Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Usulan Pengendalian Persediaan Produk Menggunakan Economic Order Quantity dan Class-Based Storage Pada PT Auto Serba Digital (Autostock) Muhammad Ali Fathurrahman; Ayu Endah Wahyuni; Aufar Fikri Dimyati
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AutoStock, sebagai anak perusahaan dari PT Auto Serba Digital, berperan sebagai pelaku wholesaler yang menawarkan layanan penyediaan produk, penyimpanan, pengemasan, dan pengiriman kepada mitra. Permasalahan utama yang dihadapi AutoStock adalah ketidakseimbangan antara jumlah persediaan dan permintaan, yang mengakibatkan terjadinya kondisi overstock maupun understock. Hal ini tidak hanya berdampak pada menurunnya efisiensi operasional gudang, tetapi juga menyebabkan pembengkakan biaya persediaan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan solusi berbasis metode Economic Order Quantity (EOQ) dalam pengendalian persediaan serta metode Class-Based Storage (CBS) dalam strategi penyimpanan produk. Melalui pendekatan EOQ, penelitian berhasil menentukan jumlah pembelian optimal yang menekan total inventory cost sebesar 22%. Sementara itu, melalui pendekatan CBS menghasilkan peningkatan rata-rata utilitas ruang penyimpanan gudang sebesar 25,282% yang mencerminkan peningkatan efisiensi dalam pemanfaatan luas dan volume ruang gudang. Hasil penelitian ini tidak hanya menjawab kebutuhan efisiensi biaya operasional dan menurunkan efisiensi operasional, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap praktik manajemen persediaan produk. Kata kunci—Class-Based Storage, Economic Order Quantity, Pengendalian Persediaan, Strategi Penyimpanan, Utilitas Ruang
Usulan Perbaikan Kualitas Produk Arang Briket Menggunakan Metode Six Sigma Pada PT. Bara Sinar Sejahtera Rizha Nurmila Hilda; Aufar Fikri Dimyati; Rizqa Amelia Zunaidi
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — PT. Bara Sinar Sejahtera, produsen arang briket dari tempurung kelapa, menghadapi tantangan serius dalam menjaga kualitas produknya, terutama terkait kadar abu yang melebihi standar SNI, bentuk briket tidak sempurna, dan produk pecah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi akar penyebab kecacatan produk dan menyusun strategi perbaikan menggunakan metode Six Sigma dengan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Hasil tahap Define dan Measure menunjukkan bahwa 75% cacat berasal dari kadar abu yang tinggi. Nilai DPMO sebesar 105.935,66 dan level sigma 2,77 menandakan rendahnya kapabilitas mutu produksi. Analisis lanjutan dengan diagram pareto, fishbone, dan FMEA menunjukkan bahwa permasalahan utama berasal dari faktor material dan measurement. Usulan perbaikan meliputi penyusunan standar bahan baku, SOP kebersihan, serta pengujian internal sederhana. Pada tahap Control, dibuat peta kendali p dan dokumen pendukung untuk pengawasan berkelanjutan. Meskipun implementasi tidak dilakukan langsung, rancangan strategi telah disusun sistematis untuk menjadi acuan perusahaan. Penelitian ini menegaskan bahwa Six Sigma efektif dalam menganalisis permasalahan mutu dan merancang perbaikannya secara sistematis. Kata kunci — arang briket, DMAIC, kadar abu, kualitas produk, Six Sigma
Usulan Perbaikan Kualitas Produk Banner Dengan Metode Six Sigma Di Percetakan Kamoro PT Irian Bhakti Papua Cabang Timika Glorido Pascal Soumokil; Aufar Fikri Dimyati; Rizqa Amelia Zunaidi
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Tingginya persentase cacat pada produk banner di percetakan Kamoro PT Irian Bhakti Papua cabang Timika berdampak pada peningkatan biaya produksi dan rework. Penelitian ini bertujuan mengusulkan perbaikan kualitas menggunakan metode Six sigma dengan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Pada tahap define, identifikasi masalah dilakukan melalui SIPOC dan pemetaan critical to quality (CTQ), yang mengungkap empat jenis cacat utama: lecet, bergaris, cetakan miring, dan gambar pecah. Tahap measure menghitung nilai DPMO sebesar 23.384 dan level sigma sebesar 3,5, yang menunjukkan proses masih tergolong cukup baik, namun masih terdapat variasi signifikan. Pada tahap analyze, digunakan diagram Pareto, fishbone, dan FMEA untuk menemukan akar penyebab cacat, dengan cacat bergaris sebagai yang tertinggi (35%) akibat tidak adanya SOP pengecekan bahan dan jadwal perawatan mesin. Tahap improve menghasilkan usulan SOP pengecekan bahan serta penjadwalan dan pencatatan perawatan mesin. Tahap control merancang rencana pengendalian untuk menjamin keberlanjutan perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Six sigma efektif dalam mengidentifikasi penyebab utama kecacatan dan menyusun solusi sistematis untuk meningkatkan kualitas proses produksi. Kata kunci— banner, DMAIC, cacat produksi, pengendalian kualitas, six sigma
