Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Penyisihan Nitrogen dengan Proses Anammox Menggunakan Lumpur Muara Penjalinan Kota Padang sebagai Inokulum Faldi Lulrahman; Shinta Silvia; Zulkarnaini Zulkarnaini
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 23 No. 2 (2022)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to analyze nitrogen removal by anaerobic ammonium oxidation (anammox) process using sludge from Muara Penjalinan Padang as an inoculum in a filter bioreactor (FtBR). The configuration of FtBR consisted of a housing filter with an effective volume of 1,500 mL and a string wound filter cartridge of 0.5 µm as a carrier for the growth of anammox bacteria. The artificial wastewater was made using seawater containing ammonium and nitrite with a concentration of 70 mg-N/L, which was delivered to the reactor continuously with a hydraulic retention time (HRT) of 24 hours. Influent and effluent samples were collected once-twice a week to analyze the concentration of ammonium, nitrite, and nitrate, based on Nessler, spectrophotometry, and UV screening methods. Process anammox takes place in FtBR based on the average ratio of ?NO2--N/?NH4+-N and ?NO3--N / ?NH4+-N of 0.986 dan 0.239. The nitrogen removal performance was calculated based on the ammonium conversion efficiency (ACE), nitrogen removal efficiency (NRE), nitrogen loading rate (NLR), and nitrogen removal rate (NRR). After operating the reactor for 143 days, the nitrogen removal of ACE, NRE, and NRR were 20.268%, 16. 872%, and 0.026 kg-N/m3·d at NLR 0.1804 kg-N/m3·d.
Start-up Proses Parsial Nitritasi-Anammox pada Filter Bioreactor Dwi Desmawita; Shinta Silvia; Zulkarnaini Zulkarnaini
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 2 (2026): March 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.2.243-251

Abstract

Amonium pada air limbah dapat dihilangkan melalui proses parsial nitritasi-anammox (PN/A). Penelitian PN/A di Indonesia masih terbatas, khususnya pada penggunaan lumpur lokal sebagai inokulum dalam sistem biofilm. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi start-up proses PN/A menggunakan filter bioreactor (FtBR) termodifikasi dengan dua kompartemen aerob-anaerob untuk mengurangi clogging dan mendukung pembentukan biofilm. Lumpur dari Telaga Koto Baru digunakan sebagai sumber bakteri anammox dan lumpur dari Muaro Panjalinan sebagai sumber ammonium oxidizing bacteria (AOB). Reaktor dioperasikan secara kontinu selama 53 hari menggunakan limbah artifisial dengan konsentrasi amonium 150 mg-N/L, hydraulic retention time (HRT) 12 jam, dan dissolved oxygen (DO) <2,3 mg/L. Kinerja sistem dievaluasi berdasarkan ammonium conversion efficiency (ACE), nitrogen removal efficiency (NRE), dan nitrogen removal rate (NRR). Hasil penelitian menunjukkan nilai maksimum ACE, NRE, dan NRR masing-masing sebesar 34,20%, 31,22%, dan 0,023 kg-N/m3.hari. Rendahnya konsentrasi nitrit dan nitrat efluen menunjukkan berlangsungnya proses parsial nitritasi dan anammox secara simultan serta tertekannya pertumbuhan nitrite oxidizing bacteria (NOB). Meskipun kinerja reaktor masih lebih rendah dibandingkan penelitian sebelumnya yang menggunakan inokulum teraklimatisasi, hasil penelitian menunjukkan bahwa lumpur lokal berpotensi digunakan sebagai sumber inokulum awal untuk pengembangan sistem PN/A di Indonesia.
Konsentrasi dan Distribusi Spasial Arsenik (As) Pada Air Sungai Batang Ombilin, Sawahlunto, Sumatra Barat Ahmad Fauzan; Zulkarnaini Zulkarnaini; Shinta Silvia
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Batang Ombilin di Sawahlunto, Sumatra Barat, menghadapi berbagai antropogenik dari lima jenis penggunaan lahan yang berbeda, termasuk penambangan pasir dan emas ilegal, PLTU, kawasan permukiman, PDAM, dan bekas tambang batu bara. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsentrasi arsenik (As) dan kaitannya dengan parameter fisik air di sepanjang sungai tersebut. Pengambilan sampel dilakukan pada lima titik yang mewakili masing-masing penggunaan lahan, dengan analisis konsentrasi As menggunakan ICP-OES dan pengukuran parameter fisik secara in situ. Hasil menunjukkan bahwa seluruh parameter fisik (pH 8,0 - 8,4; suhu 23,6 - 30,1°C; DO 5,2 - 5,6 mg/L) masih memenuhi baku mutu air Kelas II PP RI No. 22 Tahun 2021. Konsentrasi As berkisar antara 0,0053 - 0,0745 mg/L, di mana hanya lokasi penambangan pasir dan emas yang melampaui ambang batas 0,05 mg/L akibat oksidasi melalui mekanisme drainase asam tambang. Analisis korelasi Pearson menunjukkan pH memiliki korelasi terkuat terhadap distribusi spasial As (r = -0,7314), yang diikuti korelasi positif dengan kekuatan sedang dengan DO (r = 0,5144) dan korelasi positif lemah dengan suhu (r = 0,3569) yang mungkin disebabkan oleh jumlah sampel yang terbatas (n = 5). Penambangan pasir dan emas ilegal teridentifikasi sebagai sumber pencemaran As paling kritis dan memerlukan pemantauan serta penanganan yang lebih sistematis.
Investigation of PM10 and PM2.5 in Ambient Air: Spatial and Temporal Variations in the Western Area of a Cement Plant Apriandi. AD; Vera Surtia Bachtiar; Shinta Silvia
CIVED Vol. 12 No. 1 (2025): Regular Issue
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v12i1.727

