Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

ANALISIS TEGANGAN LEBIH INDUKSI AKIBATMEDAN LISTRIK (E) DAN MEDAN MAGNET (H)PADA DUA BUAH TOWER YANG TERINJEKSI ARUS PETIR Ni Made Seniari; Aan Kurniawan; I Made Ginarsa
DIELEKTRIKA Vol 6 No 2 (2019): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.629 KB) | DOI: 10.29303/dielektrika.v6i2.204

Abstract

Sambaran petir dapat merusak objek yang disambar secara langsung maupun tidak langsung. Disekitar titik sambaran petir terinduksi medan listrik (E), medan magnet (H) dan tegangan induksi (Vind). Pada sebuah studi kasus, terdapat dua buah tower telekomunikasi yang bertempat di jalan Guru Bangkol, Pagesangan Timur, Kota Mataram yang diasumsikan tersambar petir secara langsung. Jarak antara kedua tower adalah 25 m dengan tinggi yang sama yaitu 40 m. Bangunan (objek) yang disambar tidak langsung yaitu salah satu rumah warga disekitar tower tersebut, dengan jarak dari tower 1= 5 m dan dari tower 2= 12 m. Parameter petir yang menyambar kedua tower, disimulasikan sebesar 392, 30, 18 kA dan 200, 100, 25 kHz. Simulasi menunjukkan bahwa dengan injeksi arus 18 kA dan frekuensi petir 200 kHz pada kedua tower, maka yang dirasakan objek dari tower 1 dan tower 2, masing-masing adalah medan listrik (E) = 358,119 dan144,489 kV/m, medan magnet (H)= 142,235 dan 57,386 A/m, dan tegangan induksi (Vind)= 5.391,454 dan 3.657,047 kV. Hasil simulasi dibandingkan dengan standar ICNIRP, dan IEC. Nilai medan listrik (E) dan tegangan induksi (Vind) berada diatas ambang batas yang diizinkan, sedangkan nilai medan magnet (H) masih berada dibawah ambang batas yang diizinkan.
UNJUK KERJA EKSERGI SISTEM FOTOVOLTAIK (PV) DENGAN KONVEKSI PAKSAAN Titin Utari; Abdul Natsir; Ni Made Seniari
DIELEKTRIKA Vol 1 No 2 (2014): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.615 KB)

Abstract

Konsumsi energi yang terus meningkat mendorong pemerintah dalam merencanakan kebijakan untuk memprioritaskan upaya konservasi, diversifikasi dan hemat energi. Salah satu bentuk dari kebijakan tersebut adalah pengembangan fotovoltaik (PV), PV sebagai salah satu dari sumber daya energi terbarukan, tidak terpisahkan dari aspek lingkungan. Kajian mendasar tentang PV selama ini hanya terkait pada evaluasi terhadap parameter energi yang belum akurat menjelaskan keseluruhan proses mengenai konversi energi pada sistem. Ketidak akuratan analisis energi terhadap sistem PV diantisipasi dengan mengembangkan konsep eksergi, yang memberikan informasi tentang energi yang hilang dari sistem, berkaitan dengan proses termodinamika yang terjadi pada sistem. Efesiensi eksergi dapat ditingkat dengan menekan temperatur yang ada pada permukaan PV. Penelitian ini menggunakan perbandingan dari beberapa kondisi yang mempengaruhi temperatur PV. Kondisi pertama adalah kondisi normal, kondisi kedua adalah konveksi paksaan yang menggunakan kelajuan angin 2 m/s dan 4 m/s. Hasil Efisiensi energi panel kondisi normal memiliki nilai lebih kecil dari efisiensi energi panel kondisi konveksi paksaan dengan kelajuan 2 m/s dan 4 m/s. Efisiensi energi panel kondisi normal sebesar 42-50% efisiensi energi panel kelajuan 2 m/s bernilai 45-51%, dan efisiensi energi panel kelajuan 4 m/s sebesar 60-80%.
ANALISIS DAMPAK SAMBARAN PETIR TIDAK LANGSUNG DISEKITAR GEDUNG RUMAH SAKIT PENDIDIKAN UNRAM ANALYSIS OF THE IMPACT OF INDIRECT LIGHTNING STRIKES ARROUND THE UNRAM EDUCATION HOSPITAL BUILDING Ni Made Seniari; Supriyatna Supriyatna
DIELEKTRIKA Vol 6 No 2 (2019): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.069 KB) | DOI: 10.29303/dielektrika.v6i2.205

