Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Konfigurasi Lampu Pijar terhadap Distribusi Temperatur Internal Inkubator Telur Menggunakan Metode Pemetaan Termal Multi-Titik Berbasis Sensor Digital Muhammad Syahril; Lutfi Rustica Mundy; Khairunnas; Ulul Azmi; Ditya Riswandha
Jurnal Mesin Nusantara Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v9i1.27620

Abstract

Kebutuhan telur yang terus meningkat menuntut tersedianya sistem penetasan yang mampu menghasilkan daya tetas tinggi secara stabil. Salah satu komponen penting dalam proses penetasan adalah kestabilan dan keseragaman temperatur di dalam inkubator. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja sistem pemanas inkubator telur berbasis lampu pijar terhadap distribusi temperatur internal serta pengaruhnya terhadap persentase penetasan telur. Inkubator bertingkat berkapasitas 400 telur dirancang menggunakan bahan tripleks berisolasi serbuk kayu, dilengkapi thermostat digital, thermohygrometer, ventilasi udara, wadah air, serta variasi jumlah lampu pijar sebanyak 4, 6, 8, 10, dan 12 unit. Pengujian dilakukan pada dua kondisi, yaitu tanpa dan dengan penggunaan plat seng di bawah lampu pijar sebagai penyebar panas. Pengukuran temperatur dilakukan pada beberapa titik untuk mengetahui tingkat keseragaman suhu di dalam inkubator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak jumlah lampu pijar yang digunakan, maka perbedaan temperatur antar titik semakin kecil. Penggunaan plat seng terbukti mampu menurunkan beda temperatur dan meningkatkan keseragaman distribusi panas, dengan selisih temperatur terkecil sebesar 0,36°C pada penggunaan 12 lampu pijar. Uji penetasan menunjukkan bahwa baik pada kondisi tanpa maupun dengan plat seng, dari 45 butir telur yang diuji diperoleh jumlah menetas sebanyak 44 butir atau setara dengan persentase penetasan sebesar 97%. Dengan demikian, meskipun plat seng meningkatkan keseragaman temperatur, keberadaannya tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap besar kecilnya tingkat keberhasilan penetasan. Faktor utama yang memengaruhi keberhasilan penetasan adalah kestabilan suhu inkubator secara keseluruhan.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI FILTRASI AIR DALAM PENYEDIAAN AIR BERSIH PASCABANJIR DI MEUNASAH TUHA KECAMATAN MANYAK PAYED KABUPATEN ACEH TAMIANG Muhammad Syahril; Syamsul Bahri Widodo; Zainal Arif; Taufan Arif Adlie; Muhammad Amin; Suheri
Jurnal Masyarakat Berdikari dan Berkarya (Mardika) Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Masyarakat Berdikari dan Berkarya (MARDIKA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/mardika.v4i1.14843

Abstract

This community service activity aimed to improve the quality of post-flood well water through the implementation of a filtration system and to provide a more adequate clean water supply facility for the community at Salman Alfarisy Mosque, Ie Bintah Village, Manyak Payed District, Aceh Tamiang Regency. The implementation method consisted of field surveys and problem identification, system design, fabrication and preparation of components, installation of the filtration and water distribution systems, and operational testing of the system. The constructed system comprised a water pump, a multi-stage filtration unit utilizing gravel, silica sand, and activated carbon as filter media, storage tanks, distribution tanks, and a piping network connected to the ablution facilities. The results demonstrated that the implemented system operated effectively and produced clearer water compared to the condition prior to filtration. In addition to improving the physical quality of water, the system also supported the sustainable availability of clean water for ablution and other community activities within the mosque environment. The activity further enhanced community understanding of the operation and maintenance of the installed system. Therefore, the implementation of the filtration system can serve as an effective and sustainable solution for providing clean water in flood-affected areas.