Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Hubungan antara Komunikasi Partisipatif dalam Program Desa Limbangan Sari Kabupaten Cianjur dengan Kesejahteraan Masyarakat Nathania Evanna Chandra; O. Hasbiansyah
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.12888

Abstract

Abstract. Poverty is an indication of the community's incapacity to enhance competitiveness to achieve well-being. One form of performance of local government organizations at the district level can manifest as services to the community in the form of development programs. Through the implementation of village programs in Cianjur Regency involving participatory communication, the results of the relationship between participatory communication in the Limbangan Sari Village Program and community well-being are needed. This study aims to determine the relationship between participatory communication in the Limbangan Sari Village Program and material well-being, social well- being, and emotional well-being of the community. The methodology used is a quantitative correlation research approach and random sampling data collection techniques. The population in this study amounted to 500 people with a sample size of 181 people. The results show a strong relationship between participatory communication variables and community well-being variables. The findings of this study are expected to enhance understanding of the relationship between participatory communication in village programs and community well-being. Abstrak. Kemiskinan merupakan indikasi ketidakberdayaan masyarakat dalam meningkatkan daya saing untuk mencapai kesejahteraan hidupnya. Salah satu bentuk kinerja organisasi pemerintahan daerah kabupaten dapat berwujud pelayanan kepada masyarakat berupa program pembangunan. Dengan dilaksanakannya program desa di Kabupaten Cianjur yang melibatkan komunikasi partisipatif, diperlukannya hasil dari hubungan antara komunikasi partisipatif dalam Program Desa Limbangan Sari dengan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komunikasi partisipatif dalam Program Desa Limbangan Sari dengan kesejahteraan materi masyarakat, kesejahteraan bermasyarakat, dan kesejahteraan emosi masyarakat. Metodologi yang digunakan yaitu pendekatan penelitian kuantitatif korelasi dan teknik pengumpulan data random sampling. Populasi pada penelitian ini berjumlah 500 orang dengan pengambilan sampel pada 181 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan yang kuat antara variabel komunikasi partisipatif dengan variabel kesejahteraan masyarakat. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan mengenai hubungan antara komunikasi partisipatif dalam program desa dengan kesejahteraan masyarakat.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN PAKET WISATA GUNA MENDUKUNG AGROEDUWISATA KAMPUNG PASIR ANGLING Djuwendah, Endah; Karyani, Tuti; Saidah, Zumi; Hasbiansyah, O
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i2.45617

