Ragil Haryanto
Departemen Perencanaan Wilayah Dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

KAJIAN HARGA TANAH DAN PENGGUNAAN LAHAN DI KAWASAN PERDAGANGAN DAN JASA KELURAHAN LAMPER KIDUL, KOTA SEMARANG Gemala Pritha Ryzki Rynjani; Ragil Haryanto
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 4, No 3 (2015): Agustus 2015
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (887.039 KB)

Abstract

Pertambahan penduduk di perkotaan secara tidak langsung akan meningkatkan pertumbuhan kegiatan perkotaan seperti perdagangan, perkantoran, dan permukiman. Pertambahan penduduk dan aktivitasnya tersebut pada akhirnya akan membutuhkan tanah untuk keberlangsungannya. Tingginya permintaan tanah di perkotaan terutama pada kawasan-kawasan yang strategis, dapat menyebabkan tingginya harga tanah. Kawasan Lamper Kidul sebagai salah satu kawasan yang letaknya dekat dengan pusat Kota Semarang, mengalami dampak perkembangan pembangunan yang semakin pesat. Harga tanah pada kawasan perdagangan dan jasa di Kelurahan Lamper Kidul meningkat, diduga terjadi sejak semakin maraknya pembangunan aktivitas perdagangan dan jasa.. Tingginya harga tanah dan permintaan tanah untuk dikembangkan sebagai perdagangan dan jasa dibuktikan dengan semakin maraknya alih fungsi penggunaan lahan.Dengan demikian dibutuhkan sebuah identifikasi untuk mengetahui perkembang harga tanah di kawasan perdagangan dan jasa dan kaitanya pada perkembangan lahan yang terjadi. Maka penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengkaji harga tanah dan perkembangan penggunaan lahan yang ada di kawasan perdagangan dan jasa Kelurahan Lamper Kidul. Penelitian ini merupakan penelitian deduktif dengan pendekatan kuantitatif. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis kuantitatif deskriptif serta analisis crosstab. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan,perkembangan pembangunan aktivitas perdagangan dan jasa yang juga berimbas pada perubahan fungsi lahan di kawasan perdagangan dan jasa Kelurahan Lamper Kidul yang dimulai pada awal tahun 1997 dan terus berkembang hingga saat ini. Perkembangan harga tanahmengalami peningkatan sebesar 37% di seluruh kawasan dan dari hasil analisis tabulasi silang, perkembangan harga tanah berhubungan erat dengan variabel NJOP, luas tanah dan jarak lokasi ke pusat kota.
Studi Preferensi Pengusaha Kecil Menengah dalam Pemilihan Lokasi Aktivitas Usaha di Koridor Jalan Kaliurang Dwitiya Yuni Lestari; Ragil Haryanto
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 4 (2014): November 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pemilihan   lokasi usaha, para pelaku usaha tidak lepas dari masalah pemilihan lokasi yang salah sehingga usaha tidak laku dan keterbatasan akses untuk menuju lokasi (lokasi tidak berada di jalan utama).  Selain  itu,  masalah  lainnya  seperti  ketidaktahuan  pasar  dan  banyak  pesaing  di  lokasi  favorit merupakan masalah dan pertimbangan pengusaha dalam memilih lokasi aktivitas usahanya. Dari masalah tersebut, maka muncul pertanyaan : Apa saja yang mempengaruhi   preferensi pengusaha kecil menengah dalam pemilihan lokasi  aktivitas usaha dan  bagaimana perkembangan usaha kecil menengah terhadap preferensi tersebut di Koridor Jalan Kaliurang?. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi pengusaha kecil menengah dalam pemilihan lokasi aktivitas usaha dan perkembangan usaha di Koridor Jalan Kaliurang.Sasaran yang dilakukan untuk mencapai tujuan adalah Mengidentifikasi koridor Jalan Kaliurang yangdidominasi oleh pengusaha kecil menengah, Menemukenali karakteristik usaha kecil menengah yang dominan di Koridor Jalan Kaliurang, Menganalisis preferensi pengusaha kecil menengah dalam pemilihan lokasi aktivitas usaha di koridor Jalan kaliurang yang dominan, Kesimpulan dan Rekomendasi.Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi dan kuesioner kepada pengusaha kecil menengah. Sedangkan untuk data sekunder diperoleh dengan dokumentasi dan instansional. Penarikan sample menggunakan metode purposive dan proposional sampling dengan menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif, deskriptif kualitatif.Setelah dilakukan penelitian ini, preferensi pelaku usaha kecil menengah dalam pemilihan lokasi aktivitas usaha di koridor jalan kaliurang yaitu  akses jalan besar, dekat dengan konsumen, dekat dengan kawasan pendidikan, tempat parkir, ketersediaan listrik, air dan telpon serta keamanan.
PERUBAHAN FUNGSI LAHAN KORIDOR JALAN SELOKAN MATARAM KABUPATEN SLEMAN Heni Irawati; Ragil Haryanto
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 4, No 2 (2015): Mei 2015
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1167.275 KB)

