Ragil Haryanto
Departemen Perencanaan Wilayah Dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

KAJIAN HARGA LAHAN SEBAGAI IMPLIKASI PERKEMBANGAN AKTIVITAS KOMERSIAL DI KORIDOR JALAN GAJAHMADA, KOTA SEMARANG Nursanti Anggraeni; Ragil Haryanto
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 3 (2013): Agustus 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.628 KB)

Abstract

Kawasan pusat kota merupakan area dengan konsentrasi aktivitas yang tinggi di suatu kota. Tingginya konsentrasi aktivitas di pusat kota menyebabkan perkembangan penggunaan lahan yang sangat dinamis sehingga berdampak pada kebutuhan lahan yang terus meningkat. Terkait dengan semakin meningkatnya aktivitas di pusat kota menyebabkan berkembangnya konsentrasi aktivitas menuju ruang di sekitar kawasan pusat kota. Koridor Jalan Gajahmada merupakan bagian dari kawasan segitiga emas Kota Semarang yang berkembang pesat setelah perluasan perkembangan aktivitas komersial dari pusat kota, yaitu kawasan Simpang Lima. Implikasi dari perkembangan aktivitas komersial tersebut dapat dilihat secara fisik dan non fisik. Perubahan penggunaan lahan non komersial menjadi komersial merupakan implikasi secara fisik akibat perkembangan aktivitas komersial di koridor Jalan Gajahmada. Sedangkan secara non fisik, harga lahan di koridor Jalan Gajahmada mengalami peningkatan. Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, harga lahan di koridor Jalan Gajahmada berada pada kisaran Rp 15 juta/m2 hingga mencapai harga tertinggi Rp 60 juta/m2. Melihat peningkatan harga lahan yang terjadi setelah adanya perkembangan aktivitas komersial, perlu dikaji apakah harga lahan yang berlaku untuk kawasan koridor Jalan Gajahmada sesuai dengan penaksiran harga lahan atau ada faktor lain yang mempengaruhi penetapan harga lahan. Adanya dugaan bahwa peningkatan harga lahan di koridor Jalan Gajahmada dipengaruhi oleh perkembangan aktivitas komersial, maka muncul pertanyaan penelitian, “Bagaimana kesesuaian penetapan harga lahan terhadap taksiran standar harga lahan di koridor Jalan Gajahmada” Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengkaji kesesuaian penetapan harga lahan terhadap taksiran harga lahan dengan adanya perkembangan aktivitas komersial di koridor Jalan Gajahmada. Penelitian ini menggunakan pola pikir deduktif yang dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Sesuai dengan pendekatan yang digunakan, penelitian ini akan mengkaji variabel-variabel yang terkait dengan perubahan harga lahan akibat perkembangan aktivitas komersial di koridor Jalan Gajahmada. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif. Keluaran dari analisis meliputi taksiran harga lahan dan rumusan keterkaitan antara perkembangan aktivitas komersial dengan harga lahan di koridor Jalan Gajahmada. Dari keluaran tersebut, maka akan terjawab pertanyaan penelitian yang muncul. Di samping itu, hasil analisis akan digunakan pula untuk menyusun rekomendasi terkait dengan hasil penelitian.
KAJIAN KEBERADAAN WISATA BELANJA MALIOBORO TERHADAP PERTUMBUHAN JASA AKOMODASI DI JALAN SOSROWIJAYAN DAN JALAN DAGEN Ahsanul Fathiyyatun Nisa; Ragil Haryanto
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 4 (2014): November 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.318 KB)

