Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : BUAH HATI

PENGASUHAN DAN PERAN ORANG TUA (PARENTING) SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK DI PAUD BANDA ACEH, INDONESIA Fitriah Hayati; Nordin Mamat
Jurnal Buah Hati Vol. 1 No. 2 (2014)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.718 KB) | DOI: 10.46244/buahhati.v1i2.523

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan parenting dengan perkembangan sosial emosional anak usia dini. Parenting ditinjau dari aspek (1) interaksi sosial dan (2) komunikasi dengan anak. Perkembangan sosial emosional diukur dari aspek (1) konsep diri dan (2) mengendalikan emosi. Penelitian ini melibatkan sebanyak 150 sampel yang terdiri dari orang tua dan anak berumur 4-5 tahun dari 3 PAUD (Early Childhood Education) di Banda Aceh, Indonesia. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket untuk orang tua dan lembaran observasi (cheklist) terhadap anak yang telah dimodifikasi sesuai dengan Mississippi Department of Education (2006). Data dianalisis menggunakan ANOVA dan simpel regresi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pengasuhan (parenting) berdasarkan lokasi tempat tinggal dan tingkat sosial ekonomi. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara parenting dengan perkembangan sosial emosional anak-anak. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa semakin besar peran orang tua maka semakin baik perkembangan sosial emosional anak.
PERAN ORANG TUA DALAM PENYEDIAAN MAINAN UNTUK ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TAMAN KANAK-KANAK PUTRO IJO ACEH BESAR Fitriah Hayati; Lindawati
Jurnal Buah Hati Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.551 KB) | DOI: 10.46244/buahhati.v2i1.531

Abstract

Peran orangtua dalam penyediaan mainan bagi anak menentukan perkembangannya dan mendukung proses berpikirnya. Namun kenyataannya di TK Putro Ijo Aceh Besar banyak orangtua yang masih rendah tingkat kepeduliannya terhadap permainan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan upaya orang tua di Taman Kanak-kanak (TK) Putro Ijo Aceh Besar menyediakan permainan yang sesuai dengan perkembangan anak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 25 orang. Instrument pengumpulan data berupa wawancara dan angket. Analisis data dilakukan melalui statistik sederhana yaitu persentase dengan rumus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya orang tua di Taman Kanak-kanak (TK) Putro Ijo Aceh Besar dalam menyediakan permainan bagi anak dengan perkembangan anak memperhatikan aspek manfaat, murah, tidak berbahaya dan menyenangkan. Orangtua lebih cenderung membeli mainan bagi anak tidak dengan kehendak anak namun melalui kehendak orangtua. Untuk itu agar anak balita bisa tumbuh dan berkembang dengan baik, maka perlu kesadaran dan pengetahuan ibu tentang pentingnya mainan bagi anak dan memperhatikan aspek manfaat atau alat permainan yang bersifat edukatif (APE).
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL ANGKA MELALUI PERMAINAN BOWLING ANAK KELOMPOK A DI PAUD KASIH IBU BANDA ACEH Fitriah Hayati; Sari Mustika
Jurnal Buah Hati Vol. 2 No. 2 (2015)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.663 KB) | DOI: 10.46244/buahhati.v2i2.533

Abstract

Penelitian berlatar belakang pada kemampuan anak kelompok A di PAUD Kasih Ibu Kota Banda Aceh yang masih rendah tentang kemampuan mengenal angka, Adapun rumusan masalah pada penelitian ini apakah permainan bowling dapat meningkatkan kemampuan mengenal angka anak kelompok A di PAUD Kasih Ibu Banda Aceh. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Tehnik pengumpulan data melalui observasi dan analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian 10 orang, 7 perempuan dan 3 laki-laki. Hasil penelitian pra siklus menunjukkan “berkembang sangat baik” yaitu 15%, “berkembang sesuai harapan” 42,5%, “mulai berkembang” 32,5%, dan “belum berkembang” 10%. Pada siklus I “berkembang sangat baik” yaitu 55%, “berkembang sesuai harapan” 30%, “mulai berkembang” 7,5%, dan“belum berkembang yaitu 10%”. Dapat disimpulkan bahwa permainan bowling dapat meningkatkan kemampuan mengenal angka pada anak kelompok A di PAUD Kasih Ibu Kota Banda Aceh.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL ANGKA MELALUI PERMAINAN BOWLING ANAK KELOMPOK A DI PAUD KASIH IBU BANDA ACEH Fitriah Hayati; Sari Mustika
Jurnal Buah Hati Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.132 KB) | DOI: 10.46244/buahhati.v3i1.539

