Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN BIMBINGAN KONSELING ISLAM DALAM MENURUNKAN TEKANAN EMOSI REMAJA Hasanah, Hasyim
KONSELING RELIGI Vol 5, No 1 (2014): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v5i1.1060

Abstract

Karya ini bertujuan untuk menentukan peran konseling  Islam dalam mengurangi remaja kesesakan emosional.  Emosi adalah kondisi psikologis  yang dialami oleh hampir semua individu. Kesesakan emosional adalah yang dialami oleh banyak remaja. Ini adalah karena remaja sedang dalam masa sulit untuk sedang dalam masa transisi baik psikologis,  fisik, sosial atau agama.  Adalah sulit remaja dan rentan terhadap berbagai konflik-konflik dalam kehidupan mereka.  Review ini biasanya identik dengan istilah krisis identitas, sebuah negara yang dapat tersedot tekanan emosional berat. Oleh karena itu kami memerlukan strategi untuk mengurangi tekanan emosional remaja dan memberikan kontribusi bagi pencapaian kualitas hidup yang lebih baik. Istilah adalah metoda dari karya ini oleh mendapatkan informasi dalam banyak rujukan. Sebagai hasil dari karya ini adalah petunjuk Konseling Islam adalah sebuah bentuk dari strategi untuk mengurangi remaja kesesakan emosional. Konseling Islam kita maksudkan di sini adalah lebih fokus pada kegiatan layanan bantuan untuk remaja untuk mengatasi masalah-masalah mereka. Tujuan lainnya adalah lain untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan dan pengalaman agama Islam untuk mencapai kehidupan yang lebih baik di bagian dalam dan luar.Kata Kunci: Petunjuk Konseling  Islam, Adolescent, Tekanan Emosional.THE   ROLE   OF    GUIDANCE  COUNSELING ISLAM IN LOWER EMOTIONAL PRESSURE  TEENAGERS. This  paper aims to determine the role of Islamic counseling in reducing adolescent emotional distress. Emotion  is a psychological condition experienced by almost all individuals. Emotional  distress is experienced by many teenagers. This is because adolescents are in a difficult period for being in transition  either psychological, physical, social or religious. Adolescent is quite difficult and vulnerable to the various conflicts in their lives. This periode is usually synonymous  with the term identity crisis, a state that can plunge into heavy emotional pressure. Therefore we need strategies to reduce adolescent emotional pressure and contribute to the achievement of a better quality of life. Descriptive is the methode from this paper by getting information in many references. As result of this paper is Islamic Counseling Guidance is a form of strategies to reduce adolescent emotional distress. Islamic counseling we mean here is more focused on the activities of assistance service for adolescents in order to cope with their problems. Another more goal is to increase awareness, knowledge and experience of Islamic religion in order to achieve a better life in outer and inner.Keywords:    Islamic   Counseling   Guidance,  Adolescent, Emotional Pressure
PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM (STUDI KASUS PELAYANAN KLINIK VCT RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL PASIEN HIV/AIDS) Aristiana, Noor Fuat; Bukhori, Baidi; Hasanah, Hasyim
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 35, No 2 (2015)
Publisher : Da'wa and Communication Faculty State Islamic University Walisongo, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v35.2.1609

Abstract

This research is quantitative research to describe mental hygiene problems and to analyze islamic guidance and counseling to increase the healthiness of patient with HIV in VCT Clinic, Sultan Agung Hospital Semarang. The source of data in this research is counselor and patient with HIV. The method of collecting data use interview, observation, and documentation. The method analyze is interacive analyze model. The outcame from the research shows that, fisrt patient with HIV/AIDS have a mental hygiene problems. Second, islamic guidance and counseling services for them consist of pre test counseling, pasca test counseling, and sustainable counseling. Third, islamic guidance and counseling services to increase mental hygiene patient with HIV/AIDS focused on sefl-acceptance. To increase mental hygiene patient with HIV/AIDS required sustainable accompaniment about development and empowerment of the patient potential and family with HIV/AIDS***Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendiskripsikan problem kesehatan mental dan menganalisis pelayanan bimbingan dan konseling Islam dalam meningkatkan kesehatan mental pasien HIV/AIDS di Klinik VCT Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Sumber data adalah konselor dan pasien HIV/AIDS. Metode pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis data model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan, pertama pasien HIV/AIDS memiliki problem kesehatan mental. Kedua, pelayanan bimbingan dan konseling Islam bagi penderita HIV/AIDS terdiri dari konseling pra tes, konseling pasca tes, dan konseling berkelanjutan. Ketiga, pelayanan bimbingan dan konseling Islam dalam meningkatkan kesehatan mental pasien HIV/AIDS ditekankan pada penerimaan diri.Untuk meningkatkan kesehatan mental pada diri pasien diperlukan pendampingan lanjutan tentang pengembangan dan pemberdayaan potensi korban dan keluarga dengan HIV/AIDS 
Problem Religiusitas dan Coping Spiritual pada Anak Berhadapan Hukum Hasanah, Hasyim; Fadlilah, Ainun
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 13, No 1 (2018): April
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.042 KB) | DOI: 10.21580/sa.v13i1.2474