Usulan Perbaikan Kualitas Produksi Beras Penggilingan Padi Modern Dengan Metode Six Sigma Pada SPP Bulog Kabupaten Jember Glorido Pascal Soumokil; Aufar Fikri Dimyati; Rizqa Amelia Zunaidi
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Tingginya persentase cacat pada produk banner di percetakan Kamoro PT Irian Bhakti Papua cabang Timika berdampak pada peningkatan biaya produksi dan rework. Penelitian ini bertujuan mengusulkan perbaikan kualitas menggunakan metode Six sigma dengan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Pada tahap define, identifikasi masalah dilakukan melalui SIPOC dan pemetaan critical to quality (CTQ), yang mengungkap empat jenis cacat utama: lecet, bergaris, cetakan miring, dan gambar pecah. Tahap measure menghitung nilai DPMO sebesar 23.384 dan level sigma sebesar 3,5, yang menunjukkan proses masih tergolong cukup baik, namun masih terdapat variasi signifikan. Pada tahap analyze, digunakan diagram Pareto, fishbone, dan FMEA untuk menemukan akar penyebab cacat, dengan cacat bergaris sebagai yang tertinggi (35%) akibat tidak adanya SOP pengecekan bahan dan jadwal perawatan mesin. Tahap improve menghasilkan usulan SOP pengecekan bahan serta penjadwalan dan pencatatan perawatan mesin. Tahap control merancang rencana pengendalian untuk menjamin keberlanjutan perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Six sigma efektif dalam mengidentifikasi penyebab utama kecacatan dan menyusun solusi sistematis untuk meningkatkan kualitas proses produksi. Kata kunci— banner, DMAIC, cacat produksi, pengendalian kualitas, six sigma
Usulan Perbaikan Tata Letak Fasilitas Vulkanisir Ban Poetra Maju Bali Menggunakan Metode Systematic Layout Planning Karyo Muji Hartono; Aufar Fikri Dimyati; Ilma Mufidah
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Efisiensi produksi menjadi elemen penting bagi perusahaan manufaktur untuk tetap kompetitif, menekan biaya, dan memenuhi permintaan pasar secara tepat waktu. Penelitian ini bertujuan mengusulkan perbaikan tata letak fasilitas produksi di Vulkanisir Ban Poetra Maju Bali guna meningkatkan efisiensi operasional. Permasalahan utama yang dihadapi perusahaan adalah tata letak yang belum optimal dan alur material yang tidak teratur, sehingga menyebabkan keterlambatan dan membebani biaya operasional. Tata letak saat ini tidak mengikuti urutan proses kerja yang ideal, menyebabkan aliran material menjadi tidak efisien dan memperpanjang jarak perpindahan. Untuk mengatasi hal ini, digunakan metode Systematic Layout Planning (SLP), yaitu pendekatan terstruktur dalam perencanaan tata letak berdasarkan aliran material, hubungan antar area kerja, dan kebutuhan ruang. Melalui penerapan SLP, tata letak dapat disusun ulang agar lebih terorganisir dan efisien, sehingga mengurangi jarak perpindahan material dan memperbaiki alur kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usulan perbaikan layout berpotensi meningkatkan efisiensi proses produksi, mengurangi biaya penanganan material, serta mendorong peningkatan kapasitas dan produktivitas perusahaan secara keseluruhan. Kata kunci— efisiensi produksi, Systematic Layout Planning, tata letak fasilitas, vulkanisir ban
Assessment of disassembly difficulty level of lithium battery pack by integrating Ease of Disassembly Metric (eDiM) and difficulty rating approach Muqimuddin, Muqimuddin; Utomo, Dutho Suh; Farid, Nik Mohd; Armia, Iin; Dimyati, Aufar Fikri; Gunawan, Gad; Zamzani, Muhammad Imron
OPSI Vol 18 No 2 (2025): OPSI - December 2025
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/opsi.v18i2.15580

Abstract

The demand for batteries is expected to rise in line with the growing need for electric vehicles. As the number of electric vehicles increases, more battery waste will be generated, considering the average battery lifespan is only 10 to 15 years. If batteries are not recycled, this will lead to a significant accumulation of waste. Therefore, it is important to evaluate the ease of battery disassembly. This assessment can help manufacturers design batteries that are easier to disassemble. This study aims to determine the disassembly ease score and provide improvement recommendations using the Ease of Disassembly approach through eDiM and Difficulty Rating. The disassembly process is analyzed using the Ease of Disassembly Metric (eDiM) to evaluate difficulty levels based on standard disassembly operation time, and Difficulty Rating based on the indicators of Accessibility, Positioning, and Force. Based on the analysis results, the most difficult disassembly operations involve removing screws from the top cover, bottom cover, controller circuit, and BMS circuit, as well as detaching the nickel strip. The research findings indicate the presence of disassembly stages with low time values but high preference-based difficulty levels.