Abstract

Sambaran petir dapat merusak objek yang disambar langsung maupun objek disekitar titik sambaran petir. Disekitar titik sambaran petir terinduksi medan listrik di atas permukaan tanah (Eu), di permukaan tanah (Et), medan magnet (H), tegangan induksi (Vind), tegangan langkah (∆V) dan arus dipermukaan tanah (It). Gedung 2 Rumah Sakit Pendidikan UNRAM, tinggi 32,9 m, terpasang Sistem Proteksi Petir (SPP) elektrostatis di asumsikan tersambar petir. Bangunan yang di sambar tidak langsung yaitu gedung 1 dan gedung 3 Rumah Sakit Pendidikan UNRAM, serta gedung Rektorat UNRAM yang melewati sebuah sungai, berjarak masing-masing 48, 50, 192 m. Parameter petir yang menyambar gedung 2, disimulasikan 392, 30, 18 kA dan 200, 100, 25 kHz. Simulasi menunjukkan dengan injeksi arus petir 18 kA, 200 kHz pada gedung 1, gedung 3 Rumah Sakit Pendidikan dan gedung Rektorat UNRAM, masing-masing adalah Eu=54,38023;50,75681; 4,06130 kV/m, Et=19.376,92; 18.085,82; 1,45119 kV/m; H=6,871; 15,747; 1,260 A/m, Tegangan induksi (Vind) = 110,467; 89,047; 36,342 kV; Tegangan langkah (∆V) =13.363,19; 12.795,73; 1.417,63 V; dan It=0,32; 0,31; 0,097 A. Hasil simulasi dibandingkan dengan standart IRPA, ICNIRP, IEC dan IEEE std 80-2000. Nilai-nilai yang melebihi standar minimal yang diizinkan meliputi Eu, Et, Vind, ∆V, It dan nilai yang masih dibawah standar meliputi H.
ANALISIS TEGANGAN LEBIH INDUKSI DISEKITAR DOWN CONDUCTOR YANG TERINJEKSI ARUS PETIR (Studi Kasus Gedung STAHN GDE PUDJA MATARAM DAN GARDU HUBUNG GOMONG) I Wayan Sutrisna; Ni Made Seniari; I Made Ginarsa
DIELEKTRIKA Vol 4 No 1 (2017): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.401 KB)

Abstract

Petir merupakan peristiwa listrik alam yang sangat berbahaya dalam kehidupan. Sambaran petir dapat merusak objek yang disambar langsung maupun objek disekitar titik sambaran petir. Disekitar titik sambaran petir terinduksi medan listrik (E), medan magnet (H) dan tegangan lebih induksi (Vind). Objek di sekitar titik sambaran yang diamati Objek I dan Objek II adalah gedung kampus STAHN Gde Pudja Mataram dan Gardu Hubung Gomong, akibat gedung Rektorat STAHN Gde Pudja tersambar petir langsung 10, 50, 100 kA dan 25, 50, 100, 150, 200 kHz. Parameter petir tersebut menghasilkan E, H dan Vind pada objek yang diamati, dengan H sesuai standar, tetapi E dan Vind tidak sesuai standar. Rekomendasi untuk penurunan E dan Vind menambahkan SPP eksternal dengan pemasangan konduktor bentuk mesh sejumlah 2x4 mesh dengan ukuran 10x6,5 m pada kerangka plapon gedung. Injeksi 100 kA, 200 kHz pada rangkaian mesh tersebut menurunkan E, H dan Vind pada objek I dan objek II masing-masing 3,586 kV/m; 16,393 A/m; 344,459 kV dan 0,184 kV/m; 0,875A/m; 63,699 kV. Penambahan rangkaian konduktor mesh pada SPP eksternal tersebut dapat mengurangi nilai medan listrik (E), medan magnet (H) dan tegangan induksi (Vind) hingga 50 % dari nilai sebelumnya. ABSTRACT Lightning, an electrical event of nature, is a very dangerous phenomenon in daily life. Lightning strikes can harm both the object struck directly by lightning and the object around lightning strikes point. Object around the point of a lightning strike is induced by electric field (E), magnetic field (H) and overvoltage induction (Vind). Objects around lightning strike point observed in this paper objects one and two are STAHN Gde Pudja Mataram building and Gomong Substation circuit due to the fact that STAHN Gde Pudja Rectorate building was directly struck by lightning of 10, 50, 100 kA and 25, 50, 100, 150, 200 kHz. The lightning parameters showed the value of E, H and Vind on the observed. It is revealed that H value meets the standards while E and Vind values did not meet standards. In order to standardize the E and Vind values, it is recommended to add external SPP of 2x4 mesh with sized mesh of 10x6,5 m shaped conductor installation on framework ceiling. The Injection of 100 kA, 200 kHz from the mesh circuit decrease E, H and Vind value for the first and the second objects each 3.586 kV/m; 16.393 A/m; 344.459 kV and 0.184 kV/m; 0.875A/m; 63.699 kV. It can be conclude that the addition of mesh conductor circuit on the external SPP could reduce the value of the electric field (E), magnetic field (H) and the induced voltage (Vind) up to 50% of the initial value.
ANALISA SISTEM PROTEKSI PETIR (LIGHTNING PERFORMANCE) PADA SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI (SUTT) 150 KV SENGKOL-PAOKMOTONG Tatik Muliani; Ni Made Seniari; Agung Budi Muljono
DIELEKTRIKA Vol 4 No 2 (2017): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.978 KB)

