Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pengaruh Kadar Air Dan Periode Penyimpanan Beras Terhadap Populasi Sitophilus zeamais Dan Kerusakan Beras Pramahsari Putri, Novita; Yunaida, Yunaida; Hendrival, Hendrival; Wirda, Zurrahmi; Muaz Munauwar, Muhammad
Agrium Vol 20 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i3.13183

Abstract

Hama kumbang bubuk jagung, Sitophilus zeamais Motschulsky (Coleoptera: Curculionidae) merupakan hama utama beras selama penyimpanan di Indonesia. Kerusakan beras yang terjadi selama penyimpanan dipengaruhi oleh periode penyimpanan dan kadar air. Penelitian tentang pengaruh kadar air awal dan periode penyimpanan beras perlu dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan populasi S. zeamais dan kerusakan beras selama penyimpanan. Periode penyimpanan yaitu 40, 60, 80, 100, dan 120 hari dengan kadar air 12 dan 14%. Parameter yang diamati adalah populasi, persentase berat bubuk, dan persentase susut bobot beras. Hasil penelitian menunjukkan bahwa periode penyimpanan beras yang berbeda mempengaruhi populasi dan kerusakan beras. Penyimpanan beras selama 120 hari dapat meningkatkan populasi dan kerusakan beras dibandingkan dengan penyimpanan selama 40 sampai 100 hari. Perbedaan kadar air beras mempengaruhi populasi dan kerusakan beras. Kadar air 14% dapat meningkatkan populasi dan kerusakan beras dibandingkan dengan 12%. Interaksi antara periode penyimpanan beras 120 hari dan kadar air 14% dapat meningkatkan populasi dan kerusakan beras selama penyimpanan
Kerentanan Relatif Beras Putih Terhadap Infestasi Hama Kumbang Bubuk Beras Mustikarani, Asri; Hendrival, Hendrival; Usnawiyah, Usnawiyah; Munauwar, Muhammad Muaz; Latifah, Latifah; Putri, Novita Pramahsari
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 20 No. 1 (2024): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v20i1.4052

Abstract

Beras termasuk komoditas pangan masyarakat Indonesia selain jagung dan sorgum. Hama kumbang bubuk termasuk penyebab kerusakan beras di penyimpanan. Kerentanan beras dipengaruhi oleh jumlah F1 dan median waktu perkembangan hama kumbang bubuk. Penelitian bertujuan menentukan kerentanan beras putih terhadap infestasi hama kumbang bubuk beras selama penyimpanan. Jenis beras putih yang digunakan terdiri dari berbagai varietas padi yaitu Ciherang, Mekongga, Cigeulis, Inpari 30, Inpari 32, 42, 44, dan Inpari Sidenuk. Pengujian kerentanan menggunakan metode tanpa uji pilihan. Variabel pengamatan meliputi jumlah F1, median waktu perkembangan, indeks kerentanan, dan susut berat beras. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerentanan beras tersebut ditentukan oleh jumlah F1, median waktu perkembangan, dan persentase susut berat. Beras dari Varietas Ciherang dan Cieugelis tergolong moderat sampai rentan, sedangkan dari Varietas Inpari 30, 32, 42, 44, Inpari Sidenuk, dan Mekongga tergolong moderat terhadap infestasi S. oryzae selama penyimpanan.
Comparison Population of Rhyzopertha dominica (Coleoptera: Bostrichidae) and Damage Cereals During Storage Period Hendrival, Hendrival; Rahmi, Cut; Yusnellis, Yusnellis; N, Muhammad Yusuf; Wirda, Zurrahmi
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2022.007.2.10