Abstract

Kota Yogyakarta sebagai tujuan wisata ke dua di Indonesia. Yogyakarta berada di jalur lintas selatan menguntungkan bagi perkembangan potensi pariwisata, adanya pusat aktivitas perkotaan berdampak pada perubahan gaya hidup penduduk menjadi lebih konsumtif dan mendorong berkembangnya aktivitas komersial. Malioboro merupakan wisata belanja yang banyak diminati wisatawan, Malioboro memiliki daya tarik dan keunikan tersendiri. Malioboro menawarkan atraksi belanja bagi pengunjung, sepanjang 2 km Jalan Malioboro dihuni para pedagang yang menawarkan barang dagangan dengan berbagai macam produk yang ditawarkan. Perkembangan Malioboro menyebabkan terjadinya keterkaitan terhadap pertumbuhan jasa-jasa akomodasi disekitar kawasan. Jalan Sosrowijayan dan Dagen sebagai pusat pertumbuhan jasa akomodasi perluasan dari Jalan Malioboro, pusat keramaian banyak dikunjungi oleh wisatawan. Akomodasi merupakan simpul penyaluran wisatawan dari tempat tinggal menuju lokasi objek wisata dengan objek wisata lainnya yang menjadi destinasi tujuan wisata. Jasa akomodasi yang mendominasi di Sosrowijayan dan Dagen berupa hotel, losmen, homestay, dan wisma. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keterkaitan wisata belanja Malioboro dengan pertumbuhan jasa akomodasi di Jalan Sosrowijayan dan Jalan Dagen. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif dan teknik analisis deskriptif kualitatif. Untuk teknik sampling menggunakan purposive sampling dan accidental sampling yang berguna untuk menentukan informan dalam penelitian yaitu pemilik jasa akomodasi di Jalan Sosrowijayan-Dagen, masyarakat, instansi pemerintah dan wisatawan Malioboro. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yang terdiri dari identifikasi potensi Malioboro sebagai wisata belanja di Kota Yogyakarta, analisis karakteristik jasa akomodasi di Jalan Sosrowijayan dan Jalan Dagen, analisis persebaran dan pola pertumbuhan jasa akomodasi di Jalan Sosrowijayan dan Jalan Dagen, dan analisis perkembangan Malioboro terhadap pertumbuhan jasa akomodasi di Jalan Sosrowijayan dan Jalan Dagen. Berdasarkan hasil analisis diperoleh rumusan hasil analisis yaitu: Malioboro memiliki keterkaitan dengan pertumbuhan jasa akomodasi yang ada di Jalan Sosrowijayan dan Jalan Dagen. Malioboro mendatangkan wisatawan, wisatawan membutuhkan penginapan sebagai prasarana kebutuhan wisatawan, Jalan Sosrowijayan dan Dagen berada di lokasi yang strategis, sehingga terjalin keterkaitan untuk dibangun jasa akomodasi di kedua jalan tersebut. Ada kecenderungan wisatawan untuk memilih lokasi penginapan di lokasi strategis dalam mempermudah mobilitas menuju lokasi wisata lainnya, sehingga hasil analisis yang dilakukan tepat pada sasaran. Jalan Sosrowijayan dan Dagen berpotensi untuk pertumbuhan jasa akomodasi penunjang kebutuhan wisatawan dalam melakukan kegiatan pariwisata.
PREFERENSI PENGHUNI TINGGAL DI APARTEMEN BERSUBSIDI THE MODERN GOLF KOTA TANGERANG Prima Dea Arijani; Ragil Haryanto
Jurnal Pengembangan Kota Vol 4, No 2: Desember 2016
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.46 KB) | DOI: 10.14710/jpk.4.2.129-138

