Muhammad Satya Adhitama
Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENATAAN KAMPUNG CEMPLUK SEBAGAI KAMPUNG WISATA BUDAYA DI KABUPATEN MALANG Wahyudi, Syamsu Imam; Adhitama, Muhammad Satya
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 1 (2024): jurnal mahasiswa vol 12 no 1
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Cempluk terkenal akan festival budaya yang rutin dilakukan setiap bulan September. Festival dilaksanakan selama 7 hari dengan menampilkan pertunjukkan seni dan makanan tradisional. Para pengurus desa telah banyak merencanakan pengembangan desa agar kedepannya dapat menjadi desa wisata, namun pada kondisi sekarang masih tidak terdapat fasilitas yang dapat menunjang kegiatan wisata dan juga tidak terdapat identitas dari kampung. Perancangan kali ini bertujuan untuk menata Kampung Cempluk agar menjadi desa wisata budaya dengan menambahkan fasilitas dan identitas kawasan. Perancangan berfokus pada koridor jalan Dieng Atas yang merupakan jalan utama Kampung Cempluk. Perancangan menggunakan teori pembentuk kawasan urban dengan metode desain rasional dengan tahapan analisis, sintesis, dan desain. Dalam menciptakan identitas menggunakan metode mimesis. Hasil perancangan berupa zonasi tata guna lahan, ruang parkir, ruang terbuka, penanda, sirkulasi, dan fasilitas umum. Tujuan dari perancangan ini adalah agar Kampung Cempluk dapat menjadi Kampung Wisata Budaya di Kabupaten Malang sehingga dapat terus melestarikan seni budaya di Kabupaten Malang. Kampung Cempluk is known for its cultural festival held regularly every September. The festival lasts for 7 days and features art performances and traditional food. The village officials have been planning for the development of the village to turn it into a tourist destination in the future, but currently, there are no facilities to support tourism activities and there is also no identity for the village. This design aims to organize Kampung Cempluk to become a cultural tourist village by adding facilities and area identity. The design focuses on the Dieng Atas road corridor, which is the main road of Kampung Cempluk. The design uses urban area formation theory with rational design method consisting of analysis, synthesis, and design stages. Identity creation is achieved through the mimesis method. The design results in zoning of land use, parking spaces, open spaces, markers, circulation, and public facilities. The goal of this design is to make Kampung Cempluk a Cultural Tourist Village in Malang Regency so that it can continue to preserve the cultural arts in Malang Regency.
Youth Empowerment Center dengan Konsep Neuro-Architecture di Kota Malang Carelys, Dinar; Adhitama, Muhammad Satya
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Generasi muda merupakan masa yang potensial dibandingkan dengan masa yang lain, hal ini dikarenakan masa muda merupakan masa yang produktif bagi generasi muda untuk dapat turut andil dalam berbagai bidang. Kota Malang memiliki jumlah pemuda yang banyak, namun tidak diimbangi dengan adanya fasilitas kepemudaan yang mendukung kalangan pemuda untuk berkembang. Fasilitas yang diperlukan sebagai pemaksimalan kegiatan kepemudaan adalah youth empowerment center. Objek perancangan youth empowerment center memiliki program yang menawarkan berbagai fasilitas, seperti fungsi edukasi, kreasi, kesehatan, serta sosialisasi sehingga semua aspek berimbang yang mampu menjaga pemerataan pada aspek fisik, emosional, psikologis sehingga mampu mensejahterakan pemuda. Adapun tahapan proses desain adalah dimulai dari penemuan isu utama yang akan dijawab melalui objek youth center serta akan diwujudkan melalui pendekatan metodologis berupa pragmatisme sebagai acuan proses desain. Lokasi perancangan berada di Jl. Mayjen Sungkono, Kedungkandang dengan luasan 35,884 m2. Objek perancangan terdiri dari 4 massa menyesuaikan fungsi utama youth center serta penataan tata luar yang juga dimaksimalkan untuk kegiatan pemuda. Konsep penerapan neuro-architecture diterapkan pada seluruh aspek rancangan, baik dari lingkup area luar sekitar tapak hingga bagian ruang dalam bangunan sehingga mampu memaksimalkan efektivitas berkegiatan dalam fungsi objek dikarenakan fungsi neuro-architecture dihubungkan dengan respons stimuli manusia terhadap lingkungan arsitekturalnya. Kata kunci: pusat pemberdayaan pemuda, neuro-arsitektur, Kota Malang
Perancangan Gedung Perkantoran LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) di KIPP IKN dengan Pendekatan Desain Kontekstual Mosthamir, Megat Awang; Adhitama, Muhammad Satya
