Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pemanfaatan Chitosan Dari Limbah Kulit Udang Sebagai Pestabil Pada Nanopartikel Perak Dengan Bioreduktor Daun Serai (Cymbopogon citratus) Fatimah; Islawati; Asdinar; AR.Pratiwi Hasanuddin
Jurnal Kesehatan Panrita Husada Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (Stikes Panrita Husada Bulukumba)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jkph.v6i2.720

Abstract

This study was based on the background Renewable research in nanotechnology has shown the creation of new, better performing products. Nanoparticles are part of nanotechnology which plays an important role in the development of science, especially its application in various fields including the health sector Chitosan has been widely applied commercially in the chemical, food and pharmaceutical industries. Chitosan can be a stabilizer alternative in the formation of silver nanoparticles.The purpose of this study was to determine the use of chitosan from shrimp shell waste as a stablizer on silver nanoparticles with lemongrass leaf as bioreductor. This research is a type of experimental research. Experiments were carried out to determine the ability of chitosan from shrimp shell waste as a stabilizer in silver nanoparticles with lemongrass leaf as bioreductor. Based on the results of the research, the spectrum shows that the silver nanoparticles without the addition of chitosan are formed at a maximum wavelength of 442 nm - 448 nm, while for silver nanoparticles with the addition of chitosan are at a wavelength of 458 nm - 470 nm. The conclusion Chitosan from shrimp shell waste can be used as a stabilizer in silver nanoparticles with lemongrass leaf as bioreductor with a maximum wavelength of 470 nm with a synthesis time of up to 72 hours with an absorbance value of 0.610 nm.
Synthesis Of Silver Nanoparticles Using Beluntas Leaf (Pluchea Indica L.) Extract Fatimah Fatimah; Abdul Wahid Wahab; Abdul Karim
Jurnal Akta Kimia Indonesia (Indonesia Chimica Acta) Volume 12, No.1: June 2019
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ica.v12i1.5757

Abstract

Synthesis of silver nanoparticles was carried out using environmentally Beluntas (Pluchea Indica L.) leaf extract to minimize the use of harmful chemicals. Synthesis was carried out with the ratio of AgNO3 solution and the beluntas leaf extract 90 mL : 1 mL. The process of forming silver nanoparticles was studied and monitored by observing the absorption spectrum using UV-Vis spectrophotometer. The observations showed the silver nanoparticles that was formed had SPR (Surface Plasmon Resonance) absorbance peak values at the wavelength of about 445,5 nm with an absorbance value of 3,437. The absorbance value increased with the increasing reaction time from 1 hour to 168 hours. From the result of testing using PSA, the average size of silver nanoparticles was 109.1 nm which is dispersed between 1,8 nm – 127,3 nm.
PEMBUATAN DESINFEKTAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN COVID-19 BAGI MASYARAKAT DI DESA PAENRE LOMPOE KEC. GANTARANG KAB. BULUKUMBA Fatimah; AR Pratiwi Hasanuddin
Jurnal ABDIMAS Panrita Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Abdimas Panrita
Publisher : Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.745 KB) | DOI: 10.37362/jap.v2i1.559

Abstract

Saat ini belum ada obat antivirus yang spesifik direkomendasikan untuk pengobatan Covid-19. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah upaya pencegahan penyebaran virus dengan mencuci tangan serta penyemprotan desinfektan. Disinfektan merupakan bahan kimia yang digunakan untuk menghambat atau membunuh mikroorganisme pada permukaan benda mati, seperti furniture, ruangan, lantai, dan lain-lain. Disinfektan tidak disarankan digunakan pada kulit maupun selaput lendir, karena berisiko mengiritasi kulit dan berpotensi memicu kanker. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan Untuk memberikan informasi, pengetahuan, dan keterampilan dalam hal pembuatan desinfektan dengan takaran yang benar serta untuk mengetahui penggunaan desinfektan yang tepat untuk mencegah Covid-19 bagi masyarakat di desa Paenre Lompoe Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat di desa Paenre Lompoe tentang pembuatan desinfektan dengan takaran yang benar serta penggunaan desinfektan yang tepat untuk mencegah Covid-19. Kesimpulan dari kegiatan pembuatan desinfektan di desa Paenre Lompoe ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam hal pembuatan desinfektan yang benar dan sebagai salah satu upaya pencegahan Covid-19.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT : PEMBUATAN KOPI JAHE CELUP DI DESA TAMAONA KECAMATAN GANTARANG KABUPATEN BULUKUMBA Andi Suswani Makmur; AR Pratiwi Hasanuddin; A.Nurlaela Amin; Fatimah
Jurnal ABDIMAS Panrita Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Abdimas Panrita
Publisher : Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.042 KB) | DOI: 10.37362/jap.v2i2.732

