Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

SELF CARE PENDERITA TB DALAM MENGURANGI RESIKO PENULARAN PENYAKIT DI PUSKESMAS BARABARAYA MAKASSAR Priyatna Dewi, Meiharti; Suarnianti; Syaipuddin
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2020): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia, terutama di negaranegara berkembang termasuk Indonesia. Berbagai macam cara telah dilakukan untuk mengurangi resiko penularan tetapi pravelensi TB paru semakin meningkat dari tahun ke tahun. Salah satu cara mengurangi resiko penularan penyakit yaitu dengan adanya self care yang baik dari penderita penyakit TB. Terdapat tiga tahap pengurangan resiko penularan yaitu labeling, komitmen dan enactment. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui self care penderita TB dalam mengurangi resiko penularan di Puskesmas Barabaraya Makassar. Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif. Hasil analisis statistik menggunakan uji Chi Square menunjukkan nilai (ρ=0,001) dengan demikian nilai ρ lebih kecil dari (ɑ =0,05) (ρ<ɑ). Maka Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti ada pengaruh antara self care penderita TB dengan resiko penularan di Puskesmas Barabaraya. Kesimpulan penelitian ini yaitu self care pada penderita TB paru di puskesmas Barabaraya Kota Makassar mayoritas tergolong kurang. Saran bagi penderita TB Paru diharapkan dapat meningkatkan kesadaran untuk mengubah gaya hidupnya menjadi lebih sehat untuk mencegah penularan penyakit TB Paru. Penderita TB Paru juga diharapkan jangan membuang ludah sembarang dan dapat konsisten dalam menjalani proses pengobatan agar penderita TB Paru dapat sembuh total. Pengurangan resiko penularan TB di Wilayah Kerja Puskesmas Barabaraya Kota Makassar mayoritas tergolong kurang. Ada pengaruh self care penderita TB dalam mengurangi resiko penularan di Puskesmas Barabaraya Makassar.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA KARIES GIGI PADA ANAK DI SDN 108 TAULAN KECAMATAN CENDANA KABUPATEN ENREKANG Andi Jalante, A. Amaliah; Suhartatik; Syaipuddin
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2020): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies adalah kematian tulang yang kemudian akan melunak, berubah warna, dan porus, menimbulkan inflamasi di periosteum dan jaringan sekitarnya (Mumpuni, dkk, 2013). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jenis makanan dan kebiasaan menggosok gigi dengan karies gigi pada anak di SDN 108 TaulanKec. Cendana Kab. Enrekang.Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan metode cross sectional study.Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak kelas 1 & kelas 2 di SDN 108 Taulan yang berjumlah 31 orang.Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, dengan jumlah 31 orang.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner program Microsoft Excel dan program statistic (SPSS) versi 20. Analisa data mencakup analisa univariat dengan mencari distribusi frekuensi, analisa bivariat didapatkan dengan uji Chi Square (ρ<0,05) untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil analisa bivariat didapatkan ada hubungan antara jenis makanan dengan karies gigi (ρ=0,001) dan ada hubungan antara kebiasaan menggosok gigi dengan karies gigi (ρ=0,04). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara jenis makanan dan kebiasaan menggosok gigi dengan kejadian karies gigi pada anak di SDN 108 Taulan.
PENGARUH LOCUS OF CONTROL (LOC) TERHADAP QUALITY OF LIFE (QOL) PADA PASIEN DIABETES MELITUS (DM) TIPE II DI RSUD KOTA MAKASSAR TAHUN 2018 Kuniyo, Hadisa; Haskas, Yusran; Syaipuddin
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 4 (2019): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat penurunan sekresi insulin yang progresif yang dilatar belakangi oleh resistensi insulin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh locus of control (LOC) terhadap quality of life (QOL) pada pasien Diabetes Melitus tipe II di RSUD Kota Makassar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey analitik dengan metode cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling, didapatkan 37 responden sesuai dengan kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Data yang telah dikumpul kemudian diolah dan dianalisis dengan menggunakan komputer program microsoft excel dan program statistik (SPSS) versi 22.0. Analisis data mencakup analisis univariat dengan mencari distribusi frekuensi, analisis bivariat dengan uji chi-squere (a=0.05) untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil analisis bivariat didapatkan Pengaruh locus of control terhadap quality of life pada pasien Diabetes Melitus tipe II (ρ=0.038). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada Pengaruh locus of control (LOC) terhadap quality of life (QOL) pada pasien Diabetes Melitus tipe II di RSUD Kota Makassar. Disarankan pada penderita Diabetes Melitus (DM) tipe II dianjurkan untuk melakukan pencegahan dengan melakukan aktivitas secara rutin dan memperbanyak aktivitas di rumah. Selain itu melakukan kontrol gula darah secara rutin.
PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN DAN SIKAP TERHADAP KEBERSIHAN GENETALIA PADA IBU POST PARTUM DI RSKDIA SITTI FATIMAH MAKASSAR Ernawati; Syaipuddin
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 3 (2019): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebersihan genetalia post partum merupakan perawatan khusus post partum yang berguna untuk mengurangi infeksi dan meningkatkan perasaan nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengatuhi adanya pengaruh tingkat pendidikan dan sikap terhadap kebersihan genetalia pada ibu post partum di RSKDIA Sitti Fatimah Makassar. Jenis penelitian ini bersifat penelitian survei analitik dan menggunakan metode “Cross Sectional” dengan jumlah sampel 30 responden. Analisis data menggunakan lembar kuesioner dan SPSS, dalam penelitian ini digunakan uji Chi-Squer dengan tingkat pemaknaan (α= 0,05). Berdasarkan hasil uji statistik pengaruh tingkat pendidikan terhadap kebersihan genetalia pada ibu post partum didapatkan nilai p= 0,035(p<0,005) dan hasil uji statistik pengaruh sikap terhadap kebersihan genetalia pada ibu post partum didapatkan nilai p= 0,063 (p<0,005) Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh tingkat pendidikan dan sikap terhadap kebersihan genetalia pada ibu post partum.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MEMBUANG SAMPAH MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PACCERAKANG MAKASSAR Syaipuddin
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2016): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ASI Eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan tambahan lain pada bayi berumur nol sampai enam bulan. (Depkes, 2007). Tujuan penelitian ini untuk mengindetifikasi umur, tingkat pendidikan, pengetahuan dan Sampah yang tidak dikelola dengan baik akan membawa dampak yang buruk bagi kesehatan dan lingkungan. Di puskesmas berjumlah 146 responden, sebagian besar dari meraka tidak melakukan penanganan sampah rumah tangga dengan baik. Dari permasalahan yang ditemukan, masyarakat perlu menambah pengetahuan serta sikap dalam penanganan sampah rumah tangga. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penanganan sampah rumah tangga di Puskesmas Paccerakang Makassar. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah rumah penduduk yang berada di di Puskesmas Paccerakang Makassar yaitu sejumlah 230 rumah dan besar sampelnya sejumlah 146 rumah. Teknik sampling yang digunakan adalah Simple Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi. Analisis data yang digunakann adalah analisa univariat dan bivar`iat menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan p= 0,000; RP (95% CI)= 6,145 (3,000-12,591), sikap p=0,000; RP (95% CI)= 6,136 (2,995-12,574), dengan perilaku penanganan sampah rumah tangga Untuk meningkatkan pengetahuan, sikap positif masyarakat dalam memperhatikan kondisi perilaku penanganan sampah rumah tangga diperlukan dukungan dari masyarakat sekitar puskesmas.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI IBU TENTANG PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS PAMPANG KOTA MAKASSAR Syaipuddin
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2017): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja tanpa makanan atau minuman pendamping apapun sampai bayi berusia 6 bulan. Cakupan ASI eksklusif di desa Bumirejo yaitu sebesar 20,51% belum mencapai target nasional yaitu 80%. Salah satu faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif adalah persepsi. Persepsi dapat dipengaruhi oleh pengalaman, pengetahuan, kepentingan serta minat, harapan, dan budaya. Tujuan untuk mengetahui hubungan pengalaman, pengetahuan, kepentingan serta minat, harapan, dan budaya ibu menyusui terhadap persepsi ibu pada pemberian ASI eksklusif. Metode yang digunakan menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan waktu cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 47 responden dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan Chi square. Hasil uji Chi square pada faktor pengalaman dengan p value = 0,000, pengetahuan dengan p value = 0,000, kepentingan dan minat dengan p value = 0,003, harapan dengan p value = 0,004, budaya ibu menyusui dengan p value = 0,001. Faktor yang paling dominan persepsi ibu pada pemberian ASI adalah faktor kepentingan serta minat ibu menyusui. Ada hubungan antara pengalaman, pengetahuan, kepentingan dan minat, harapan, dan budaya ibu menyusui terhadap persepsi ibu pada pemberian ASI eksklusif di Desa Bumirejo Kulon Progo dan faktor dominan adalah faktor kepentingan serta minat ibu menyusui. Diharapkan bidan dapat menggerakkan program ASI eksklusif dengan mengadakan kelas nenek dan kelas suami agar mendukung program ASI eksklusif sehingga capaian ASI eksklusif dapat meningkat.
Perlakuan Brain Gym Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Pampang Kota Makassar Meys, Meys; Syaipuddin; Sari Wijayaningsih, Kartika
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v5i2.1918

