Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

ANALISIS METODE FMEA PADA PROSES OPERASIONAL SHIPPING DALAM PENDISTRIBUSIAN PART TOYOTA PADA PERUSAHAAN PT XYZ Wahyuni, Ayu Endah; Rais, Amin
Bina Teknika Vol 15, No 1 (2019): Bina Teknika
Publisher : Fakultas Teknik UPN "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.177 KB)

Abstract

Permasalahan yang dihadapi perusahaan saat ini dalam proses distribusi adalah mengenai keterlambatan keberangkatan distribusi. Permasalahan tersebut dapat dilihat dari ketepatan waktu keberangkatan distribusi pada bulan Oktober sampai Desember 2018 yang hanya memiliki persentase ketepatan waktu sebesar 44,8%, 68,94% dan 78,1% dari total distribusi pada bulan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah melakukan perbaikan pada proses operasional shipping, karena 60% dari keterlambatan keberangkatan disebabkan karena proses operasional. Hal tersebut dikarenakan dalam proses operasional shipping terdapat aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah (non value added activities) sehingga membuat waktu proses menjadi lama. Perbaikan pada bagian operasional ini menggunakan metode FMEA. Hasil dari penilitian ini mengidentifikasikan jenis pemborosan (waste) yang terjadi pada proses operasional yaitu waste waiting dan waste unnecessary motion yang mengakibatkan proses operasional menjadi lebih lama. Usulan perbaikan untuk mengatasi keterlambatan keberangkatan distribusi ini yaitu dengan membuat checkheet untuk melakukan perhitungan barang yang dimuat, melakukan pemilihan vendor khusus kemasan kaca, petugas packing sebaiknya melakukan pengelompokkan barang sesuai identitas customer saat akan menyimpan barang ke troli dan melakukan pengecekan sebelum mengerjakan rute selanjutnya, menambah karyawan untuk checking atau packing chemical part, dan menambah material handling troli. 
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMASARAN ONLINE PRODUK NASI TIWUL DI MASA PANDEMI COVID-19 Kristanto, Titus; Rahmawati, Dewi; Endah Wahyuni, Ayu; Nasrullah, Muhammad; Arindra Fadillah, Reza; Amalia, Amanda
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.837 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.4901

Abstract

Abstrak: Pada era industi 4.0, usaha makanan berkembang sangat pesat dengan dukungan teknologi dan menciptakan peluang bisnis baru. Salah satu peluang bisnis makanan adalah nasi tiwul, berlokasi di Malang. Nasi tiwul merupakan makanan yang berbahan dasar dari singkong. Usaha makanan nasi tiwul merupakan mitra dari pengabdian masyarakat yang bernama Warung Nasi Tiwul SBR. Pendirian Warung Nasi Tiwul SBR pada Maret 2020, bertepatan awal pandemic Covid-19. Permasalahan yang terjadi pada mitra adalah pemasaran nasi tiwul masih di sekitar Warung Nasi Tiwul SBR dan media sosial. Adapun tujuan dari kegiatan pengabdian adalah meningkatkan pemasaran dan mempromosikan nasi tiwul secara online. Metode yang digunakan adalah memberikan pelatihan dan pendampingan kepada mitra berupa pemasaran online dan media sosial. Hasil dari kegiatan pengabdian adalah meningkatkan kemampuan mitra dalam mempromosikan produk nasi tiwul dan meningkatkan pendapatan nasi tiwul di masa pandemic Covid-19. Evaluasi dari kegiatan pengabdian yaitu pengisian kuesioner yang dibagikan tim pengabdian kepada mitra pengabdian. Berdasarkan hasil dari pengisian kuesioner didapatkan adalah 90% orang menjawab puas dari kegiatan pengabdian berupa pemasaran online nasi tiwul. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian adalah mitra pengabdian antusias dan memberikan dampak positif dari kegiatan pemasaran online dan media sosial. Saran dari kegiatan pengabdian adalah dapat memaksimalkan promosi di media sosial dan media online agar lebih dikenal masyarakat. Abstract:  In the industrial era 4.0, the food business is growing very rapidly with the support of technology and creating new business opportunities. One of the food business opportunities is Tiwul Rice, located in Malang. Tiwul Rice is a food made from cassava. The Tiwul Rice food business is a partner of community service called Warung Nasi Tiwul SBR. The establishment of Warung Nasi Tiwul SBR in March 2020, coinciding with the beginning of the Covid-19 pandemic. The problem that occurs with partners is that the marketing of Tiwul Rice is still around Warung Nasi Tiwul SBR and social media. The purpose of the service activity is to increase marketing and promote online rice tiwul. The method used is to provide training and assistance to partners in the form of online marketing and social media. The results of the service activities are increasing the ability of partners in promoting tiwul rice products and increasing tiwul rice income during the Covid-19 pandemic. Evaluation of service activities is filling out questionnaires distributed by the service team to service partners. Based on the results of filling out the questionnaire, it was found that 90% of people answered they were satisfied with the service activities in the form of online marketing of Tiwul Rice. The conclusion of service activities is that service partners are enthusiastic and have a positive impact on online marketing and social media activities. Suggestions from service activities are to maximize promotions on social media and online media so that they are better known to the public.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMASARAN ONLINE PRODUK NASI TIWUL DI MASA PANDEMI COVID-19 Kristanto, Titus; Rahmawati, Dewi; Wahyuni, Ayu Endah; Nasrullah, Muhammad; Fadillah, Reza Arindra; Amalia, Amanda
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.837 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.5084

