Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Students’ Conceptual Understanding through Implementation of LiveWire in Basic Electronics Virtual Experiment Muh. Makhrus; Wahyudi Wahyudi; Muhammad Zuhdi
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 7 No. 2 (2021): April
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v7i2.705

Abstract

As a result of Covid-19, the learning system has changed towards online learning. Practicum activities encountered obstacles and had to be replaced by virtual experiments. This study aims to see the role of virtual experiments during online learning in basic electronics courses and to describe students' conceptual understanding. The subject in this study amounted to 56 students. The research data collection instrument used a conceptual understanding test. Data were analyzed by descriptive statistics This virtual experiment using the LiveWire application. The results showed that virtual experiments carried out during online learning were able to help students' practicum activities and most students had a high category understanding of concepts after learning. This shows that virtual experiments with LiveWire can be used as an alternative to assist practicum activities when doing online learning.
Keunggulan Pengukuran Tekanan Darah Menggunakan Tensimeter Digital Dibandingkan dengan Tensimeter Spring dan Tensimeter Raksa Muhammad Zuhdi; Kosim Kosim; Jannatin Ardhuha; Wahyudi Wahyudi; Muhammad Taufik
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Fisika Indonesia Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Prodi Fisika FKIP Unram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.497 KB) | DOI: 10.29303/jppfi.v2i2.58

Abstract

Tensimeter adalah instrumen fisika yang digunakan untuk mengukur tekanan darah. Tekanan darah terukur adalah tekanan relatif antara tekanan didalam pembuluh darah dibandingkan dengan tekanan udara luar atau atmosfer. Pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter digital jauh lebih tepat dibandingkan dengan pengukuran menggunakan tensimeter spring maupun tensimeter raksa. Pengukuran dengan tensimeter spring di salah satu klinik di kota mataram menunjukkan kesalahan pengukuran hingga 34% dibandingkan dengan tensimeter digital, sementara dengan menggunakan tensimeter raksa menunjukkan perbedaan sebesar 26%. Dari penelitian ini didapatkan bahwa pengukuran menggunakan tensimeter digital lebih akurat, sehingga penggunaan tensimeter jenis ini sangat direkomendasikan untuk pengukuran klinis di rumah sakit dan klinik Kesehatan.Keywords: pengukuran tekanan darah, tensimeter digital, tensimeter spring, tensimeter raksa.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Peserta Didik berbasis Problem Based Instruction (PBI) untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik pada Pokok Bahasan Fluida Statik Dewi Aulia Randani; Wahyudi Wahyudi; Ni Nyoman Sri Putu Verawati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2.358

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa perangkat pembelajaran berbasis problem based instruction yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis fisika peserta didik pada pokok bahasan fluida statik. Pada penelitian ini, perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa rencana pelaksanaan pembelajaran, lembar kegiatan peserta didik, materi ajar, dan instrumen keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini berupa penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model pengembangan prosedural yaitu model 4D (define, design, develop, and disseminate). Tahap Define (Pendefinisian) menghasilkan analisis perangkat pembelajaran yang dianalisis sesuai dengan KD maupun IPK pada materi fluida statik. Tahap Design (Perencanaan) menghasilkan rancangan awal draft pembelajaran berupa RPP, LKPD, Bahan Ajar, dan Instrumen Keterampilan Berpikir Kritis (KBK). Tahap Develop menghasilkan produk pengembangan yang didapatkan melalui dua langkah, yaitu uji validasi untuk menghasilkan produk yang valid atau layak, dan uji coba terbatas untuk menghasilkan produk yang praktis dan efektif. Validitas produk dinilai oleh lima validator dengan analisis skala likert. Kepraktisan ditentukan dari hasil observasi melalui lembar keterlaksanaan kegiatan dan efektivitas diperoleh dari uji coba terbatas untuk menilai N-Gain. Hasil penelitian berdasarkan penilaian validator menunjukkan keseluruhan perangkat yang dikembangkan memiliki nilai rata-rata diatas 3.00 dengan kategori valid. Kemudian hasil penilaian observer menunjukkan persentase rata-rata keterlaksanaan kegiatan pembelajaran sebesar 70 % dengan kategori praktis. Lalu berdasarkan nilai rata-rata tes keterampilan berpikir kritis sebelum implementasi model pbi didapatkan sebesar 40,17 dan setelah implementasi sebesar 70,6 kemudian dilakukan uji N-gain dan didapatkan peningkatan sebesar 0.51 dengan kategori sedang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengembangan perangkat pembelajaran fisika model problem based instruction pada materi fluida statik valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Tahap Disseminate (Penyebarluasan), dimana hasil penelitian ini disebarkan melalui e-journal agar dapat dimanfaatkan secara lebih luas.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika Model STEM Untuk Meningkatkan Kreativitas Sains dan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Pada Materi Suhu dan Kalor Lutfiah Dina Aulia; Wahyudi Wahyudi; Aris Doyan
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2.497

