Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Respon Pemberian Mikoriza Arbuskular Dalam Media Zeolit Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kedelai Usnawiyah, Usnawiyah; Khaidir, Khaidir
Agrium Vol 10, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v10i1.1267

Abstract

Arbuscular mycorrhiza expected to increase the growth and yield of soybean. However, during the application requires another materials as growth media or spores carrier such as compos and zeolite. Zeolites are used as promoters  for plant  growth and  development for the better  through  the efficient use of fertilizers. These minerals can retain  nitrogen content in the soil, improve the quality of solid organic  fertilizer and liquid waste. Zeolites can improve the efficiency of fertilizer use, both in stimulating plant growth and development and to increase agricultural  output. Furthermore, it will support the work function of arbuscular  mycorrhiza as root simbion
Populasi, Serangan dan Pola Distribusi Hypothenemus hampei Ferr. pada Kopi Arabika Gayo Berdasarkan Zona Elevasi Hendrival, Hendrival; Usnawiyah, Usnawiyah; Nurdin, Muhammad Yusuf; Ahmadika, Hafizh Mulia; Margono, Margono
Agrikultura Vol 35, No 1 (2024): April, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i1.45701

Abstract

Provinsi Aceh sebagai sentral penghasil kopi arabika berada di Dataran Tinggi Gayo yaitu Kabupaten Bener Meriah. Faktor yang menyebabkan produksi kopi arabika tergolong rendah yaitu serangan hama penggerek buah kopi, Hypothenemus hampei Ferr. Hama ini termasuk hama utama yang paling merugikan yang menyebabkan kerugian kuantitatif dan kualitatif pada kopi arabika dan robusta. Pola sebaran H. hampei dipengaruhi oleh zona elevasi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pola sebaran hama H. hampei pada kopi arabika Gayo berdasarkan elevasi.  Lokasi penelitian mencakup wilayah perkebunan kopi arabika milik petani di Kecamatan Bukit, Timang Gajah, dan Pintu Rime Gayo di Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh dengan waktu penelitian dari bulan Juli sampai dengan Desember 2021. Lokasi yang dipilih sebagai tempat pengamatan dan pengambilan sampel yaitu perkebunan kopi rakyat dengan variasi zona elevasi. Setiap wilayah ditentukan dua titik lokasi pengamatan dan pengambilan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi dan serangan hama H. hampei pada kelompok zona elevasi rendah (700 mdpl–1000 mdpl) tergolong tinggi dibandingkan kelompok ketinggian medium (1000–1250 mdpl) dan tinggi (1250–1500 mdpl). Pola sebaran hama H. hampei pada kopi arabika Gayo pada parameter populasi dan serangan mengikuti pola mengelompok berdasarkan perbedaan zona elevasi. Tindakan monitoring populasi dan serangan hama H. hampei diperlukan untuk mengurangi penurunan produksi kopi arabika Gayo terutama di daerah dengan zona elevasi antara 700–1000 mdpl.
The Effect of Botanical Fungicides on Anthracnose Disease in Chili Fruit (Capsicum annuum L.) Syamimi, Nur Kholilah; Hendrival, Hendrival; Khaidir, Khaidir; Hafifah, Hafifah; Usnawiyah, Usnawiyah
Journal of Tropical Horticulture Vol 5, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Yayasan Pertanian Tropika Indonesia (YPTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33089/jthort.v5i1.76

Abstract

Research on the application of billygoat weed, lantana, and cogon grass leaves extracts on anthracnose disease in chili plants. This research aims to determine the fungicidal activity of billygoat weed, lantana, and cogon grass leaves extracts on the growth and development of anthracnose disease in chili plants. This research method includes the extraction of billygoat weed, lantana, and cogon grass leaves, Potato Dextrose Agar (PDA) media preparation, Colletotrichum capsici fungal isolates breeding, and in vitro and in vivo testing. The research was conducted in the laboratory with three types of treatments arranged in a completely randomized design (CRD). The results of in vitro testing showed that billygoat weed, lantana, and cogon grass leaves extracts were able to inhibit the growth of Colletotrichum capsici colonies ranging from 0.50-1.24 cm, 80.58-92.15% inhibitory capacity, 0.16x1060.22x106 spore density at 7 days after inoculation and testing. The results of in vivo testing showed that billygoat, lantana, and cogon grass leaves extracts were able to reduce disease severity between 12.50-16.00%, disease incidence ranging from 26.00-30.00%, and chili fruit weight loss of 28.97-32.92%. Billygoat weed, lantana, and cogon grass leaves extracts have the potential as a botanical fungicide in controlling anthracnose disease in chili plants.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN MIKROORGANISME LOKAL (MOL) DI DESA TANJUNG KABUPATEN ACEH TENGAH Latifah, Latifah; Usnawiyah, Usnawiyah; Yurni, Irma
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat DEWANTARA Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat DEWANTARA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/jpmd.v7i1.990