Abstract

Abstrak: Pada era industi 4.0, usaha makanan berkembang sangat pesat dengan dukungan teknologi dan menciptakan peluang bisnis baru. Salah satu peluang bisnis makanan adalah nasi tiwul, berlokasi di Malang. Nasi tiwul merupakan makanan yang berbahan dasar dari singkong. Usaha makanan nasi tiwul merupakan mitra dari pengabdian masyarakat yang bernama Warung Nasi Tiwul SBR. Pendirian Warung Nasi Tiwul SBR pada Maret 2020, bertepatan awal pandemic Covid-19. Permasalahan yang terjadi pada mitra adalah pemasaran nasi tiwul masih di sekitar Warung Nasi Tiwul SBR dan media sosial. Adapun tujuan dari kegiatan pengabdian adalah meningkatkan pemasaran dan mempromosikan nasi tiwul secara online. Metode yang digunakan adalah memberikan pelatihan dan pendampingan kepada mitra berupa pemasaran online dan media sosial. Hasil dari kegiatan pengabdian adalah meningkatkan kemampuan mitra dalam mempromosikan produk nasi tiwul dan meningkatkan pendapatan nasi tiwul di masa pandemic Covid-19. Evaluasi dari kegiatan pengabdian yaitu pengisian kuesioner yang dibagikan tim pengabdian kepada mitra pengabdian. Berdasarkan hasil dari pengisian kuesioner didapatkan adalah 90% orang menjawab puas dari kegiatan pengabdian berupa pemasaran online nasi tiwul. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian adalah mitra pengabdian antusias dan memberikan dampak positif dari kegiatan pemasaran online dan media sosial. Saran dari kegiatan pengabdian adalah dapat memaksimalkan promosi di media sosial dan media online agar lebih dikenal masyarakat. Abstract:  In the industrial era 4.0, the food business is growing very rapidly with the support of technology and creating new business opportunities. One of the food business opportunities is Tiwul Rice, located in Malang. Tiwul Rice is a food made from cassava. The Tiwul Rice food business is a partner of community service called Warung Nasi Tiwul SBR. The establishment of Warung Nasi Tiwul SBR in March 2020, coinciding with the beginning of the Covid-19 pandemic. The problem that occurs with partners is that the marketing of Tiwul Rice is still around Warung Nasi Tiwul SBR and social media. The purpose of the service activity is to increase marketing and promote online rice tiwul. The method used is to provide training and assistance to partners in the form of online marketing and social media. The results of the service activities are increasing the ability of partners in promoting tiwul rice products and increasing tiwul rice income during the Covid-19 pandemic. Evaluation of service activities is filling out questionnaires distributed by the service team to service partners. Based on the results of filling out the questionnaire, it was found that 90% of people answered they were satisfied with the service activities in the form of online marketing of Tiwul Rice. The conclusion of service activities is that service partners are enthusiastic and have a positive impact on online marketing and social media activities. Suggestions from service activities are to maximize promotions on social media and online media so that they are better known to the public. 
Readiness factor identification Bandung city MSMEs use blockchain technology Ayu Endah Wahyuni; Anita Juraida; Asep Anwar
Jurnal Sistem dan Manajemen Industri Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.173 KB) | DOI: 10.30656/jsmi.v5i2.2787