Abstract

Perkembangan pemanfaatan lahan saat ini sudah semakin maju pada kota-kota di Indonesia. Telah banyak kasus perubahan fungsi lahan pada daerah pinggiran kota. Salah satunya pada koridor jalan inspeksi Selokan Mataram Sleman yang pada zaman dahulu merupakan aktivitas pertanian berupa sawah, ladang, kebun dan tegalan. Seiring dengan perkembangan Kota Yogyakarta yang semakin maju, membuat lahan di pusat kota sudah padat. Harga lahan pun semakin tinggi untuk mendirikan usaha, maka dari itu para investor memilih koridor jalan Selokan Mataram ini sebagai lokasi untuk mendirikan usaha. Terdapat banyak faktor yang menyebabkan kawasan ini menjadi sangat menarik untuk para pengusaha diantaranya karena adanya beberapa Perguruan Tinggi, lokasi yang strategis dan potensial, banyak permintaan dan juga aksesibilitas yang mudah karena dekat dengan kawasan perdagangan, perkantoran dan perumahan. Oleh karena itu terjadilah konversi lahan di koridor jalan Selokan Mataram. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses perubahan fungsi lahan yang terjadi di sepanjang koridor Jalan Selokan Mataram sehingga berkembang menjadi kawasan komersial dan menjawab dari pertanyaan penelitian “Bagaimana perubahan fungsi lahan Selokan Mataram menjadi aktivitas komersial?” Metode yang digunakan adalah kuantitatif, dengan pendekatan purposive sampling, dan analisis deskriptif. Data primer diperoleh dari observasi lapangan dan penyebaran kuesioner. Hasil dari penelitian ini adalah rumusan perkembangan perubahan lahan di sempadan aliran Selokan Mataram dan sekitarnya sehingga terdapat adanya perkembangan kegiatan komersial yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan kawasan pinggiran perkotaan.
Kajian Karakteristik dan Persebaran Aktivitas Komersial Di Kawasan Koridor Jalan Seturan, Sleman Adrian Bani Firdaus; Ragil Haryanto
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 5, No 2 (2016): Mei 2016
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1579.365 KB)

Abstract

Commercial activity on area of Seturan Street actually been around since thelast few years. This activity then being on growth continuously and exhibit somephenomenon. Some appearence that was seen on this area is about location ofcommercial activity. The location of commercial activity are not only on the edge of themain road, but also by other roads and scattered in some locations. Furthermore,commercial activity on the area of Seturan Street also look diverse in terms of goods orservices types offered and also the arrival frequency of consumer. Commercial activitynot only offer goods of daily needs, but also has developed to more complex on a varietyof other needs. Based on these appearence, the purpose of this study was to examine thecharacteristics and dispersion of commercial activity on the area of Seturan Streetcorridor. The method used in this research was descriptive quantitative approach withthe sample used was a commercial building owners or actors/parties running commercialactivities in the building and using stratified random sampling technique or techniqueswith proportional stratified sample of the sample collection.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN AKTIVITAS KOMERSIAL DI KORIDOR JALAN D.I PANDJAITAN KOTA SAMARINDA Roosmayri Lovina Hermaputi; Ragil Haryanto
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 3 (2013): Agustus 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.536 KB)