Abstract

Minuman kopi merupakan salah satu minuman yang terkenal karena citarasa khas yang ditimbulkan saat penyeduhan. Penambahan jahe pada kopi sangat bermanfaat disebabkan karena jahe dapat menghangatkan badan serta menambah nafsu makan. Selain itu jahe juga dapat memberikan efek yang psitif terhadap Kesehatan karena kan membangkitkan nafsu makan dan memperbaiki pencernaan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang manfaat dan cara pengolahan kopi jahe celup dalam kemasan tea bag sebagai minuman tradisional peningkat daya tahan tubuh. Kegiatan ini bekerjasama dengan dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Tamaona Kecamatan Kindang Kabupaten Bulukumba. Kopi jahe celup yang dihasilkan berasal dari kopi dan hasil pertanian masyarakat Desa Tamaona. Metode dalam pelaksanaan pengabdian melalui penyuluhan dan mengajarkan cara pembuatan kopi jahe celup dengan komposisi 20 mg kopi dan 20 mg jahe. Hasil kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat khususnya Kelompok Wanita Tani tentang manfaat kopi jahe khususnya untuk Kesehatan serta cara pembuatan kopi jahe celup yang bermanfaat bagi Kesehatan. Kata Kunci: Kopi Jahe Celup, minuman kesehatan
Identifikasi Telur Cacing Nematoda Usus Menggunakan Metode Sedimentasi Pada Sampel Kuku Petani Sawah Di Wilayah Kelurahan Tanete Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba Kiki Fatmasari; Dzikra arwie; Fatimah
Jurnal TLM Blood Smear Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.808 KB)

Abstract

Penelitian ini berlatar belakang Infeksi kecacingan merupakan suatu penyakit yang terjadi di usus sebagai investasi satu atau lebih cacing parasit usus yang terdiri dari golongan nematoda usus. Petani yang setiap hari kontak langsung dengan tanah, akan mempercepat penyebaran infeksi kecacingan baik melalui kuku tangan ataupun kuku kaki.Tujuan Penelitian ini untuk mengidentifikasi telur cacing nematoda usus menggunakan metode sedimentasi pada sampel kuku petani sawah di wilayah Kelurahan Tanete Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba. Metode penelitian ini merupakan penelitian observasi laboratorik menggunakan metode sedimentasi dimana sampel yang digunakan sebanyak 21 sampel dengan teknik pengambilan secara purposive sampling. Berdasarkan Hasil penelitian sampel kuku petani yang telah diuji terdapat telur cacing nematoda usus yaitu 4% jenis Ascaris Lumbricoides dan 96% tidak terdapat telur cacing nematoda usus. Kesimpulan diharapkan agar masyarakat yang setiap hari bekerja dan kontak langsung dengan tanah, khususnya para petani sawah mampu memperhatikan kebersihan diri.
Pengaruh Pemberian Jus Alpukat Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Kasturi Amelia; Fatimah; Subakir Salnus
Jurnal TLM Blood Smear Vol 2 No 2 (2021): Jurnal TLM Blood Smear
Publisher : Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.204 KB) | DOI: 10.37362/jmlt.v2i2.404

