Claim Missing Document
Check
Articles

PEMAHAMAN KESEHATAN REPRODUKSI BAGI PEREMPUAN: Sebuah Strategi Mencegah Berbagai Resiko Masalah Reproduksi Remaja Hasanah, Hasyim
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 11, No 2 (2016): April 2016
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.404 KB) | DOI: 10.21580/sa.v11i2.1456

Abstract

Tulisan ini mendeskripsikan tentang strategi penanganan kasus kekerasan seksual pada perempuan melalui pemahaman kesehatan reproduksi bagi perempuan. Kesehatan reproduksi merupakan suatu kondisi sehat pada semua sistem organ, fungsi, dan proses reproduksi. Islam memiliki sikap sangat hati-hati terhadap upaya mencapai kesehatan reproduksi. Pendidikan kesehatan reproduksi amat penting untuk dilakukan, mengingat masih banyak remaja tidak memiliki pengetahuan yang akurat mengenai kesehatan reproduksi. Pendidikan tersebut juga diperlukan agar remaja dapat menghindari perilaku seks yang beresiko, yang membahayakan kesehatan reproduksi dan seksualnya. Pemahaman terhadap kesehatan reroduksi bagi remaja juga berfungsi sebagai strategi untuk menghindari tindak kekerasan seksual pada remaja.
PENGUATAN HAK ASASI PEREMPUAN DAN KESETARAAN GENDER MELALUI DIALOG WARGA Umriana, Anila; Fauzi, Moh.; Hasanah, Hasyim
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 12, No 1 (2016): Oktober 2016
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.506 KB) | DOI: 10.21580/sa.v12i1.1467

Abstract

Tulisan ini menjelaskan penguatan hak asasi perempuan dan ke­setaraan gender melalui dialog warga di kelurahan Gisikdrono Kec. Semarang Barat Kota Semarang. Tulisan ini merupakan hasil program peng­abdian yang diarahkan pada munculnya kesadaran warga mengenai hak asasi perempuan dan kesetaraan gender. Hasil kegiatan pendampingan menunjukkan bahwa masih terdapat problem pe­mahaman dan kesadaran hak asasi perempuan dan kesetaraan gender di masyarakat. Ini dibuktikan dengan masih banyaknya ketidak­adilan gender berupa diskriminasi, subordinasi, beban ganda yang dibeba­n­kan kepada perempuan. Upaya yang digunakan untuk mningkatkan kapasistas kesadaran hak asasi perempuan dan kesetaraan gender melalui dialog warga. Metode pengabdian menggunakan prinsip dialog warga. Model dialog warga bertujuan untuk mengembangkan kompetensi komunitas dalam menangani isu hak asasi perempuan dan kesetaraan laki-laki dan perempuan yang mereka anggap paling penting. Salah satu pinsip dasar dialog warga selalu berbasis kepada hak asasi, kesetaraan, apresiatif, berbasis asset masyarakat, mem­berdayakan, berkelanjutan, berorientasi perubahan, mengguna­kan bahasa istilah lokal, dan bukan merupakan proyek. Peningkatan kapasitas hak asasi perempuan dan kesetaraan gender dilakukan mendasarkan pada siklus dialog warga. Hasil akhir program menunjuk­kan bahwa telah terbentuk kesadaran dan pemahaman mengenai hak asasi perempuan, dan kesetaraan gender di masyarakat. 
FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK KESADARAN BERAGAMA ANAK JALANAN Hasanah, Hasyim
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 10, No 2 (2015): April 2015
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.853 KB) | DOI: 10.21580/sa.v10i2.1432

Abstract

Kesadaran beragama merupakan salah satu unsur penting dalam ke­hidupan seseorang. Kesadaran beragama anak jalanan merupakan konseptualisasi watak keberagamaan yang dibentuk individu menjadi identitas personalnya. Kesadaran beragama yang berkembang saat ini dapat dipengaruhi banyak faktor, baik bersifat internal maupun eksternal. Anak jalanan dapat mengembangkan kesadaran beragama yang positif jika mampu memunculkan motivasi dan mendapat dukungan. Motivasi spiritual adalah salah satu jenis motivasi yang me­miliki kontribusi membangun kesadaran beragama, hal sama di­beri­­kan oleh dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kon­tribusi faktor internal dan eksternal dalam membentuk kesadaran ber­agama, yaitu aspek motivasional dan dukungan sosial. Aspek motiva­sional yang biasanya diarahkan pada tema keberagamaan adalah motivasi spiritual, seseorang dengan motivasi spiritual tinggi biasanya cenderung memiliki kesadaran menghadirkan nilai-nilai ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Aspek lain adalah aspek yang bersifat eksternal, biasanya berupa dukungan. Dukungan adalah bentuk perhatian yang diberikan pada seseorang sehingga dirinya merasa diterima lingkungannya. Seseorang dengan dukungan sosial tinggi tentu diyakini juga mampu memunculkan semangat meng­hadirkan tata nilai sosial yang diyakini benar, salah satunya agama.
PENGARUH KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM MENURUNKAN PROBLEM TEKANAN EMOSI BERBASIS GENDER Hasanah, Hasyim
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 11, No 1 (2015): Oktober 2015
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.223 KB) | DOI: 10.21580/sa.v11i1.1446