Abstract

Penelitian pengembangan ini dilatar belakangi karena rendahnya kreativitas sains dan berpikir kritis peserta didik yang disebabkan oleh kurangnya minat dan peran aktif peserta didik selama proses belajar mengajar di kelas. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengembangkan produk yang berupa perangkat pembelajaran fisika model STEM untuk meningkatkan kreativitas sains dan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada materi suhu dan kalor yang layak, praktis, dan efektif. Produk yang dikembangkan antara lain silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), lembar kerja peserta didik (LKPD), dan instrumen tes. Desain penelitian yang digunakan adalah model 4D yang terdiri dari beberapa tahapan, yaitu tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Kelayakan produk diperoleh dari hasil penilaian enam validator menggunakan lembar validasi yang disusun berdasarkan skala likert. Kepraktisan produk diperoleh berdasarkan hasil respon peserta didik yang dianalisis menggunakan skala likert. Keefektifan produk diperoleh dari hasil uji coba terbatas dengan memberikan instrumen tes berupa pretest dan posttest yang kemudian dianalisis menggunakan uji N-Gain. Hasil penilaian oleh validator menunjukkan bahwa perangkat yang dikembangkan memiliki rata-rata persentase sebesar 77.10% hingga 98.00% yang berada pada kriteria valid dan sangat valid. Kemudian respon peserta didik memperlihatkan hasil kepraktisan perangkat yang mendapat nilai rata-rata 3.70 dengan kriteria praktis. Kreativitas sains dan berpikir kritis peserta didik juga meningkat dengan melihat hasil uji N-Gain yang memperoleh nilai rata-rata sebesar 0.68 dalam kategori sedang. Sehingga, diperoleh kesimpulan bahwa perangkat pembelajaran fisika dengan model STEM pada materi suhu dan kalor sudah layak, praktis, dan efektif untuk diterapkan dalam pembelajaran.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika Model Blended Learning Berbantuan PhET Melalui Smartphone untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik M. Hidayat Nursiddieq; Wahyudi Wahyudi; Hikmawati Hikmawati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2.501

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan serta menghasilkan produk perangkat pembelajaran fisika model blended learning berbantuan PhET melalui smartphone untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik yang terkategori layak, praktis, serta efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan yang dikembangkan oleh Thiagarajan disebut 4D. Produk yang akan dikembangkan serta dihasilkan berupa Silabus, RPP, Bahan Ajar, LKPD, dan instrumen tes berpikir kreatif. Instrumen penelitian menggunakan lembar validasi, angket respon peserta didik terhadap pembelajaran, dan instrumen tes berpikir kreatif. Validitas perangkat pembelajaran dinilai oleh tiga validator ahli dan tiga validator praktisi yang dianalisis menggunakan skala Likert. Kepraktisan diperoleh melalui angket respon peserta didik terhadap pembelajaran yang disebarkan melalui google form. Keefektifan dianalisis dengan menggunakan N Gain yang diperoleh dari nilai pretest dan posttest tentang kemampuan berpikir kreatif peserta didik materi fluida dinamis. Hasil validasi perangkat pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan penilaian dari validator ahli dan validator praktisi memiliki nilai rata-rata senilai 87,33% termasuk kategori valid,  dengan reliabilitas senilai 93,03% termasuk ke dalam kategori reliabel. Kepraktisan perangkat pembelajaran berdasarkan angket respon peserta didik terhadap pembelajaran menunjukkan nilai senilai 92,08% termasuk ke dalam kategori sangat praktis. Sementara itu, kemampuan berpikir kreatif peserta didik mengalami peningkatan dengan hasil rata-rata uji N-Gain sebesar 0,59 terkategori sedang. Dengan demikian, perangkat pembelajaran dengan model blended learning berbantuan PhET melalui smartphone yang dikembangkan dapat dikatakan layak, sangat praktis, sehingga efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Model Problem Based Learning Berbantuan Video untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Peserta Didik Pada Materi Gerak Lurus Husnul Hatimah; Wahyudi Wahyudi; Ni Nyoman Sri Putu Verawati; Gunawan Gunawan
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2c (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2c.602