Abstract

Kota Samarinda merupakan Ibukota Provinsi Kalimantan Timur yang terletak di tepian sungai Mahakam. Seiring dengan masuknya investor pembangunan ke kota Samarinda, pembangunan kota ini terus meningkat dan membuat kota ini terus berkembang. Kota Samarinda adalah kota yang ekonominya berbasis  komersial dan industri kecil-menengah. Pembangunan yang dilakukan adalah pembangunan yang cenderung menunjang sektor basis perekonomian kota ini. Penduduknya yang memiliki karakteristik konsumtif tinggi, mendorong berkembanglah properti komersial di kota ini. Koridor jalan D.I Pandjaitan merupakan koridor yang diperuntukan sebagai kawasan perdagangan dan jasa . Pada kawasan ini terletak dua perumahan skala besar dan juga beragam fasilitas publik. Kawasan ini terletak pada Kecamatan Samarinda Utara dan juga merupakan akses utama yang terhubung dengan jalan poros Samarinda-Bontang sebagai jalan provinsi.  Perkembangan komersial pada koridor ini tergolong cepat hingga saat ini, banyak perkembangan aktivitas komersial yang terjadi. Menurut Kepala DCKTK Kota Samarinda perkembangan kawasan ini bermula sejak 10 tahun yang lalu dimana saat itu walikota Samarinda Achmad Amin membuka kesempatan sebesar-besarnya kepada investor untuk mengambangan usahanya di kota Samarinda. Di kawasan studi sendiri aktivitas yang terus berkembang adalah komersial. Aktivitas komersial yang mendominasi adalah primer dan sekunder. Terdapat banyak faktor baik yang berasal internal yaitu keberadaan perumahan elit, permukiman sekitar, fasilitas umum, ketersediaan angkutan umum, aksesibilitas, kualitas prasarana, keramaian lalu lintas, keberadaan pesaing, kenyamanan dan keamanan kawasan , dan aglomerasi pasar, sedangkan dari eksternal kawasan  yaitu program pemerintah, kebijakan pemerintah, gaya hidup, pola konsumsi masyarakat yang kemungkinan berpengaruh terhadap perkembangan aktivitas komersial di kawasan ini. penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan aktivitas komersial di kawasan ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif yang sampel nya merupakan pemilik bangunan usaha perdagangan dan jasa di koridor Jalan D.I Pandjaitan. Hasil analisis mengungkapkan bahwa perkembangan kawasan ini cepat dengan pola ribbon area. Pada wilayah studi juga ditemukan bahwa skala pelayanan aktivitas komersial yang ada mayoritas masih berskala lingkungan dan perkembangan aktivitas komersial dipengaruhi oleh faktor yang terkelompokkan sebagi faktor penarik dan pendorong. Temuan yang menarik dari penelitian ini, kawasan ini berkembang diluar dari arahan pemerintah dan lokasinya yang cukup jauh dari pusat kota serta memiliki konstelasi dengan wilayah secara regional dengan Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Kertanegara sebagai konsumennya. Sedangkan faktor baru yang ditemukan mempengaruhi perkembangan kawasan berupa citra kawasan tergolong eklusif dan konstelasi wilayahnya secara regional.
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Kegiatan Komersial Di Koridor Jalan Kedungmundu Raya dan Sambiroto Raya Diah Dhyeti Pradani; Ragil Haryanto
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 10, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedungmundu Raya and Sambiroto Raya goes to BWK VI, those corridors had an appeal for commercial actors in small-medium scale to invest/commercial activities. This research aims to determine and analyzed the factors affecting the development of commercial activities in Kedungmundu Raya and Sambiroto Raya streets in relations with territorial against new growth area of Kedungmundu-Sambiroto. This is a descriptive quantitative research. The road identifications showed that Segment 1 had quite rapid development indicated by land use change from non awakened into commercialized. Segment 2, had a significant changes, land use change from non awakened and occupancy into commercialized. Segment 3, had less significant changes, the changes are only functional from occupancy into commercialized. Segment 4 is the most significant development indicated by 3 supermarkets. While in the factor analysis, factors that affecting the development of commercial activity are Factor 1, accesibility, consist of majority of consumer, form of profit, main reasons and peak traffic. Factor 2, area suitability, consists of main reason and length of business. The most dominant factors is the area suitability.
PREFERENSI TETAP TINGGAL ATAU PINDAH MASYARAKAT SEKITAR PETEMPEN TERHADAP PEMBANGUNAN APARTEMEN MUTIARA GARDEN Santi Antasia Dewi; Ragil Haryanto
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 3 (2013): Agustus 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.043 KB)