Abstract

This research seeks to investigate the contribution interpersonal communication to reduce emotion problem pressure college student in IAIN special programme. Five major dimension of interpersonal com­munication are openness, emphaty, supportiveness, positiveness and equality, were derived from a humanistic perception. Emotion problem pressure was defined in term pleasant and unpleasant emotion, besides from four conditional are stimulate, feelness, internal responshipness and behavior types. Sixty six subjects were involved in study, subject were devided into three programmes, 17 subject PKPA, 24 subject FUPK-TH and 25 subject FUPK-TP. To find the contribution between interpersonal communication and emotion problem pressure it used simple regression method, and different effect variables using t-test method. The result of this study shows that interpersonal communication has a real effect to reduce emotion problem pressure (Fh = 7,966 > Ft = 6,302, p = 0,05; R2 = 0,910), the contribution variation of interpersonal communication is high (91,0%) and 0,9 explained by other variation models in independent variable. The contribution effect, male is higher than female (tm = 16,065 > tf = 11,660). In conclusion, interpersonal communication has the contri­bution effect to reduce emotion problem pressure of callege student in IAIN special programme.
Perayaan Imlek EtnIs Tionghoa: Menakar Implikasi Psiko-sosiologis Perayaan Imlek bagi Komunitas Muslim di Lasem Rembang Hasanah, Hasyim
Jurnal Penelitian Vol 8, No 1 (2014): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jupe.v8i1.1338

Abstract

abstract CHINESE NEW YEAR CELEBRATION OF ETHNIC TIONGHOA (TAKE THE NECESSARY PSYCHOSOCIOLOGICAL IMPLICATIONS OF CHINESE NEW YEAR CELEBRATIONS FOR THE MUSLIM COMMUNITY IN LASEM REMBANG). Ethnic Tionghoa or better known as Chinese people till now it is the minorities in Indonesia. But the presence of ethnic Tionghwa in religious social relations in the community gives its own color, especially in generating new forms of culture which is more unique, more sacred and, have a value of local cultural reinforcement. One form of colored cultural communities is the existence of Chinese new year celebration, which is socially it  gave birth to a new form of humanitarian relationship pattern, it is a social solidarity for other communities. This study attempts to describe the psychological implications of Chinese new year celebration of ethnic Tionghwa for the Moslem community in Lasem Rembang. To get a thorough description, this study uses descriptive method with psychophenomenological approach. The results of this study mentions that the celebration of the Chinese new year ethnic tionghwa positively gave psycho-sociological implications for the Moslem community through the formation of a viable social values in the form of pro social and gave rise to a harmonious social solidarity. Besides, psychologically the existence of Chinese new year celebration is capable of creating psychological dynamics in the form of a tolerance attitude of, mutual trust, and respect between the Moslem community and ethnic Tionghwa in Lasem Rembang.
Penguatan Jaringan Komunikasi LDK (Strategi Pemberdayaan Potensi Keberagamaan Warga di Banyumanik) Hasanah, Hasyim
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.215 KB) | DOI: 10.21580/dms.2017.171.1508

Abstract

This paper describes the strengthening of communication network of Community Da'wah Institution (LDK) as a strategy to empower the potential of religious residents in Banyumanik. This potential empowerment is aimed at the emergence of citizens' religious awareness, through the shifting of communication networks that are taking place in Banyumanik. Subjects consisted of four LDKs and one foundation. The method of devotion uses the principle of Participatory Rural Apraisal (PRA) with the Feminist approach. The results of the mentoring activities indicate that there is still a problem of religious awareness among residents in Banyumanik. Indication of religious awareness problem besides value system, indicated by the absence of consistency of behavior. Efforts are made to reduce the problem of religious awareness
ARAH PENGEMBANGAN DAKWAH MELALUI SISTEM KOMUNIKASI ISLAM Hasanah, Hasyim
AT-TABSYIR Vol 4, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v4i1.2910

