Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PEMERIKSAAN GULA DARAH MASYARAKAT DESA BARUGAE KECAMATAN BULUKUMPA KABUPATEN BULUKUMBA Fatimah; Asdinar
Jurnal ABDIMAS Panrita Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Abdimas Panrita
Publisher : Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.418 KB) | DOI: 10.37362/jap.v1i1.398

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu penyakit atau gangguan metabilik kronik yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat insufiensi fungsi insulin. pentingnya masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kadar gula darah sewaktu agar bisa mengetahui kondisi gula darah dalam tubuh dan terhindar dari penyakit Diabetes Melitus. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pemerikaan gula darah pada masyarakat desa Barugae, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba. Metode dalam pelaksanaan pengabdian melalui pemeriksaan Kesehatan dan diskusi tentang pentingnya upaya pencegahan penyakit Diabetes Melitus dengan melibatkan puskesmas, pemerintah desa, tokoh agama dan masyarakat. Hasil kegiatan pemeriksaan ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai kadar gula darah dan bagaimana masyarakat bisa memahami tentang pentingnya menjaga kesehatan baik dirinya maupun lingkungan sekitarnya. Kesimpulan dari kegiatan ini diketahui bahwa dari 31 warga yang diperiksa diketahui bahwa yang memiliki kadar glukosa darah rendah sebanyak 4 orang, kadar gula darah normal sebanyak 16 orang, beresiko diabetes mellitus sebanyak 8 orang, sedangkan 3 orang lainnya adalah penderita diabetes. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Pemeriksaan Gula Darah, Desa Barugae, Bulukumpa, Bulukumba
Hemoglobin Level Examination in Students of Panrita Husada Bulukumba Health College Who Consume Instant Noodles Hasanuddin, AR Pratiwi; Rifky , Andi Aidar; Fatimah, Fatimah
Frontiers in Sustainable Science and Technology Vol. 1 No. 1 (2024): December
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/fsst.v1i1.226

Abstract

Hemoglobin is an iron-rich protein in red blood cells responsible for oxygen transport from the lungs to body tissues. Iron, along with vitamin B12 and folic acid, is essential for hemoglobin formation, with iron being a key component in heme production. Consuming instant noodles more than twice a week can increase the risk of metabolic disorders, such as obesity, high blood pressure, elevated blood sugar, and cholesterol. This study aimed to assess the hemoglobin levels of STIKES Panrita Husada Bulukumba students who consume instant noodles regularly. A descriptive cross-sectional quantitative study was conducted with 25 respondents. The results revealed a range of hemoglobin levels, with a low value of 8.0 g/dl, a normal value of 13.1 g/dl, and a high value of 16.1 g/dl, with a standard deviation of 2.04. The study found significant variation in hemoglobin levels among the students, with some indicating potential anemia and others suggesting polycythemia. This supports previous studies linking regular instant noodle consumption to malnutrition, particularly iron deficiency anemia.
Uji Efektivitas Ektrak Etanol Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus dengan Menggunakan Metode Difusi Sumuran Nurwahida Nurwahida; Fatimah Fatimah; Asriyani Ridwan
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol. 4 No. 2 (2023): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v4i2.10096

Abstract

Latar Belakang: Bakteri Staphylococcus Aureus adalah salah satu bakteri yang dapat menyebabkan penyakit infeksi, seperti penyakit infeksi kulit. Bakteri Staphylococcus Aureus merupakan salah satu bakteri yang resisten terhadap antibiotik sehingga menimbulkan masalah tersendiri daun pandan wangi yang dapat digunakan sebagai pengganti antibiotik untuk menghindari terjadinya resistensi. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak etanol daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan menggunakan metode difusi sumuran. Metode: experimental laboratory, menggunakan desain true experiment laboratory. Ekstrak daun pandan wangi diperoleh dengan menggunakan metode maserasi yang kemudian divariasikan kedalam beberapa konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100% serta kontrol positif amoxilin dan kontrol negatif aquades. Dilanjutkan dengan metode difusi sumuran untuk menguji daya hambat, lalu hasil yang didapatkan diolah menggunakan uji SPSS menggunakan oneway anova. Hasil: penelitian uji daya hambat ekstrak daun pandan wangi (pandanus amaryllifolius) terhadap pertumbuhan bakteri staphylococcus aureus dengan konsentrasi 20% menghambat sebesar 3.16 mm dengan kategori lemah, pada konsentrasi 40% menghambat dengan sebesar 4.16 mm dengan kategori lemah, pada konsentrasi 60% dapat menghambat sebesar 4.83 mm kategori lemah, pada konsentrasi 80% menghambat sebesar 5.3 mm kategori lemah, dan pada konsentrasi 100% dapat menghambat sebesar 6.3 mm kategori sedang. Kesimpulan: ekstrak daun pandan wangi dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus pada semua konsentrasi.
Uji Daya Hambat Ekstrak Etanol Daun Kamboja (Plumeria alba) terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus mutans ATCC 25175 Kasmira Kasmira; Fatimah Fatimah; Andi Suswani
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol. 3 No. 2 (2022): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v3i2.10446

Abstract

Latar Belakang: Streptococcus mutans dapat menyebabkan penyakit seperti suparatif dengan angka keparahan yang bervariasi. Bakteri ini satu jenis bakteri resistensi terhadap antibiotik karena itu menjadi masalah unik. Daun kamboja (Plumeria alba) adalah salah satu tumbuhan liar yang sering terjadi di indonesia yang bermanfaat sebagai obat, mengandung seperti alkaloid, flavonoid, saponin, dan metabolit sekunder yang hidup minyak atrisi yang bersifat antimikroba karenanya masyarakat mulai menggunakan bahwa pilihan lain lain yaitu menggunakan tanaman herbal yang yang ada disekitar seperti daun kamboja untuk meminimalisir dan penggunaan antibiotik dan untuk menghindari terjadinya resistensi. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan efek menghentikan ekstrak daun kamboja terhadap perkembangan bakteri Streptococcus mutans ATCC 25175. Metode: Studi ini adalah penelitian eksperimen. Dimana Ekstrak daun kamboja menggunakan difusi sumuran yang kemudian diberikan dalam berbagai perlakuan konsentrasi, termasuk 60, 80 dan 100 persen, dengan kontrol positif. ciprofloxacin aquades sumuran untuk mengevaluasi kekuatan hambat ekstrak daun kamboja hasil penelitian yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistic dengan metode One Way Anova. Hasil: Hasil dari penelitian mengatakan ekstrak daun kamboja dengan aktivitas lemah hingga sedang, dapat menghentikan perkembangan Streptococcus mutans ATCC 25175. Dan hasil dari Analisis statistik menunjukkan bahwa masing-masing Data didistribusikan dengan normal yang memenuhi persyaratan untuk uji One Way Anova, dan hasil yang dihasilkan menunjukkan nilaii p≤0,001 sehingga paling tidak terdapat rerata bermakna antar kelompok data. Kesimpulan: Adapun kesimpulan dari hasil penelitian ekstrak daun kamboja dapat menghentikan perkembangan Streptococcus mutans ATCC 25175. Kata Kunci : Ekstrak Daun Kamboja, Streptococcus mutans ATCC 25175, Antibiotik