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur diharapkan menjadi simbol identitas bangsa dan kemajuan ekonomi untuk visi Indonesia Maju. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), sebagai lembaga yang menjaga stabilitas ekonomi, harus memiliki kantor pusat di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, sesuai dengan master plan yang berfokus pada keberlanjutan, kecerdasan, dan modern. Desain gedung perkantoran LPS representatif dan sejalan dengan perkembangan kawasan, mendukung prinsip transparansi dan akuntabilitas, serta harmonis dengan lingkungan sekitar dan rencana induk kawasan. Metode perancangan ini adalah rasionalisme studi preseden, yang melibatkan penelusuran referensi proyek serupa, analisis mendalam, serta penyusunan katalog kode dan program fungsi, tapak, ruang, dan bangunan. Hasil dari metode ini menghasilkan kriteria desain yang mencakup konsep Permeability, Variety, Legibility, Robustness, Richness, Visual Appropriateness, dan Personalization. Fokus utamanya adalah kemudahan akses, diversifikasi fungsi massa, dan dukungan terhadap kebutuhan publik dan privat, menciptakan gedung perkantoran yang fungsional, estetis, dan terintegrasi dengan lingkungan sekitarnya.
Perancangan Pusat Eko-Eduwisata di Kampung Baran, Kota Malang Kirana, Pramudya Krisnanta Prasetya; Adhitama, Muhammad Satya
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu sektor industri dengan kontribusi pendapatan tertinggi di Indonesia.. Sektor pariwisata nasional mengalami pertumbuhan pada Kota Malang. Total jumlah wisatawan di Kota Malang, baik wisatawan domestik maupun mancanegara terus meningkat tiap tahunnya (Kota Malang Dalam Angka, 2019). Kampung Baran merupakan sebuah kampung yang terletak di wilayah Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Kampung Baran memiliki isu dalam hal perekonomian warganya . Namun, kampung ini memiliki potensi ditinjau berdasarkan aspek lingkungan alam, sumber daya manusia. Beberapa permasalahan yang ditemukan yaitu perlunya fasilitas yang dapat mengakomodasi fungsi pariwisata, budidaya, dan edukasi tanaman hortikultura dan lingkungan sebagai salah satu fasilitas untuk mengakselerasi peningkatan ekonomi masyarakat lokal yang juga mengangkat “local value” dalam langgam arsitekturalnya. Berdasarkan potensi dari aspek yang ada pada Kampung Baran, kampung ini memiliki potensi untuk berkembang dalam sektor pariwisata berbasis ekologi, khususnya terhadap tumbuhan. yaitu suatu obyek perancangan, Pusat Eko-Eduwisata. Pendekatan yang digunakan yaitu dengan Eko-Eduwisata dengan mengelaborasikan dengan pendekatan gaya desain arsitektur hijau. Metode desain yang digunakan yaitu metode pragmatism dengan meninjau prinsip yang digunakan dalam pendekatan desain dan mengimplementasikannya dalam perancangan dengan model analog. Hasil penelitian ini menghasilkan desain obyek perancangan pusat eko-eduwisata di Kampung Baran.Kata kunci : kampung baran, eko-eduwisata, arsitektur hijau, pragmatisme
Exploring the Digitalization of Historic Buildings for Urban Heritage Governance in Kayutangan Heritage Malang, Indonesia Santosa, Herry; Sutikno, Fauzul Rizal; Yudono, Adipandang; Adhitama, Muhammad Satya; Zuliana, Eni
The Indonesian Journal of Planning and Development Vol 8, No 1 (2023): February 2023
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijpd.8.1.%p

Abstract

Digital technology is significantly transforming the documentation, analysis, and preservation of historic buildings from the past. The recent development of digital tools and techniques can be helpful for various activities such as documentation, monitoring, and decision-making processes. An in-depth study of the advantages and disadvantages of digitalization highlights the importance of integrating digital approaches into urban cultural heritage governance practices. This paper aims to explore advances in digitalization tools, focusing on the Kayutangan heritage in Malang, Indonesia, highlighting the importance of incorporating virtual tourism through precision and accuracy in visual data mining and enriching the diversity of uses of the latest digital technology. These innovations cover many aspects, including the art of complex 3D modeling applied to historical editions, the creative fields of virtual reality and augmented reality and progressive developments in Metaverse technology. This study also points out the strengths and weaknesses of various types of digital technology development in historic buildings and areas. Eventually, this study emphasizes implementing a web-based Kayutangan digital heritage information system integrated with the Metaverse gateway and complemented by a comprehensive user assessment survey to improve the overall user experience. This study unveils a favorable public assessment regarding the Kayutangan Metaverse development and, all at once, strengthens efforts in advancing smart governance innovations for managing the historic Kayutangan area. The findings from user assessment questionnaires and analysis calculations indicate that the development of Kayutangan Metaverse technology is highly rated. Furthermore, it is essential to focus on enhancing the representation of individuals and objects, improving virtual surroundings, and increasing the accessibility of human-related information content in such environments.