Abstract

Kecenderungan studi komunikasi dalam kegiatan keagamaan marakdilakukan dalam lini kehidupan, khususnya dakwah islamiyah.Kecenderungan ini timbul akibat semakin berkembangnya arusglobalisasi, teknologi dan informatisasi serta semakin tingginyakebutuhan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalamkondisi ini manusia memerlukan strategi pertahanan diri agar tugaskehalifahan dapat diemban dengan baik. Salah satunya denganmengembangkan keilmuan dakwah Islam melalui komunikasi.Dakwah dalam kacamata komunikasi merupakan sebuat aktifitasmenerangkan, menyampaikan pesan ajaran Islam secara kaffah,sehingga orang yang diberi pesan dan informasi dapat terpengaruh danselanjutnya dapat merubah perilakunya secara islami. Perkembanganselanjutnya kata dakwah juga dipakai oleh masyarakat di luar Islamuntuk berjuang (provokasi dan agitasi) atau mengajak umatnya dalammenyeru kebaikan serta memperkuat akidahnya. Dakwah yangdemikian merupakan bentuk komunikasi yang dipergunakan olehagamawan dengan memaknai bahwa pentingnya keberadaan dakwahdalam keberlangsungan umat dan kehidupan manusia sepanjang masa.Dakwah dalam konteks komunikasi Islam adalah strategi atraktifpersuasif.Artinya kegiatan penyampaian pesan dikemas semenarik mungkin dengan gaya dan model inovatif, melalui aktifitas nyata dalam dimensi tabligh, sehingga membawa dampak positif bagiakselerasi penyebaran agama serta perkembangan kuantitas umatMuslim secara nyata. Implikasi dakwah dalam konsep komunikasiIslam, berarti merumuskan konsep sistematisasi dakwah islamiah alam fremwork sistem komunikasi Islam, melibatkan kerangka kerjasistem komunikasi Islam. Penelitian ini secara teoretis diharapkandapat melengkapi informasi ilmiah tentang pengembangan Dakwahmelalui Sistem Komunikasi Islam. Manfaat praktis bagi Fakultasdakwah dan komunikasi, khususnya jurusan Komunikasi danPenyiaran Islam dapat menentukan arah pengembangan dakwah,mengembangkan sistem komunikasi sebagai acuan menyusun kebijakanpengembangan kurikulum berbasis system, serta memasukkanstruktur matakuliah pada Fakultas Dakwah dan Komunikasi.Agar tujuan penelitian tercapai maka peneliti menggunakanmetode library research dengan tekhnik analisis model interaktif.
MEMBANGUN MOTIVASI SPIRITUAL WARGA MELALUI MICROGUIDING (Studi Pada Lembaga Dakwah Komunitas Masjid Di Banyumanik) Hasanah, Hasyim
KONSELING RELIGI Vol 8, No 2 (2017): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v8i2.2741

Abstract

Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan upaya membangun motivasi spiritual warga melalui microguiding Lembaga dakwah Komunitas (LDK) berbasis masjid di Banyumanik. Jenis kajian adalah field research. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara kepada 11 warga dan 3 pendamping microguiding. Analisis data menggunakan teknik model miles dan hubeman meliputi reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat problem motivasi spiritual, berupa rendahnya motivasi akidah, ibadah, dan muamalah warga di Banyumanik. Problem motivasi akidah berupa rendahnya pemahaman dan semangat menghadirkan nilai-nilai keislaman. Problem motivasi ibadah berupa rendahnya partisipasi memakmurkan masjid. problem motivasi muamalah ditunjukkan dengan perilaku acuh tak acuh, kurangnya kepedulian, dan hubungan sosial yang kurang harmonis. Upaya yang dilakukan untuk menangani dan membangun motivasi spiritual melalui microguiding. Microguiding adalah salah satu teknik bimbingan dengan pendekatan personal maupun kelompok dalam sebuah lingkungan kondusif. Microguiding dilakukan dengan memaksimalkan peran kelompok kerja LDK berbasis masjid. LDK Nurul Jannah melakukan kegiatan microguiding kepada ibu rumah tangga dan komunitas ibu muda di wilayah Banyumanik. LDK Nurul Falah melaksanakan kegiatan microguiding kepada kaum pria, serta beberapa aktivis masjid. LDK al-Hikmah dan Yayasan al-Hikmah melaksanakan kegiatan microguiding kepada seluruh anggota majelis ta’lim di Banyumanik. LDK al-Huda melaksanakan kegiatan microguiding kepada jamaah lanjut usia.
KONSELING PERKAWINAN Strategi Preventif Penanganan Problem Relasi Keluarga dan Membangun Hubungan Keluarga yang Sakinah Hasanah, Hasyim
KONSELING RELIGI Vol 7, No 2 (2016): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v7i2.1863

