Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENGARUH PENGURANGAN DIAMETER VALVESTEM DAN PENAMBAHAN RADIUS VALVENECK TERHADAP PERFORMA MOTOR BAKAR HONDA SUPRA FIT 100 CC Paul James Huang’s; teng sutrisno
Mechanova Vol 4 (2015): Semester genap 2015-2016
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.205 KB)

Abstract

Salah satu untuk meningkatkan performa dari sepeda motor adalah dengan melakukanpenggantian katup standard ke katup racing. Katup racing ini bertujuan untuk memperlancaraliran udara yang masuk ke ruang bakar. Katup racing, biasanya, cara memodifikasinya adalahdengan melakukan pengurangan diameter pada batang katup. Pemilihan diameter katup padapenelitian ini adalah pengurangan sebesar 0,7 mm, 0,9 mm, dan 1,1 mm, dan membandingkanketiga diameter dengan katup ukuran standard.Metode pengujian yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan melakukan simulasi alirandengan menggunakan program komputer ANSYS. Serta dengan melakukan uji dynotest untukmengetahui peningkatan daya dan torsi, sebelum dan sesudah dilakukan penggantian padamasing-masing variasi pada katup.Hasil yang didapatkan setelah melakukan simulasi adalah katup dengan diameter batang yangdiperkecil menghasilkan pressure drop yang lebih kecil dan velocity yang besar. Hasil tersebutdicapai oleh katup dengan pengurangan sebesar 0,9 mm. Untuk hasil dynotest, daya tertinggidicapai oleh katup dengan pengurangan sebesar 1,1 mm. yaitu 6,8 HP, mengalami pengingkatansebesar 17,24%. Sedangkan torsi maksimum dicapai oleh katup dengan pengurangan 0,9 mm,yaitu 7,39 N.m, meningkat sebesar 14,75% dari katup standard.
PENGARUH PENAMBAHAN MINYAK BIJI SIRSAK TERHADAP UNJUK KERJA MESIN DIESEL Jonathan Jaya Dharmawan; Willyanto Anggono; Teng Sutrisno
Mechanova Vol 5 (2016): Semester genap 2016-2017
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.548 KB)

Abstract

Selama ini bahan bakar yang digunakan untuk menghasilkan energi berasal dari minyak bumi, gasalam dan batu bara telah digunakan secara berlebihan untuk memenuhi kebutuhan energi dunia.Sebagai bahan bakar yang tidak dapat diperbaharui, penggunaan bahan bakar ini secara terusmenerus akan menyebabkan terjadinya kelangkaan bahan bakar di masa yang akan datang. Untukmenghadapi masalah tersebut, para peneliti telah melakukan berbagai cara untukmengefisiensikan penggunaan bahan bakar fosil dan juga berusaha untuk menemukan bahan bakaralternatif lainnya. Biodiesel merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi penggunaan bahanbakar fosil. Biodiesel yang digunakan untuk penelitian berasal dari limbah biji sirsak. Di Indonesiamemiliki potensi besar untuk minyak biji sirsak, karena memiliki produksi buah sirsak yang cukuptinggi. Pada penelitian ini biji sirsak di ekstrak menggunakan alat soxhlet dengan memakai pelarutn-heksana. Untuk menghasilkan metil ester dilakukan dengan cara transesterifikasi menggunakanKOH 1% dan methanol 20% dari berat minyak dan diaduk dengan kecepatan 400 rpm selama 1jam. Dari hasil pengujian biodiesel campuran B10 dan B20 yang memenuhi standar dari DirjenMigas hanya biodiesel campuran B10. Hasil uji performansi B-10 menghasilkan nilai puncak daya40,11 Hp, torsi 141,20 Nm, BMEP 70014,55 Kg/m2, sfc 0,20 Kg bahan bakar/Hp.jam., dan efisiensitermal 31,37%.
DESAIN SISTEM EXHAUST TOYOTA KIJANG INNOVA UNTUK MENINGKATKAN PERFORMA Joshua Kuntandi; teng sutrisno
Mechanova Vol 4 (2015): Semester genap 2015-2016
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.987 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan performa Toyota Kijang Innova Bensin dengan cara melakukanmodifikasi pada bagian exhaust. Bagian yang dimodifikasi meliputi header menggunakan konfigurasi 4-1,kolektor, dan resonator. Dengan mendesain exhaust manifold dan kolektor yang lebih baik akan memperlancaraliran gas buang dari mesin. Sehingga mampu membuat performa mesin mobil menjadi lebih baik daripadasebelumnya.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mendesain header 4-1 dengan program Solidwork.Kemudian hasil desain tersebut dilakukan simulasi aliran untuk mendapatkan nilai pressure drop di tiap pipasilinder. Memodifikasi kolektor dengan menambahkan spike sehingga aliran udara lebih terarah. Mendesainresonator dengan diameter disesuaikan dengan diameter pipa tailpipe. Pengujian dilakukan dengan dynotestuntuk mengetahui daya dan torsi mesin. Selain itu pengujian dilakukan dengan uji jalan untuk mengetahuibesarnya konsumsi bahan bakar.Hasil penelitian menunjukkan peningkatan daya sebesar 3.8% dan torsi sebesar 3.9%. Hasil uji konsumsi bahanbakar menunjukkan konsumsi lebih irit 0.3km/l dibandingkan kondisi standar.
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN TURBIN AIR SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK 750 WATT PADA SUNGAI HIDROKINETIK Januard Brian; Teng sutrisno
Mechanova Vol 5 (2016): Semester genap 2016-2017
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.455 KB)