Abstract

Mikroorganisme Lokal (MOL) berpotensi dikembangkan karena bahan bakunya tersedia untuk mendukung pengolahan bahan organik menjadi pupuk organik cair atau padat (kompos). MOL berpotensi dikembangkan karena bahan bakunya mudah diperoleh di sekitar lingkungan petani. Kegiatan pengabdian bertujuan memberikan pengetahuan kepada masyarakat tani tentang cara pembuatan MOL dan penggunaan bahan alami dilingkungan sekitar sebagai biokativator. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini berupa pendampingan praktik pembuatan MOL. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Desa Tanjung, Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah. Hasil dari kegiatan yang dilakukan adanya pemahaman masyarakat tani tentang pembuatan MOL yang menunjukkan bahwa masyarakat tani memahami pengetahuan tentang pupuk kompos maupun pupuk organik cair berbahan MOL dan cara pembuatannya.
Program Pelatihan Bisnis Kreatif Pembuatan Kerajinan Tas Dari Anyaman Pandan Untuk Peningkatan Kapasitas Perempuan Berstatus Janda Di Desa Reuleut Timu Usnawiyah, Usnawiyah; Zahara, Hafni; Sari, Cut Rozana; Ramayana, Ramayana; Yuningsih, Meileni; Salsabila, Naura
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 10 (2023): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i10.508

Abstract

Budaya patriarkhi di berbagai wilayah Indonesia memberikan previlage pada jenis kelamin laki-laki untuk mengakses material basic of power dari perempuan. Wacana perempuan sebagai makhluk yang lemah begitu dominan. Hal ini dialami oleh kaum perempuan berstatus janda karena mereka harus bertanggungjawab menghidupi anak-anaknya dan merasakan beban psikologis yang menganggap kehidupan menjanda sebagai hal negatif. Desa Reuleut Timu Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara merupakan desa sekitar Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani sawah. Jika tidak musim tanam, keluarga di desa ini mengalami kesulitan ekonomi terutama kaum perempuan janda yang tidak memiliki usaha sampingan padahal mereka memiliki kreatifitas tinggi dalam bisnis untuk menciptakan produk kerajinan tangan. Hal inilah yang menjadi alasan utama tim pengusul untuk menjadikan mereka mitra melalui program yang diusulkan. Lokasi pengabdian masyarakat yang diambil adalah Desa Reuleut Timu Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara. Metode pelaksanaan berupa pendekatan partisipasif dan mangacu pada proses pembelajaran orang dewasa yang terdiri dari: (1) Pemaparan materi (2) diskusi mendalam (3) Praktik langsung, (4) Evaluasi dampak kegiatan pengabdian. Target luaran yang ingin dicapai adalah: (1) Publikasi ilmiah pada jurnal pengabdian Internasional, (2) Publikasi kegiatan pada media cetak atau online, (3) Surat Perjanjian Kerja Sama dengan Mitra, dan (4) Poster Pengabdian.
Kerentanan Relatif Jenis Beras Terhadap Sitophilus oryzae L. (Coleoptera: Curculionidae) Pada Keadaan Kadar Air Rendah Susanti, Susi; Hendrival, Hendrival; Usnawiyah, Usnawiyah; Hafifah, Hafifah; Nazaruddin, Muhammad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 1 No. 1 (2022): Vol 1, No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Maret 20
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jimatek.v1i1.8458