Abstract

Seiring perkembangan pembangunan Kota Semarang, bisnis properti mulai dikembangkan oleh sejumlah investor melalui pembangunan gedung berorientasi komersial di pusat kota (CBD) seperti hotel berbintang lima, perkantoran, apartemen dan mall. Kampung Petempen merupakan kawasan pemukiman padat yang berada di kawasan Gajahmada Semarang yang mulai diminati developer sebagai pembangunan bisnis properti berupa Apartemen Mutiara Garden. Pembebasan lahan dilakukan secara bertahap dengan cara penawaran ganti rugi tanpa bentuk desakan. Oleh karena itu kini sebagian besar rumah telah dijual pemiliknya dan menjadi area pembangunan apartemen. Sebagaimana kehadiran pembangunan Apartemen Mutiara Garden pastinya menimbulkan dampak dan perubahan secara lingkungan dan sosial. Tetapi dengan kondisi tersebut beberapa warga masih tetap bertahan meskipun telah terhimpit bangunan apartemen. Fenomena tersebut menjadi suatu masalah yang menarik untuk diteliti sebagai obyek penelitian mengingat harga penawaran apartemen terbilang lebih tinggi dari harga dasar tanah di lokasi tersebut. Munculah pertanyaan penelitian mengenai bagaimana preferensi tinggal masyarakat sekitar Petempen akibat pembangunan Apartemen Mutiara Garden dan faktor apakah yang mempengaruhi preferensi tetap bertahan tersebut. Untuk menjawab pertanyaan tersebut maka penelitian ini mengaplikasikan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan mencakup kegiatan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas masyarakat memiliki preferensi untuk tetap bertahan tinggal di Petempen. Faktor lokasi tinggal yang strategis menjadikan masyarakat memiliki keinginan untuk mempertahankan diri di kawasan ini. Persepsi yang terbentuk dari dampak pembangunan juga terbukti mampu mempengaruhi preferensi tinggal masyarakat. Persepsi negatif yang muncul seiring perubahan lingkungan dan sosial disekitarnya akan mendesak masyarakat bertahan untuk pindah. Hal ini mengindikasikan adanya fenomena gentrifikasi di kawasan Petempen yang secara perlahan membuat masyarakat kaum marginal akan terdepak keluar dari kawasan. Kemampuan ekonomi masyarakat yang rendah mengakibatkan ketidakmampuan masyarakat mengakses lingkungan. Oleh karena itu preferensi tetap tinggal masyarakat mengalami perubahan untuk pindah baik akibat keadaan mulai terdesak atau keinginan yang telah terpenuhi. 
Analisis Lokasi dan Fasilitas Apartemen Kalibata City serta Implikasinya Terhadap Harga Jual dan Harga Sewa yang Ditawarkan Radinda Nurbonita; Ragil Haryanto
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 6, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1708.82 KB) | DOI: 10.14710/tpwk.2017.18035