Abstract

Sungai hidrokinetik merupakan sungai dengan head yang rendah atau mendekati nol, sehinggamemiliki energi kinetik yang lebih besar dibandingkan dengan energi potensialnya. Air memilikimassa jenis 1000 kali lebih besar dibandingkan dengan massa jenis yang dimiliki oleh udara,sehingga turbin udara VAWT dapat diterapkan pada sungai hidrokinetik. Pada penelitian inisungai-sungai hidrokinetik yang ditinjau memiliki beberapa kendala, sehingga digunakanprototipe untuk melakukan eksperimen. Jenis turbin yang digunakan adalah turbin straightdarrieus 4 bilah. Airfoil yang digunakan adalah NACA 2418, dengan chord length 15 mm.Turbin yang digunakan memiliki dimensi radius 20.5 mm dan tinggi 51 mm. Setelah mendesainturbin dilakukan simulasi CFD. Simulasi bertujuan untuk membuktikan bahwa sistem prototipedapat beroperasi. Setelah mendapatkan hasil simulasi, dilakukan eksperimen melalui prototipe.Hasil yang didapat pada eksperimen dibandingkan dengan hasil perhitungan. Hasil padapenelitian ini didapatkan bahwa dengan kecepatan aliran fluida yang didapatkan dari prototipesebesar 2.8563 m/s, dan dengan generator DC 12 volt dan diberi beban lampu 5 watt, dapatmenghasilkan daya sebesar 5.625 watt. Nilai Cp dari turbin yang telah dirancang adalahsebesar 0.23. Dimensi turbin yang diperlukan untuk menghasilkan daya sebesar 750 wattadalah 0.475 meter untuk diameter, 0.59 meter untuk tinggi turbin, serta 0.174 meter untukchord length
STUDI PENGARUH KAPASITANSI DAN INDUKTANSI CROSSOVER BUTTERWORTH PADA CUTTING FREKUENSI Michael Sunarto Gordon; Teng sutrisno
Mechanova Vol 5 (2016): Semester genap 2016-2017
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.736 KB)