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan kematian paling umum di dunia, karena banyak faktor yang dapat menjadi penyebabnya seperti faktor umur, genetik dan juga karena faktor gaya hidup. Maka dari itu diperlukan adanya sebuah terapi komplementer selain terapi obat yang dikonsumsi oleh penderita hipertensi dalam mempertahankan kualitas hidupnya.  Adapun salah satu terapi komplemeter yang dapat diterapkan adalah senam otak (Brain Gym). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh perlakuan Brain Gym terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Pampang Kota Makassar. Metode penelitian ini pre eksperimen dengan desain the one group pre test-post test. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Pampang dengan total 111 orang dengan pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik non-probability dengan pendekatan purposive sampling, di dapatkan 30 responden dengan kriteria umur 40-60 Tahun. Pengambilan data menggunakan tensi digital dan juga lembar  observasi kemudian di analisis dengan menggunakan uji Wilcoxon (p<0,05). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya pengaruh perlakuan Brain Gym terhadap penurunan tekanan darah dengan nilai signifikan (p=0,000). Maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh perlakuan Brain Gym terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Pampang Kota Makassar.
The Effect of Health Education on the Implementation of Foot Gymnastics Using Audiovisual Methods on Increasing Knowledge of Diabetics Syaipuddin; Yasir Haskas; Sitti Nurbaya; Hasnita; Rahmawati; Suhartatik
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 3 No. 1 (2023): June-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v3i1.559