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran konseling perkawinan dalam penanganan problem relasi keluarga dan membangun hubungan keluarga yang sakinah. Metode yang digunakan library research dengan teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika relasi keluarga semakin komplek sehingga mengakibatkan ketidakharmonisan dalam keluarga. Upaya yang dapat digunakan untuk mencegah dan mengurangi problem relasi keluarga adalah melalui layanan konseling perkawinan. Konseling perkawinan diarahkan pada lima tahap orientasi yaitu memahami makna keluarga, meningkatkan kesadaran dan dinamika keluarga, komunikasi dan terapi, membangun interaksi dan relasi keluarga, penanganan problem keluarga, membina hubungan keluarga  melalui gaya kelekatan keluarga. Lima orientasi ini menjadi upaya preventif mengurangi dan menangani problem relasi keluarga, selanjutnya dapat digunakan sebagai salah satu strategi membangun hubungan keluarga yang sakinah.
TEKNIK CASE CONFERENCE DALAM KONSELING ISLAM Hasanah, Hasyim
KONSELING RELIGI Vol 6, No 1 (2015): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v6i1.1046

Abstract

Konseling Islam merupakan salah satu proses terapi yang dihadapai individu (klien) dan individu lain (konselor) untuk menyelesaikan masalah klien secara mandiri sesuai dengan ketentuan nilai ajaran Islam. Banyak teknik yang dikembangkan dalam konseling Islam, diantaranya non testing,  observasi, dokumentasi,  biografi dan pemeriksaan fisik  sampai konferensi kasus (case  conference). Case  conference merupakan salah satu teknik dalam bimbingan konseling  yang dilakukan  untuk  menyelesaikan suatu kasus khusus yang terjadi di masyarakat  dengan melibatkan  unsur- unsur penting yang terlibat dalam kasus tersebut. Tujuan teknik ini adalah untuk mendapatkan informasi yang lengkap dan analisa mendalam dari informasi serta bertujuan untuk penafsiran yang efektif dari “keseluruhan” masalah individu, dan bagi pihak terkait dapat menentukan strategi kebijakan dalam penengana kasus secara komprehensif. Teknik case conference biasanya dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan  baik di sekolah,  keluarga, maupun lingkungan   sosial masyarakat sehingga kehidupan masyarakat dapat berjalan sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku di dalam masyarakat khususnya nilai ajaran. Dalam konseling Islam, teknik konferensi kasus ini merupakan teknik yang memiliki nilai kemanfaatan lebiih besar dibandingkan dengan teknik lainnya. Hal ini dapat dilihat dari informasi kasus dan alternative problem solving yang dihasilkan dalam proses ini. Oleh karena itu membahas teknik konferensi kasus dalam konseling Islam menjadi kajian yang lebih komprehensif-integral.kata kunci:Case Conference, KonselingCOUNSELING IN CASE OF ENGINEERING  CONFERENCE ISLAM.Counseling Islam  is one of the therapeutic process faced by people  (clients) and other  individuals (counselor) to solve  client’s problems independently in accordance with the provisions of Islamic moral  values.  Many of the  techniques  developed  in the  Islamic counseling ,    including     non-testing ,    observation,    documentation, biographies  and physical  examination   to conference   cases  (case conference). Case conference is one of the techniques in counseling are being made to resolve a specific case that occurred in the community involving the  essential elements involved  in the  case. The  purpose of this  technique  is to obtain complete information  and in-depth analysis of the information  and aims for effective interpretation  of the “whole” individual issues, and for the parties concerned can determine policy strategy in penengana cases comprehensively. Mechanical case conference to resolve the problems usually do well in school, family, and social environment so that people’s lives can be run in accordance with the values prevailing in the society, especially the value of the teachings. In Islamic counseling , engineering conference this case is a technique that has a value greater than the benefit lebiih other techniques. It can be seen from the information cases and alternative problem solving that is generated  in this process. Therefore the techniques discussed in counseling  Islam   case  conference  into a more comprehensive study integral.Keywords:Case Conference Technique, Islamic CounselingÂ