Abstract

Pemenuhan kebutuhan perumahan layak bagi masyarakat menengah kebawah dan pembangunan perumahan vertikal menjadi sangat penting dalam mengurangi kepadatan. The Modern Golf Apartement menjadi apartemen bersubsidi pertama yang dibangun di kota Tangerang dengan statusnya yang bersubsidi memiliki daya tarik tersendiri bagi para penghuni untuk tinggal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui preferensi dan tujuan penghuni untuk tinggal di apartemen bersubsidi The Modern Golf. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan teknik sampling stratified random sampling. Berdasarkan analisis, diketahui bahwa faktor penghuni tinggal di apartemen bersubsidi The Modern Golf yang memiliki preferensi paling tinggi berdasakan nilai rata-ratanya yaitu faktor kemudahan aksesibilitas menuju sarana perdagangan dengan nilai rata-rata 4,63. Hal ini diperkuat dengan adanya berbagai jenis sarana perdagangan yang dapat memudahkan penghuni untuk memenuhi kebutuhannya tanpa perlu keluar dari kawasan The Modernland, serta terdapat kecenderungan aktivitas bahwa penghuni akan menuju ke sarana perdagangan baik mall maupun pusat pertokoan setelah pulang bekerja. Hal tersebut menunjukkan bahwa adanya fenomena masyarakat perkotaan yang cenderung konsumtif serta tingginya minat masyarakat terhadap hunian yang berada di pusat kota dengan dilengkapi dengan sarana prasarana pendukung.
PERGESERAN PEMANFAATAN RUANG KORIDOR JALAN BENDUNGAN HILIR TERHADAP RDTR DKI JAKARTA Martina Fitri Lestari; Ragil Haryanto
Jurnal Pengembangan Kota Vol 8, No 2: Desember 2020
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1113.021 KB) | DOI: 10.14710/jpk.8.2.200-211

Abstract

Jakarta merupakan kota metropolitan yang memiliki kawasan pusat bisnis, yaitu Kawasan Segitiga Emas Jakarta. Pertumbuhan Kawasan Segitiga Emas Jakarta mempengaruhi kawasan disekitarnya, salah satunya ialah Koridor Jalan Bendungan Hilir. Pada tahun 1952, Pemerintah Jakarta membuka Jalan Bendungan Hilir untuk dijadikan kawasan permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pergeseran kegiatan pemanfaatan ruang terhadap RDTR DKI Jakarta di Koridor Jalan Bendungan Hilir Kota Jakarta Pusat. Metode penelitian yang digunakan ialah analisis deskriptif kuantitatif dan analisis Analytic Hierarchy Proccess (AHP). Hasil yang didapat dalam penelitian ialah Koridor Jalan Bendungan Hilir didominasi oleh pemanfaatan ruang usaha sebesar 83%. Pergeseran pemanfaatan ruang pada tahun 2014-2019 sebesar 3% dari pemanfaatan ruang hunian dan sosial budaya menjadi pemanfaatan ruang usaha. Berdasarkan perhitungan AHP, faktor ketidaksesuain pemanfaatan ruang dengan RDTR disebabkan oleh kurang efektifnya pengendalian pemanfaatan ruang. Sejak diberlakukannya RDTR DKI Jakarta pada tahun 2014, kondisi pemanfaatan ruang di Koridor Jalan Bendungan Hilir sudah dipenuhi oleh pemanfaatan ruang usaha. Pergeseran pemanfaatan ruang yang terjadi di Koridor Jalan Bendungan Hilir perlu diperhatikan karena pemanfaatan ruang hunian dan pemanfaatan ruang usaha memiliki karakteristik yang berbeda. Sehingga, kedua pemanfaatan ruang tersebut membutuhkan perencanaan penataan ruang yang berbeda menyesuaikan dengan karakteristiknya.
KAJIAN PEMANFAATAN RUANG KEGIATAN KOMERSIAL KORIDOR JALAN TAMAN SISWA KOTA SEMARANG Indra Wisnu Wardhana; Ragil Haryanto
Jurnal Pengembangan Kota Vol 4, No 1: Juli 2016
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.801 KB) | DOI: 10.14710/jpk.4.1.49-57

