Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Journal of Forest Science Avicennia

HABITAT RAFFLESIA (Rafflesia zollingeriana Kds.) DI BLOK KRECEK RESORT BANDEALIT TAMAN NASIONAL MERU BETIRI JAWA TIMUR Laksana, Indra; Syarifuddin, Amir; Aryanti, Nirmala Ayu
Journal of Forest Science Avicennia Vol 1, No 2 (2018): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v1i2.5598

Abstract

Rafflesia zollingeriana Kds. merupakan bunga langka yang mempunyai ukuran diameter 35-45 cm dan termasuk bunga yang dilindungi oleh negara. R. zollingeriana Kds. di Indonesia dapat ditemui di Taman Nasional Meru Betiri, Jawa Timur yang memang memiliki keanekaragaman vegetasi yang melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentfikasi persebaran dan habitat R. zollingeriana Kds., serta asosiasi antara R. zollingeriana Kds. dengan spesies lain yang ada di plot permanen Blok Krecek Resort Bandealit Taman Nasional Meru Betiri. Persebaran dan habitat R. zollingeriana Kds. dikaji melalui analisis vegetasi dengan menghitung Indeks Nilai Penting (INP), Indeks Kesamaan, Indeks Keragaman, Indeks Kekayaan, dan Indeks Kemerataan, serta melakukan analisis terhadap kondisi abiotik yang meliputi jenis tanah, kelembaban tanah, kelerengan, ketebalan seresah, dan pH tanah. Asosiasi antara R. zollingeriana Kds. dengan spesies lain dikaji melalui analisis kontingensi, uji chi square (x2), dan uji tingkat kekuatan asosiasi. Tercatat sebanyak 4 individu R. zollingeriana Kds. yang mengelompok pada plot 1. Habitat biotik R. zollingeriana Kds. adalah hutan hujan tropis yang tumbuh pada bagian akar dan batang inang Tegtrastigma sp, dengan spesies dominansinya bendo (Artocarpus elasticus Reinw. Bl.) sebanyak 44 individu dan jerukan (Polyalthia ruphii L.) sebanyak 48 individu. Keragaman tumbuhan pada habitat R. zollingeriana Kds. termasuk dalam kategori sedang dan kemerataan tumbuhan pada habitat R. zollingeriana Kds. termasuk dalam kategori tidak merata. Kondisi habitat abiotik R. zollingeriana Kds. dicirikan pada ketinggian 1-170 meter di atas permukaan laut, kelerengan rata-rata 80%, ketebalan seresah 7,92 cm, jenis tanah Latosol dengan kelembaban 86,67%  dan pH Netral. R. zollingeriana Kds. termasuk tumbuhan pada tipe iklim C, dengan curah hujan 1867-2397 mm/tahun. Asosiasi antara R. zollingeriana Kds. dengan vegetasi lain pada umumnya memiliki asosiasi positif, namun dari keseluruhan spesies yang telah ditemukan, asosiasi maksimum terjadi pada R. zollingeriana Kds. dengan sriwil kutil (Sterculia campanulata Jw.) dan bindung (Tetrameles mudiflora Gott.).
HABITAT RAFFLESIA (Rafflesia zollingeriana Kds.) DI BLOK KRECEK RESORT BANDEALIT TAMAN NASIONAL MERU BETIRI JAWA TIMUR Indra Laksana; Amir Syarifuddin; Nirmala Ayu Aryanti
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 1 No. 2 (2018): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v1i2.5598