Abstract

Anemia merupakan indikator kesehatan yang buruk. Alpukat merupakan tanaman yang dapat tumbuh dan subur di daerah tropis seperti Indonesia. Buah alpukat juga salah satu jenis buah yang banyak digemari oleh orang karena selain rasanya yang enak, buah alpukat juga kaya dengan antioksidan dan zat gizi seperti lemak yaitu 9,8 g/100 g daging buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kadar hemoglobin Mahasiswa Analis Kesehatan yang mengalami gejala anemia dan Mengetahui pengaruh pemberian jus alpukat terhadap peningkatan kadar hemoglobin Mahasiswa Analis Kesehatan Stikes Panrita Husada Bulukumba yang mengalami gejala anemia dengan menggunakan metode sahli. Penelitian ini merupakan Penelitian Pre Eksperimental One Group Pre Test Dan Post test dengan pendekatan kuantitatif, pengukuran kadar hemoglobin menggunakan alat haemometer sahli. Penelitian ini menggunakan 15 responden dengan perlakuan selama 7 hari. Hasil Penelitian: Hasil uji paired sample t-test diperoleh t: -10,879 dan nilai p 0,000 (p>0.05) didapatkan nilai p < 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis nol ditolak.
Identifikasi Candida Albicans Pada Saliva Penderita Diabetes Melitus Di Wikayah Kerja Puskesmas Gattareng Tati Salmiati; Dzikra Arwie; Fatimah
Jurnal TLM Blood Smear Vol 2 No 1 (2021): Jurnal TLM Blood Smear
Publisher : Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.446 KB) | DOI: 10.37362/jmlt.v2i1.426

Abstract

Diabetes melitus atau yang biasa di singkat dengan DM adalah sekumpulan gejala yang timbul pada diri seseorang akibat tubuhnya mengalami gangguan dalam mengontrol kadar gula darah. Gula yang terdapat pada saliva menumpuk pada mukosa sehingga mempersiapkan makanan untuk perkembangan jamur, sehingga mengakibatkan saliva pada penderita akan ditemukan Candida albicans. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya Candida albicans pada Saliva penderita Diabetes Melitus di wilayah kerja Puskesmas Gattareng Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba dengan menggunakan media SDA (Sabouraud Dextrose Agar). Penelitian ini merupakan penelitian observasi laboratory dengan jumlah sampel 16 yang diperiksa adanya jamur Candida albicans pada saliva penderita DM. Dari 16 sampel yang telah diperiksa didapatkan keseluruhan sampel positif tumbuh koloni pada media tanam SDA (Sabouroud Dextrose Agar) pada saliva penderita DM di wilayah kerja puskesmas gattareng kecamatan gantarang kabupaten bulukumba. Kata Kunci: Saliva, Diabetes Melitus, SDA, Candida albicans
A Review on Green Synthesis, Antimicrobial Applications and Toxicity of Silver Nanoparticles Mediated by Plant Extract Subakir Salnus; Wahid Wahab; Rugaiyah Arfah; Firdaus Zenta; Hasnah Natsir; Muriyati Muriyati; Fatimah Fatimah; Arini Rajab; Zulfian Armah; Rizal Irfandi
Indonesian Journal of Chemistry Vol 22, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijc.71053

Abstract

Nanotechnology explores nanoscale materials that can be used in a wide range of industries such as biotechnology, cosmetics, drug delivery, nanomedicine, and biosensors. Nanoparticles in diverse shapes and sizes can be prepared through physical, chemical, and biological methods. The employment of reducing agents, which will change their form, size range, level of stability, and interaction, is a crucial part thus employing a biological approach is necessary. Chemically generated metal oxide nanoparticles raise considerable issues owing to the usage of hazardous and poisonous chemicals, as well as the potential for conservational impairment. In contrast, the production of silver nanoparticles using the principal method of green synthesis has found a special place in research that is considered more environmentally approachable requiring the use to produce non-toxic nanomaterials. Plants and polymer materials have received a lot of interest in the preparation of nanoparticles since they are renewable and affordable. In this review, we present a comprehensive overview of more ecologically friendly synthesis techniques that use plant extracts to make silver nanoparticles and their application as antibacterial agents, as well as toxicity features based on the shape, size range, and phytochemical mechanism of plants.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Gedi (Abelmoschus manihot L) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli Hidayah, Nurul; Fatimah; Muriyati; Islawati; Afriani Nur
Jurnal TLM Blood Smear Vol 4 No 1 (2023): Jurnal TLM Blood Smear
Publisher : Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jmlt.v4i1.1097