Abstract

Penelitian berlatar belakang pada kemampuan anak kelompok A di PAUD Kasih Ibu Kota Banda Aceh yang masih rendah tentang kemampuan mengenal angka, Adapun rumusan masalah pada penelitian ini apakah permainan bowling dapat meningkatkan kemampuan mengenal angka anak kelompok A di PAUD Kasih Ibu Banda Aceh. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Tehnik pengumpulan data melalui observasi dan analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian 10 orang, 7 perempuan dan 3 laki-laki. Hasil penelitian pra siklus menunjukkan “berkembang sangat baik” yaitu 15%, “berkembang sesuai harapan” 42,5%, “mulai berkembang” 32,5%, dan “belum berkembang” 10%. Pada siklus I “berkembang sangat baik” yaitu 55%, “berkembang sesuai harapan” 30%, “mulai berkembang” 7,5%, dan“belum berkembang yaitu 10%”. Dapat disimpulkan bahwa permainan bowling dapat meningkatkan kemampuan mengenal angka pada anak kelompok A di PAUD Kasih Ibu Kota Banda Aceh.
PROFIL KELUARGA BERCERAI DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK Fitriah Hayati
Jurnal Buah Hati Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.204 KB) | DOI: 10.46244/buahhati.v3i2.546

Abstract

Manusia adalah makhluk sosial yang cenderung ingin hidup bersama manusia lainnya dalam suatu bentuk kelompok kecil sekalipun. Perkawinan merupakan contoh kecil bahwa antara manusia yang satu membutuhkan manusia yang lain. Salah satu tujuan dalam perkawinan bukan hanya sekedar memperoleh anak, tetapi berusaha mencari dan membentuk generasi yang berkualitas. Namun tujuan tersebut tidak akan terlaksana dengan baik apabila dalam keluarga kehilangan salah satu anggotanya karena perceraian. Fenomena menunjukkan sejak tahun 2007 sampai sekarang angka perceraian semakin meningkat diberbagai daerah di Aceh. Topik penelitian ini yaitu “profil keluarga bercerai dan pengaruhnya terhadap perkembangan sosial emosional anak usia 4-5 tahun”. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran kehidupan pasangan bercerai dan pengaruh yang ditimbulkan terhadap perkembangan anak khususnya sosial emosional. Penelitian ini menggunakan pendekatan Deskriptif Kualitatif dengan subjek 10 orang pasangan bercerai dan 10 anak dari pasangan bercerai. Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan semua responden mengalami berbagai ganguan setelah bercerai baik itu gangguan dari segi psikologis seperti menarik diri dari lingkungan, gangguan sosial ekonomi seperti kesulitan dalam menafkahi hidup dan kesulitan dalam pengasuhan anak. Selain itu, perceraian juga memberikan dampak negatif terhadap perkembangan sosial emosional anak. Sebagian besar anak mengalami kesulitan dalam pengembangan konsep diri, kesulitan dalam mengendalikan emosi, tidak mampu membangun hubungan yang baik dalam lingkungan dan dengan teman sebaya.
ANALISIS TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA TERHADAP KETERAMPILAN SOSIAL ANAK DI TK MIFTAHUL ULUM LAMPAKUK Fitriah Hayati; Cut Ida Yusra
Jurnal Buah Hati Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.637 KB) | DOI: 10.46244/buahhati.v4i1.554