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa pengembangan perangkat pembelajaran dengan model Problem Based Learning berbantuan video pada materi gerak lurus guna meningkatkan hasil belajar kognitif peserta didik yang valid. Adapun jenis penelitian yang digunakan termasuk dalam penelitian Research and Development (R&D) dengan desain penelitian yang digunakan yaitu model 4D  terdiri dari Define, Design, Develop dan Disseminate. Produk yang dikembangkan yaitu silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Bahan Ajar, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), instrumen tes hasil belajar dan video pembelajaran. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar validasi. Data validitas perangkat pembelajaran dinilai oleh enam validator diantaranya 3 validator ahli dan 3 validator praktisi dan dianalisis menggunakan skala likert. Persentase rata-rata nilai validitas dari validator secara keseluruhan perangkat pembelajaran yaitu 83,33% sampai 97,92% dengan kategori valid dan sangat valid. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran model problem based learning berbantuan video yang dikembangkan valid untuk meningkatkan hasil belajar kognitif peserta didik pada materi gerak lurus.  
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model Learning Cycle 5E untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Fisika Peserta Didik Hani Miskan; Hikmawati; Ni Nyoman Sri Putu Verawati; Wahyudi Wahyudi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2b (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2b.617

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa perangkat pembelajaran dengan model Learning Cycle 5E yang valid untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis fisika peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Research and Development (R&D) dengan model penelitian yang dikembangkan adalah 4D Models yang terdiri dari tahap pendefinisian (Define), perancangan (Desain), pengembangan (Develop), dan penyebaran (Disseminate). Pada tahap Define, merupakan tahap awal untuk mendefinisikan masalah. Tahap design merancang produk perangkat pembelajaran berupa silabus, RPP, bahan ajar, LKPD, media pembelajaran, dan instrumen tes kemampuan berpikir kritis. Tahap penelitian ini dibatasi sampai dengan tahap pengembangan (Develop) yaitu validasi oleh pakar ahli. Teknik pengumnpulan data menggunakan lembar validasi. Validitas produk dianalisis dengan skala Likert. Data hasil validitas menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan berada pada tingkat sangat valid dengan nilai rata-rata akhir 3.52 sehingga perangkat yang dikembangkan valid digunakan dalam pembelajaran. Data hasil reliabilitas terhadap perangkat pembelajaran yang dikembangkan dengan nilai rata-rata 93.77 % termasuk dalam kategori reliabel. Berdasarkan hasil data tersebut dapat disimpulkan bahwa  perangkat pembelajaran model Learning Cycle 5E yang dikembangkan valid digunakan dalam pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis fisika peserta didik
Pengembangan Perangkat Pembelajaran dengan Model Advance Organizer untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Fisika Peserta Didik Siti Rohimah; Ahmad Harjono; I Wayan Gunada; Wahyudi Wahyudi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2c (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2c.701