Abstract

Pada masa sekarang ini sebagian besar orang Indonesia akan mengganti perangkat audio standar (OEM) darimobilnya, karena kualitas audio yang kurang baik, sehingga dapat diganti dengan speaker jenis 2-way system atau 3-way system. Dengan adanya berbagai macam speaker, maka diperlukan passive crossover yang berisi komponenkapasitor dan induktor, berfungsi sebagai pembagi suara berdasarkan range frekuensi.Studi tentang pengaruh kapasitor,induktor, dan resitor dapat dilakukan terhadap cutting frekuensi yangdihasilkan pada rangkaian crossover butterworth. Passive crossover ini dibuat untuk speaker berjenis 2-way systemdengan orde dua. Untuk mengetahui hasil cutting frekuensi, maka dilakukan pengujian menggunakan bantuan alat ukurRTA (Real Time Analyzer) dan software ARTA. Pada software ARTA akan didapatkan pembacaan respon suara yangdihasilkan speaker. Dari data respon suara yang dihasilkan speaker, maka dapat diketahui cutting frekuensi yangdihasilkan rangkaian passive crossover.Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa, terdapat perbedaan hasil cutting frekuensi high pass dan lowpass antara realita dengan rumus. Perbedaan hasil cutting frekuensi high pass terjadi pada rentang frekuensi 1,4-3,5KHz. Sedangkan pada low pass perbedaan cutting frekuensi terjadi pada rentang frekuensi 1,9-8,5 KHz. Konfigurasirangkaian high pass dan low pass yang menghasilkan cutt point pada frekuensi 3 KHZ, 2,7 KHz, 1,7KHz, 1,1KHz,500Hz dapat digunakan pada sistem 2-way. Penambahan resistor yang dirangkai secara L-pad lebih efektif karenadapat menurunkan gain hingga 10 dB. Namun resistor yang digunakan pada rangkaian L-pad nilainya tidak bolehmelebihi 4 Ohm.
PERANCANGAN ALAT MAGNETISASI BAHAN BAKAR MOTOR DIESEL Wendy Winarto; teng sutrisno; Philip Kristanto
Mechanova Vol 4 (2015): Semester genap 2015-2016
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.5 KB)

Abstract

Salah satu kerugian akibat penggunaan biodiesel adalah penurunan daya dan akselerasi darimotor diesel. Dalam penelitian ini dilakukan pemberian pengaruh medan magnet pada saluranbahan bakar motor diesel yang menggunakan bahan bakar biodiesel agar dapat meningkatkanprestasi kerja dari motor diesel. Penelitian ini menggunakan alat magnetisasi bahan bakar I (∅0,35 mm ; 3600 & 4000 lilitan) dan alat magnetisasi bahan bakar II (∅ 0,5 mm ; 1000, 2000, &3000 lilitan) yang dipasang pada saluran bahan bakar (sebelum pompa injeksi).Pengujian prestasi kerja motor diesel menggunakan metode putaran motor konstan denganpengereman berubah dari dinamometer rem air. Emisi gas buang motor diesel diuji dengan metodeuji emisi gas buang motor berpenggerak penyalaan kompresi pada kondisi akselerasi bebas (sesuaiSNI 19-7118.2-2005).Dari hasil pengujian didapatkan alat magentisasi yang terbaik, yaitu alat magnetisasi dengandiameter 0,5 mm; 1000 lilitan yang dipasang pada jarak 20 cm dari pompa injeksi. Alatmagnetisasi ini mampu meningkatkan daya motor sebesar 8,54%, torsi 7,64%, efisiensi termal10,04% dan menurunkan SFC sebesar 12,51%. Selain peningkatan prestasi kerja mesin diesel,pemasangan alat magnetisasi juga menurunkan opasitas (ketebalan asap) gas buang motor dieselsebesar 20,81%.
RESEARCH ON BIOMASS BRIQUETTE AS AN ALTERNATIVE ENERGY FROM PTEROCARPUS INDICUS LEAVES AND TWIGS WASTE Jovian Evander; Willyanto Anggono; Teng Sutrisno
Mechanova Vol 5 (2016): Semester genap 2016-2017
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.27 KB)