Abstract

Rafflesia zollingeriana Kds. merupakan bunga langka yang mempunyai ukuran diameter 35-45 cm dan termasuk bunga yang dilindungi oleh negara. R. zollingeriana Kds. di Indonesia dapat ditemui di Taman Nasional Meru Betiri, Jawa Timur yang memang memiliki keanekaragaman vegetasi yang melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentfikasi persebaran dan habitat R. zollingeriana Kds., serta asosiasi antara R. zollingeriana Kds. dengan spesies lain yang ada di plot permanen Blok Krecek Resort Bandealit Taman Nasional Meru Betiri. Persebaran dan habitat R. zollingeriana Kds. dikaji melalui analisis vegetasi dengan menghitung Indeks Nilai Penting (INP), Indeks Kesamaan, Indeks Keragaman, Indeks Kekayaan, dan Indeks Kemerataan, serta melakukan analisis terhadap kondisi abiotik yang meliputi jenis tanah, kelembaban tanah, kelerengan, ketebalan seresah, dan pH tanah. Asosiasi antara R. zollingeriana Kds. dengan spesies lain dikaji melalui analisis kontingensi, uji chi square (x2), dan uji tingkat kekuatan asosiasi. Tercatat sebanyak 4 individu R. zollingeriana Kds. yang mengelompok pada plot 1. Habitat biotik R. zollingeriana Kds. adalah hutan hujan tropis yang tumbuh pada bagian akar dan batang inang Tegtrastigma sp, dengan spesies dominansinya bendo (Artocarpus elasticus Reinw. Bl.) sebanyak 44 individu dan jerukan (Polyalthia ruphii L.) sebanyak 48 individu. Keragaman tumbuhan pada habitat R. zollingeriana Kds. termasuk dalam kategori sedang dan kemerataan tumbuhan pada habitat R. zollingeriana Kds. termasuk dalam kategori tidak merata. Kondisi habitat abiotik R. zollingeriana Kds. dicirikan pada ketinggian 1-170 meter di atas permukaan laut, kelerengan rata-rata 80%, ketebalan seresah 7,92 cm, jenis tanah Latosol dengan kelembaban 86,67%  dan pH Netral. R. zollingeriana Kds. termasuk tumbuhan pada tipe iklim C, dengan curah hujan 1867-2397 mm/tahun. Asosiasi antara R. zollingeriana Kds. dengan vegetasi lain pada umumnya memiliki asosiasi positif, namun dari keseluruhan spesies yang telah ditemukan, asosiasi maksimum terjadi pada R. zollingeriana Kds. dengan sriwil kutil (Sterculia campanulata Jw.) dan bindung (Tetrameles mudiflora Gott.).
ESTIMASI POPULASI DAN KARAKTERISTIK HABITAT LUTUNG JAWA(Trachypithecus auratus E. Geoffroy Saint-Hilaire, 1812) DI RESORT BANDEALIT TAMAN NASIONAL MERU BETIRI Muhammad Rusdi; Tatag Muttaqin; Nirmala Ayu Aryanti
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 1 No. 2 (2018): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v1i2.7678

Abstract

Changes in forest areas into agricultural areas and settlements cause the loss of some natural habitats, thus threatening the sustainability of the Javanese Lutung population. One of the Javanese Lutung habitats, Meru Betiri National Park. The purpose of this study was to determine the estimated population of Javanese Lutung and Javanese Lutung habitat characteristics in the Bandealit Resort of Meru Betiri National Park. Habitat characteristics were obtained through analysis of vegetation data, environmental data, and data on feed types by calculating the Important Value Index (INP) and its relation to environmental conditions in each habitat type. Population differences and habitat characteristics in each habitat type are obtained through Analysis of Variance (Anova) using SPSS (Statictical Program for Social Science) software. The results showed that the estimated population of Javanese Lutung in Meru Betiri National Park was 104 individuals found in 11 groups in all habitat types where each group consisted of 6-18 individuals. Components that have a real influence on each habitat type are temperature and humidity.
Estimasi Populasi dan Karakteristik Habitat Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) di Taman Hutan Raya R. Soerjo Jawa Timur Andrie Ahlul Azmi; Moch Chanan; Nirmala Ayu Aryanti
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 2 No. 2 (2019): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v2i2.9410