Abstract

Hama kumbang bubuk beras, Sitophilus oryzae (Coleoptera: Curculionidae) merupakan hama primer dan menyebabkan kerusakan pada beras di penyimpanan.  Kerusakan beras masih terjadi selama di penyimpanan pada kadar air rendah. Tujuan penelitian yaitu mempelajari kerentanan dan kerusakan jenis beras pada keadaan kadar air rendah serta interaksinya setelah diinfestasi S. oryzae. Penelitian dilaksanakan dalam bentuk faktorial pola Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan jenis beras dan kadar air. Jenis beras yaitu beras putih, beras merah, beras ketan putih, dan beras ketan hitam, sedangkan kadar air yaitu 10 dan 12%. Parameter pengamatan yaitu jumlah F1, median waktu perkembangan, indeks kerentanan, dan susut berat beras. Untuk mengukur kekuatan hubungan antar parameter pengamatan ditentukan dengan analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air beras sebesar 10% masih berpengaruh terhadap jumlah F1, perkembangan, kerentanan beras, dan susut berat beras, namun masih lebih rendah dibandingkan kadar air 12%. Katagori kerentanan beras bervariasi dari moderat sampai rentan. Jumlah F1, indeks kerentanan, susut berat paling tinggi dan median waktu perkembangan paling singkat dijumpai pada beras merah. Interaksi antara beras merah dengan kadar air 10% masih berdampak terhadap kerentanannya dan tergolong rentan, sedangkan pada beras ketan putih tergolong moderat. Semua jenis beras dengan kadar air 12% tergolong rentan dan rentan sampai sangat rentan terhadap hama S. oryzae.
Uji Adaptasi Morfo-Fisiologis Beberapa Varietas Kedelai (Glycine max.L) Akibat Perlakuan Tingkat Naungan Zainuddin, Rahmad; Nurdin, Muhammad Yusuf; Usnawiyah, Usnawiyah; Ismadi, Ismadi; Nazaruddin, Muhammad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 1 No. 2 (2022): Vol 1, No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Juni 202
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.281 KB) | DOI: 10.29103/jimatek.v1i2.8462

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memanfaatkan kedelai sebagai bahan pangan dalam jumlah yang besar dan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, sehingga berujung pada kebijakan pemerintah untuk melakukan impor guna memenuhi kebutuhan nasional. Permasalahan yang dihadapi pada komoditas ini adalah jumlah produksi yang masih rendah akibat penggunaan teknologi budidaya yang belum optimal dan alih fungsi lahan produktif yang terus meningkat sehingga budidaya kedelai perlu diarahkan pada lahan dibawah tegakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan varietas kedelai yang mampu beradaptasi dan berproduksi tinggi pada tingkat naungan. Metode penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) yaitu tanpa naungan (N0), naungan 50% (N1) dan naungan 65% (N2) sebagai petak utama, sedangkan anak petak terdiri dari varietas yakni varietas Dena (V1), Gepak Kuning (V2) dan Anjasmoro (V3). Adapun perameter yang diamati meliputi  tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, Klorofil daun, laju assimilasi bersih, laju tumbuh relatif dan produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat naungan berpengaruh terhadap morfo-fisiologis tanaman kedelai. Daya adaptasi dan produksi terbaik dijumpai pada varietas Dena 1 diikuti varietas Anjasmoro dan Gepak kuning.
Pengaruh Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh dan Dosis Pupuk Kandang Sapi Terhadap Pertumbuhan Setek Tanaman Nilam (Pogostemon cablin, Benth.) Safitri, Irna; Nasruddin, Nasruddin; Ismadi, Ismadi; Hafifah, Hafifah; Usnawiyah, Usnawiyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 1 No. 3 (2022): Vol 1, No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Septembe
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jimatek.v1i3.9756

Abstract

Tanaman nilam (Pogostemon cablin, Benth) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri. Rendahnya pertumbuhan akar pada pembibitan merupakan permasalahan yang sering terjadi, hal ini disebabkan karena rendahnya zat pengatur tumbuh dalam tanaman dan kondisi media tanam yang tidak sesuai dengan kebutuhan perkembangan akar setek tanam. Penelitian dilaksanakan di Desa Karieng, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen dan Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh dari bulan April sampai Juni 2020. Menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama konsentrasi zat pengatur tumbuh (Z) dengan 4 taraf yaitu Z0 = 0 ppm, Z1 = 100 ppm, Z2 = 150 ppm, Z3 = 200 ppm. Faktor kedua dosis pupuk kandang (K) terdiri dari 4 taraf yaitu K0=0 gram, K1= 100 gram, K2= 150 gram, K3= 200 gram. Hasil menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi yang nyata antara konsentrasi zat pengatur tumbuh dan dosis pupuk organik terhadap semua parameter yang diamati. Pemberian konsentrasi zat pengatur tumbuh dan dosis pupuk kandang sapi secara tunggal tidak menunjukkan pengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati.
Pengaruh Pertumbuhan Dan Hasil Beberapa Varietas Kedelai (Glycine Max L.) Akibat Pemberian Kompos Kulit Kopi Khairunnisa, Khairunnisa; Nazirah, Laila; Hayati, Nila; Usnawiyah, Usnawiyah; Hafifah, Hafifah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 2 No. 1 (2023): Vol 2, No 1 (2023) : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Maret 2
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jimatek.v2i1.12042

