Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pemberdayaan Ibu Hamil melalui Program 1000 HPK sebagai Strategi Mewujudkan Generasi Sehat Bebas Stunting Yayah Rokayah; Nur Afifah Harahap; Siti Rusyanti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.26604

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan masalah gizi kronis yang terjadi akibat kekurangan gizi dalam waktu lama, infeksi berulang, serta kurangnya pemahaman keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun atau dikenal sebagai 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Upaya pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan karena status gizi ibu hamil sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan janin. Desa Pasar Keong, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak merupakan salah satu wilayah dengan permasalahan stunting yang masih cukup tinggi, yaitu terdapat 55 balita stunting dari total 407 balita. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kondisi tersebut adalah masih terbatasnya pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu hamil mengenai pentingnya Program 1.000 HPK dalam mencegah stunting. Oleh karena itu, dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pendampingan Program 1.000 HPK untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu hamil dalam upaya pencegahan stunting. Sasaran kegiatan ini adalah 20 ibu hamil di Desa Pasar Keong. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi edukasi kesehatan mengenai Program 1.000 HPK, demonstrasi penyusunan menu gizi seimbang dengan konsep Isi Piringku, pendampingan, serta pemantauan melalui kegiatan Posyandu yang melibatkan bidan desa dan tenaga kesehatan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan dan sikap, serta observasi terhadap perubahan perilaku ibu hamil. Sebelum diberikan edukasi, rata-rata nilai pengetahuan ibu hamil sebesar 60 dan nilai sikap sebesar 40. Setelah mengikuti kegiatan pendampingan, rata-rata nilai pengetahuan meningkat menjadi 90 dan nilai sikap meningkat menjadi 80. Selain itu, ibu hamil menunjukkan perubahan perilaku yang positif, ditandai dengan meningkatnya kemampuan dalam menerapkan pola makan bergizi seimbang menggunakan konsep Isi Piringku, melakukan pemantauan kehamilan secara rutin, menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mempersiapkan pemberian ASI eksklusif, serta memahami pentingnya pemenuhan gizi ibu dan anak sebagai upaya pencegahan stunting. Ibu hamil juga mampu menjelaskan kembali materi edukasi, memilih bahan makanan bergizi, serta memanfaatkan metode food recall sebagai bagian dari pemantauan konsumsi makanan sehari-hari. Kegiatan pendampingan Program 1.000 HPK terbukti mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu hamil dalam pencegahan stunting sehingga perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui dukungan tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah desa, dan lintas sektor sebagai upaya percepatan penurunan angka stunting di masyarakat. Kata Kunci: 1000 HPK, Ibu Hamil, Stunting, Pemberdayaan.ABSTRACT Stunting is a chronic nutritional problem caused by prolonged undernutrition, recurrent infections, and limited family awareness regarding the importance of adequate nutrition from pregnancy until a child reaches two years of age, commonly referred to as the First 1,000 Days of Life (1,000 HPK). Stunting prevention should begin during pregnancy because the nutritional status of pregnant women plays a crucial role in fetal growth and development. Pasar Keong Village, Cibadak District, Lebak Regency, is one of the areas with a relatively high prevalence of stunting, with 55 out of 407 children under five affected. One of the contributing factors is the limited knowledge, attitudes, and practices of pregnant women regarding the importance of the First 1,000 Days of Life Program in preventing stunting. Therefore, a community service program was implemented through mentoring based on the First 1,000 Days of Life (1,000 HPK) Program to improve pregnant women's knowledge, attitudes, and practices toward stunting prevention. The program targeted 20 pregnant women in Pasar Keong Village. The activities included health education on the First 1,000 Days of Life Program, demonstrations on preparing balanced nutritious meals using the My Plate concept, individualized mentoring, and monitoring through Integrated Health Service Posts (Posyandu) in collaboration with village midwives and other healthcare personnel. Program evaluation was conducted using pre-test and post-test assessments to measure changes in knowledge and attitudes, as well as observations of participants' behavioral changes. Before the educational intervention, the mean knowledge score of the pregnant women was 60, while the mean attitude score was 40. Following the mentoring program, the mean knowledge score increased to 90, and the mean attitude score improved to 80. In addition, positive behavioral changes were observed, as evidenced by the participants' increased ability to apply balanced nutrition using the My Plate concept, attend routine antenatal care visits, practice Clean and Healthy Living Behaviors (PHBS), prepare for exclusive breastfeeding, and understand the importance of meeting maternal and child nutritional needs to prevent stunting. The participants were also able to explain the educational materials, select healthy food choices, and apply the food recall method to monitor their daily dietary intake. The mentoring program based on the First 1,000 Days of Life (1,000 HPK) successfully improved pregnant women's knowledge, attitudes, and practices regarding stunting prevention. Therefore, the program should be sustained through continuous support from healthcare workers, Posyandu cadres, village authorities, and cross-sector collaboration to accelerate stunting reduction at the community level. Keywords: 1000 HPK, Pregnant Women, Stunting, Empowerment.
Pemberdayaan Ibu Balita dalam Menyiapkan Makanan Bernilai Gizi Tinggi Berbasis Kearifan Lokal: Ubi Jalar dan Ikan Lele di Desa Mekar Agung Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak Siti Rusyanti; Nani Yuningsih
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 10 (2026): Volume 9 Nomor 10 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i10.26495

