Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Peningkatan Penguasaan Metodologi Penelitian Kualitatif Secara Komprehensif Mahasiswa Melalui Dekonstruksi Model Ucapan Idul Fitri Haryono, Bagus; Sudarmo, Sudarmo; Triyanto, Triyanto; Mahadika, Brq Dagfa Inka
Society Vol 11 No 2 (2023): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v11i2.399

Abstract

This quasi-experimental study aims to enhance the Mastery of Comprehensive Qualitative Research Methodology (MCQRM) among Sociology students. The goal is to equip students with systematic thinking steps involving philosophy, paradigm, object of study, theory, method, statistics, case examples, and addressing real problems and solutions. The research adopts a deconstruction approach, using the model of Eid al-Fitr greetings as its substance. The participants are 26 Sociology students enrolled in the Qualitative Research Method course. Data was collected through surveys using Google Forms twice during sessions from the 9th to the 15th meeting. Responses from the first form were compared with those from the second form. The differences between them were then interpreted as indicators of changes in the mastery of comprehensive thinking steps resulting from the learning treatment. The data were analyzed using analytical descriptive statistics in SPSS software. The results show a significant improvement in the overall mastery of qualitative research methodology, with a positive change of 30.8%. Improvement is also evident in method mastery at 38.5% and statistical mastery at 11.5%. The students successfully construct comprehensive thinking steps, ranging from post-positivism philosophy to the application of social definition and social behavior paradigms. They can understand the object of sociological study in cognitive, affective, and psychomotor dimensions, integrating Action and Social Exchange theories, Qualitative Research Methods, and descriptive statistics. Through this understanding, students can present a fluent thought process from various philosophical perspectives and in solving real-world problems.
HUBUNGAN ANTARA KETERBATASAN LAHAN DAN KETERBATASAN EKONOMI DENGAN KETAHANAN PANGAN PETANI DI DESA TEDUH DI ERA PENDEMI COVID-19 Putra, Muhlis Adi; Haryono, Bagus
Jurnal Inen Paer (JIP) Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Inen Paer Edisi Juni
Publisher : Pusat Studi Kebudayaan Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/jip.v1i2.646

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan hubungan antara keterbatasan lahan dan keterbatasan ekonomi dengan ketahanan pangan petani yang berada di Desa Teduh di era Covid-19. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori masyarakat resiko Ulrich Beck. Penelitian ini mengunakan pendekatan kuantitatif berjenis eksplanatif. Data dikumpulkan melalui survei. Populasi penelitian ini adalah petani Desa Teduh, Kecamatan Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat sebanyak 698 orang. Sampel diambil secara random sampling sebanyak 30 orang. Data dianalisis menggunakan pearson product moment sederhana dan ganda dengan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan signifikan pada α=0,05 antara keterbatasan lahan dan keterbatasan ekonomi sebesar -0,765; hubungan antara keterbatasan lahan dengan ketahanan pangan sebesar 0,023; hubungan secara bersama-sama antara keterbatasan lahan dan kerentanan ekonomi dengan ketahanan pangan sebesar 59,1 %. Sisanya sebesar 40,9 % merupakan pengaruh variabel lain di luar model. Hasil menarik penelitian ini pada saat pandemi covid-19 semakin tingginya resiko ketahanan pangan, disertai kerusakan komoditas menjadikan pendapatan petani kian menurun, dan terganggunya keseimbangan pengeluaran dan pendapatan, terbukti telah mengakibatkan melemahkan ketahanan pangan yang terwujud dalam perubahan pada pola makan petani mereka. Teori masyarakat resiko makin menegaskan bahwa semakin terbatasnya lahan petani dan kerentanan ekonomi, terbukti semakin beresiko pada melemahnya ketahanan pangan mereka.