Abstract

One of the educational areas which have the function as the center of the new growth is the Campus of the State University of Semarang. The existence of Unnes trigger the development of the Sekaran sub-district. One area that has developed commercial activity quite rapidly in the Sekaran sub-district is the Taman Siswa Road Corridor. The purpose of this study was to assess the utilization of space commercial activity in the Taman Siswa road corridors and look for the cause of development of land in the region. The method used in this research is the method of quantitative analysis techniques using descriptive statistics. In the analysis that has been performed, on the factor analysis, the results are not as expected from researchers, or can be said output generated deviate from the input that has been inserted. This is because there are errors in data entry. To anticipate this is to use the results obtained from the descriptive statistical analysis.
KAJIAN HARGA SEWA BANGUNAN KOMERSIAL DI KORIDOR JALAN RAYA KALIMALANG, JAKARTA Ajeng Laras Adhiani; Ragil Haryanto
Jurnal Pengembangan Kota Vol 4, No 2: Desember 2016
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.745 KB) | DOI: 10.14710/jpk.4.2.177-185

Abstract

Koridor Jalan Raya Kalimalang merupakan kawasan yang berkembang pesat dan memiliki harga lahan yang tinggi karena adanya aktivitas komersial. Hal ini menjadikan pemilik lahan lebih memilih untuk menyewakan bangunan yang berada di atas lahan miliknya karena dianggap lebih menguntungkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis harga sewa bangunan di koridor Jalan Raya Kalimalang, Jakarta beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya terkait aktivitas komersial. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif. Temuan studi yang diperoleh adalah perkembangan aktivitas komersial di koridor Jalan Raya Kalimalang dipengaruhi oleh faktor lokasi, aksesibilitas, infrastruktur, dan kesesuaian kawasan. Harga sewa bangunan di koridor Jalan Raya Kalimalang mulai dari Rp20.000.000 - Rp100.000.000/ tahun. Aktivitas komersial di koridor Jalan Raya Kalimalang semakin berkembang. Hal ini dapat dilihat dari semakin meningkatnya permintaan, tetapi tidak diimbangi dengan ketersediaan bangunan yakni hanya 9,04%. Terdapat sembilan faktor yang mempengaruhi harga sewa bangunan di koridor Jalan Raya Kalimalang, yaitu faktor ketersediaan bangunan, tata letak bangunan, lokasi, asal konsumen, kesesuaian koridor, luas bangunan, usia bangunan, kondisi bangunan, dan faktor jangka waktu sewa.
Kajian Tingkat Kerentanan dan Ketahanan Masyarakat di Kawasan Permukiman Pesisir Kota Pariaman Terhadap Bencana Mahda Huriyatul Syaputri Syam; Ragil Haryanto
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 11, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tpwk.2022.31607

Abstract

Pariaman City is one of the cities in the western part of Sumatra Island which is prone to disasters because there are two tectonic plates meeting, namely the Indo-Australian and Eurasian at the bottom of the Indian Ocean. So that in the event of a disaster the area most at risk of being affected is the coastal residential area of Pariaman City which includes fourteen villages. This study aims to assess the level of vulnerability and resilience of coastal communities in Pariaman City to disasters. The method used in determining the level of vulnerability is the overlay method on indicators of physical, social and economic vulnerability. The results of study showed a high level of vulnerability to disasters includes Karan Aur, Pasir, Lohong and Naras 1, the medium vulnerability level includes Marunggi, Ampalu, Manggung, Pasir Sunur, Naras Hilir, and Taluk, and the low vulnerability level includes Pauh Barat Village, Balai Naras, Apar, Padang Birik-Birik). The method used in determining community resilience is CCR (Coastal Community Resilience). The results showed that three of the eight elements of resilience is below standard, such us society and economic (Manggung), land use and structural design (Lohong, Manggung, and Balai Naras), warning and evacuation (Kelurahan Pasir , West Pauh Village, Amaplu Village and Marunggi Village). It can be concluded that the coastal communities of Pariaman City have a high tendency of vulnerability to disasters but also have a high tendency of resilience in dealing with these disasters. So to reduce the risk, it is necessary to regulate land use and recommendations to increase the element of resilience according to standards.