Abstract

Indonesia has a variety of plant species which are very useful for life. Plants that have a lot ofbenefits that include Pterocarpus indicus. This plant is commonly used as greening because of thecharacteristics that have dense leaves and rapid growth. During the rainy season, the leaves andtwigs of this plant will often fall fallen because with the wind and rain. In the summer, the leaveswill fall due to dry. The actual leaves and twigs can be used as an alternative fuel in a way that isgood and correct processing. Alternative fuels is that biomass briquettes. This research wasconducted with the aim of knowing the potential of the plant Pterocarpus indicus for biomassbriquettes made with raw materials leaves and twigs Pterocarpus indicus and tapioca starchadhesive material. This research will be tested to determine whether the calorific value of the leavesand twigs Pterocarpus indicus can be used as biomass briquettes. The composition ratio of rawmaterials and adhesives as follows: 100%, 90%, 80%, 70%, 60%, 50%. Tests using a bombcalorimeter calorific value. From the experimental results show that the best composition is 90%raw materials and 10% adhesives
Pengaruh Pengurangan Diameter Valvestem Dan Penambahan Radius Valveneck Terhadap Performa Motor Bakar Honda Supra Fit 100 CC Paul James Huang’s; Teng Sutrisno
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 16 No. 1 (2016): APRIL 2016
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu untuk meningkatkan performa dari sepeda motor adalah dengan melakukan penggantian katup standard ke katup racing. Katup racing ini bertujuan untuk memperlancar aliran udara yang masuk ke ruang bakar. Katup racing, biasanya, cara memodifikasinya adalah dengan melakukan pengurangan diameter pada batang katup. Pemilihan diameter katup pada penelitian ini adalah pengurangan sebesar 0,7 mm, 0,9 mm, dan 1,1 mm, dan membandingkan ketiga diameter dengan katup ukuran standard. Metode pengujian yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan melakukan simulasi aliran dengan menggunakan program komputer ANSYS. Serta dengan melakukan uji dynotest untuk mengetahui peningkatan daya dan torsi, sebelum dan sesudah dilakukan penggantian pada masing-masing variasi pada katup. Hasil yang didapatkan setelah melakukan simulasi adalah katup dengan diameter batang yang diperkecil menghasilkan pressure drop yang lebih kecil dan velocity yang besar. Hasil tersebut dicapai oleh katup dengan pengurangan sebesar 0,9 mm. Untuk hasil dynotest, daya tertinggi dicapai oleh katup dengan pengurangan sebesar 1,1 mm. yaitu 6,8 HP, mengalami pengingkatan sebesar 17,24%. Sedangkan torsi maksimum dicapai oleh katup dengan pengurangan 0,9 mm, yaitu 7,39 N.m, meningkat sebesar 14,75% dari katup standard.
Karakteristik Pembakaran Briket dari Limbah Daun Pohon Bintaro Andreas Wijaya Kasrun; Willyanto Anggono; Teng Sutrisno
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 16 No. 2 (2016): OCTOBER 2016
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era globalisasi ini, kebutuhan energi semakin meningkat. Penggunaan bahan bakar fossil yang semakin tinggi mengakibatkan semakin menipisnya cadangan bahan bakar. Penggunaan bahan bakar biomassa merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fossil. Bahan bakar biomassa yang digunakan berupa bahan bakar padat dan dijadikan dalam bentuk briket. Briket dibentuk dari bahan baku limbah daun pohon bintaro dengan campuran bahan perekat tepung tapioka dengan kadar 90:10. Nilai kalor atas dari bahan bakar briket sebesar 4164 Kcal/kg. ukuran partikel berpengaruh kepada bentuk fisik maupun pembakaan briket. Ukuran partikel yang semakin kecil akan membuat bentuk fisik briket menjadi halus, tetapi briket menjadi lebih susah terbakar.