Abstract

PasirAngling merupakan perkampungan yang berada di kaki Gunung Bukit Tunggul, Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Potensi sumberdaya alam, sumberdaya manusia dan sosial budaya mendukung  upaya pertumbuhan ekonomi  Kampung Pasir Angling  melalui integrasi aktivitas pertanian, peternakan, perkebunan dan pariwisata dengn  konsep agrowisata pendidikan. Pengembangan agrowisata kampung psir Angling belum berjalan secra optimal.  Tujuan pengabdian masyarakat ini   adalah untuk memberdayakan potensi wisata  kampung Pasir Angling Desa Suntenjaya berbasis agroeduwisata melalui pembuatan paket wisata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat menggunakan  pendekatan  Participatory Action Research (PAR) melalui observasi, FGD serta pendampingan yang berorientasi pada  pemberdayaan masyarakat. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatnya kesadaran masyarakat atas potensi wisata dan meningkatkan keterampilan  masyarakat dalam  membuat paket wisata  yang kreatif berdasarkan potensi yang dimiliki. Selanjutnya diperlukan pendampingan yang konsisten dari pemerintah daerah  dan  Dinas  Kebudayaan dan pariwisata agar dapat meningkatkan promosi  paket agroeduwisata tersebut secara gencar menggunakan  media sosial internet dan   kerjasama dengan biro perjalanan wisata.   
Optimalisasi Promosi Wana Wisata Kampoeng Ciherang melalui Pemanfaatan Platform Media Sosial dan Spanduk Informasi: The Optimization of Promotion for Wana Wisata Kampoeng Ciherang through the Utilization of Social Media Platforms and Informational Banners Djuwendah, Endah; Karyani, Tuti; Rasmikayati, Elly; Hasbiansyah, O; Rahmah, Ulya
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 10 No 1 (2025): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wana Wisata Kampoeng Ciherang, yang terletak di Desa Cijambu, Sumedang, memiliki potensi wisata alam yang menarik, namun kunjungan wisatawan masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan promosi Wana Wisata Kampoeng Ciherang melalui pemanfaatan media sosial dan pemasangan spanduk informasi. Metode yang digunakan adalah pemberdayaan partisipatif, yang meliputi observasi, wawancara, penyuluhan, pembuatan konten digital, serta pemasangan spanduk informasi (baliho). Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok, dengan konten menarik yang menampilkan keindahan alam dan fasilitas, berhasil menarik perhatian audiens dan meningkatkan visibilitas destinasi. Selain itu, pemasangan baliho yang lebih informatif di titik strategis juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan keberadaan Wana Wisata Kampoeng Ciherang. Evaluasi terhadap interaksi media sosial dan respons masyarakat menunjukkan peningkatan jumlah pengunjung setelah promosi dilakukan. Kesimpulannya, kombinasi antara promosi digital dan pemasaran tradisional melalui baliho dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan jumlah pengunjung dan pengembangan ekonomi lokal.
Agroeduwisata Mulyaharja: Analisis Kinerja Model Bisnis dan Strategi Pengembangan Usaha Djuwendah, Endah SP.; Karyani, Tuti; Rasmikayati, Elly; Hasbiansyah, O
Jurnal Agristan Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/agristan.v7i1.15192

Abstract

Agroeduwisata Mulyaharja merupakan salah satu destinasi wisata edukatif berbasis pertanian organik di Kota Bogor yang menggabungkan aspek pendidikan, konservasi, dan rekreasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model bisnis Agroeduwisata organik (AEWO) Mulyaharja dengan pendekatan Business Model Canvas (BMC) serta menyusun strategi pengembangan usaha berbasis analisis SWOT. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AEWO Mulyaharja telah menerapkan sembilan elemen utama BMC dengan model bisnis berbasis komunitas yang melibatkan pentahelix: komunitas, pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan media. Berdasarkan analisis SWOT, dirumuskan strategi pengembangan SO, WO, ST, dan WT yang menitikberatkan pada penguatan jejaring, program inovasi edukatif, dan digitalisasi promosi untuk menjawab tantangan penurunan jumlah pengunjung dan keterbatasan sumber daya. AEWO Mulyaharja memiliki potensi sebagai model agroeduwisata berkelanjutan yang mampu beradaptasi dengan perubahan pasar dan berpeluang untuk direplikasi di lokasi lain dengan penyesuaian kontekstual berbasis sumber daya lokal.
Strategi Branding Startup Kreatifest Indonesia dalam Membangun Brand Image Hammam Alwi Mahfudz; O Hasbiansyah
Jurnal Riset Manajemen Komunikasi Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Manajemen Komunikasi (JRMK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrmk.v3i1.2362

Abstract

Abstract. Komunikasi pemasaran terpadu merupakan upaya untuk menjadikan seluruh kegiatan pemasaran dan promosi perusahaan dapat menghasilkan citra atau image yang bersifat satu dan konsisten bagi konsumen. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk menganalisis terkait strategi, faktor pembentuk, dan mengetahui implementasi strategi branding pada startup Kreatifest Indonesia dalam membangun brand image. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Paradigma yang digunakan adalah paradigma konstruktivisme. Adapun Subjek penelitian yang dipilih dalam melakukan penelitian ini yaitu Arief Munandar, Ramadhan Nur Faizy, dan Mia Rosmalia. Objek penelitian ini adalah mengenai strategi branding yang dilakukan startup Kreatifest Indonesia dalam membangun brand image sehingga mampu memikat para konsumen dan mampu menjaga eksistensinya di pasar Indonesia. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan wawancara, observasi, dan juga dokumentasi. Analisis data penelitian ini menggunakan data analisis interaktif mengacu kepada konsep Miles & Huberman yang mengklasifikasikan analisis data kedalam tiga proses yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data atau menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa startegi branding menggunakan Komunikasi Pemasaran Terpadu dengan memanfaatkan berbagai media. Membangun startegi ini, meliputi bagaimana proses awal, merek produk sebagai identitas, dan juga media yang akan digunakan. Selain itu, faktor pembentuk strategi ini meliputi kompetensi, standar, dan juga gaya. Implementasi strategi ini adalah dengan membuat program dan meningkatkan penjualan produk Abstrak. Integrated marketing communication is an effort to make all marketing and promotional activities of the company able to produce an image that is one and consistent for consumers. This study aims to analyze strategies, forming factors, and find out the implementations of branding strategies on Kreatifest Indonesia startups in building brand images. This research uses qualitative research methods using a case study approach. The paradigm used is the paradigm of constructivism. The research subjects chosen in conducting this research were Arief Munandar, Ramadhan Nur Faizy, and Mia Rosmalia creator. The object of this study is about the branding strategy carried out by startup Kreatifest Indonesia in building a brand image so that it is able to attract consumers and be able to maintain its existence in the Indonesian market. The data collection techniques used in this study were interviews, observations, and documentation. Data analysis of this study uses interactive analysis data referring to the Miles & Huberman concept which classifies data analysis into three processes, namely data reduction, data presentation, and data verification or drawing conclusions. The results showed that branding strategies use Integrated Marketing Communication by utilizing various media. Building this strategy, including how the initial process is, the product brand as an identity, and also the media to be used. In addition, the factors that shape this strategy include competence, standards, and also style. Implementation of this strategy is to create programs and increase sales of product and services.
Analisis SWOT Wisata di Kampung Pasir Angling Desa Suntenjaya Djuwendah, Endah; Rasmikayati, Elly; Hasbiansyah, O
Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Flores Ende

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/abdika.v4i2.4076

Abstract

Pasir Angling Village has tourism potential that can be developed as an agro-tourism destination in West Java, especially in the Lembang area. However, many tourist attractions in this village have not been managed optimally so they have not attracted many tourists. This Community Service Program aims to analyze and identify the Strengths, Weaknesses, Opportunities and Threats (SWOT) of each tourism potential in Pasir Angling Village, as well as formulate effective suggestions and recommendations to overcome weaknesses and threats in the context of revitalizing the Agroedutourism Village. Data collection methods include interviews, discussions, filling out questionnaires, and direct observation at each tourist attraction in Pasir Angling Village. Observation results show several potential tourist attractions in Kampung Pasir Angling, including Curug Luhur Cibodas, Jaipongan and Pencak Silat Cultural Tourism, Sheep Farming and Cow Milking Tourism, Strawberry Picking Agrotourism, Bincarung Campground Park, as well as community MSMEs for souvenirs tourists such as Angling Caramel Candy, Angling Banana Sale, Lemon Slice, and Angling Coffee. After carrying out a SWOT analysis, it was found that this village has strengths and opportunities such as adequate tourist capacity, many tourist destinations, and the availability of clean water. Pasir Angling Village only needs more intense and focused development and management so that its tourist value becomes higher quality in the eyes of tourists. However, there are several weaknesses and threats that need to be corrected, such as less strategic location, lack of public transportation, lack of labor, lack of directional facilities, and competition with other tourist locations in the local area. This program is expected to increase public awareness of existing tourism potential, the importance of maintaining this potential, and promoting it to the general public.
Tata kelola agroeduwisata di kampung Pasir Angling dan taman Bincarung, desa Suntenjaya Djuwendah, Endah; Rasmikayati, Elly; Saefudin, Bobby Rachmat; Hasbiansyah, O
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23590

Abstract

Abstrak Agroeduwisata perpaduan antara konsep agrowisata dan edukasi. Agroeduwisata merupakan salah satu potensi ekonomi kreatif dibidang pertanian yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Kampung Pasir Angling  desa Suntenjaya  memiliki  panorama  keindahan alam sehingga cocok untuk dikembangkan menjadi desa  agroeduwisata. Terdapat dua kelompok sadar wisata (Pokdawis) yang mengelola agroeduwisata di Kampung  Pasir Angling  yaitu Pokdarwis Pasir Angling dan Pokdarwis Taman Bincarung.  Namun, keberadaan  dua  Pokdarwis  malah memunculkan permasalahan  berupa kurangnya  komunikasi dan kerjasama dalam pengelolaan wisata di Kampung Pasir Angling. Berdasarkan hal tersebut tujuan pengabdian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi dan kendala dalam pengembangan agroeduwisata dan menganalisa sistem tata Kelola wisata di Kampung Pasir Angling. Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah pemberdayaan partisipatif  dengan teknis  wawancara, Focus Group Discussion (FGD), penyuluhan  dan pendampingan yang melibatkan peran serta mitra secara aktif, pengabdian ini melibatkan Pokdarwis, karang taruna dan  kelompok usaha bersama (KUB)  kuliner. Secara umum tata kelola wisata di Kampung Pasir Angling sudah baik terlihat dengan adanya atribut wisata berupa tanda penunjuk arah, papan denah wisata, dan arah evakuasi bencana. Selain itu, Pengabdian ini berhasil mengidentifikasikan potensi dan kendala yang dihadapi Pokdarwis dalam pengelolaan agroeduwisata. Berdasarkan hasil identifikasi kendala yang dihadapi oleh dua Pokdarwis tersebut adalah komunikasi yang kurang lancar  antar pihak pengelola serta kurangnya alat bantu komunikasi. Sedangkan kendala yang dihadapi Pokdarwis Taman Bincarung adalah rendahnya partisipasi  masyarakat dalam  pengembangan  wisata  Buper Taman Bincarung karena belum jelasnya aturan dan perizinan  pengelolaan wisata  Taman Bincarung yang belum selesai. Harapannya hasil pengabdian ini dapat menjadi acuan pihak Kampung Pasir Angling dalam mengembangkan agroeduwisatanya. Kata kunci: agroeduwisata; desa wisata; kendala; pokdarwis; tata kelola Abstract Agroedu Tourism The Combination of the Concept of Agro -Tourism and Education. Agroeduism is one of the potential of the creative economy in the field of agriculture that can improve the welfare of its people. Kampung Pasir Angling Suntenjaya Village has a panoramic view of natural beauty so it is suitable to be developed into an agroedu tourism village. There are two Tourism Awareness Groups (Pokdawis) that manage agroeduism in the angling sand village, namely pokdarwis sand angling and pokdarwis park bincarung. Howver, the existence of two pokdarwis actually raised problem in the form of lack of communication and cooperation in the management of tourism in Kampung Pasir Angling. Based on this, the purpose of this service is to identify the potential and obstacles in the development of agroeduism and analyze the tourism governance system in Kampung Pasir Angling. The method used in this service is participatory empowerment with interview technical, focus group discussion (FGD), counseling and assistance involving the participation of partners actively, this service involves pokdarwis, Youth Organization and Culinary Joint Business Group (CUB). In General, Tourism Governance in Kampung Pasir Angling has been like well with the presence of tourist attributes in the form of directions, tourist planning boards, and the direction of disaster evacuation. In addition, this dedication succeeded in identifying the potential and obstacles faced by pokdarwis in agroeduism management. Based on the results of the identification of the constraints faced by the two pokdarwis are substandard communication between the managers and the lack of communication aids. While the obstacles faced by Pokdarwis Taman Bincarung are the Low Participation of the Community in the Development of Taman Taman Tourism because the rules and licensing of Bincarung Park Tourism Management are not finished finished. It is hoped that the results of this service can be a reference for the angling sand village in developing its agroeduwis. Keywords: agro-education; tourism village; constraint; pokdarwis; governance