Abstract

Sambaran petir merupakan ancaman yang sangat serius dalam sistem tenaga listrik karena dapat menyebabkan terganggunya kontinuitas penyaluran tenaga listrik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kinerja dari sistem proteksi petir pada saluran transmisi dengan melakukan analisa daerah proteksi petir dan lightning performance. Metode untuk menganalisa daerah proteksi petir adalah metode bola bergulir (rolling sphere). Untuk mengetahui nilai lightning performance digunakan teori gelombang berjalan dan elektrogeometris. Gelombang berjalan adalah gelombang yang merambat pada kawat yang disebabkan oleh sambaran petir langsung pada kawat, sambaran petir tidak langsung, operasi pemutusan (switching) dan gangguan-gangguan pada sistem karena berbagai kesalahan. Teori elektrogeometris adalah teori yang mengaitkan hubungan antara sifat listrik sambaran petir dengan geometri sistem penangkal petir. Saluran transmisi 150 kV Sengkol-Paokmotong menggunakan saluran ganda dengan menara tipe AA4 konfigurasi vertikal, diperoleh nilai lightning performance sebesar gangguan per 100 km per tahun. Sehingga memiliki penilaian keandalan lightning performance dengan kualifikasi pentanahan dan perlindungan terhadap sambaran petir yang baik atau memadai, sehingga tidak perlu dilakukan perbaikan. Daerah proteksi dengan metode bola bergulir, bola dengan radius 67,65 meter menyentuh tanah dan kawat tanah tanpa mengenai daerah proteksi. Sistem proteksi petir yaitu kawat tanah (overhead ground wire) telah membentuk daerah proteksi pada saluran transmisi, dan daerah sejauh 62,61 meter disekitar saluran transmisi. Kata Kunci:Lightning performance; Bola bergulir; Kegagalan perisaian; Kawat tanah ABSTRACT This research has been held to understand lightning protection system’s performance in high voltage transmission system by analyzing lightning protection area and lightning performance. Method that used to analyze lightning protection area called rolling sphere method. Lightning performance values are find out using traveling wave and electro-geometric theory. Sengkol-Paokmotong 150kV transmission system using dual channel and type AA4 vertical configuration tower shows lightning performance about 1.3959 disturbance for every 100 Km per year that makes lightning performance reliability rating have a good or fair grounding and shielding qualification. In case the protection area which using rolling sphere method, 67.65 meters radius sphere sweep the ground and ground wire without touching protection area. Lightning protection system, which is ground wire, has been formed protection area in transmission system and within 62.61 meters around the transmission line.
PEMODELAN DISTRIBUSI ARUS DAN BEDA POTENSIAL DI PERMUKAAN TANAH PADA VARIASI DIMENSI ELEKTRODA PENGETANAHAN Ni Made Seniari; Ida Ayu Sri Adnyani; , I Made Ginarsa
DIELEKTRIKA Vol 3 No 1 (2016): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.672 KB)