Abstract

MSMEs in Indonesia are expected to be able to face competition in the era of industrial revolution 4.0. However, there are many problems and obstacles in competitiveness, especially facing global competition, including access to capital, access to information and technology, access to organization and management, and access to business networks and partnerships. Besides, it is often difficult for them to get additional capital through banks or other lenders to increase their business scale. Moreover, a lack of financial and digital literacy causes the low validity of MSMEs' data to lenders. The adoption of blockchain technology is one of the considerations to minimize these MSMEs problems. Meanwhile, this technology is still relatively new to be applied to MSMEs but positively impacts the future. This study aims to measure and analyze MSMEs' readiness in using blockchain technology on a business scale with the TRAM model. This model integrates the Technology Readiness Index (TRI) and Technology Acceptance Model (TAM) models. This study aims to test several variables, including TRI, perceive ease of use, perceive ease of usefulness, attitude toward, and intense use of blockchain technology. Data processing uses the partial least square path modelling (PLS-PM) method. The results showed that TRI was significant on perceived ease of usefulness and perceived ease of usefulness. Then, perceive ease of use is significant towards perceive ease of usefulness and intention to use. Besides, perceive ease of usefulness is significant for attitude. The attitude toward variable is significant for the intention to use in the acceptance of blockchain technology.
PEMBUATAN WORKBENCH ERGONOMIS UNTUK MENDUKUNG AKTIVITAS PEMILAHAN, PENGEPRESAN, DAN PENGARUNGAN SAMPAH AIR MINUM DALAM KEMASAN DI KELURAHAN WONKUSUMO SURABAYA Rahaditya Dimas Prihadianto; Abduh Sayid Albana; Ayu Endah Wahyuni; Hendrawan Widianto
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.5.2.330-335.2021

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan workbench untuk kegiatan Bank Sampah di Kelurahan Bulaksari. Para Ibu rumah tangga di beberapa Rukun Tetangga (RT) melakukan pengelolaan sampah Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dengan melakukan sortir, pembersihan sampah dan pengarungan. Namun, didapati kondisi selama proses sortir sampah, tidak ergonomis, dimana para ibu rumah tangga ini melakukan kegiatan tersebut tidak dengan menggunakan alat bantu yang layak dan dengan posisi duduk membungkuk. Implikasi kegiatan pengabdian masyarakat terbagi ke beberapa kegiatan, pertama adalah mengadakan sosialisasi terkait kegiatan pengelolaan sampah dan itikad untuk membantu kegiatan tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan ergonomic workbench, dimana alat bantu ini dapat memberikan kenyamanan dan keamanan saat bekerja karena didesain dengan mengakomodir prinsip perancangan metode kerja dan produk, Terakhir adalah dengan melakukan trial produk versi pertama untuk mendapatkan masukan dalam pengembangan produk versi kedua. Kata kunci: sampah plastik, air minum dalam kemasan, alat kerja, ergonomis, bank sampah ABSTRACT This community service is to provide a workbench for garbage bank activites in Bulaksari Village. Housewives in several Neighborhood Communities (RT) manage Bottle Drinking Water (AMDK) waste by sorting, cleaning and rafting in a sack. However, it was found that the conditions during the waste sorting process were not ergonomic, where these housewives did not use proper tools and bent sitting position. The implication of community service activities are divided into several activities, first is holding socialization related to waste management activities and the intention to help these activities. Then proceed with the manufacture of an ergonomic workbench, where this tool can provide comfort and safety while working because it is designed to accommodate the principles of ergonomics designing work products. Keywords: plastic waste, bottled mineral drinking water, workbench, ergonomics, waste bank
PENGARUH TACIT DAN EXPLICIT KNOWLEDGE UNTUK MENINGKATKAN KINERJA IKM Ayu Endah Wahyuni
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan Vol. 5 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.036 KB) | DOI: 10.33197/jitter.vol5.iss1.2018.252