Abstract

Bakteri Escherichia coli merupakan salah satu bakteri penyebab penyakit infeksi, diantaranya yaitu dapat menyebabkan infeksi pada pencernaan atau disebut diare dengan angka keparahan yang bervariasi. Bakteri ini salah satu bakteri yang resisten terhadap anti biotik sehingga menjadi masalah tersendiri. Tanaman gedi memiliki kandungan seperti antioksidan, fenolik, flavonoid, steroid, alkaloid, efek antiinflamasi, efek antidiabetes, dan efek analgesik. Daun gedi juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan khususnya sebagai antiinfeksi, salah satu cara pengendalian terhadap bakteri Escherichia coli dapat menggunakan daun gedi sebagai tanaman yang memiliki kandungan kimia alami sebagai antibakteri sehingga di harapkan dapat menghambat pertumbuhan bakteri E. coli. Oleh karena itu masyarakat mulai beralih menggunakan bahan alternatif lain yaitu menggunakan tanaman obat herbal yang ada disekitar seperti daun gedi untuk meminimalisir dari penggunaan antibiotik dan untuk menghindari terjadinya resistensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun gedi (Abelmoschus manihot L) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dengan menggunakan metode difusi sumuran. Penelitian ini merupakan penelitian Experimental Laboratories menggunakan design QuasiExperimental Design. Dimana ekstrak daun gedi diperoleh dengan metode maserasi yang kemudian di variasikan kedalam lima perlakuan konsentrasi serta kontrol positif ciprofloxacin dan kontrol negatif aquades. Kemudian dilanjutkan dengan metode difusi sumuran (metode lubang) untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak daun gedi, hasil penelitian yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistic menggunakan uji One Way Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun gedi mampu menghambat pertumbuhan bakteri Escherichi coli dengan aktivitas lemah hingga sedang. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak daun gedi dengan konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100% efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli.
Uji Efektivitas Ekstrak Daun Sukun (Artocarpus altilis) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Hikma, Nurul; Fatimah; Gunawan; Aryandi, Rahmat; Salnus, Subakir
Jurnal TLM Blood Smear Vol 4 No 2 (2023): Jurnal TLM Blood Smear
Publisher : Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jmlt.v4i2.1098

Abstract

Bakteri Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri yang resisten terhadap antibiotik apabila dikonsusmsi dalam jangka waktu panjang sehingga dapat menimbulkan masalah tersendiri. Oleh karena itu untuk mengatasi permasalahan tersebut, masyarakat mengambil alternatif lain yaitu dengan menggunakan bahan alami yang mudah dijangkau seperti daun sukun yang digunakan sebagai pengganti antibiotik untuk menghindari terjadinya resistensi dan timbulnya efek samping dari antibiotik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun sukun terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus menggunakan pelarut etanol dengan metode difusi sumuran. penelitian ini adalah Experimental Laboratory, menggunakan desain True Eksperimental Design. Dimana ekstrak daun sukun diperoleh metode maserasi yang kemudian divariasikan kedalam lima perlakuan konsentrasi yaitu konsentrasi 100%, 80%, 60%, 40% dan 20 % serta kontrol positif amoksisilin dan kontrol negatif aquadest. Kemudian dilanjutkan dengan metode difusi sumuran dengan cara membuat lubang pada media uji untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak daun sukun. Hasil penelitian yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik menggunakan uji One Way Anova. Hasil penelitian ini menunjukkkan bahwa ekstrak daun sukun mampu menghambat pertumbuhan bakeri Staphylococcus aureus dengan kategori lemah hingga sedang. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak daun sukun di semua variasi konsentrasi mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus