Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Efektivitas Pemberian Edukasi Kesehatan Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Gagal Ginjal Kronis yang dihemodialisa di RSKG Ny. Ra Habibie Bandung Lisbet Octovia Manalu; Nia Nur Latifah; Ahmad Arifin
Risenologi Vol. 6 No. 1a (2021): Seminar Nasional Keperawatan-STIKEP PPNI Jawa Barat
Publisher : Kelompok Peneliti Muda Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47028/j.risenologi.2021.61a.215

Abstract

Hemodialysis is a therapy for CRF patients to replace kidney function by using an artificial kidney in the form of a dialysis machine. Hemodialysis patients will experience lifelong dependence, this will lead to changes in imbalances in their life, these changes will cause physical and psychological problems, one of which is anxiety. Anxiety in CRF patients is a response to the threatening situation experienced by CRF patients and is a normal thing that occurs accompanied by developments, changes and new experiences in his life. Health education is a planned effort to influence others in doing what is expected. The aim of this reasearch is to determine the effect of providing health education on the level of anxiety in patients with chronic renal failure during hemodialysis at RSKG Ny. Ra Habibie Bandung. The methods of this research is a pre-experimental research design with one-group pre-post test design approach. The number of samples in this study were 60 respondents using purposive sampling technique. Using the Wilcoxon statistical test the results obtained p-value of 0.00 with a significance of p <? (0.05), p-value of 0.00 <0.05
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP) TERHADAP SIKAP NON PENDIDIK PADA KASUS MENGENAI HENTI JANTUNG Ahmad Arifin; Budi Rustandi; A. Pratama
PROSIDING SIMPOSIUM KESEHATAN NASIONAL Vol. 1 No. 1 (2022): Simposium Kesehatan Nasional
Publisher : LPPM STIKES BULELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.379 KB)

Abstract

Background: Health education about BHD consisting of CPR for rescuers is the main thing. Research Objectives: To determine the effect of health education about CPR on the attitude of non-educators in cases of cardiac arrest. Methodology: pre-experimental research designpre- and post-test without-control. The sample size is 18 people. Results: From 18 respondents showed negative first aid attitudes beforebeing given health education about CPR as many as 13 respondents (72.2%) positive first aid attitudes after being given health education about CPR as many as 17 respondents (94.4%). Conclusion: Based on the results of the study, it showed that there was an effect of CPRhealth education on the attitude of non-teaching staff with cases of cardiac arrest.
Jejaring Mata Katarak POSBINDU NoW CARE di Desa Cihanjuang Rahayu M Iqbal Sutisna; Rahayu Mujiharti; Arie J Pitono; Arieni Ramadhan; Ahmad Arifin; Tentry Fuji Purwanti; Egie Komara Yudha; Mira Harini; Amulia Irlianti; Rizky Gumilang Pahlawan; Metilda Metilda; Theophylia Melisa Manumara; Istianah Istianah; Budi Rustiadi; Meilirianta Meilirianta; M. Sandi Haryanto; Yulinar Indriati
Bakti Nusantara Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 2 (2025): May - August
Publisher : Science Center Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63202/bnpmi.v2i2.104