Abstract

Latar belakang pendidikan orang tua berpengaruh terhadap keterampilan sosial kepada anak-anaknya. Semakin tinggi tingkat pendidikan orang tua semakin tinggi pula dorongan keterampilan sosial terhadap anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pendidikan orang tua terhadap perkembangan sosial anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, subjek berjumlah 20 anak. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan dokumen arsip sekolah. Adapun aspek yang diobservasi terhadap aktivitas keterampilan sosial anak yang tingkatan latar pendidikan orang tuanya yang berbeda yakni tamatan SD, SMP dan SMA yaitu: (1) Berkomunikasi dengan baik, (2) menyesuaikan diri dalam kelompok, (3) anak mampu berperilaku sopan santun dalam pergaulan, (4) tidak khawatir ketika berpisah dengan orang tua. Kemudian data ini dianalisi menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan keterampilan sosial anak yang orang tuanya tamatan SD untuk kategori Belum Berkembang (BB) terdapat 50% untuk kategori Mulai Berkembang (MB) terdapat 37,5%, kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) terdapat 6,25%, kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) terdapat 6,25%. Dan untuk anak yang orang tuanya tamatan SMP menunjukkan kemampuan keterampilan sosialnya untuk kategori Belum Berkembang (BB) terdapat 33,33% untuk kategori Mulai Berkembang (MB) terdapat 54,16%, kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) terdapat 8,33%, kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) terdapat 4,16%. untuk anak yang orang tuanya tamatan SMA menunjukkan kemampuan keterampilan sosialnya jauh lebih baik untuk kategori Belum Berkembang (BB) terdapat 5% untuk kategori Mulai Berkembang (MB) terdapat 10%, kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) terdapat 12,5%, kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) terdapat 72,5% Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan perkembangan sosial anak berdasarkan tingkat pendidikan orang tua.
PERSEPSI GURU PAUD TERHADAP KEGIATAN BERMAIN PERAN SEBAGAI STIMULASI KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI Fitriah Hayati; Cut Fazlil Hanum
Jurnal Buah Hati Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.717 KB) | DOI: 10.46244/buahhati.v4i2.561

Abstract

Pendidikan merupakan hal yang sangat mendasar bagi kehidupan manusia, salah satunya adalah pendidikan anak usia dini. Kemandirian merupakan suatu sikap individu yang diperoleh secara kumulatif selama perkembangan, dimana individu akan terus belajar untuk dapat bersikap mandiri dalam menghadapi berbagai situasi di dalam lingkungannya sehingga individu mampu untuk berfikir dan bertindak sendiri. Kegiatan bermain peran merupakan metode pengembangan yang efektif di mana seseorang memerankan karakter orang lain dan mencoba berfikir serta berbuat dengan cara atau sudut pandang sosok yang diperankannya. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan yang sebelumnya telah dilakukan terhadap anak usia dini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripstif kualitatif, dengan responden 6 orang guru PAUD di kota Banda Aceh. Data dikumpulkan melalui wawancara, adapun kisi kisi wawancara yang digunakan yaitu (1) Bagaimana tanggapan anda terhadap kegiatan bermain peran bagi anak usia dini (2) Adakah perubahan tingkat kemandirian pada anak setelah kegiatan bermain peran Menurut anda (3) seberapa besar dampak bermain peran terhadap kemandirian anak (4) Bagaimana jika kegiatan tersebut menjadi kegiatan rutin setiap bulan?. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua responden memiliki tanggapan atau respon yang baik terhadap kegiatan bermain peran. Diantara tanggapan yang diberikan guru adalah metode bermain peran dapat meningkatkan kemandirian anak karena dalam kegiatan tersebut anak belajar untuk menjadi orang lain dengan peran yang berbeda beda. Sebagian sekolah sudah menjadikan kegiatan bermain peran tersebut sebagai kegiatan rutin pada minggu pertama dan ketiga setiap bulan karena memberikan dampak yang baik terhadap perkembnagan anak terutama kemandirian.
PENINGKATAN KEMAMPUAN INTERPERSONAL MELALUI PERMAINAN BALON BERPASANGAN DI KELOMPOK BERMAIN PAUD BINA INSANI KEMALA BHAYANGKARI 1 BANDA ACEH Fitriah Hayati; Julia
Jurnal Buah Hati Vol. 5 No. 1 (2018)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.202 KB) | DOI: 10.46244/buahhati.v5i1.567