Abstract

Diabetes mellitus has increased due to several factors, one of which is knowledge. Thus, increasing knowledge can be applied in many ways, one of which is to provide teaching using audiovisual methods. The type of research used is quassy experiment design research design with one group pre test-post test design. In this study, initial knowledge of the sample will be tested before the intervention (pretest) and after the intervention (posttest). Providing foot gymnastics education through audiovisual media and demonstration methods can increase the knowledge and ability of people with type 2 diabetes in doing foot exercises. A positive rating with an N value of 48, which means that out of 54 respondents, the pre and post test scores increased with a mean rank or average increase of 21.00 and the number of ratings was 861.00. The obstacle value is N 7, meaning that there are 7 respondents with the same score between the previous test and the final test. Based on the results of statistical tests, a significance value of 0.000 is obtained which means that H0 is rejected because of the significance value of p <; 0.05 and Ha is accepted, it can be concluded that foot motor education through audiovisual affects the knowledge of diabetics.The use of audiovisual media and demonstration methods can be used by puskesmas nurses as a means of advertising and prevention of diabetic ulcer complications to improve the quality of life of patients with type 2 diabetes.
Efektivitas Program Metode Edukasi Audiovisual Tentang Penatalaksanaan Diri Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Perumnas Antang Makassar Syaipuddin, Syaipuddin; Suhartatik, Suhartatik; Haskas, Yasir; Nurbaya, Sitti; Kasim, Jamila
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.7892

Abstract

Upaya yang dapat dilakukan dalam mencegah ulkus kaki diabetik adalah dengan melakukan edukasi bagaimana mencegah ulkus kaki diabetik dan perawatan kaki diabetik kepada penderita Diabetes Melitus. Hal ini merupakan pilar utama dalam penatalaksanaan Diabetes Melitus. Bentuk kegiatan perawatan kaki antara lain membersihkan kaki, mengamati area kaki, mengeringkan kaki, memberi minyak pada kulit kaki. Hal-hal tersebut bertujuan untuk menjaga kesehatan dan kebersihan kaki, serta merilekskan kaki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pengaruh Program Metode Audiovisual terhadap Self Management pada Pasien Diabetes Melitus di Wilayah Puskesmas Tamangapa Antang Kota Makassar. Desain penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain quasi experimental dengan sampel penelitian 54 orang penderita Diabetes Melitus yang berobat di Puskesmas Tamangapa Antang Kota Makassar dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner manajemen diri. Analisis data dalam penelitian menggunakan paired sample T test. Hasil penelitian ini adalah: Dari hasil penelitian berdasarkan uji statistik t-dependent pada tabel, diketahui bahwa nilai rata-rata manajemen diri sebelum metode audiovisual pendidikan adalah 36,73 dengan standar deviasi untuk nilai rata-rata manajemen diri adalah 11,6. Skor setelah mendapatkan pendidikan metode audiovisual sebesar 62,7 dengan standar deviasi 11,10. Hasil uji t dependen diperoleh ketika p = 0,001 kurang dari nilai alfa (p < 0,05). Artinya terdapat pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan nilai penatalaksanaan diri pada pasien diabetes dengan menggunakan media audiovisual sebelum dan sesudah menerima pendidikan metode audiovisual. Hasil penelitian ini diharapkan selain dapat meningkatkan pemahaman pasien diabetes, juga dapat menerapkan metode audiovisual untuk memastikan promosi kesehatan sebagai salah satu tugas preventif Puskesmas hingga hasil akhir kepuasan dan kualitas pasien memuaskan.