Abstract

This study aims to describe the problem of religiosity and spiritual coping of children in the law (Anak Berhadapan Hukum/ABH) of the boarding school Raden Sahid Mangunnan Lor Demak. The type of research is field research with the psycho-socio-religious approach. The main data were obtained from interviews with children in the face of law and religious counselors. Techniques of data collections use interview and documentation. Methods of data analysis using Miles and Huberman models include data reduction, data pre­sentation, data verification, and conclusion drawing. The result of the research shows that the ABH at boarding school Raden Sahid Mangunan Lor Demak has a problem of religiosity. The religious problem of ABH consists of beliefs, ritual practices, appreciation, low knowledge, and religious experience. The efforts to handle the problem of religiosity of ABH in Islamic boarding school Raden Sahid Mangunan Lor Demak, one of them with the efforts of spiritual coping through habituation and exem­plary. Habit­uation is directed to the ritual of coaching and spiritual practice. Exemplary strived through the role of peers, religious counselors, and tutor Islamic boarding school in im­planting spiritual values for the ABH. Spiritual and exemplary practice proven to reduces the religious problem of ABH especially on aspects of belief, knowl­edge, and appreciation.
DINAMIKA PSIKOLOGIS PERILAKU KORUP KAUM ELIT POLITIK PEREMPUAN DAN UPAYA DAKWAH ISLAMIAH Hasanah, Hasyim
Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender dan Anak Vol 7 No 2 (2012)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.878 KB)

Abstract

Abstract: The main focus of this paper is to explore and analyze the motive and processes of elite women who commit bribery and corruption, analyzing the psychological impact of bribery and corruption of women, and mapping psychological points in finding propaganda strategy to overcome the corrupt behavior of the elite women. The method used in this paper is a qualitative descriptive phenomenological approach. The findings of this paper suggest that the elite women doing a lot of graft and corruption triggered by personal motives consumptive style which are very high. The process that is used to meet the expectation is to manipulate some administration financial documents such as marking-up the budget, distribute aspirations funds administration without valid proof. Psychological impact of this behavior that then arises is the rising level of stress, tending to become emotional and depressed. One effort that can be done to reduce the psychological impact of this behavior is by irsyad dakwah (good propaganda), i.e. the personal approach of the Islamic propaganda activities that involve more psychological aspects such as submission process and internalize the teachings of Islam, recognition, understanding, provide assistance, and resolve psychological problems. Kata Kunci: perilaku korup, elit perempuan, dan dakwah Islam.
AKTUALISASI SELF-CONCEPT DALAM MEWUJUDKAN TUJUAN DAKWAH (PENDEKATAN PSIKOLOGI DAKWAH) Hasanah, Hasyim
Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah Vol 12, No 23 (2013)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.047 KB) | DOI: 10.18592/alhadharah.v12i23.1765

