Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Keragaman morfologi selama perkembangan embrio somatik sagu (Metroxylon sagu Rottb.) Morphological variations during the development of somatic embryos of sago (Metroxylon sagu Rottb.) Pauline Destinugrainy KASI; . SUMARYONO
Menara Perkebunan Vol. 74 No. 1: 74 (1), 2006
Publisher : INDONESIAN OIL PALM RESEARCH INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iribb.jur.mp.v74i1.120

Abstract

Summary In vitro culture of sago (Metroxylon sagu Rottb.) on an agar-solidified medium consists of somatic embryos of different sizes, colors, and developmental stages.  One gram of mostly globular somatic embryos were cultured on a solid medium to observe their morphological variations with respect to embryo size, color, and developmental stage over one passage of six weeks culture.  The medium was a modified-MS medium with half-strength of macronutrients containing   0.01 mg/L ABA and 2 mg/L kinetin.  At the end of culture passage, fresh weight of embryo increased by 2.3 folds.  The embryo numbers increased by more than two times indicating the formation of secondary embryos.  The average size of sago somatic embryos did not change significantly over the culture period; however, the embryo size was already highly varied at the start and increased gradually as the embryo developed.  At the initial of culture,   33.7 % of the embryos were yellowish, 64.1 % were greenish, and 2.2% were reddish.  By the end of the culture the composition of yellowish embryos increased to 51.2 %, greenish embryo decreased to 42.5 % and red embryos increased to 6.3 %.  At the initial culture, 61 % of the embryos were at the globular, 9 % at heart-shape and 30 % at torpedo stage.  Generally globular embryos developed into later-stage embryos as the culture progressed, although almost 56% of the embryos remained at the globular stage after the sixth week.Ringkasan Kultur in vitro sagu (Metroxylon sagu Rottb.) pada medium padat terdiri dari embrio somatik dalam berbagai ukuran, warna, dan fase perkembangan.  Satu gram embrio somatik yang sebagian besar dalam fase globuler dikulturkan pada medium padat untuk mengamati keragaman morfologi embrio dalam hal ukuran, warna dan fase perkembangan dalam satu periode kultur enam minggu.  Medium kultur adalah MS modifikasi dengan setengah hara makro serta penambahan zat pengatur tumbuh ABA 0,01 mg/L dan kinetin 2 mg/L.  Pada akhir masa kultur bobot embrio segar meningkat 2,3 kali dibandingkan awal masa kultur.  Jumlah embrio juga mengalami peningkatan sebesar lebih dari dua kali yang menunjukkan adanya pembentukan embrio somatik sekunder. Ukuran rata-rata embrio tidak berubah secara signifikan selama masa kultur akan tetapi ukuran embrio telah sangat beragam pada awal kultur dan terus meningkat hingga akhir kultur. Warna embrio mengalami perubahan selama periode kultur.  Pada awal kultur dijumpai 33,7 % embrio berwarna kuning, 64,1 % embrio hijau, dan 2,2 % embrio merah.  Pada akhir kultur presentase embrio kuning meningkat menjadi 51,2 %, embrio hijau menjadi 42,5 %, dan embrio merah 6,3 %.  Pada awal kultur, dijumpai 61 % embrio pada fase globuler, 9 % fase bentuk-hati dan 30 % fase torpedo.  Umumnya embrio globuler berkembang menjadi embrio fase lanjut selama kultur berlangsung, namun 56 % embrio masih tetap dalam fase globuler pada minggu keenam.