Abstract

Storage of cereal is a section of the stage post-harvest and helpful for maintaining food availability against crop failures and natural disasters. The losses yield commodity cereal happened at the stage storage caused by Rhyzopertha dominica. This study aimed to determine the comparison population R. dominica and damage to rice and sorghum based on the storage period. The types of cereals used are rice and sorghum. The research was arranged in a completely randomized design (CRD) with the treatment of storage periods for rice and sorghum consisting of five levels is storage for 40, 60, 80, 100, and 120 days. Observation parameters included population R. dominica and damage as well increased moisture content of rice and sorghum. Data obtained from the observations were analyzed using analysis of variance.  The results showed that the population of R. dominica and damage more happened to sorghum than rice based on the storage period. The storage period of 120 days could increase population R. dominica, damage and moisture content of rice and sorghum. Knowledge of the storage period for rice and sorghum give information so that not to stored rice and sorghum for long time periods
Efektivitas Waktu Penyiangan dan Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan Gulma dan Produksi Tanaman Terung Ungu Varietas Antaboga (Solanum melongena L.) Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Baidhawi, Baidhawi; Munauwar, Muhammad Muaz; Hendrival, Hendrival; Latifah, Latifah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 4 No. 4 (2025): Vol 4, No 4 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Desember
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya hasil tanaman terung (Solanum melongena L.) salah satunya disebabkan oleh gulma. Salah satu cara mengatasi populasi gulma yaitu dengan cara waktu penyiangan dan penggunaan jarak tanam yang tepat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh waktu penyiangan dan pengaturan jarak tanam terhadap pertumbuhan gulma dan produksi tanaman terung. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Alue Bili, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara, dari Desember hingga Maret 2025. Eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor dan tiga kali ulangan. Faktor pertama, yaitu waktu penyiangan, terdiri dari (H0) bersih total, (H1) 14, 28, dan 42 HST, dan (H2) 28 dan 42 HST. Faktor kedua yaitu jarak tanam (J1) 30 x 30 cm dan (J2) 40 x 30 cm. Parameter yang diamati berupa persentase penutupan gulma, berat kering gulma, tinggi tanaman, jumlah daun, umur berbunga, jumlah buah dan berat buah. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan waktu penyiangan secara tunggal berpengaruh sangat nyata terhadap berat kering gulma umur 28 HST, persentase penutupan gulma pada semua umur pengamatan dan jumlah daun pada umur 35 HST, dan berpengaruh nyata pada peubah berat kering tanaman umur 42 HST dan tinggi tanaman pada umur 28 dan 35 HST. Perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan penyiangan 14, 28, dan 42 HST. Perlakuan jarak tanam tidak menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata pada semua peubah yang diamati. Tidak terdapat interaksi antara perlakuan waktu penyiangan dan jarak tanam pada semua peubah yang diamati.
Kajian Kerentanan Relatif Beras Lokal Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Terhadap Hama Pascapanen Sitophilus oryzae L. Salwa, Latifa; Hendrival, Hendrival; Putri, Novita Pramahsari; Latifah, Latifah; Baidhawi, Baidhawi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 4 No. 4 (2025): Vol 4, No 4 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Desember
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sitophilus oryzae merupakan hama pascapanen utama yang merusak komoditas gabah yang disimpan, termasuk beras. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kerentanan dan tingkat kerusakan beberapa beras lokal Sumbagut terhadap serangan Sitophilus oryzae. Penelitian dilakukan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman, Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Malikussaleh, mulai bulan Oktober 2024 sampai dengan Januari 2025. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) nonfaktorial dengan 15 beras lokal dan 3 kali ulangan, sehingga diperoleh 45 satuan percobaan. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan Uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padi lokal Sumbagut memiliki tingkat kerentanan yang berbeda. Beras Siganteng termasuk kategori moderat-rentan, sedangkan beras Anak Daro, Siarang, Kuriak Kusuik, Pulungan, Siregar, Batubara, Santani, Minang Sari, Sokan, Banang Pulau, Sijunjuang, Sigudang, Pulau Batu, dan Trisakti termasuk kategori moderat. Tingkat kerentanan pada beras dapat dipengaruhi oleh banyaknya F1 dan median waktu perkembangan yang singkat. Kerusakan beras dan kehilangan susut berat yang tinggi dapat memengaruhi kerentanan. Beras yang kerusakannya tinggi tergolong rentan terhadap S. oryzae.