Abstract

The objective of this study is to evaluate the horizontal distribution of particulate matter concentrations (PM10 and PM2.5) in ambient air within the vicinity of the cement factory, with consideration for variations in spatial and temporal. The measurements were conducted using the EPAM 5000 instrument, with a total of six sampling points at distances of 0 km, 0.5 km, 1 km, 1.5 km, 2 km and 2.5 km, both during the day and at night, over a period of three days. Meteorological parameters such as air temperature, relative humidity, air pressure, and wind speed were measured to analyses their influence on particulate matter distribution. The findings revealed that the highest PM10 and PM2,5 concentrations were measured at the location closest to the factory (B1) with values of 113.98 μg/m³ and 75.73 μg/m³ at night and 52.80 μg/m³ and 28.27 μg/m³ during the day. A clear pattern of decreasing concentrations of both types of particulates as the distance from the source increases is evident, with a significant decrease occurring at a distance of 0-0.5 km. The PM2.5/PM10 ratio at night (0.67) was higher than during the day (0.56), indicating a greater contribution of fine particulates at night. Meteorological conditions play an important role in the distribution of particulate matter, in particular changes in wind direction and wind speed at night contribute to differences in the concentration and distribution of particulate matter. The results of this study indicate an increased risk of exposure to particulate matter in areas near factories, especially at night, which can be a basis for consideration in the preparation of air pollution control policies and efforts to safeguard public health.
ANALISIS TOTAL COLIFORM PADA SUSU KEDELAI USAHA KECIL MENENGAH DI KOTA PADANG Shinta Silvia; Tivany Edwin; Rahmawinda Ammelda
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 20 No 1 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi minuman dapat terkontaminasi dengan bakteri patogen karena pemrosesan yang tidak higienis. Kondisi bakteriologis dapat ditinjau dari keberadaan Total Coliform. Penelitian ini bertujuan untuk menguji Total Colifom yang terdapat pada minuman susu kedelai yang diproduksi oleh Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kota Padang. Pengujian dilakukan terhadap lima tempat pengolahan susu kedelai yang terdapat di Kota Padang dengan tiga kali frekuensi pengambilan sampel. Total Coliform dihitung menggunakan Metode Most Probable Number (MPN). Total Coliform berdasarkan SNI 01-3830-1995 tentang Syarat Mutu Susu Kedelai adalah 20 MPN/ml. Analisis keberadaan Total Coliform pada kelima unit Usaha Kecil Menengah di Kota Padang adalah sebagai berikut: 1,54 MPN/ml; 3,60 MPN/ml; 2,74 MPN/ml; 41,11 MPN/ml dan 4,2 MPN/ ml. Hasil penelitian menunjukkan empat dari lima usaha susu kedelai memenuhi syarat mutu.