Abstract

Interpersonal intelligence is the ability to understand and cooperate with others. Formulation of the problem in this study i.e., how would the child's interpersonal skills through the game of Group Play in twos balloons OLD Bina Insani Keumala While 1 Banda Aceh. The goal is to find out the child's interpersonal skills enhancement through the game balloon paired in OLD Bina Insani Keumala While 1 Banda Aceh. This type of research is Research Action class (PTK). The instruments used are observation sheet, the number of samples is 10 children and the data were analyzed by using a percentage formula. The results showed that in the description of the child activity in the cycle I the amount of percentage by categories of undeveloped 40% (4 children) categories began to grow 30% (3) requirement of growing expectations of 20% (2 children) and what category is growing very well 10% (1 child). While in cycle II, there is no requirement of undeveloped, began to flourish, developing expectations what category is 40% (4 children) categories growing very well is 60% (6 children) based on the data it can be concluded that the balloon game pairing can enhance interpersonal skills. Abstrak Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan untuk memahami dan bekerjasama dengan orang lain. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimanakah menigkatkan kemampuan interpersonal anak melalui permainan balon berpasangan di Kelompok Bermain PAUD Bina Insani Kemala Bhayangkari 1 Banda Aceh. Tujuannya adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan interpersonal anak melalui permainan balon berpasangan di PAUD Bina Insani Kemala Bhayangkari 1 Banda Aceh. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, jumlah sampel adalah 10 anak dan data dianalisis dengan menggunakan rumus presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada gambaran aktivitas anak pada siklus I jumlah presentase dengan katagori belum berkembang 40% (4 anak) katagori mulai berkembang 30% (3 anak) katagori berkembang sesuai harapan 20% (2 anak) dan katagori berkembang sangat baik 10% (1 anak). Sedangkan pada siklus II tidak ada katagori belum berkembang, mulai berkembang, katagori berkembang sesuai harapan adalah 40% (4 anak) katagori berkembang sangat baik adalah 60% (6 anak) Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa permainan balon berpasangan dapat meningkatkan kemampuan interpersonal anak. Kata Kunci: balon berpasangan , kemampuan interpersonal
ANALISIS POLA ASUH ORANG TUA DI KELOMPOK A TK IKAL DOLOG BANDA ACEH Fitriah Hayati; Yanti Susanti
Jurnal Buah Hati Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.399 KB) | DOI: 10.46244/buahhati.v5i2.572

Abstract

Parenting is a pattern of interaction between parents and children, about how the parents attitudes or behaviour while interacting with the children, including how to apply the rules, to teach values ​​/norms, to give attention and affection as to be used as an orientation for their children. The purpose of this study was to figure out the influence of parenting on the emotional social development of children in the group A of TK Ikal Dolog Lampineung Banda Aceh. The subject in this study was 5 parents. The research method used in this study was qualitative and the data collected through interviews guide. The results showed that the parents adopted a variety of parenting (Democratic, Authoritarian, and Permissive). The results of the interview found that 3 parents adopted a democratic parenting pattern, 1 parent applied authoritarian parenting and the rest parent applied permissive parenting. The differences of these parenting bring the effects on children, especially on social emotional aspects. Democracy parenting was enabling the children to be independent, confidence and increasing the children ability in interacting with the environment. Conversely, with an authoritarian and permissive parenting, it tends to make children as passive individuals, lack of confidence, and make the children difficult in socializing with the environment. It can be concluded that parenting has a positive impact on children's emotional social development. Abstrak Pola asuh merupakan pola interaksi antara orang tua dan anak yaitu bagaimana cara sikap atau prilaku orang tua saat berinteraksi dengan anak, termasuk cara penerapan aturan mengajarkan nilai/norma, memberikan perhatian dan kasih sayang serta sikap dan perilaku baik sehingga dijadikan penutan bagi anaknya. Pola asuh akan berdampak pada perkembangan anak. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak pola asuh orang tua terhadap perkembangan social emosional anak kelompok A TK Ikal Dolog Lampineung Banda Aceh. Subjek dalam penelitian ini adalah 5 orang wali/orang tua anak. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan instrument yang digunakan adalah wawancara. Hasil penelitian didapatkan bahwa orang tua menerapkan pola asuh yang beragam (Demokratis, Otoriter, Permisif). Hasil wawancara diperoleh bahwa 3 oarng tua menerapkan pola asuh demokratis, 1 orang tua menerapkan pola asuh otoritr dan 1 orang tua menerapkan pola asuh permisif. Perbedaan pola asuh ini memberikan dampak yang berbeda pada anak terutama pada aspek sosial emosional. Pola asuh demokrasi akan memungkin anak menjadi pribadi yang mandiri, adanya rasa percaya diri dan kemampuan membawa diri yang baik dalam lingkungannya. Sebaliknya dengan pola asuh yang otoriter akan cenderung menjadikan anak sebagai individu yang pasif, kurang percaya diri, khawatir berlebihan dan kesulitan membawa diri dalam lingkungannya. Dapat disimpulkan bahwa pola asuh memberikan dampak positif terhadap perkembangan social emosional anak. Kata Kunci: pola asuh orang tua, sosial emosional anak
PENERAPAN MEDIA TELEVISI PINTAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KEAKSARAAN ANAK KELOMPOK B2 TK CUT MUTIA BANDA ACEH Fitriah Hayati; Dahliana
Jurnal Buah Hati Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.431 KB) | DOI: 10.46244/buahhati.v6i2.586