Abstract

Small and medium industries (IKM) in Indonesia have not been able to compete and maintain competitive advantage over foreign products. Utilization of tacit knowledge and explicit knowledge is not maximized, even though these factors are a source of competitive advantage and the ability of the industry to innovate. Meanwhile, the growth of SMI production has not reached the expected target because the performance of SMIs is still low, thus affecting its productivity. The root of the problem of this research lies in the optimization of tacit knowledge and explicit knowledge not yet maximized on improving organizational performance in SMIs. This study aims to test and develop a model by integrating factors related to tacit knowledge and explicit knowledge in improving organizational performance. The method of collecting data through questionnaires with IKM city of Bandung as research respondents. Data processing uses partial least square path modeling (PLS-PM) method.
ANALISIS RISIKO KELELAHAN OTOT DENGAN METODE CUMMULATIVE TRAUMA DISORDERS RISK INDEX Ayu Endah Wahyuni; Anita Juraida; Asep Anwar
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan Vol. 6 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.466 KB) | DOI: 10.33197/jitter.vol6.iss3.2020.433

Abstract

PT XYZ membutuhkan tenaga mesin dan kerja fisik operator dalam proses produksi botol plastik. Namun, tenaga manusia memiliki keterbatasan fisik apabila melakukan aktivitas yang berlebihan. Risiko cedera dan kecelakaan kerja yang akan terjadi cukup tinggi apabila dibiarkan. Salah satu, cidera kerja yang dialami oleh operator dalam aktivitas produksi yaitu, gangguan musculoskeletal, cidera ditangan dan sakit pinggang. Hal ini, disebabkan aktivitas kerja yang dilakukan secara berulang-ulang dan mengkibatkan cidera, serta penurunan produktivitas kerja. Oleh karena itu, penelitian ini akan berupaya menemukan solusi permasalahan dengan mengukur level risiko menggunakan pendekatan metode cumulative trauma disorders (CTD) risk index. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, diperoleh level cidera pada tiga faktor utama dan satu faktor tambahan, meliputi : Frequency Factor (1,98), Posture Factor (0,9) dan Force Factor (3,441), serta Miscellaneous Factor (1). Kemudian, diperoleh CTD Risk Index sebesar 1,996. Hal ini menunjukkan bahwa, CTD Risk Index menghasilkan level risiko kumulatif > 1. Hal ini dapat mengakibatkan risiko cidera kumulatif pada operator di stasiun kerja, sehingga dapat menimbulkan cidera otot. Dengan demikian, solusi dari permasalahan dari penelitian ini yaitu diperlukan adanya waktu istirahat dan perbaikan layout stasiun kerja, sehingga operator dapat bekerja dengan postur tubuh yang baik dan mencegah terjadinya risiko kerja, kelelahan otot yang mengakibatkan Cumulative Trauma Disorders (CTDs).
ANALISIS TINGKAT KESELAMATAN TOL CIKAMPEK – PALIMANAN (CIPALI) MENGGUNAKAN ROAD HAZARD MAPPING (RHM) Anita Juraida; Nova Indah Saragih; Ayu Endah Wahyuni; Iqbal Yulizar Mukti; Oktri Mohammad Firdaus
PROCEEDING STIMA PROCEEDING STIMA 2.0
Publisher : PROCEEDING STIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.336 KB)

Abstract

The growth rate of four-wheeled vehicles in particular increased significantly each year. This is supported by several aspects of which increase people's purchasing power, the rate of population mobility is increasing, and they still lack the means of public transport that is safe, convenient and timely. Since 2015 the government has been operating new Toll Road from Cikampek to Palimanan (CIPALI) which aims to reduce number of congestion on the northern coast line, especially in the holiday season of Eid. This study aimed to analyze the level of safety Cipali toll road using a Road Hazard Mapping (RHM). The method used is a combination of direct observation data collection and analysis via Google Maps. The results of the study obtained a draft RHM which can be used as a reference for the driver before entering the Cipali toll both from Cikampek to Palimanan and vice versa.Keywords: safety driving, cipali, road hazard mapping (RHM)
ANALISIS METODE FMEA PADA PROSES OPERASIONAL SHIPPING DALAM PENDISTRIBUSIAN PART TOYOTA PADA PERUSAHAAN PT XYZ Ayu Endah Wahyuni; Amin Rais
Bina Teknika Vol 15, No 1 (2019): Bina Teknika
Publisher : Faculty of Engineering UPN "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.177 KB) | DOI: 10.54378/bt.v15i1.815

Abstract

Permasalahan yang dihadapi perusahaan saat ini dalam proses distribusi adalah mengenai keterlambatan keberangkatan distribusi. Permasalahan tersebut dapat dilihat dari ketepatan waktu keberangkatan distribusi pada bulan Oktober sampai Desember 2018 yang hanya memiliki persentase ketepatan waktu sebesar 44,8%, 68,94% dan 78,1% dari total distribusi pada bulan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah melakukan perbaikan pada proses operasional shipping, karena 60% dari keterlambatan keberangkatan disebabkan karena proses operasional. Hal tersebut dikarenakan dalam proses operasional shipping terdapat aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah (non value added activities) sehingga membuat waktu proses menjadi lama. Perbaikan pada bagian operasional ini menggunakan metode FMEA. Hasil dari penilitian ini mengidentifikasikan jenis pemborosan (waste) yang terjadi pada proses operasional yaitu waste waiting dan waste unnecessary motion yang mengakibatkan proses operasional menjadi lebih lama. Usulan perbaikan untuk mengatasi keterlambatan keberangkatan distribusi ini yaitu dengan membuat checkheet untuk melakukan perhitungan barang yang dimuat, melakukan pemilihan vendor khusus kemasan kaca, petugas packing sebaiknya melakukan pengelompokkan barang sesuai identitas customer saat akan menyimpan barang ke troli dan melakukan pengecekan sebelum mengerjakan rute selanjutnya, menambah karyawan untuk checking atau packing chemical part, dan menambah material handling troli. 
The Effect of Covid-19 Pandemic on Increasing Rice Tiwul Business Income Using System Dynamic Approach Titus Kristanto; Dewi Rahmawati; Ayu Endah Wahyuni; Muhammad Nasrullah; Reza Arindra Fadillah; Amanda Amalia
Nusantara Science and Technology Proceedings The 3rd International Conference on Vocational Innovation and Applied Sciences (ICVIAS) 2021
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In industry 4.0, the development of the food business is growing rapidly with the support of technology. His food business is tiwul rice. The establishment of the Nasi Tiwul SBR business began in March 2020 (coinciding with the beginning of the Covid-19 pandemic in Indonesia). The problem that occurs in Nasi Tiwul SBR is increasing the in-come of tiwul rice during the Covid-19 pandemic. The approach taken in this research is to use a dynamic system approach. The purpose of using a dynamic system approach is to provide feedback on the behavior of the systems involved in the research, especially the owner of the tiwul rice business. The result of this research is to increase the business income of tiwul rice and increase the market share of tiwul rice products.