Abstract

ABSTRACT Tahura R. Soerjo was declared a major forest area in 1992 which included protected forests of Mount Anjasmoro, Mount Gede, Mount Biru, Mount Limas, and the Arjuno-Lalijiwo nature reserve. In 1997, the area of R. Soerjo's great forest area increased to 27,868.30 hectares, which consisted of 22,908.3 hectares of protected forest, and the Arjuno-Lalijiwo Nature Reserve area of 4,960 hectares. Wild animals are animals that live in natural ecosystems. Wildlife is all animals that live in the wild that are not directly controlled or domesticated by humans. Wildlife management is the art of controlling wildlife habitat and population characteristics and human activities to achieve the desired goals. Wildlife management is part of wildlife conservation efforts.Slim and long-tailed bodied Lutung. Hair color (hair) body varies depending on the species, from black and gray, to golden yellow. When compared to his legs, the Lutung's hands are fairly short, with their hairless soles. Lutung size ranges from 40-80 cm, weighing 5-15 kg; larger-bodied males than females. The protrusion above his eyes distinguishes Lutung from his close relative. The location of the observation is made systematically in the direction of the planned transect line. The point of observation is systematically intended to obtain varied data. By paying attention to the points that have been made in previous years. Based on the results obtained, it can be concluded that there are 3 highest types of INP plants from the tree level, namely Engelhardia spicata, Dampul Ficus lepicarpa, Quercus sundaicus Red Pairs. At the pole level there are Dampul Ficus lepicarpa, Berasan, Engukhardia spicat cucumber while at the sapling level there are Dampul Ficus lepicarpa, Put Buddleja asiantica, Put Red Quercus sundaicus. Each with an average value of 300.
Pemanfaatan Berbagai Jenis Tanaman Sebagai Pewarna Alami di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus(KHDTK) Pujon Galit Gatut Prakosa; Tri Agus Budiyanto; Nirmala Ayu Aryanti
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 5 No. 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v5i1.21373

Abstract

Adanya standar lingkungan dan larangan penggunaan pewarna sintetis yang mengandung gugus azo serta untuk mengurangi dampak negatif pencemaran lingkungan, air dan udara dari pewarna sintetis. Pewarna alami menjadi alternatif bagi pengguna pewarna tekstil yang ramah lingkungan. Pengambilan sample jenis tanaman berkayu di KHDTK Pujon Hill yang diperoleh dengan melakukan identifikasi jenis terlebih dahulu. Kulit kayu diambil untuk diekstrak melimili berbagai konsentrasi yang berbeda. Pewarnaan kain dilakukan dengan cara pemordanan, kemudian pengujian kelunturan dilakukan dengan metode gosokan, sinar matahari dan pencucian sabun. Jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami yaitu lima jenis. Uji beda yang dilakukan untuk mengetahui nilai kelunturan masing-masing jenis per konsentrasi yang berbeda adalah tidak terdapat perbedaan yaitu didominasi oleh kategori nilai tinggi: 4, 4-5, 5.
Komposisi Jenis Mamalia Dan Kajian Etnozoologi Di Kawasan PBPH PT. Ekosistem Khatulistiwa Lestari Kalimantan Barat: Mammal Species Composition and Ethnozoological Study in the PBPH Area of PT. Ekosistem Khatulistiwa Lestari West Kalimantan Sri Rahmawati; Aryanti, Nirmala Ayu; Hermiandra, Dennis Wara; Wardatutthoyyibah, Wardatutthoyyibah; Ardiansyah, Iqbal Nur; Reynaldy, Andreas Hendra; Naufal, Muhammad Al-Fatih
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 7 No. 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v7i1.30506