Abstract

Katarak adalah suatu kondisi di mana lensa mata mengalami keruh, yang dapat menyebabkan penurunan penglihatan dan, jika tidak ditangani, berpotensi menyebabkan kebutaan. Secara global, katarak adalah penyebab utama kebutaan, dengan lebih dari 100 juta orang menderita katarak, dan 17 juta di antaranya mengalami kebutaan. (WHO, 2022) Katarak merupakan 81% kasus penyebab utama kebutaan di Indonesia. Populasi yang terus bertambah dan penuaan yang meningkat, jumlah kasus katarak diperkirakan akan meningkat seiring waktu. Ini menjadi tantangan serius bagi sistem kesehatan, terutama di negara berkembang banyak individu, terutama di daerah terpencil dan kurang terlayani, tidak memiliki akses yang memadai untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan katarak. Metode pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui Pos Pembinaan Terpadu Nursing Rajawali of Care (POSBINDU NoW Care) yang bertujuan untuk meningkakan pemahaman dan pencegahan komplikasi penyakit tidak menular dalam hal ini kebutaan pada mata akibat Katarak. Lima Tahapan Kegiatan yang dilakukan pada POSBINDU NoW Care: Tahapan I    melakukan pendaftaran dan administrasi peserta, tahapan II melakukan wawancara kepada peserta, tahapan III, melakukan pemeriksaan kesehatan dan screening mata katarak, tahapan IV, edukasi dan rencana tindak lanjut, tahapan V pendokumentasian. Hasil Berdasarkan hasil kegiatan yang melibatkan 48 peserta, ditemukan bahwa 7 peserta (atau sebesar 15%) terdeteksi mengalami katarak. Rentang usia peserta yang teridentifikasi positif katarak adalah antara 37 hingga 69 tahun. Dari total 48 peserta yang hadir dalam kegiatan ini, sebanyak 42 orang (88%) adalah perempuan. Dominasi peserta berjenis kelamin wanita dapat ditinjau dari beberapa sudut pandang, baik secara sosial, kultural, maupun epidemiologis
Dampak Edukasi Tentang Penerapan Mind Body Therapy di Kampung Kiaracondong Desa Warnasari Kecamatan Pangalengan Ahmad Arifin; Kriswanto Kriswanto; Diana Intan Ayu Khoerunnisa; Suci Dwi Fauzi Aulia Fauzi Aulia; Ipi Alya Hopipah; Hesti Cahyati Cahyati
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v6i2.3042

Abstract

Tekanan psikologis dan kelelahan fisik sering dialami masyarakat karena beban pekerjaan sehari-hari yang berat dan kurangnya waktu untuk beristirahat. Jika tidak diperhatikan, kondisi ini bisa menyebabkan penurunan produktivitas dan gangguan suasana hati warga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan penjelasan kepada warga mengenai cara menggunakan aromaterapi sebagai metode relaksasi yang aman dan hemat, untuk menenangkan pikiran serta memulihkan energi. Cara pelaksanaannya melalui metode pendidikan kesehatan yang mencakup penyampaian materi, diskusi, serta demonstrasi teknik relaksasi, yang diukur melalui kuesioner. Program ini melibatkan 10 orang warga di Kampung Kiaracondong sebagai peserta. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman warga dalam mengenali tanda-tanda awal stres serta keterampilan dalam mengaplikasikan aromaterapi di rumah secara mandiri. Manfaat yang dirasakan warga meliputi peningkatan kesadaran pentingnya menjaga keseimbangan mental dan kemampuan mengelola kelelahan fisik secara praktis. Kesimpulannya, edukasi ini berhasil meningkatkan kemandirian warga dalam merawat diri secara preventif dengan teknik relaksasi yang mudah diakses. Partisipasi aktif warga dalam aktivitas ini menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan kesehatan mental di tingkat komunitas.
Pengaruh Pemberian Edukasi Manajemen Gempa Bumi : Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi Melalui Aplikasi Google Classroom Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja Di SMK 4 LPPM RI Padalarang Tahun 2026 Dewi Puspita Sari; Budi Rustandi; Ahmad Arifin; Istianah Istianah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Indonesia sebagai Negara yang berada di posisi ring of fire, menyebabkan potensi bencana alam yang tinggi. Pada tahun 2022 tercatat 3.544 bencana di Indonesia. Sesar Lembang menjadi salah satu isu ancaman bencana yang berkembang salah satunya di Kabupaten Bandung Barat. Tingginya angka korban jiwa yang meninggal akibat bencana alam gempa bumi menjadi pertanda bahwa masih rendahnya tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi manajemen gempa bumi menggunakan google classroom. Metode: Rancangan penelitian ini ialah quasy experiment dengan pendekatan one group pretest – postest design, melibatkan Siswa/i SMK 4 LPPM berjumlah 74 siswa dengan uji wilcoxon. Hasil: Hasil dari penelitian ini adalah terdapat kenaikan skor dari 51 – 72 ke 69 – 89 dengan p value 0.001 < 0.05. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh signifikan pada Pemberian Edukasi Manajemen Gempa Bumi : Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi Melalui Aplikasi Google Classroom.