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan dan hasil kedelai (Glycinemax L) akibat pemberian kompos kulit kopi. Dilakukan di Desa Reulet Timur, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 2 perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah kedelai varietas Devon 2 (V1), varietas Agromulyo (V2) dan varietas Grobogan (V3). Faktor kedua adalah dosis kompos kulit kopi yaitu kontrol (K0), 200 g/lubang tanam (K1) dan 400 g/lubang tanam (K2). Peubah yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah daun, umur berbunga, umur panen, jumlah produktif cabang, panjang akar, rasio pucuk-akar, jumlah polong per tanaman, berat 100 biji per tanaman, berat biji kering per tanaman dan produksi (ton ha). Hasil menunjukkan bahwa varietas berpengaruh terhadap peubah tinggi tanaman, jumlah daun, umur berbunga, umur panen, jumlah cabang produktif, rasio akar pucuk, polong per tanaman, berat 100 biji per tanaman dan berat biji kering tanam, sedangkan kompos kulit kopi berpengaruh pada peubah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang produktif, rasio pucuk akar dan biji kering berat per tanaman. Varietas terbaik terdapat pada varietas Grobogan dan terbaik dosis kompos sekam kopi adalah 400 g/lubang tanam. Interaksi antara perlakuan varietas dan kompos sekam kopi terdapat perubahan jumlah daun pada umur pengamatan 20 HST pada penggunaan varietas Grobogan dan pemberian kompos kopi dengan dosis 400 gr/lubang tanam, dimana pada interaksi ini diperoleh jumlah daun tertinggi dengan nilai 12,50 helai. Nilai ini merupakan nilai yang sangat besar untuk variabel jumlah daun
Pengaruh Pemberian Kompos Azolla Pinnata Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Terung (Solanum Melongena L.) Rizki, Miftahul; Usnawiyah, Usnawiyah; Hayati, Nila; Nazirah, Laila; Hafifah, Hafifah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 2 No. 1 (2023): Vol 2, No 1 (2023) : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Maret 2
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jimatek.v2i1.12043

Abstract

Saat ini kehilangan produksi terung dari budidaya hingga pasca panen mencapai 10-30%. Oleh karena itu perlu adanya usaha untuk peningkatan tanaman terung dengan pemupukan organik dan penggunaan varietas unggul terung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos Azolla pinnata untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil beberapa varietas terung. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan dan Labaratorium Agroekoteknologi, fakultas pertanian Universitas Malikussaleh. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) 2 faktor. Faktor pertama yaitu Azolla pinnata yang terdiri dari 3 taraf yaitu : kontrol (A0), 60 g (A1) dan 80 g (A2). Faktor kedua varietas terung yaitu : Panjalu F1 (V1), Yumi F1 (V2), Lazeta F1 (V3) dan Antaboga F1 (V4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Azolla pinnata terhadap tinggi tanaman (10 HST, 30 HST dan 40 HST), diameter batang 20 HST, jumlah daun 10 HST, klorofil daun 20 HST dan 40 HST, panjang buah panen 1. Perlakuan 80g dan 60g Merupakan perlakuan terbaik setelah diberikan kepada masing-masing varietas terung. Perlakuan varietas terung berpengaruh pada Tinggi Tanaman (10 HST, 20 HST ,30 HST dan 40 HST) diameter batang (10 HST, 20 HST, 30 HST dan 40 HST), jumlah daun (10 HST dan 20 HST ), klorofil daun (10 HST,20 HST dan 40  HST) jumlah buah panen 1 dan panjang buah panen 1, panen 2 dan panen 3 Varietas terbaik yaitu pada varietas Yumi F1 (V2).