Abstract

Elektroda pengetanahan sistem proteksi petir eksternal mengalirkan muatan arus petir ke bumi dengan cepat dan tidak menimbulkan tegangan langkah (ΔV), dan arus (It) di permukaan tanah yang membahayakan. Karakteristik petir daerah tropis 10-392 kA, 25-200 kHz. Parameter ini dimodelkan dengan tegangan langkah ( dan arus di permukaan tanah (It), saat elektroda terinjeksi arus petir (Ip). Simulasi menunjukkan bahwa meningkatkan panjang elektroda dari 1m menjadi 1m lebih panjang, menurunkan tegangan langkah (ΔV) 25%, dan menurunkan arus permukaan (It) 73,5%. Perubahan diameter elektroda dari 50mm menjadi 80mm, ΔV dan It rata-rata menurun 37%. Batas aman sesuai IEEE std 80 dipilih elektroda 4m, diameter 80 mm, dengan tegangan langkah (ΔV) =7,8 mV dan arus dipermukaan tanah (It ) = 5,996mA. Kata kunci: karakteristik petir, medan listrik, tegangan langkah, arus permukaan
PELATIHAN PEMASANGAN INSTALASI LISTRIK RUMAH TANGGA YANG AMAN BAGI WARGA KELURAHAN PAGUTAN BARAT KOTA MATARAM ni made seniari; supriyatna supriyatna; Abdul Natsir; Ida Ayu Sri Adnyani; Sabar Nababan
Jurnal Abdi Insani Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v6i1.219

Abstract

Listrik merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia. Kebutuhan energi listrik meningkat secara linier dengan adanya peningkatan pertumbuhan penduduk. Hal ini disebabkan oleh karena sebagian besar aktivitas manusia yang dilakukan sehari-hari membutuhkan sumber energi listrik. Energi listrik yang mempermudah kehidupan manusia terkadang bisa menimbulkan malapetaka. Beberapa kasus kebakaran disebabkan oleh konsleting listrik pada instalasinya. Hal ini diakibatkan oleh instalasi listrik yang tidak sesuai standard dan kurangnya pemahaman dan pengetahuan tentang kelistrikan pada masyarakat. Untuk itu perlu diupayakan tenaga professional di bidang pemasangan instalasi listrik, untuk menghindari bahaya yang di timbulkan, untuk kebutuhan pemasangan instalasi sendiri, dan juga untuk membuka lapangan kerja baru sebagai instalatir listrik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melatih para remaja di Kelurahan Pagutan Barat untuk dapat melakukan pemasangan, perbaikan instalasi, dan bahkan sebagai modal keterampilan untuk membuka lapangan kerja sendiri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dengan metode ceramah mengenai pengenalan alat dan bahan instalasi listrik, demo pemasangan dan pengawatan instalasi listrik sesuai standar PUIL serta praktek langsung dengan papan-papan modul yang telah disiapkan. Diharapkan peserta memahami dengan baik alat, bahan, tata tertib dan standar pemasangan instalasi listrik rumah tangga. Serta dapat memahami bahaya listrik dan cara mengamankannya. Disamping itu peserta pelatihan ditargetkan bisa membaca gambar instalasi, mengukur tegangan, mendeteksi sambungan yang putus, dan dapat membuat instalasi penerangan menggunakan berbagai macam sakelar dan stop kontak. Materi yang diberikan dalam pelatihan kegiatan kepada remaja ini sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan keterampilan dalam pemasangan instalasi listrik yang aman dan sesuai standar PUIL dapat di implementasikan untuk kepentingan pribadi, rumah tangga sendiri dan bahkan bisa di tingkatkan untuk membuka lapangan kerja sendiri.
Improved Modulation Methods of the Dual-inverter Fed Open-end Winding Three-phase Motor Drives with Equal DC-link Voltage Satiawan, I Nyoman Wahyu; Ida Bagus Fery Citarsa; Warindi; I Ketut Wiryajati; Supriono; Ni Made Seniari; I Made Budi Suksmadana
International Journal of Electrical, Energy and Power System Engineering Vol. 5 No. 3 (2022): The International Journal of Electrical, Energy and Power System Engineering (I
Publisher : Electrical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/ijeepse.5.3.93-98

Abstract

This paper investigates PWM method for the dual-inverter fed open end winding three-phase induction motor drives. This is aimed to improve the quality of the output voltage as well as to enhance the motor performance by solving the drawback of the PWM method. The proposed PWM method operates two inverters in different technique, i.e one inverter operates in square wave mode (slow switching) and one inverter in PWM mode (fast switching). Although the PWM method can improve the quality of the inverter output voltage over the two-level inverter output, the proposed PWM method causes an excessive ripple in both torque and stator current especially at the transient period. The drawback is solved by applying a new switching strategy that manage the inverter switches operate in turn between slow switching and fast switching in one circle of operation. The proposed method is verified via simulation. The result shows that the quality of output voltages improves for all modulation indices in comparison with two-level inverter. Furthermore, torque ripple is reduced, and current ripple are improved as the current waveform is enhanced to be more symmetrical.