Pengaruh Herbisida Tunggal Dan Campuran Terhadap Keragaman Komposisi Gulma Di Perkebunan Kelapa Sawit PTPN IV REGIONAL 1 Kebun Tanah Raja Kabupaten Serdang Bedagai Harianti1, Rizka Dwi; Munauwar, Muhammad Muaz; Putri, Novita Pramahsari; Hendrival, Hendrival; Baidhawi, Baidhawi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 4 No. 4 (2025): Vol 4, No 4 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Desember
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas pengaruh penggunaan herbisida tunggal dan campuran terhadap keragaman serta komposisi gulma di perkebunan kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Afdeling III PTPN IV Regional 1 Kebun Tanah Raja, Kabupaten Serdang Bedagai. Gulma merupakan salah satu kendala utama dalam budidaya kelapa sawit karena dapat mengganggu pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis gulma, menganalisis tingkat dominansi dan keanekaragaman vegetasi gulma, serta membandingkan perbedaan jenis gulma antara penggunaan herbisida tunggal dan campuran. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik purposive sampling menggunakan metode kuadrat. Pengamatan dilakukan pada 30 plot berukuran 100 cm × 100 cm, masing-masing 15 plot pada lahan dengan herbisida tunggal dan 15 plot pada herbisida campuran. Variabel yang diamati meliputi jenis gulma, indeks dominansi, indeks kesamaan, indeks keanekaragaman (H’), dan indeks kemerataan (E). Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks kesamaan (IS) sebesar 37,03%, yang mengindikasikan bahwa komunitas gulma pada kedua perlakuan memiliki tingkat kesamaan yang rendah. Indeks keanekaragaman (H’) pada herbisida tunggal sebesar 1,92 dan pada herbisida campuran sebesar 2,21, yang menunjukkan tingkat keanekaragaman sedang. Sementara itu, indeks kemerataan (E) sebesar 0,75 pada herbisida tunggal dan 0,83 pada herbisida campuran, yang berarti distribusi individu gulma relatif merata di kedua lokasi. Secara umum, penggunaan herbisida campuran cenderung menghasilkan keanekaragaman dan kemerataan gulma yang lebih tinggi dibandingkan herbisida tunggal
Identifikasi Cendawan Patogen Di Pertanaman Cabai (Capsicum Annuum L.) Di Desa Ulee Geudong, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara Fadhillah, Laina; Latifah, Latifah; Putri, Novita Pramahsari; Hendrival, Hendrival; Baidhawi, Baidhawi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Maret 2
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman cabai (Capsicum annuum L.) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang rentan terhadap serangan penyakit, khususnya yang disebabkan oleh cendawan patogen. Sistem budidaya monokultur yang umum diterapkan petani turut meningkatkan risiko infeksi penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis penyakit dan patogen penyebabnya serta menganalisis insidensi dan keparahan penyakit pada dua jenis tanah berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan September–November 2024 di Desa Ulee Geudong dan Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman Universitas Malikussaleh. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, pengamatan gejala penyakit, pengambilan sampel, serta identifikasi patogen secara mikroskopis. Parameter yang diamati meliputi insidensi penyakit, keparahan penyakit, tinggi tanaman, dan jumlah cabang. Hasil penelitian menunjukkan dua penyakit utama yaitu antraknosa yang disebabkan oleh Colletotrichum sp. dan bercak daun. Insidensi antraknosa tertinggi mencapai 45% pada tanah organosol dan 38,33% pada tanah litosol, sedangkan bercak daun masing-masing 11,66% dan 8,33%. Keparahan penyakit relatif rendah yaitu 12,08% dan 2,91%. Hasil ini menunjukkan bahwa faktor lingkungan, jenis tanah, serta teknik budidaya berperan dalam menekan perkembangan penyakit pada tanaman cabai.
Populasi, Serangan, dan Sebaran Hama Hypothenemus hampei pada Kopi Arabika Gayo Hendrival, Hendrival; Nurdin, Muhammad Yusuf; Usnawiyah, Usnawiyah; Margono, Margono; Ahmadika, Hafizh Mulia
Agrotechnology Research Journal Vol 6, No 2 (2022): Agrotechnology Research Journal
Publisher : Perkumpulan Agroteknologi/Agroekoteknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agrotechresj.v6i2.62282

Abstract

Hypothenemus hampei (Ferrari) (Coleoptera: Scolytidae) or Coffee Berry Borer (CBB) is the most destructive major pest that causes quantitative and qualitative losses in Arabica coffee. The research aimed to calculate population, attack H. hampei, coffee yield losses, the measure distribution pattern of H. hampei on various Gayo arabica coffee varieties, and the analyze estimated decrease in the production of coffee based on population and attack H. hampei in Gayo arabica coffee. The location chosen as a place of observation and sampling is a smallholder coffee plantation with variations in elevation. Each area is determined by two points of observation and sampling locations. At each sampling location, 80 ripe or red coffees were taken, 80 dark or yellow coffees, and 80 young or green coffees (24 pieces per four branches per tree). The results showed that the population and attack of CBB pests on Gayo 3 varieties are relatively high compared to Gayo 1 and Gayo 2 varieties. The distribution pattern of CBB on all varieties of Gayo Arabica coffee showed an aggregated distribution based on population and attack. The decrease in arabica coffee production has the potential to occur on a variety Gayo 3.