Analisis Sifat Fisik Bioselulosa Berbahan Dasar Limbah Pulp Kakao Eka Pratiwi Tenriawaru; Pauline Destinugrainy Kasi; Idawati Supu
Cokroaminoto Journal of Biological Science Vol. 2 No. 1 (2020): Agustus 2020
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik bioselulosa yang diproduksi dengan menggunakan bahan dasar limbah pulp kakao. Sifat fisik yang diamati meliputi berat basah, ketebalan nata, rendemen selulosa, dan struktur selulosa yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan dan masing-masing tiga kali pengulangan. Perlakuan terdiri atas lama penyimpanan pulp kakao (limbah pulp kakao segar, limbah pulp kakao yang disimpan 3 hari, dan limbah pulp kakao yang sudah disimpan 5 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah pulp kakao yang terbentuk berwarna kuning keruh. Bioselulosa yang paling tebal dan berat basah tertinggi dijumpai pada perlakuan limbah pulp yang disimpan selama 3 hari (1,11 cm dan 446,33 g). Rendemen selulosa tertinggi (31,87%) diperoleh pada limbah pulp segar. Bioselulosa dari limbah pulp kakao terdapat senyawa SiO2, SO3, K2O, dan Na2O
Karakteristik Stomata Daun Pucuk Merah (Syzygium oleana) Berdasarkan Waktu Pengambilan Sampel Yang Berbeda Sunarti Cambaba; Pauline Destinugrainy Kasi
Cokroaminoto Journal of Biological Science Vol. 4 No. 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik stomata daun pucuk merah (Syzygium oleana) berdasarkan pengambilan sampel yang berbeda, dengan menggunakan metode replika. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Sel dan jaringan Fakultas Sains. Penelitian ini bertujuan untuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pagi hari (pukul 08.00 WITA) jumlah stomata yang terbuka sebanyak 71 dan tertutup sebanyak 12 sehingga jumlah keseluruhan sebanyak 83 stomata dengan kerapatan 422,98/ mm2. Pada pukul 12.00 jumlah stomata terbuka 5 dan tertutup 67 sehingga jumlah keseluruhan 72 stomata dengan kerapatan 366,88/ mm2. Pada pukul 16.00 jumlah stomata terbuka sebanyak 39 dan tertutup sebanyak 35 sehingga jumlahnya sebanyak 75 stomata dengan kerapatan 382,17/ mm2. Kategori jumlah stomata yang ditemukan termasuk dalam kategori cukup banyak dan berada pada tingkat kerapatan sedang.
Perbandingan Struktur Anatomi Stomata Beberapa Spesies Tanaman Mangrove Sunarti Cambaba; Pauline Destinugrainy Kasi; Iin Asriani
Cokroaminoto Journal of Biological Science Vol. 4 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui struktur anatomi stomata beberapa spesies tanaman mangrove di Pantai Labombo. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Sel dan jaringan Fakultas Sains UNCP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rhizhopora apiculata dan Rhizhopora mucronata memiliki tipe stomata parasitik, Sedangkan Sonneratia alba memiliki tipe stomata anomositik. Spesies Rhizhopora apiculata memiliki rata-rata jumlah stomata terbuka sebanyak 30,66 dan tertutup sebanyak 0,66 dengan panjang celah stomata berkisar antara 2,01 µm - 8,6 µm dan lebar 1,66 µm – 4,33 µm, rata-rata indeks stomata sebesar 0,063. Pada spesies Rhizhopora mucronata rata-rata jumlah stomata terbuka sebanyak 25 dan tertutup sebanyak 5 dengan panjang celah stomata berkisar antara 9,33 µm – 18,5 µm dan lebar 4,02 µm – 10,9 µm, rata-rata indeks stomata sebesar 0,231. Pada spesies Sonneratia alba rata-rata jumlah stomata terbuka sebanyak 2 dan tertutup sebanyak 19 dengan panjang celah stomata berkisar antara 6,49 µm – 16,8 µm dan lebar 4,27 µm – 9,29 µm, rata-rata indeks stomata sebesar 0,050
Keanekaragaman Jamur Makro Pada Limbah Ampas Sagu di Desa Pasamai Kecamatan Belopa Kabupaten Luwu Pauline Destinugrainy Kasi; Ridha Yulyani Wardi; Nur Rahma
Cokroaminoto Journal of Biological Science Vol. 4 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamur makro tumbuh pada substrat yang mengandung bahan organik, salah satunya adalah limbah ampas sagu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis jamur makro yang tumbuh pada limbah ampas sagu pada lokasi pengolahan sagu tradisioal di Desa Pasamai Kecamatan Belopa Kabupaten Luwu. Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2022, dengan menggunakan metode jelajah. Sampel jamur makro yang ditemukan pada lokasi penelitian diidentifikasi dengan mengamati warna tangkai dan tudung, serta mengukur tinggi tangkai, diameter tangkai dan diameter tudung dari jamur makro. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 3 spesies jamur makro, yaitu Volvariella volvaceae (2 individu), Paneolus foenisecii (146 individu) dan Marasmius sp (1 individu). Indeks keanekaragaman jenis jamur makro pada limbah ampas sagu di Desa Pasamai Kecamatan Belopa Kabupaten Luwu adalah 0,11 dan masuk dalam kategori rendah.
