Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Harmonizing and Accelerating Journal (HAJo) sebagai Strategi Perbaikan Pengelolaan Jurnal Ilmiah Heru Santoso Wahito Nugroho; Ilyas Ibrahim; Vincentius Supriyono; Suparji Suparji; Sunarto Sunarto; Sainuddin Sainuddin; Bahtiar Bahtiar; Ambo Dalle; Sri Angriani; Muhammad Saleh; Baharuddin Baharuddin; Koekoeh Hardjito; Yasin Wahyurianto
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 6, No 4 (2021): Desember 2021
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.256 KB) | DOI: 10.33846/ghs6407

Abstract

Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes masih menemui kendala ketidakharmonisan peran antara journal manager, admin, editors, reviewers, authors dan readers, maka perlu dibenahi melalui sebuah kaji tindak yakni “Harmonizing and Accelerating Journal (HAJo)”. Kaji tindak dilaksanakan selama 1 tahun, dalam 3 siklus, masing-masing terdiri atas 3 tahap yaitu planning, acting, observing dan reflecting. Hasil siklus pertama menunjukkan adanya masalah teknikal yaitu belum ada DOI, review form, notifikasi e-mail otomatis; dan masalah proses publikasi yaitu penggunaan article template, proses submission yang tak lengkap dan editorial review yang lambat. Siklus kedua dapat menyelesaikan masalah dalam siklus pertama dan indeksasi DOAJ. Dalam siklus ketiga, status akreditasi pertama didapatkan (SINTA-3). Disimpulkan bahwa pendekatan HAJo berhasil memperbaiki keharmonisan manajemen jurnal dari segi teknis dan proses publikasi, serta mengakselerasi indeksasi dan akreditasi jurnal. Kata kunci: jurnal ilmiah kesehatan; harmonisasi; manajemen; akselerasi; indeksasi; akreditasi
PEMENUHAN KEBUTUHAN OKSIGENASI DENGAN PEMBERIAN POSISI HEAD UP 30˚ PADA PASIEN STROKE abd Hady junaidi; Abdul Kadir Akhmad; Suci Faradilah; Baharuddin K; Rauf Harmiady
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 14, No 1 (2023): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v14i1.3336

Abstract

Stroke as cerebrovascular damage, is a loss of brain function caused by cessation or reduced blood supply to an area of the brain, resulting in local or global neurological dysfunction. Substandard blood flow in stroke patients can lead to hemodynamic abnormalities, where hemodynamic conditions affect the distribution of oxygen throughout the body, affect heart function and reduce oxygen saturation so that stroke is an emergency case and requires fast and appropriate help. Purpose: of this study was to determine how to fulfill the need for oxygenation by giving a 30˚ head up position in stroke patients. Method: used is a literature study or literature review using articles/journals in the form of fulfilling oxygen needs by giving a 30˚ head up position in stroke patients. Results: showed that there was a significant increase in oxygen saturation levels after the 30˚ head up position in stroke patients. Conclusion :of this study is that one of the interventions that can be carried out in fulfilling oxygenation in stroke patients is giving a 30 head up position with a head elevation or 30˚ head up position that can facilitate increased cerebral blood flow and maximize cerebral tissue oxygenation
PENGETAHUNAN DAN MOTIVASI TERHADAP PENANGANAN DISMENOREA PADA REMAJA PUTRI DI SMAS MUHAMMADIYAH KALOSI Baharuddin Baharuddin; Selfiani Selfiani; Hermin Neli; Sukma Saini
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 14, No 1 (2023): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v14i1.3299

Abstract

Latar Belakang: Dismenorea adalah gangguan ginekologi yang disebabkan oleh ketidak seimbangan hormon progesteron dalam darah sehingga menimbulkan rasa sakit dan lebih banyak muncul pada wanita. Wanita dengan dismenorea meningkat dan tampak memproduksi prostaglandin 10 kali lebih banyak daripada wanita tanpa dismenorea.. Pengetahuan remaja putri mengenai dismenorea masih belum cukup baik sehingga banyak remaja putri yang tidak mengetahui bagaimana cara penanganan dismenorea yang benar dan hal ini dapat mengakibatkan aktivitas menjadi terganggu. Motivasi adalah apa yang membuat orang benar-benar berusaha dan mengeluarkan energi demi apa yang mereka lakukan. Sehingga penelitian ini bertujuan untik mengetahui hubungan pengetahuan dan motivasi terhadap penanganan dismenorea pada reaja putri di SMAS Muhammadiyah Kalosi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan motivasi terhadap penanganan dismenorea pada remaja putri di SMAS Muhammadiyah Kalosi Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional, populasi dalam penelitian adalah seluruh siswi kelas X SMAS Muhammadiyah Kalosi sebanyak  68 orang, teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampling penelitian. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 12-18 Juli penelitian menggunakan kuesioner. Analisa statika dengan uji chis quare dengan taraf signifikan p < 0,05. Hasil: uji statistik dengan menggunakan uji chis quare di dapatkan nilai p = 0,000 (<0,05) pada variabel pengetahuan, nilai p = 0,000 pada variabel motivasi, nilai p = 0,000 (<0,05). Ditemukan ada hubungan pengetahuan dan motivasi terhadap penanganan dismenorea pada remaja putri di SMAS Muhammadiyah Kalosi. Simpulan: dari penelitian ini terdapat hubungan pengetahuan dan motivasi terhadap penanganan dismenorea pada remaja putri di SMAS Muhammadiyah Kalosi. Disarankan kepada responden untuk lebih banyak menambah pengetahuan tentang cara penanganan dismenorea yang tepat dan benar.
Motivasi dan Efikasi Diri (Self Efficacy) dalam Manajemen Perawatan Diri Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Muhammad Basri; Sitti Rahmatiah; Dwi Sastra Andayani; Baharuddin K; Ramlah Dilla
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 10 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v10i2.683

Abstract

Introduction: High motivation and self-efficacy in the implementation of treatment in DM patients will result in increased self-care. Therefore, increasing the self-confidence and motivation of patients will improve their self-care management. Objective: To identify the relationship between motivation and self-efficacy in self-care management in patients with type 2 diabetes mellitus. Method: Research with a literature study approach. Data were collected using a literature review of several articles published in Google Scholar, Proquest and PubMed published in 2015-2021. Results: Based on 10 journal search results, the majority of journals discussed the relationship between education level, gender, motivation, and self-efficacy in performing good self-care management in type 2 diabetes mellitus patients. Conclusion: The relationship between motivation and self-efficacy of type 2 diabetes mellitus patients in management self-care is closely related. Motivation is a very important factor for self-care management as well as the higher the self-efficacy value of a DM patient, the higher the patient's belief in self-care related to their disease