Abstract

Mamalia berperan penting dalam ekosistem, Penurunan keanekaragaman mamalia akibat hilangnya habitat, tingginya gangguan pada habitat dan interaksi antar jenis. Pemilihan habitat oleh mamalia merupakan sifat alami dalam mendukung keberlangsungan hidup dan pengembangan populasi. Pemanfaatan mamalia secara umum oleh manusia berupa konsumsi, komersial, pengobatan, adat dan kesenian. Perbedaan bentuk pemanfaatan merupakan implikasi dari adanya perbedaan etnik, jenis mamalia, dan bagian yang dimanfaatkan. Penelitian dilakukan dua tipe tutupan lahan yaitu hutan mangrove sekunder dan lahan pertanian kering campur semak untuk mengetahui karakteristik dan ethnozoologi mamalia di PT. Ekosistem Khatulistiwa Lestari. Mamalia yang ditemukan sebanyak 15 spesies, pada hutan mangrove enam spesies dan pada lahan pertanian kering campur semak ditemukan 12 spesies, terdiri dari lima spesies kelompok karnivora, tiga spesies kelompok herbivora dan tujuh spesies merupakan kelompok omnivora. H’ sebesar 1<2,15≤3 (sedang), E sebesar 0,3<0,79≤1 (sedang), dan dmg sebesar 2,5<3,13≤4 (sedang). INP hutan mangrove mangrove tingkat tumbuhan bawah tertinggi sebesar 89% (Bakau), pancang sebesar 300% (Bakau), pohon sebesar 199% (Nipah). INP pertanian lah kering campur semak tingkat tumbuhan bawah tertinggi sebesar 98% (Lemidi), pancang sebesar 262% (Buta-Buta), tiang sebesar 143% (Buta-Buta), pohon sebesar 111% (Sengon). Ethnozoologi areal PT. Ekosistem Khatulistiwa Lestari Sui Kubu yaitu konsumsi (39%), komersial (29%), pengobatan (6%), dan koleksi (26%).
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abdillah, Fahmi Maulana Amir Syarifuddin Andrie Ahlul Azmi Ari Nadya Ningtyas Ari Prabowo, Ari Bintang Adji Saputra Dany Fiqrullah Jaki Destara Destara Destara, Destara Devi Anggar Pertiwi Fachry Abda El Rahman Fadhillah Rachmania Kusumaningrum Fahmi Hidayat Faisal, Ikhsandi Fajar Ramadhan, Fajar Febri Arif Cahyo Wibowo Frita Kusuma Wardhani Galit Gatut Prakosa Ghina Salsabila Hari Ahmadi Hartono, Naufal Akbar Hermiandra, Dennis Wara Hidayatulloh, Moh. Syarief I Komang Tri Wijaya Kusuma Ika Yuni Agustin Indra Laksana Indra Laksana Iqbal Nur Ardiansyah Iwan Kurniawan Iwan Kurniawan Kirana, Areta Akbar Kusumaningrum, Fadhillah Rachmania Livia Windiana Ma’arif, Samsul Mahidi Mahidi Mahmuddin Rahmadana Mochamad Chanan Moh. Syarief Hidayatulloh Muhammad Rhino Ramadhan Muhammad Rusdi Naresvara Nircela Pradipta, Naresvara Nircela Naufal Akbar Hartono Naufal, Muhammad Al-Fatih Ningtyas, Ari Nadya Pahrurrobi Pahrurrobi Pahrurrobi, Pahrurrobi Pramana Yuda Rahmadana, Mahmuddin Ramadhan, Muhammad Rhino Ramadhani, Festy Putri Reynaldy, Andreas Hendra Reyza Hermawan Wicaksono Rizky Tania Matovani Samsul Ma’arif Saputra, Bintang Adji Sari, Andini Maya Sri Rahmawati Sukmayanti, Rifka Hardina Susilo, Tander Scila Serata Dwi Syabrina, Alva Tander Scila Serata Dwi Susilo Tatag Muttaqin Teguh Pribadi Tri Agus Budiyanto Wardatutthoyyibah, Wardatutthoyyibah Wicaksono, Reyza Hermawan Widiarto, Dhaniel Putra Yasarah, Anindya Nareswara ZK Abdurahman Baizal