Abstract

This article discusses the actualisation of self-concept in achieving the goals of dakwah through psychological approach. Dakwah is a process of total Islamisation through a series of activities involving transformation, transmission and diffusion of Islamic values and teachings. Dakwah aims at disseminating, developing, explaining and transmitting Islamic values to the individual in order to achieve happiness. This goal can be achieved by developing the human personality through the actualisation of the self-concept as an important part of the human personality to achieve happiness. Self-concept as a description of a person about himself integrated with the combination of physical, psychological, social, emotional, aspirational, and religious beliefs and accomplishments to be achieved. A person with a positive self-concept will be able to direct themselves optimally to achieve the dakwah objectives, namely salvation and happiness in the world and the hereafter.
HERMENEUTIK ONTOLOGIS-DIALEKTIS (SEBUAH ANATOMI TEORI PEMAHAMAN DAN INTERPRETASI PERSPEKTIF HANS-GEORGE GADAMER DAN IMPLIKASINYA DALAM DAKWAH) Hasanah, Hasyim
At-Taqaddum Volume 9, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.134 KB) | DOI: 10.21580/at.v9i1.1785

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemikiran Hans-Georg Gadamer mengenai hermeneutika filosofis. Jens penelitian library research, menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hermeneutika filosofis menurut Gadamer bukan sebagai suatu metode berfilsafat, melainkan kesadaran estetis berfilsafat dari fenomena pemahaman. Pemahaman bukanlah aktivitas sadar pada pilihan manusia ketika menghadapi obyek (teks), tetapi respon atau interpretasi dari pengalaman dalam horizonnya, bersifat historis, menurut dunia masing-masing (dunia teks, dunia pengarang, dan dunia interpreter/pembaca) yang penuh dengan prejudice. Dasar penafsir adalah sifat kekinian yang diwariskan tradisi, maka proses pemahaman selalu berlangsung terus menerus, bersifat dinamis, dan kontekstual. Memahami makna merupakan kerja produktif melalui perjalanan masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang. Untuk dapat menghadirkan kesadaran pemahaman menyejarah, maka Gadamer sangat memperhatikan konsep the force-understanding dan pre-understanding, kemudian menentukan pentingnya prejudice, melibatkan waktu, dan fusion of horizons. Pemahaman merupakan sebuah upaya bersifat produktif yang dilakukan secara dialektik. Gadamer melakukan penjelajahan intelektual filosofis dan teoretis, dengan mengklarifikasi interpretasi hermeneu-ekspresivist melalui dialog estetis yang disebut dialektiko-spekulatif.
CARA KERJA ILMU EMPIRIS (SEBUAH UPAYA MERENUNGKAN SISTEMATISASI METODOLOGI INDUKTIF DAN IMPLIKASINYA BAGI KEILMUAN DAKWAH) Hasanah, Hasyim
At-Taqaddum Volume 7, Nomor 1, Juli 2015
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6169.667 KB) | DOI: 10.21580/at.v7i1.1529

Abstract

Tulisan ini berupaya mengkaji cara kerja ilmu empiris ditinjau dari sistematisasi metodologi induktif dan menganalisis implikasi cara kerja ilmu empiris bagi keilmuan dakwah. Kritik metodologis metode induktif diantaranya, pertama, cara kerja induktif bukan merupakan prediksi yang benar-benar akurat. Kedua, induktif seringkali dikaitkan dengan sebuah korelasi (hubungan kausalitas). Ketiga, problem induktif berkaitan dengan masalah objektifitas, intersubjektif, dan netralitas. Upaya yang dapat dilakukan untuk menjawab problem induktif adalah pertama, meraih keabsahan, kevalidan, dan kepercayaan atas kebenaran ilmu pengetahuan melalui refleksi metodologis. Kedua Memahami makna gejala alam dan kemanusiaan dilakukan dengan jalan produktif. Ketiga, proses dan cara kerja metodologis diupayakan bukan untuk mencari kebenaran absolut, melainkan kebenaran yang bermanfaat bagi umat manusia pada setiap tahap perkembangannya. Keempat, refleksi ilmu pengetahuan harus diprioritaskan pada aspek internal dan eksternal. Dakwah tidak hanya menyangkut dimensi kehidupan sosial, tetapi juga dimensi pemikiran yang dituangkan dalam teks suci ajaran agama. Salah satu cara kerja yang dibangun dalam proses dakwah adalah menggabungkan aspek rasionalitas dengan teks dan penggunaan aspek batiniah, ini dimaksudkan persoalan-persoalan yang bersifat ruhaniah dapat dikaji secara empiris, sesuai nilai, dan tidak bersifat kaku. Pengkajian secara empiris dilakukan dengan melihat setting social dan budaya masyarakat Muslim dengan tetap memperhatikan kedudukannya sebagai subjek dan objek dakwah sekaligus.
TEKNIK-TEKNIK OBSERVASI (SEBUAH ALTERNATIF METODE PENGUMPULAN DATA KUALITATIF ILMU-ILMU SOSIAL) Hasanah, Hasyim
At-Taqaddum Volume 8, Nomor 1, Juli 2016
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.663 KB) | DOI: 10.21580/at.v8i1.1163