Abstract

The high population growth in Jakarta is causing the land increasingly limited with higher price. Based on that, some efforts are needed to maximize the limited land with every possible way, one of which is a vertical housing concept. In 2006, this concept is supported by a Government which is known as 1000 Tower Vertical Housing Program in the term of subsidized apartment. One of apartment in Jakarta that participated in that program is Kalibata City. Kalibata City is located in a very strategic location and close to the city center and has a very complete fasilities. But Kalibata City come with a relatively low prices compared with other subsidized apartment in Jakarta. Under these conditions, this study discusses about how are the characteristics of location and facilities of Kalibata City and their implications on the sale and rent prices. This study used quantitative approaches and methods. Quantitative method used in the research data in the form of figures and statistical analysis to testing the hypothesis. Kalibata City is located quite close to urban centers or the Central Business District (CBD) Jakarta. From the analysis, the overall average revenue Kalibata City dwellers belong to medium-rate, based on that majority of respondents said that the selection priority to choose the residence based one location aspect. Location Apartment Kalibata City located and have high accessibility because they have the time and travel costs low so as to provide time efficiency and ease of mobility for residents. Additionally, Apartment Kalibata City has been able to provide social facilities in residential environment to meet the various needs of its inhabitants, it is evidenced by the high level of occupant desires to use the facilities available.
PREFERENSI MASYARAKAT TERHADAP PENATAAN KAWASAN PERMUKIMAN NELAYAN KUMUH DI DESA KURAU, KECAMATAN KOBA, KABUPATEN BANGKA TENGAH Bani Dipra Ramdani; Ragil Haryanto
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 3 (2013): Agustus 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.5 KB)

Abstract

Penataan Kawasan Kumuh merupakan salah satu upaya  untuk meningkatkan kualitas dan taraf hidup masyarakat, terutama golongan berpenghasilan rendah atau kurang mampu dan lingkungan tidak layak huni. Penanganan masalah lingkungan permukiman kumuh tidak dapat dilakukan secara sepihak, melainkan harus merupakan upaya terpadu yang saling mendukung dan saling bersinergi dalam mencapai sasaran manfaat yang optimal. Begitu pula dengan Desa Kurau, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah yang sebagian masyarakatnya bermata pencarian sebagai nelayan. Kondisi sosial ekonomi masyarakat yang rendah sangat berpotensi untuk memunculkan kawasan permukiman kumuh, serta kondisi budaya/tradisi masyarakat yang dapat menimbulkan permukiman kumuh antara lain yaitu membuang sampah dan kotoran di sungai, membuang sampah di sembarang tempat serta kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungannya. Melihat kondisinya, Desa Kurau perlu untuk meningkatkan kualitas dan taraf hidup masyarakatnya sehingga perlu dilakukan penataan kawasan permukiman nelayan kumuh. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana preferensi masyarakat untuk tetap tinggal atau pindah terhadap penataan kawasan permukiman nelayan kumuh di Desa Kurau, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah. Dimana masyarakat ditawarkan dengan dua pilihan yaitu pindah dengan kata lain relokasi atau tetap tinggal sehingga dilaksanakan konsolidasi lahan. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis deskriptif, dan tabulasi silang atau crostab sedangkan populasinya yaitu semua pihak yang terkait dengan penataan kawasaan sehingga menggunakan metode sensus, kemudian data primer dan sekunder yang diperoleh dianalisa secara kuantitatif. Setelah melakukan penelitian dengan menggunakan tabulasi silang atau crosstab diperoleh kesimpulan dengan terjawabnya pertanyaan penelitian yaitu masyarakat memilih untuk tetap tinggal atau dilaksanakan konsolidasi lahan dalam rangka penataan kawasan permukiman nelayan kumuh di Desa Kurau. Preferensi masyarakat ini dipertimbangkan dari beberapa hal diantaranya aksesibilitas, kenyamanan serta kondisi sarana dan prasarana.
Analisis Daya Tarik Bertempat Tinggal di Apartemen Kalibata City Nidia Budiani Hartanti; Ragil Haryanto
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 5, No 2 (2016): Mei 2016
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.175 KB)

Abstract

Residents decisions to reside in the apartment as the property assets can not be separated from the pull factors. Whereas in the management requires an understanding of the attractiveness of ideal residential for urban communities. City as one of the superblock apartment in Jakarta, attract a lot of interest since the first stage of construction to the third stage of construction. This study was conducted to examine the main of pull factors that influence occupant resides in Kalibata City Apartement. This research run out by analyzing the housing indicators as the attractiveness which are residential location, accessibility residential, residential rates and occupancy cost, and residential facilities of Kalibata City Apartment. Method of analysis in this study using a quantitative approach with a quantitative descriptive analysis techniques. From this research, it is known that the factor of Kalibata City’s location and accessibility are the main factors that attract occupants in the residence which is influenced by the residents lifestyle. Meanwhile the role of prices and costs as comparative information to assess the quality of residential objectively.