM Institut Teknologi Pagar Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36050/5t0z5c39

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk membantu Gapoktan Srinanti Jaya di Desa Tanjung Lago dalam mengatasi permasalahan irigasi yang tidak optimal akibat kerusakan saluran, sedimentasi, dan distribusi air yang tidak merata. Kondisi tersebut menyebabkan penurunan produktivitas pertanian dan efisiensi lahan, sehingga diperlukan sosialisasi mengenai perencanaan irigasi agar petani mampu mengelola air secara tepat dan meningkatkan hasil pertanian secara berkelanjutan. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan petani dalam merencanakan serta mengelola sistem irigasi secara efisien dan mandiri. Melalui sosialisasi dan pelatihan, petani diharapkan mampu menyesuaikan kebutuhan air dengan kondisi lahan, menerapkan pola tanam yang sesuai, serta memperkuat kapasitas Gapoktan dalam pemeliharaan dan pengawasan jaringan irigasi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan pendekatan partisipatif selama enam bulan melalui tahap persiapan, penyuluhan, dan evaluasi. Kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian Desa Tanjung Lago mendapat respons positif dari peserta. Petani memperoleh pengetahuan praktis tentang sistem rigasi pasang surut dan pengaturan pintu air. Meski terdapat kendala cuaca dan fasilitas terbatas, kegiatan berjalan lancar dan berhasil meningkatkan pemahaman serta kerja sama anggota Gapoktan dalam pengelolaan air dan optimalisasi lahan pertanian.
UJI KUALITAS HASIL PEMANENAN AIR HUJAN (RAINWATER HARVESTING) SEBAGAI SUMBER CADANGAN AIR BERSIH Harfa Sakri; Radius Pranoto; Septarianti Arini; Alfi Rafied Arisandi; Desvianty Amelia; M. Ilham Nawawi
Jurnal Teknik Sipil Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2026
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v10i1.15304

Abstract

Krisis air bersih di Kota Palembang dipicu oleh pendangkalan Sungai Musi, pencemaran air sumur, serta peningkatan populasi. Untuk mengatasi masalah tersebut, pemanenan air hujan dari atap rumah menjadi alternatif cadangan air bersih potensial, mengingat curah hujan kota ini cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas parameter fisika air hujan hasil pemanenan berdasarkan variasi jenis material atap Genteng, Seng Alkan, dan Seng Galvanis sebagai sumber air higienis. Metode penelitian ini adalah metode eksperimen dimulai dari penampungan air hujan, pengujian laboratorium, dan analisis data parameter fisika (kekeruhan, temperatur, bau, rasa, dan TDS). Hasil pengujian menunjukkan bahwa sampel dari ketiga jenis atap memenuhi standar baku mutu air higienis. Atap genteng menghasilkan nilai TDS terendah (18 mg/L) dan suhu paling stabil (22 °C), namun memiliki tingkat kekeruhan tertinggi (2,2 NTU). Sebaliknya, atap berbahan logam (Alkan dan Galvanis) memiliki kekeruhan lebih rendah tetapi nilai TDS dan suhu lebih tinggi akibat konduktivitas panas dan larutan logam. Kesimpulannya, air hujan hasil pemanenan layak digunakan untuk kebutuhan non-konsumsi, dengan material atap genteng sebagai opsi paling aman. Penggunaan sistem first flush dan filtrasi tetap disarankan untuk meningkatkan kualitas air.
Evaluasi Kapasitas Saluran Eksisting terhadap Debit Limpasan sebagai Kajian Perancangan Saluran Drainase di Perumahan Sukawinatan Permai Indah Septarianti Arini; Radius Pranoto
Jurnal Talenta Sipil Vol 9, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/talentasipil.v9i2.1482

Abstract

The rapid expansion of residential areas in Palembang City through swamp land reclamation without the application of eco-drainage principles has increased the occurrence of local flooding by reducing natural infiltration capacity. This condition has significantly affected the Sukawinatan Permai Indah Residential Area, where inundation and drainage overflow frequently occur during heavy rainfall. This study evaluates the hydraulic performance of the existing drainage network in conveying the design storm runoff within the residential area. A quantitative approach was adopted using annual maximum daily rainfall data for the period 2013–2022 obtained from the Meteorological, Climatological, and Geophysical Agency (BMKG). Design rainfall was estimated using the Log Pearson Type III distribution, while peak runoff discharge was calculated using the Rational Method. The analysis produced a 10-year return period rainfall of 173.76 mm. Hydraulic evaluation revealed that the existing drainage system is incapable of conveying the design runoff because of inadequate channel dimensions, structural deterioration, and significant sediment deposition. The average runoff discharge along the drainage reaches was 0.0037 m³/s, the maximum discharge reached 0.0327 m³/s, and the cumulative discharge at the outlet was 2.5536 m³/s. These findings indicate that the existing drainage network requires substantial improvement. Accordingly, the drainage system should be redesigned and reconstructed based on hydraulic design standards while incorporating eco-drainage principles to enhance runoff management. In addition, regular inspection and maintenance are essential to ensure the long-term effectiveness and sustainability of the drainage system in mitigating urban flooding.