Abstract

ABSTRACT Lebak Regency recorded a high stunting rate, including Mekar Agung Village, which identified 7 stunted toddlers. Suboptimal nutritional fulfillment is triggered by limited knowledge and skills of mothers in preparing varied food. On the other hand, local wisdom commodities such as sweet potatoes and catfish are highly abundant, affordable, and nutrient-dense but have not been optimally utilized. This community service activity aimed to empower mothers of toddlers through nutritional education and food processing training based on local ingredients to prevent stunting. This activity involved 10 mothers of toddlers in Mekar Agung Village as target partners, assisted by 3 midwifery students. The implementation methods included situation analysis, pre-test, nutritional education, hands-on practice in making varied menus (catfish nuggets, catfish rolade, purple sweet potato pudding), post-test, and regular monitoring-evaluation through home visits with the Village Midwife. The results showed a significant increase in the "Good" knowledge category from 20% during the pre-test to 90% after the post-test. Target partners also became 100% highly skilled in practicing filleting techniques, hygienic processing, and innovative menu packaging. The monitoring phase confirmed behavioral changes in mothers regarding daily menu diversification, leading to improved child food acceptance and a positive trend in toddler weight gain by an average of 0.2 kg to 0.5 kg. Community empowerment through the utilization of local wisdom foodstuffs effectively improves mothers' cognitive and psychomotor capacities and supports the nutritional status improvement of toddlers. Keywords: Catfish, Local Wisdom, Nutrition, Stunting, Sweet Potato.  ABSTRAK Kabupaten Lebak mencatat angka stunting yang tinggi, termasuk di Desa Mekar Agung yang mengidentifikasi adanya 7 balita stunting. Pola pemenuhan gizi yang tidak optimal dipicu oleh keterbatasan pengetahuan dan kemampuan ibu balita dalam mengolah makanan yang bervariasi. Di sisi lain, komoditas kearifan lokal seperti ubi jalar dan ikan lele sangat melimpah, murah, dan kaya gizi namun belum dimanfaatkan optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ibu balita melalui edukasi nutrisi dan pelatihan pengolahan makanan berbasis bahan lokal guna mencegah stunting. Metode: Kegiatan ini melibatkan 10 ibu balita di Desa Mekar Agung sebagai mitra sasaran serta didampingi oleh 3 mahasiswa kebidanan. Metode pelaksanaan mencakup analisis situasi, pre-test, edukasi pemahaman nutrisi, praktik langsung pembuatan variasi menu (nugget lele, rolade lele, puding ubi ungu), post-test, serta monitoring evaluasi berkala melalui kunjungan rumah bersama Bidan Pembina Desa. Hasil kegiatan menunjukkan lonjakan pengetahuan kategori "Baik" dari semula 20% saat pre-test menjadi 90% setelah post-test. Mitra sasaran juga 100% menjadi sangat terampil dalam mempraktikkan teknik fillet, pengolahan higienis, dan pengemasan inovasi menu. Tahap monitoring mengonfirmasi perubahan perilaku ibu dalam diversifikasi menu harian balita yang berdampak pada peningkatan daya terima anak dan tren kenaikan berat badan (BB) balita rata-rata sebesar 0,2 kg hingga 0,5 kg. Pemberdayaan masyarakat secara mandiri melalui pemanfaatan bahan pangan kearifan lokal efektif meningkatkan kapasitas kognitif dan psikomotorik ibu serta mendukung perbaikan status gizi anak balita.  Kata Kunci: Gizi, Ikan Lele, Kearifan Lokal, Stunting, Ubi Jalar.