Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENGARUH KONSUMSI WEDANG JAHE MADU TERHADAP SKOR PUQE PADA IBU HAMIL DENGAN EMESIS GRAVIDARUM Endah Bekti; Dewi Kurniati; Siti Syamsiah
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i2.7951

Abstract

Abstrak Emesis gravidarum dapat membatasi aktivitas, menurunkan asupan nutrisi, dan mengurangi kenyamanan ibu pada awal kehamilan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas wedang jahe madu sebagai pendamping Vitamin B6 dalam menurunkan skor Pregnancy-Unique Quantification of Emesis pada ibu hamil. Penelitian kuantitatif menggunakan desain quasi-experimental two-group pretest-posttest dengan kelompok kontrol. Sebanyak 32 ibu hamil trimester pertama dipilih secara purposive dan dibagi menjadi kelompok intervensi serta kontrol, masing-masing 16 responden. Kelompok intervensi menerima wedang jahe madu dua kali sehari dan Vitamin B6 10 mg dua kali sehari selama empat hari, sedangkan kelompok kontrol menerima Vitamin B6 dengan dosis dan durasi yang sama. Median skor kelompok intervensi menurun dari 8,50 menjadi 5,00 (p=0,000), sedangkan rerata kelompok kontrol turun dari 9,00 menjadi 7,94 (p=0,002). Skor pascaintervensi kelompok kombinasi lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol (4,13±1,20 versus 7,94±1,91; p=0,000). Efek ini dapat dijelaskan oleh aktivitas antiemetik gingerol dan shogaol, dukungan energi serta penerimaan rasa dari madu, dan regulasi neurotransmiter oleh piridoksin. Kombinasi wedang jahe madu dan Vitamin B6 lebih efektif daripada Vitamin B6 saja serta berpotensi digunakan sebagai intervensi pendamping dengan penilaian dan pemantauan tenaga kesehatan. Penerapan perlu disertai edukasi dosis, toleransi konsumsi, kecukupan cairan, dan tanda bahaya agar manfaat komplementer tetap berada dalam kerangka asuhan kebidanan yang aman. Kata kunci: emesis gravidarum; ibu hamil; Vitamin B6; wedang jahe madu; skor mual-muntah
Website-Bassed Early Detection to Prevent Postpartum Depression Nabilah Nabilah; Siti Syamsiah; Andi Julia Rifiana; Vivi Silawati
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 4 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i4.2045

Abstract

Postpartum depression is a serious mental health disorder that affects the well-being of both mother and baby, with a global prevalence of 10–20%. In South Tangerang, 32.5% of mothers experience baby blues, which carries a risk of developing into depression. Early detection is still hindered by inefficient manual screening, social stigma, and a lack of privacy. This research emphasizes the need for a digital screening system that facilitates early intervention. The study was a Research and Development (R&D) approach with the ADDIE model and an explanatory sequential mixed methods design. Quantitative data were collected through a one-group pretest-posttest design involving 136 postpartum mothers at three Community Health Centers in South Tangerang using purposive sampling. The EPDS and TAM instruments were used, while qualitative data were obtained through in-depth interviews. Data were processed and analyzed using SPSS through editing, coding, data entry, and cleaning stages. Quantitative analysis included descriptive, bivariate, and multivariate analysis, while qualitative data were analyzed using thematic analysis. The NABILAH website was rated “Very Feasible” by experts (100%), media experts (98.91%), and accepted by users (88.84%). Depression scores decreased significantly from week 1 to week 4 after the intervention (p = 0.000). Lack of physical activity was identified as the dominant factor (OR 14.357). Qualitative analysis showed that the system effectively addressed privacy and time efficiency constraints and provided a sense of security for mothers. The NABILAH model has been proven effective and feasible as a digital screening solution in primary care services.