IDENTIFIKASI BAKTERI Salmonella sp. PADA DAGING AYAM BROILER BEKU DI TOKO DAGING KOTA PALOPO Tri Nirwana Dewi; Pauline Destinugrainy Kasi; Ridha Yulyani Wardi
Cokroaminoto Journal of Biological Science Vol. 5 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri Salmonella sp. pada daging ayam broiler beku yang dijual di beberapa toko daging kota Palopo. Sampel diambil dari tiga toko daging yang ada di Kota Palopo, dan dianalisis di Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu dan Laboratorium Fakultas Sains Universitas Cokroaminoto Palopo pada bulan Mei 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitarif dengan Teknik sampling. Isolasi bakteri Salmonella sp. dilakukan dengan menggunakan media Lactose Broth (LB), Brilian Green Lactose Broth (BGLB) dengan seri tabung 3-3-3. Hasil yang positif dari media BGLB diinokulasikan pada media Salmonella Shigella Agar (SSA) dan diinkubasi pada suhu 37oC selama 24 jam. Data dianalisis dengan membandingkan hasil penelitian yang didapatkan dengan baku mutu yang telah ditetapkan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI) No. 7388:2009 tentang batas cemaran mikroba dalam pangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada semua sampel daging ayam beku dari toko 1, toko 2 dan toko 3 tidak tercemar oleh bakteri Salmonella sp.
Keanekaragaman Jenis Jamur Makro pada Limbah Ampas Sagu di Desa Bilante Kecamatan Larompong Kabupaten Luwu Nila Yasmin; Pauline Destinugrainy Kasi; Ridha Yulyani Wardi
Cokroaminoto Journal of Biological Science Vol. 6 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui jenis dan indeks keanekaragaman jenis jamur makro pada limbah ampas sagu di Desa Bilante Kecamatan Larompong Kabupaten Luwu. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Maret 2022 yang berlokasi di Desa Bilante, Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu dengan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Pada penelitian ini ditemukan 1 ordo, yaitu Ordo Agaricales yang terdiri dari tiga family, yaitu Famili Plutaceae, Agaricaceae, Ophalotaceae, serta lima spesies, yaitu Volvariella sp. (4 individu), Marasmius sp. (3 individu), Gymnopus fisipes (20 individu), Pleurotus ostreatus (8 individu), dan Macrolepiota procera (1 individu). Indeks keanekaragaman jenis jamur makro pada limbah ampas sagu di Desa Bilante, Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu adalah 1,17 termasuk dalam kategori sedang.
Uji Daya Hambat Sari Buah Dengen (Dillenia serrata) terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli Dahlia Hasanuddin; Pauline Destinugrainy Kasi; Suhaeni
Cokroaminoto Journal of Biological Science Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat sari buah dengen (Dillenia serrata) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan konsentrasi sari buah dengen terbaik dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Sel dan Jaringan Universitas Cokroaminoto Palopo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sari buah dengen dengan konsentrasi 100% memiliki diameter zona hambat terbesar yaitu 4,20 mm dengan indeks penghambatan 6,00 mm. Selanjutnya konsentrasi 75% dengan diameter zona hambat terkecil yaitu 1,87 mm dengan indeks penghambatan yaitu 2,11 mm. Diameter zona hambat pada konsentrasi 50% yaitu sebesar 1,93 dengan indeks penghambatan yaitu 2,22 mm. Hasil analisis variansi (ANOVA) dengan p>5% menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi sari buah dengen (Dillenia serrata) berpengaruh nyata terhadap daya hambat bakteri Escherichia coli dengan konsentrasi penghambatan tertinggi adalah konsentrasi 100%.