Abstract

The purpose of this paper to describe observation techniques, as an alternative method of collecting qualitative data for social sciences. Observation is one of the scientific activity is empirical, factual, and besed on the real text. Observations carried out through the experience derived from sensing without using any manipulation. The purpose of observation is the description, in qualitative research, observation produces theories and hypotheses, in quantitative research, observation used for testing theories and hypotheses. To be able to approach the social phenomenon, an observer needs to have close access to the settings and the subject. Doing the observation techniques have to heed the ethical principles such as respect for human dignity, respect for privacy and confidentiality, respect for justice and inclusiveness, balancing harms and benefits. Method of observation, if positioned as a part of the methodological spectrum (includes techniques and data collection strategies) in proportion, it will produce a high validity and reliability, as the fundamental basis for all methods, to find strategic development policies.
PERAN STRATEGIS AKTIVIS PEREMPUAN NURUL JANNAH AL FIRDAUS DALAM MEMBENTUK KESADARAN BERAGAMA PEREMPUAN MISKIN KOTA Hasanah, Hasyim
INFERENSI: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : State Institute of Islamic Studies (IAIN) Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/infsl3.v7i2.473-492

Abstract

Religious awareness is conscious and recognize the potential, as well as carrying out religious moral values. This is important, because each individual has a duty of chalips that must be directed and developed. Purposes of the study describes the strategic role of women activists Nurul Jannah al-Firdaus in forming religious awareness of poor urban women. This research applying descriptive qualitative with a psychophenomenological approach. The results of research presented the strategicrole of women activists Nurul Jannah in forming religious awareness of poor urban women, that is shown by active involvement through mentoring, education, learning, thus growing independence, and awareness in performing religious rituals on poor urban women 
Implikasi Psiko-Sosio-Religius Tradisi Nyadran Warga Kedung Ombo Zaman Orde Baru Hasanah, Hasyim
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 3, No 2 (2016): Wahana Akademika
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v3i2.1142

Abstract

AbstrakNyadran merupakan salah satu bentuk ritual sosial keagamaan masyarakat (khususnya) Jawa, biasa dilakukan menjelang bulan Ramadhan. Nyadran sebagai sebuah peristiwa sejarah yang menjadi tradisi, memiliki makna filosofis yang sangat beragam bagi masing-masing komunitas warga masyarakat. Variasi pemaknaan nyadran tergantung dari mana orang memahaminya. Makalah ini bertujuan untuk menganalisis implikasi psiko-sosio-religius tradisi nyadran warga Kedung Ombo zaman Orde Baru dalam tinjauan filsafat sejarah pragmatis. Penggunaan filsafat sejarah pragmatis berupaya menggali nilai-nilai moral sejarah yang meliputi perubahan, perkembangan, dan kemajuan nilai moral peristiwa sejarah. Untuk mendapatkan gambaran menyeluruh, maka penulis mempergunakan metode induktif. Data diperoleh melalui wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan kerangka kerja filsafat sejarah pragmatis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, a) Praktik nyadran warga Kedung Ombo baru dilakukan pada masa orde baru tahun 1987, sebagai reaksi atas pembangunan Waduk Kedung Ombo; b) Nyadran bagi warga sekitar Waduk Kedung Ombo memiliki implikasi psikologis berupa respon emosional positif dalam bentuk penerimaan, kesadaran, dan semangat bertahan hidup menghadapi bencana kelaparan; c) Implikasi sosiologis tradisi nyadran memunculkan rasa solidaritas sosial sebagai wujud penghormatan kepada para leluhur; d) implikasi religius merupakan ungkapan rasa syukur atas karunia Tuhan.Keywords: Nyadran, filsafat sejarah pragmatis, implikasi psiko-sosio-religius