Abstract

The ability to recognize letters is needed by every child to support other aspects of development, especially language. However, not all children have adequate memory and concentration skills as of literacy is different for each child. The purpose of this study was to find out the improvement in the ability to recognize letters of children of B2 TK Cut Mutia using Smart Television media. This type of research is Classroom Action Research (CAR). The instrument used in the form of observation sheets, the number of subjects 23 children and data analyzed using the percentage formula. The results showed that in the description of observations of children's activities in the first cycle the number of scores obtained with categories not yet developed 3 children (15%), categories began to develop 3 children (15%), categories developed according to expectations 9 children (37) %) and categories developed very good 8 children (33%). Based on these data it appears that only a small proportion of children are still constrained in letter recognition. After the corrections and actions of the second cycle, the results showed that there were not yet developed as many as 2 children (8%), categories began to develop 2 children (8%), categories developed according to expectations 10 children (44%) and categories developed very good 9 children (33%). Based on these data it can be concluded that the application of the Smart Television media can improve the ability to recognize letters in children B2 Cut Mutia Banda Aceh. Abstrak Kemampuan mengenal huruf diperlukan oleh setiap anak guna menunjang aspek perkembangan lainnya terutama bahasa. Namun demikian tidak semua anak memiliki kemampuan daya ingat dan kemampuan konsentrasi yang memadai sehingga kemampuan keaksaraan juga berbeda bagi setiap anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan mengenal huruf anak kelompok B2 TK Cut Mutia menggunakan media Televisi Pintar. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi, jumlah subyek 23 anak dan data dianalisis dengan menggunakan rumus presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada gambaran observasi aktivitas anak pada siklus I didapatkan hasil bahwa kemampuan anak pada tahapan belum berkembang sebanyak 3 anak (15%), pada tahapan mulai berkembang sebanyak 3 anak (15%), pada tahapan berkembang sesuai harapan sebanyak 9 (37%) dan pada tahapan berkembang sangat baik sebanyak 8 anak (33%). Berdasarkan data tersebut terlihat bahwa hanya sebagian kecil anak yang masih terkendala dalam pengenalan huruf. Setelah dilakukan releksi dan tindakan siklus II didapatkan hasil belum berkembang sebanyak 2 anak (8%), pada tahapan mulai berkembang sebanyak 2 anak (8%), pada tahapan berkembang sesuai harapan sebanyak 10 (44%) dan pada tahapan berkembang sangat baik sebanyak 9 anak (33%). Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan media Televisi Pintar dapat meningkatkan kemampuan mengenal huruf pada anak kelompok B2 TK Cut Mutia Banda Aceh. Kata Kunci: media televisi pintar , keaksaraan