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan perangkat pembelajaran dengan model advance organizer untuk meningkatkan pemahaman konsep fisika peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R & D) dengan desain penelitian model 4D yang dikembangkan oleh Thiagarajan, et al (1974) yang terdiri dari tahap pendefinisian (define), perancangan (Design), pengembangan (Develop) dan penyebarluasan (Disseminate).  Perangkat pembelajaran yang dikembangkan yaitu silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), lembar kerja peserta didik (LKPD), peta konsep, instrumen tes pemahaman konsep. Instrumen penelitian menggunakan lembar validasi, lembar respon guru dan peserta didik. Kelayakan perangkat pembelajaran ditinjau dari hasil validasi oleh 5 validator dengan data pendukung berupa respon guru dan peserta didik terhadap perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Hasil analisis kevalidan menunjukkan rata-rata perangkat pembelajaran yaitu 3,45 dengan kategori valid dan reliabilitasnya 94% dengan kategori reliabel. Untuk rata-rata respon guru yaitu 3,55 dengan kategori sangat baik dan respon peserta didik 3,49 dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil validasi,  respon guru dan peserta didik, maka dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran dengan model advance organizer layak digunakan untuk meningkatkan pemahaman konsep fisika peserta didik.
Pengaruh Pendekatan Multiple Intelligences Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Fisika Siswa Rabiatul Asriani; Hikmawati Hikmawati; Wahyudi Wahyudi
Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Vol 6, No 2: December 2018
Publisher : IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (969.87 KB) | DOI: 10.33394/j-ps.v6i2.1082

Abstract

This study is aimed to investigate the effect of multiple intelligences approach through the problem-based learning model (PBL) on the physics problem-solving abilities (PSA) of the tenth grade students. This study is an experimental research with a non-equivalent control group design. The sample was obtained through a purposive sampling technique, so the X-science 1 class was chosen as the experimental class and X-science 3 class as the control group. The experimental class was treated with a multiple intelligences approach through the PBL model, while the control class was given a conventional learning. Before being treated, the experimental class sample was given a multiple intelligence talent test questionnaire to find out the dominant intelligence in the class, after which the two samples were given a pre-test to find out their initial abilities. The results of the initial PSA test obtained an average experimental class value of 11.61 and a control class of 9.23. The homogeneity test results of the initial tests of the two samples had the same initial ability. The results of the PSA final test obtained were an average experimental class value of 72.32 and a control class of 60.62. The research hypothesis was tested by polled variance t-test with a significance level of 5%. Based on the results of the analysis, the value of tcount is greater than ttable, that is 11.9 > 1.99, so it can be concluded that there is an effect of multiple intelligences approach through PBL models on students’ physics problem solving.
Penyuluhan Penggunaan KIT IPA Rangkaian Listrik Sederhana bagi Guru- Guru SD Negeri Subahnala untuk Menunjang Pelaksanaan Kurikulum 2013 Wahyudi Wahyudi; Kosim Kosim; Muhammad Zuhdi; I Wayan Gunada; Muh. Makhrus
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains Indonesia Vol. 4 No. (2) (2022)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.868 KB) | DOI: 10.29303/jpmsi.v4i(2).195

Abstract

Salah satu masalah di dunia pendidikan di SD adalah rendahnya kemampuan guru-guru SD dalam menggunakan KIT IPA. Untuk mengatasinya, perlu diadakan pelatihan penggunakan KIT IPA sebagai alat bantu belajar, yang diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. KIT IPA adalah salah satu media pembelajaran yang mempunyai peranan yang sangat penting dalam pembelajaran, yaitu untuk menjelaskan konsep, sehingga siswa memperoleh kemudahan dalam memahami hal-hal yang dikemukakan guru, memantapkan penguasaan materi yang ada hubungannya dengan bahan yang dipelajari, dan mengembangkan keterampilan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah melatih guru-guru SD Negeri Subahnala dalam penggunakan KIT IPA, utamanya rangkaian listrik. Metode yang digunakan adalah metode ceramah dan tutorial cara menggunakan cara menggunakan KIT IPA tentang rangkaan listrik. Setelah mengikuti kegiatan ini, guru-guru SD Negeri Subahnala memperolah tambahan wawasan pengetahuan dan keterampilan penggunaan KIT IPA rangkaian listrik, sehingga bisa digunkan sebagai media pembelajaran IPA SD untuk menunjang pelaksanaan kurikulum 13.