Mobile-Based Augmented Reality for Digital Heritage: 3D Documentation of Sumenep Palace Architecture Adhitama, Muhammad Satya; Putri, Debri Haryndia; Ramdlani, Subhan
RUAS Vol. 23 No. 1 (2025)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2025.023.01.12

Abstract

Despite significant physical deterioration and the absence of comprehensive digital documentation, Sumenep Palace remains an important architectural and historical heritage site. The goal of this paper is to propose a digital conservation scheme using augmented reality technology. The system integrates photogrammetry, LiDAR scanning, and manual measurements to produce accurate three-dimensional (3D) models. These models, freely available on Android devices, were implemented in an augmented reality (AR) application we developed, using marker-based (QR code) tracking. Testing showed object loading times ranging from 8 seconds to 11 minutes, depending on the number of models, highlighting the need to optimize geometry for mobile AR. The resulting program functions both as a conservation database and as an interactive, accessible tool for teaching history. This approach can serve as a replicable template for other heritage sites in Indonesia, while also demonstrating the potential of augmented reality as a means of protecting digital cultural assets.
Perancangan Kembali Alun-Alun Kapuas Pontianak sebagai Ruang Publik Aksesibel Fadila, Ahmad Rifki; Adhitama, Muhammad Satya
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alun-Alun Kapuas Pontianak merupakan taman waterfront yang berlokasi di tepian Sungai Kapuas, tepatnya di Jl. Rahadi Usman, Pontianak. Alun-Alun Kapuas sebagai ruang publik belum aksesibel bagi penyandang disabilitas. Fasilitas ruang publik yang tersedia tidak memenuhi Permen PU 14 / PRT / M / 2017. Pada tanggal 3 Desember 2022 bertepatan dengan Peringatan Hari Disabilitas Internasional, Pemerintah Kota Pontianak bertujuan menciptakan Kota Pontianak yang ramah disabilitas. Berdasarkan kondisi eksisting Alun-Alun Kapuas Pontianak, diperlukan perancangan kembali Alun-Alun Kapuas Pontianak sebagai ruang publik yang aksesibel bagi penyandang disabilitas menggunakan pendekatan desain ruang publik aksesibel. Perancangan kembali menggunakan metode desain lanskap  Hakim (2004). Fokus perancangan kembali merupakan penyandang disabilitas fisik dan sensorik meliputi tunadaksa, tunarungu, dan tunanetra. Kriteria desain menggunakan prinsip dasar aksesibilitas oleh Hikmah (2020) yang terdiri dari keselamatan, kemudahan, kegunaan, kemandirian dan kenyamanan. Fasilitas ruang publik yang dievaluasi terdiri dari jalur pedestrian, jalur pemandu, area parkir, ram, toilet, serta rambu dan marka. Hasil perancangan kembali meliputi keterhubungan antar zona Alun-Alun Kapuas Pontianak, meningkatkan kemudahan dan kemandirian penyandang disabilitas untuk mencapai tiap zona dan beraktivitas dengan nyaman. Hasil perancangan kembali fasilitas ruang publik yang tersedia memenuhi kriteria desain ruang publik aksesibel untuk dapat digunakan oleh penyandang disabilitas dengan aman.   Kata kunci :  Ruang Publik, Aksesibilitas, Disabilitas, Alun-Alun Kapuas